Jumat, 21 November 2014

Wisata Sumatera Utara Bab III

Danau Toba
Danau Toba merupakan keajaiban alam menakjubkan di Pulau Sumatera. Sulit membayangkan ada tempat yang lebih indah untuk dikunjungi di Sumatera Utara selain danau ini. Suasana sejuk menyegarkan, hamparan air jernih membiru, dan pemandangan memesona pegunungan hijau adalah sebagian kecil saja dari imaji danau raksasa yang berada 900 meter di atas permukaan laut itu.
Danau Toba adalah danau berkawah seluas 1.145 kilometer persegi. Di tengahnya berdiam sebuah pulau dengan luas yang hampir sebanding dengan luas negara Singapura. Danau Toba sebenarnya lebih menyerupai lautan daripada danau mengingat ukurannya. Oleh karena itu, Danau Toba ditempatkan sebagai danau terluas di Asia Tenggara dan terbesar kedua di dunia sesudah Danau Victoria di Afrika. Danau Toba juga termasuk danau terdalam di dunia yaitu sekira 450 meter.
Danau Toba diperkirakan para ahli terbentuk setelah letusan gunung api super sekira 73.000-75.000 tahun lalu. Saat itu 2.800 km kubik bahan vulkanik dimuntahkan Gunung Toba yang meletus hingga debu vulkanik yang ditiup angin menyebar ke separuh wilayah Bumi. Letusannya terjadi selama 1 minggu dan lontaran debunya mencapai 10 kilometer di atas permukaan laut.
Akibat letusan gunung api super  (Gunung Toba) diperkirakan telah menyebabkan kematian massal dan kepunahan beberapa spesies mahluk hidup. Letusan Gunung Toba telah menyebabkan terjadinya perubahan cuaca bumi dan mulainya masuk ke zaman es sehingga mempengaruhi peradaban dunia.

Bagi masyarakat sekitar Danau Toba memiliki sejarah magis yang dipercayai sebagai tempat tinggal Namborru (tujuh dewi nenek moyang Suku Batak). Apabila suku Batak akan melakukan upacara di sekitar danau maka mereka harus berdoa dan meminta izin Namborru terlebih dahulu.
Pulau Samosir adalah pulau yang unik karena merupakan pulau vulkanik di tengah Danau Toba. Ketinggiannya 1.000 meter di atas permukaan laut. Meskipun telah menjadi tempat tujuan wisata sejak lama, Samosir merupakan keindahan alam yang belum terjamah. Di tengah Pulau Samosir ini masih ada lagi dua danau indah yang diberi nama Danau Sidihoni dan Danau Aek Natonang. Daerah sekitar Danau Toba memiliki hutan-hutan pinus yang tertata asri. Di pinggiran Danau Toba terdapat beberapa air terjun yang sangat mempesona. Di sekitar Danau Toba juga akan Anda dapati tempat pemandian air belarang.
Di Pulau Samosir Anda juga dapat menemukan pegunungan berkabut, air terjun yang jernih untuk berenang, dan masyarakat peladang. Keramahan masyarakat Batak pun akan memikat Anda karena kemanapun Anda pergi maka dengan segera dapat menemukan teman baru.
Di Kota Parapat yang merupakan semenanjung yang menonjol ke danau Anda dapat Anda nikmati pemandangan spektakuler Danau Toba. Parapat dihuni masyarakat Batak Toba dan Batak Simalungan yang dikenal memiliki sifat ceria dan mudah bergaul, terkenal pula senang mendendangkan lagu bertema cinta yang riang namun penuh perasaan.  


Kini Danau Toba menjadi salah satu tujuan wisata terbaik di Indonesia. Tempat dimana Anda dapat melakukan berbagai macam kegiatan untuk menikmati keindahan alam seperti mendaki gunung, berenang, atau berperahu layar. Udaranya bersih dan sejuk harmonis dengan suasana santai masyarakatnya yang ramah.
Banyak wisatawan lebih memilih tinggal di Pulau Samosir di tengah danau. Sebagai tempat tinggal asli masyarakat Batak Toba, Pulau Samosir memiliki bekas peninggalan zaman purbakala di antaranya ialah kuburan batu dan desa-desa tradisional. Di pulau ini Anda dapat menemukan kebudayaan Toba yang unik dan kuno. Amati juga arsitektur tradisional rumah Batak Toba yang majemuk. Keindahan alam Pulau Samosir mengartikan bahwa pulau ini adalah tempat yang cocok untuk dikunjungi dan menghindari kepenatan rutinitas. Samosir mudah dijangkau oleh kapal ferri dari Parapat. Di Tomok juga terdapat Makam Raja Sidabutar, yang usianya sudah 500 tahun. Juga terdapat Patung Sigale-Gale yang bisa menari.
Jika Anda merasa bersemangat di Parapat ada banyak fasilitas untuk berenang, bermain ski air, mengendarai motor boat, menaiki kano, memancing dan bermain golf. Dari Parapat Anda dapat berjalan-jalan santai di bukit Sungai Naborsahon dimana Anda akan melihat bunga bugenvil, pointetties, honey suckle yang spektakuler berbunga sepanjang tahun. Banyak pengunjung yang datang menghabiskan waktu di danau dengan berenang di air yang menyegarkan atau menyewa perahu layar mengelilingi danau yang besar tersebut. Tidak perlu khawatir tersengat sinar matahari karena iklim di sini sejuk dan kering dengan pemandangan danau yang indah, tempat ini adalah tempat yang ideal untuk bersantai. Sambil melihat Matahari terbenam di Danau Toba adalah cara yang sempurna untuk bersantai dan menghabuskan waktu bersama orang yang Anda sayangi.
Di Samosir, Anda juga dapat berjalan-jalanlah ke pedalaman dan menjelajahi dua danau yang lebih kecil  yaitu Danau Sididhoni dan Aek Natonang.  Jika Anda masih belum merasa puas dengan suasana di Samosir, jelajahi pedalaman dengan trekking ke dataran tinggi. Sebaiknya tanya hotel atau masyarakat setempat tentang rutenya karena jalannya terkadang berlumpur dan licin tergantung cuaca.
Jika Anda tertarik dengan sejarah maka kunjungi komplek pemakaman Raja Sidabutar dimana dapat melihat peninggalan budaya megalit yang unik. Jika Anda ingin mengetahui lebih jauh tentang kehidupan dan masyarakat Batak, kunjungilah desa tradisional Jangga penghasil kain ulos yang berjarak sekitar 24 km dari Parapat. Di tepi Danau Toba juga terlihat Wisma Soekarno, tempat Presiden pertama Indonesia diasingkan, dengan desain bangunan yang dicat warna putih nan megah.

Budaya Leluhur di Desa Jangga 

Datang dan rasakan  kehidupan suku Batak tradisional di sebuah desa yang sebagian besar wilayahnya belum tersentuh oleh dunia modern. Terletak di lereng bukit yang indah, pengunjung yang datang ke desa Jangga ingin bertemu dengan orang  Batak asli dan melihat bagaimana budaya mereka yang unik terus berkembang hingga saat ini.
Jangga terkenal dengan kain ulos yang indah yang ditenun oleh kaum wanitanya. Melihat  kaum wanita desa ini menenun kain ulos yang rumit di depan rumah mereka. Ulos memainkan peranan penting dalam masyarakat tradisional Batak dan digunakan tidak hanya sebagai pakaian tetapi juga digunakan pada acara-acara adat seperti kelahiran, kematian dan pernikahan.

Di desa Jangga Anda akan menemukan deretan rumah-rumah tradisional, atraksi budaya dan sejarah, seperti sisa-sisa peninggalan raja-raja Batak berabad-abad yang lalu termasuk Raja Tambun dan monumen raja Manurung.

Desa Jangga terletak di tepi Gunung Simanuk-Manuk, Lumban Julu, kabupeten Toba Samosir, Sumatra Utara, sekitar 24 km dari Danau Toba.  Desa ini adalah salah satu dari sejumlah desa Batak asli di wilayah Lumban Nabolon, Tonga-Tonga Sirait Uruk, Janji Matogu, hubak Sihubak, Siregar, Sigaol, Silalahi Toruan Muara dan Tomok Sihotang. 

Desa Tuktuk Siadong: Menikmati Daya Pukau Danau Toba di Di Tanjung Kecil Pulau Samosir 
Pastikan kunjungan Anda ke Danau Toba untuk menginap di Desa Wisata Tuktuk Siadong, sebuah tempat indah di sebuah tanjung kecil di Pulau Samosir. Di sini Anda dapat menikmati suasana menawan panorama pinggir danau dimana telah banyak wisatawan tersihir daya pukaunya.

Desa Tuktuk Siadong berlokasi di Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara. Semenanjung kecil ini terletak diantara Desa Tomok dan Desa Ambarita. Kawasan tersebut merupakan daerah yang diminati wisatawan mancanegara dimana hampir sepanjang tahun dikunjungi. Bahkan, sebuah buku panduan bagi backpacker yaitu Lonely Planet menyebutkan informasi desa wisata ini dengan cukup lengkap.

Desa Tuktuk Siadong telah tersohor sebagai salah satu lokasi terbaik untuk menikmati keindahan Danau Toba. Pemandangan menghijau begitu memanjakan mata berpadu dengan bangunan corak Batak yang khas. Di sini Anda akan merasakan suasana seperti di pantai tetapi suhu udaranya begitu sejuk.

Desa Tuktuk sangat indah dan tenang suasananya cocok untuk piknik bersama keluarga atau untuk berbulan madu. Di sini riak air danau yang tenang berharmoni dengan padang rumput atau kerbau yang sedang membajak sawah. Hutan menghijau dan kampung adat tradisional Batak melahirkan impresi dan nuansa tersendiri untuk menyempurnakan liburan Anda.

Tuktuk Siadong berada di daerah tanjung peninsula yang menjadi kawasan wisata (central tourism district). Pengunjung menikmati wisata bahari di sini seperti berenang, menyelam, berlayar, canoe, memancing, dan lainnya. Di kawasan ini juga dipenuhi akomodasi, restoran, serta industri kreatif terutama ukiran.

Danau Toba sendiri menjadi reservoir air tawar terbesar di Asia Tenggara dengan pegunungan tropis membentang sekira 1.100 km dengan kedalaman maksimum sekira 450 meter. Danau ini berada di puncak vulkanik tua sekira 905 meter di atas permukaan air laut. Ada 7 kabupaten mengelilingi Danau Toba, yaitu Simalungun, Toba Samosir, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Dairi,

Karo, dan Samosir. Yang terakhir terkenal memiliki panorama alam indah dan menjadi lokasi tujuan wisata terutama Parapat di Simalungun dan Tuktuk Siadong di Pulau Samosir.

Di Tuktuk tersedia puluhan penginapan dan rumah makan yang berderet di sisi jalan. Akomodasi tersebut umumnya menyewakaan sepeda, motor, dan buku. Buku yang disewa ternyata dapat ditukar dengan buku lain yang Anda bawa.

Penginapan berupa hotel berbintang biasanya terletak persis di pinggir danau. Beberapa di antaranya memiliki kawasan yang terpisah tempat dimana wisatawan dapat menikmati suasana pinggir danau. Anda dapat menikmati keindahan panorama Danau Toba dengan ber-canoe, jetski, sepeda air, atau mengapa tidak berenang sepuasnya di pinggir danau. Memancing juga dapat menjadi alternatif kegiatan yang menghibur.

Anda juga dapat melakukan trekking ke bukit-bukit tertentu untuk berburu lokasi pandang ke arah Danau Toba yang terbentang.

Berkeliling Pulau Samosir dengan sepeda motor atau sepeda juga menarik sembari berinteraksi dengan masyarakat setempat yang ramah. Di Desa Tuktuk Siadong juga ada makam Raja Sidabutar yang sudah berumur ratusan tahun. Berkelilinglah di seputaran danau dimana Anda selain dapat menikmati keindahan danau juga dapat membayangkan bagimana dahsyatnya bencana letusan gunung api hingga kalderanya membentuk lalu terisi air hujan.

Nikmati keindahan Matahari terbit dan terbenam dari pesisir danau. Lokasi terbaik ada di dataran tinggi Karo di sebelah utara dimana keelokan danau nampak memanjang dari Sikodonkodon. Ada pula dari Tele di sisi barat yang menyediakan gardu pandang dimana pemandangan danau dan Pulau Samosir begitu sempurna diabadikan dengan kamera kesayangan Anda.

Apabila berminat menikmati keindahan Danau Toba dari udara maka jasa pemandu wisata dapat mencarikan informasi untuk kegiatan paralayang dari kawasan Bukit Siulakhosa. Anda akan ditemani instruktur berpengalaman untuk terbang mengelilingi kawasan Tomok dan Tuktuk Siadong lalu mendarat di Bukit Betha atau pantai Danau Toba. Perlu diperhatikan aktivitas ini bergantung pada kondisi cuaca dan angin.

Kawasan Bukit Betha dan Open Stage Tuktuk Siadong juga sering dimanfaatkan menjadi kawasan Ambarita untuk olah raga atletik, sepeda downhill, motor cross, dan kegiatan lintas alam lainnya.

Tidak ada komentar: