Tampilkan postingan dengan label KESEHATAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KESEHATAN. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Desember 2014

10 Cara Bernafas yang Baik Saat Melahirkan

Mengetahui cara bernafas yang baik pada saat akan melahirkan sangat penting untuk banyak ibu yang sedang hamil, sebab dengan mengetahui cara pernafasan yang baik dan benar proses persalinan akan berjalan dengan lancar. Dengan begitu anda dapat merencanakan teknik pernafasan ketika proses persalinan demi membantu kegiatan relaksasi, menjamin masuknya oksigen yang sangat memadai, serta memungkinkan anda untuk mengubah teknik pernafasan sebagai tanggapan pada intensitas kontraksi. Anda juga dapat memulai dengan cara pernafasan lambat yang diperlukan saat awal persalinan serta menggunakannya selama proses persalinan. Kemudian anda dapat menggantinya dengan menggunakan pernafasan yang ringan ataupun dengan beberapa vareasi yang di rasa paling enak untuk anda. Kebanyakan wanita memakai pernafasan yang lambat pada saat proses persalinan berlangsung. Pernafasan lambat ini bisa berupa pernafasan di dada maupun pernafasan di perut, namun yang harus di perhatikan ialah pernafasan ini dapat membantu menjadikan anda terasa lebih rileks.

Anda dapat melakukan beberapa cara pernafasan yang baik pada saat akan melahirkan seperti :

1.    Sesaat setelah terjadi kontraksi, tarik nafas yang dalam secara perlahan-lahan menggunakan hidung anda, kemudian secara perlahan juga hembuskan nafas tersebut melalui mulut dalam arus yang panjang juga stabil. Pada saat anda menghembuskan nafas anda, buatlah otot-otot pada wajah anda menjadi rileks serta tubuh anda menjadi lemas sama seperti bayangan anda bahwa semua ketegangan yang ada keluar dati tubuh anda. Anda juga bisa menghentikan pernafasan tersebut dengan desahan yang panjang.
2.    Pada saat hingga pada puncak kontraksi fokuskan perhatian anda, ingatkan diri anda agar terus bernafas secara santai dan juga nyaman.
3.    Mintalah pada suami anda untuk terus mengingatkan untuk memperlambat nafas jika anda mulai bernafas dengan terlalu cepat ketika menghadapi kontraksi yang terjadi secara intens.
4.    Ketika anda masih bernafas dengan terlalu cepat, ada baiknya anda berhenti sebentar kemudian mengambil nafas yang dalam. Lakukan hal tersebut secara berkala agar bisa mengingatkan anda supaya memperlambat nafas.
5.    Tarik nafas anda dengan cepat, namun keluarkan nafas anda dengan mengeluarkan suara yang dapat terdengar oleh orang yang ada di dekat anda, menggunakan mulut yang sedikit terbuka juga rileks. Ketika proses persalinan anda di perbolehkan untuk berteriak dan bergumam pada saat mengeluarkan nafas.
6.    Jaga selalu posisi bahu anda pada posisi ke bawah juga tetap rileks. Buatlah rileks dada dan juga perut anda sehingga ketika menarik nafas keduanya akan mengembung, dan ketika anda mengeluarkan nafas semuanya akan kembali dengan normal.
7.    Jangan bernafas dengan tergesa-gesa dan juga jangan panik. Bagi manusia nafas yang terengah-engah dapat dikatakan sebagai nafas yang tidak alami. Terengah-engah hanya akan membuat anda menjadi mudah lelah dan juga mengurangi banyak asupan oksigen serta menyebabkan hiperventilasi.
8.    Jangan terlalu terburu-buru. Bernafas dengan cepat juga menghasilkan karbon dioksida yang terlalu banyak, dapat menyebabkan kepala anda pusing serta mempunyai sensasi kesemutan pada jari tangan dan jari kaki anda bahkan pada wajah.
9.    Tidak diperbolehkan menahan nafas. Pada saat anda mengejan, biru pada wajah, pembuluh darah yang membesar, serta menahan nafas seperti itu tidak hanya melelahkan tetapi menghalangi anda juga bayi yang membutuhkan oksigen.
10.    Pada saat kontraksi tersebut berakhir beri tanda pada suami anda bahwa masa kontraksi anda telah berlalu atau anda dapat mengambil nafas cukup dalam, serta rileks dan akhiri dengan mendesah.

Sumber : 10 Cara Bernafas yang Baik Saat Melahirkan - Bidanku.com

Mengapa Muncul Flek Berkepanjangan Setelah Kb Suntik?

Setelah anda Kb suntik anda lebih sering mengalami flek coklat bahkan hingga berminggu-minggu. Apakah pengaruh dari penggunaan Kb suntik atau tanda gangguan kesehatan? Sebelum mengetahui normal atau tidak normal terjadinya flek setelah Kb suntik, kali ini kami akan membahas terlebih dahulu mengenai penggunaan Kb suntik dan efek samping dari Kb suntik.
Kb suntik merupakan kontrasepsi hormonal yang memiliki efektifitas hingga 99% untuk anda yang ingin menunda kehamilan. Cara kerja dari kontrasepsi Kb suntik yaitu dengan penggunaan hormon yang dimasukan dengan cara menyuntikannya ke dalam tubuh sehingga dapat mengentalkan lendir rahim dan menghambat pembuahan dan mencegah sel telur menempel di dinding rahim.
Setiap kontresepsi memang memberikan manfaat pada anda, sama halnya dengan kontrasepsi Kb suntik diantaranya memberikan manfaat untuk meningkatkan efektifitas yang tinggi dalam mencegah kehamilan, tidak menggangu kesabaran pada wanita dan juga umumnya cocok untuk ibu menyusui dikarenakan tidak akan menimbulkan keluhan yang produksi ASI.
Umumnya Kb suntik disesuaikan dengan kondisi kesehatan wanita. Kb suntik yang berjangka waktu 3 bulan tidak diberikan pada ibu hamil, kanker organ reproduksi, kanker payudara, menderita darah tinggi, memiliki penyakit jantung, migrain atau stroke.
Sedangkan efek samping yang dialami oleh wanita yang menggunakan kb suntik diantaranya adalah :
  1. Bagi wanita penderita hipertensi atau diabetes Kb suntik akan memberikan berisiko meningkatkan efek samping ketimbang wanita yang tidak memiliki riwayat kesehatan tersebut, meskipun demikian bukan berarti bagi wanita yang yang tidak memiliki riwayat kesehatan hipertensi atau diabetes dapat aman dari risiko. Kemungkinan risiko kecil dapat terjadi pada wanita yang menggunakan kb suntik.
  2. Penyuntikan hormon akan memicu reaksi lapar sehingga menyebabkan kontrasepsi hormon tersebut sering makan. Ini juga menjadi keluhan sebagian ibu hamil yang menjadikan berat badan meningkat ketika menggunakan Kb suntik. Apabila anda mengalami kondisi ini maka anda dapat berkonsultasi untuk mendapatkan kontrasepsi non hormonal.
  3. Kb suntik menimbulkan gangguan haid seperti amenore yang bersifat sementara. Anda tidak perlu khawatir karena tidak akan mengganggu kesehatan dalam jangka waktu yang panjang.
  4. Kembalinya kesuburan terlambat. Anda sebaiknya berkonsultasi sebelum menggunakan Kb suntik. Pada beberapa kondisi untuk merencanakan kehamilan selanjutnya seringkali kesuburan terhambat.
  5. Apabila Kb suntik dihentikan menstruasi tidak segera datang. Hal ini dikarenakan tubuh memerlukan waktu untuk beradaptasi kembali dengan hormon yang dihasilkan. Umumnya anda membutuhkan waktu 3-6 bulan. Untuk memastikan anda tidak mengalami infertilitas sekunder, setelah 6 bulan anda melepas Kb suntik anda dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya.
  6. Terakhir, ketika anda menggunakan Kb suntik sering kali timbulnya pendarahan atau spotting atau flek yang berkepanjangan. Umum terjadi pada wanita yang baru satu kali mendapatkan kb suntik, selanjutnya pada suntikan ke dua maka flek akan berkurang.
Sehingga ketika anda bertanya-tanya mengenai flek yang berkepanjangan setelah kb suntik. Maka anda tidak perlu khawatir itu merupakan efek samping penggunaan Kb suntik. Sedangkan apabila anda tidak nyaman dengan munculnya flek/ spootting maka anda dapat berkonsultasi dengan dokter /bidan untuk memilih kontrasepsi lainnya.

Sumber : Mengapa Muncul Flek Berkepanjangan Setelah Kb Suntik? - Bidanku.com

Yang Tidak Boleh Dilakukan Selama Kehamilan

Mendapatkan kehamilan, berarti mendapatkan anugerah yang tidak terkira dari Yang Maha Kuasa. Kehamilan adalah suatu anugerah yang harus diperhatikan betul, dipelihara dan dijaga dengan baik hingga nantinya saat lahir menjadikannya seorang bayi yang sehat dan berkualitas. Namun ada kalanya seorang ibu hamil belum mengetahui secara pasti hal-hal apa saja yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan selama kehamilan, terutama pada saat kehamilan pertama. Hal ini justeru penting diketahui oleh para ibu hamil untuk menjaga kehamilan tetap sehat dan berkualitas.
Berikut kami coba berikan tips mengenai hal-hal yang tidak boleh dilakukan selama kehamilan.

Memakai Sepatu Hak Tinggi

Penggunaan sepatu hak tinggi dapat menyebabkan peregangan otot-otot di daerah pinggang. Ibu hamil akan lebih sering mengeluskan rasa sakit dan pegal di daerah pinggang. Hal ini disebabkan pada saat hamil terjadi perubahan sumbu tubuh, dimana tubuh akan cenderung condong ke depan, sehingga ibu hamil berusaha menegakkan tubuh dengan cara meregangkan otot pinggang dan punggung. Nah, jika ibu hamil menggunakan sepatu dengan hak tinggi, peregangan otot di daerah pinggang dan punggung akan semakin bertambah, karena beban ke depan menjadi double, dari kehamilan itu sendiri dan juga dari sepatu hak tinggi, dan ini mengakibatkan pinggang dan punggung terasa semakin sakit.
Selain itu sepatu dengan hak tinggi dapat mengganggu keseimbangan tubuh, terutama pada saat kehamilan mulai membesar. Hal ini menimbulkan ibu hamil beresiko untuk jatuh. Akibat terjatuh, biasanya kehamilan dan ibu hamil itu sendiri akan mengalami trauma, dan yang lebih buruk akan terjadinya cacat janin atau keguguran.

Menggunakan Obat Anti Nyamuk

Obat anti nyamuk mengandung baham kimia aktif yang termasuk golongan pestisida. Efek samping zat kimia ini antara lain memicu kerusakan saraf. Obat anti nyamuk semprot bahkan mengandung minyak tanah yang dapat menyebabkan kerusakan ginjal pada janin. Obat anti nyamuk dalam bentuk oles atau lotion mengandung bahan korosif dan dapat diserap kulit sehingga menjadi racun dalam tubuh. Untuk itu, penggunaan obat anti nyamuk baik dalam bentuk semprot, bakar, listrik, maupun oles (lotion) tidak adianjurkan bagi ibu hamil.
Pakailah kelambu di tempat tidur atau kasa nyamuk di setiap ventilasi rumah untuk menghindari gigitan nyamuk. Ibu hamil juga dapat menggunakan kayu putih sebagai obat anti nyamuk.

Melewati Perjalanan Yang Jelek

Banyak pertanyaan selama ini ke kami mengenai boleh tidaknya seorang ibu hamil mengendarai motor atau mobil. Banyak beranggapan bahwa seorang ibu hamil tidak boleh mengendarai sepeda motor atau mobil, karena dapat menggangu kesehatan kehamilan. Namun, sebetulnya yang tidak boleh itu adalah mengendarai kendaraan bermotor melewati jalan yang jelek, karena hal ini dapat memberikan guncangan kepada kehamilan itu sendiri. Guncangan yang sering akan memberikan trauma kepada kehamilan. Selain itu guncangan pada saat melewati jalan yang jelek adalah dapat membuat otot punggung, pinggang, perut dan paha ibu hamil meregang sehingga ibu hamil mudah mengalami kelelahan.
Kurangilah kecepatan kalo melewati jalan yang jelek atau lebih baik cari rute lain dengan jalan yang lebih baik. Selain itu, untuk mengendarai mobil, sebaiknya ibu hamil dengan kehamilan 7 bulan ke atas jangan mengendarai mobil, dikhawatirkan perut yang semakin membesar membuat mengendarai steer mobil menjadi terganggu, dan mengendarai mobil menjadi tidak aman.

Mengkonsumsi Obat-obatan Tanpa Petunjuk Dokter

Obat yang dikonsumsi ibu hamil dapat masuk ke dalam plasenta dan sirkulasi janin. Beberapa jenis obat bahkan dapat di sekresi melalui ASI sehingga kadarnya dalam sirkulasi tubuh bayi hampir sama dengan kadar dalam darah ibu yang dalam beberapa situasi akan membahayakan bayi.
Beberapa jenis obat boleh diminum selama kehamilan ataupun menyusui karena terbukti aman, baik bagi ibu hamil maupun janin. Namun, beberapa jenis obat lain yang berbahaya yang dapat mengganggu kesehatan ibu hamil dan janin. Dan kami yakin, tidak semua ibu hamil mengetahui mana obat yang aman dan mana yang tidak. Oleh karena itu setiap jenis obat ataupun jamu yang akan dikonsumsi, lebih baik konsultasikan dulu dengan dokter anda, jangan hanya percaya pada "kata orang".

Diet Selama Kehamilan

Melakukan diet selama kehamilan akan membahayakan ibu hamil dan janin. Diet selama kehamilan  akan menyebabkan kekurangan vitamin, mineral, dan zat-zat lain yang sangat diperlukan selama kehamilan. Lagian untuk apa diet? toh kalo hamil perut akan terus membesar, jadi nggak ada gunanya sama sekali diet selama kehamilan.


Jenis Konsumsi Yang Beresiko Bagi Kehamilan

Untuk mengetahui jenis konsumsi baik makanan ataupun minuman yang dapat memberikan efek jelek bagi kehamilan, silahkan baca artikel kami mengenai"Konsumsi Yang Beresiko Selama Kehamilan"
Sumber : Yang Tidak Boleh Dilakukan Selama Kehamilan - Bidanku.com

Selasa, 25 November 2014

Mengapa Terjadi Plasenta Berkapur?

Selama janin di dalam kandungan organ yang sangat penting yang membantu dalam tumbuh-kembang janin. Ya, plasenta adalah suatu organ di dalam kandungan yang berfungsi dalam pertukaran produk-produk metabolisme dan peredaran darah ibu dan janin.
Menjaga kesehatan plasenta sangat penting mengingat selama di dalam kandungan bayi sangat tergantung pula pada plasenta. Pada kali ini kami akan membahas mengenai kelainan plasenta yaitu plasenta berkapur. Tujuannya agar anda waspada selama menjelang atau kehamilan berlangsung sehingga janin anda tetap memiliki plasenta yang sehat.

Apa itu plasenta berkapur?

Plasenta atau dikenal dengan istilah ari-ari merupakan organ kehamilan yang dapat memberikan manfaat untuk asupan nutrisi dan oksigen dari ibu hamil ke janin bahkan dapat memproduksi hormon yang dibutuhkan selama kehamilan. Perkapuran yang terjadi di plasenta tidak berhubungan dengan penyakit ataupun proses degeneratif melainkan suatu hal yang normal apabila terjadi pada akhir minggu ke 38 kehamilan. Plasenta berkapur akan berbahaya apabila terjadi akibat adanya gumpalan darah beku yang dapat menyumbat pembuluh darah dan menggangu aliran darah dari rahim ke plasenta tersebut.

Penyebab Plasenta Berkapur

Plasenta berkapur dapat disebabkan karena gangguan kesehatan ibu hamil. Beberapa gangguan kesehatan yang memicu meningkatkan risiko plasenta berkapur diantaranya adalah preeklamsia berat, infeksi, hipertensi atau adanya antibodi abnormal. Sedangkan beberapa penelitian menyatakan bahwa gaya hidup tidak sehat wanita sebelum hamil atau ketika hamil akan memicu risiko yang tinggi terjadinya plasenta berkapur. Sangat disarankan bagi anda untuk mulai hidup sehat, menghindari merokok, minuman beralkohol ataupun junk food saat perencaan kehamilan.

Dampak Bagi ibu dan janin

Plasenta berkapur tidak akan memberikan dampak serius bagi ibu hamil. Meskipun pada beberapa kondisi ibu hamil disarankan melahirkan secara sesar karena induksi pemantauan ketat kondisi janin yang dikhawatirkan membahayakan ketika persalinan. Pertimbangan dokter melihat kondisi janin apakah dalam keadaan sehat atau stress sehingga operasi sesar akan diberlakukan pada kondisi stress janin.
Sedangkan pada janin akan berdampak penumpukan kalsium yang menyebabkan plasenta mati dan digantikan jaringan ikat. Hal ini tergantung pada perkapuran yang terjadi apabila semakin banyak maka akan mengganggu suplai nutrisi dan oksigen pada janin. Plasenta berkapur akan menyumbat pembuluh darah ke janin dan dapat memicu persalinan prematur apabila perkembangan janin terganggu.

Bagaimana Mengatasinya?

Untuk mengatasi plasenta berkapur tindakan dokter sangat diperlukan. Hal ini untuk memastikan kecukupan oksigen dan nutrisi pada janin. Dokter akan mengukur pertumbuhan janin, cairan ketuban dan juga arus aliran darah pada janin. Tindakan selanjutnya dokter akan memberikan obat untuk pengencer darah sehingga aliran darah akan tetap berfungsi memberikan oksigen dan nutrisi dari ibu ke janin.

Apa yang harus dilakukan ibu hamil dalam mencegah Plasenta Berkapur ?

Ibu hamil dapat menerapkan hidup sehat sebelum perencanaan kehamilan dan selama kehamilan dengan pola makan yang sehat, menjaga kebugaran dan menjauhi gaya hidup tidak sehat. Selain itu hindari pula stress dan selalu periksakan kesehatan anda ke dokter untuk memantau kandungan anda. Semua itu dilakukan untuk mencegah terjadinya plasenta berakapur. Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda dalam menjaga kondisi kesehatan selama kehamilan.

Sumber : http://bidanku.com/mengapa-terjadi-plasenta-berkapur

Tanda-tanda Bahaya Infeksi Nifas

Suka cita anda rasakan ketika selesai menjalani proses persalinan, perjuangan dalam merawat tumbuh kembang kehamilan anda dibayar dengan kegembiraan melalui tangisan si kecil ke dunia. Kehadiran bayi anda menjadi pelengkap keluarga anda, masa masa selanjutnya anda akan terus mengikuti perkembangan bayi anda dan tentu saja menjaga kesehatan bayi anda. Selain itu kesehatan anda pasca persalinan sangat penting untuk diperhatikan, mengingat masalah masalah pasca persalinan mungkin saja terjadi. Pasca persalinan anda memasuki masa nifas yang dimulai setelah persalinan hingga saluran produksi kembali seperti anda sebelum hamil, masa nifas berlangsung selama 6-8 minggu. Dalam menjalani masa nifas, anda mungkin mengalami beberapa gangguan kondisi kesehatan seperti demam dan pendarahan, normalkah kejadian tersebut selama nifas?
Beberapa saat setelah melahirkan organ reproduksi pada ibu hamil akan pulih dengan keadaan yang bertahap. Setelah melahirkan kondisi tubuh akan naik mencapai 0,5 cm dari keadaan normal. Meskipun demikian suhu tubuh tidak melebihi 38 derajat celcius. Bila lebih dari 38 derajat celcius diperkirakan terjadi infeksi. Pada saat persalinan luka yang terjadi pada area kewanitaan memungkinan mikroorganisme masuk ke dalam tubuh akan menyebabkan infeksi pada masa nifas. Adapun beberapa jalan masuk kuman ke dalam alat kandungan terdiri dari kuman yang beradal dari luar tubuh sehingga dikatakan eksogen, kuman yang masuk dari dalam tubuh ibu sendiri atau dikenal dengan istilah autogen sedangkan yang terakhir adalah secara endogen yaitu dari jalan lahir.
Infeksi nifas dapat terjadi disebabkan melalui kuman di vagina ke dalam rahim akibat kebersihan yang tidak terjaga pada area kewanitaan atau kemungkinan alat alat yang tidak steril pada persalinan selain itu persalinan yang tidak bersih seperti plasenta yang tertinggal di rahim akan mengakibatkan pembusukan dan pertumbuhan di dalam rahim. Ditandai dengan demam yang tinggi, rasa nyeri pada bagian perut terutama pada daerah rahim, timbulnya bau busuk pada lokia dan berwarna darah kekuning-kuningan karena campuran nanah dan terjadinya kelumpuhan pada otot rahim.
Adapun faktor resiko terjadinya infeksi nifas dikarenakan adanya penurunan daya tahan tubuh seperti kelelahan, kurangnya asupan nutrisi, adanya infeksi lain yang dimiliki ibu seperti TBC paru dll. Setelah itu resiko tinggi pada ibu yang megalami persalinan yang lama sehingga ketuban pecah lama. Faktor resiko selanjutnya adalah ibu yang mengalami operasi dan adanya sisa persalinan yang tertinggal seperti ketuban, bekuaan darah dan juga sisa ari-ari. Infeksi nifas tidak saja dengan menjaga kebersihan setelah persalinan akan tetapi ada beberapa langkah pencegahan yang dapat anda lakukan untuk menghindari infeksi nifas.
Berikut adalah cara yang dapat anda lakukan untuk menghindari infeksi nifas :
1. Memperhatikan kondisi kesehatan selama kehamilan, lakukan pemeriksaan secara rutin kepada bidan atau dokter kandungan.
2. Anda dapat mengkonsumsi makanan yang menggandung zat besi untuk menghindari anemia. Konsultasikan keluhan anda pada ahli medis, apabila dibutuhkan akan diberikan tablet yang mengandung zat besi.
3. Pilihan tenaga medis yang profesional akan membantu anda dalam menjaga kesterilan proses persalinan anda.
4. Perhatikan asupan cairan anada, cukupi kebutuhan dengan mengkonsumsi delapan gelas dalam satu hari.
5. Menjaga kebersihan jalan lahir setelah persalinan untuk menghindari infeksi yang berasal dari luar. 

Sumber : http://bidanku.com/tanda-tanda-bahaya-infeksi-nifas

Selasa, 18 November 2014

Sekilas Mengenal Gagal Jantung

Penyakit jantung pada lansia mempunyai penyebab yang multifaktorial yang saling tumpang tindih.  Untuk itu kita harus terlebih dahulu memahami mengenai konsep Faktor Resiko dan Penyakit Degeneratif.  Faktor resiko adalah suatu kebiasaan, kelainan dan faktor lain yang bila ditemukan/dimiliki seseorang akan menyebabkan orang tersebut secara bermakna lebih berpeluang menderita penyakit degeneratif tertentu. 

Penyakit degeneratif adalah suatu penyakit yang mempunyai penyebab dan selalu berhubungan dengan satu faktor resiko atau lebih, dimana faktor-faktor resiko tersebut bekerja sama menimbulkan penyakit degeneratif itu.  Penyakit degeneratif itu sendiri dapat menjadi faktor resiko untuk penyakit degeneratif lain. Misalnya: penyakit jantung dan hipertensi merupakan faktor resiko stroke.


Epidemiologi    

Gagal jantung adalah merupakan suatu sindrom, bukan diagnosa penyakit.  Sindrom gagal jantung kongestif (Chronic Heart Failure/ CHF) juga mempunyai prevalensi yang cukup tinggi pada lansia dengan prognosis yang buruk.  Prevalensi CHF adalah tergantung umur/age-dependent.  Menurut penelitian, gagal jantung jarang pada usia di bawah 45 tahun, tapi menanjak tajam pada usia 75 – 84 tahun.

Dengan semakin meningkatnya angka harapan hidup, akan didapati prevalensi dari CHF yang meningkat juga.  Hal ini dikarenakan semakin banyaknya lansia yang mempunyai hipertensi akan mungkin akan berakhir dengan CHF.  Selain itu semakin membaiknya angka keselamatan (survival) post-infark pada usia pertengahan, menyebabkan meningkatnya jumlah lansia dengan resiko mengalami CHF.

Etiologi dan Patofisiologi

CHF terjadi ketika jantung tidak lagi kuat untuk memompa darah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan jaringan. Fungsi sitolik jantung ditentukan oleh empat determinan utama, yaitu: kontraktilitas miokardium, preload ventrikel (volume akhir diastolik dan resultan panjang serabut ventrikel sebelum berkontraksi), afterload kearah ventrikel, dan frekuensi denyut jantung.

Terdapat 4 perubahan yang berpengaruh langsung pada kapasitas curah jantung dalam menghadapi beban :

  • Menurunnya respons terhadap stimulasi beta adrenergik akibat bertambahnya usia.  Etiologi belum diketahui pasti.  Akibatnya adalah denyut jantung menurun dan kontraktilitas terbatas saat menghadapi beban.
  • Dinding pembuluh darah menjadi lebih kaku pada usia lanjut karena bertambahnya jaringan ikat kolagen pada tunika media dan adventisia arteri sedang dan besar. Akibatnya tahanan pembuluh darah (impedance) meningkat, yaitu afterload meningkat karena itu sering terjadi hipertensi sistolik terisolasi.
  • Selain itu terjadi kekakuan pada jantung sehingga compliance jantung berkurang. Beberapa faktor penyebabnya: jaringan ikat interstitial meningkat, hipertrofi miosit kompensatoris karena banyak sel yang apoptosis (mati) dan relaksasi miosit terlambat karena gangguan pembebasan ion non-kalsium.
  • Metabolisme energi di mitokondria berubah pada usia lanjut.

Keempat faktor ini pada usia lanjut akan mengubah struktur, fungsi, fisiologi bersama-sama menurunkan cadangan kardiovaskular dan meningkatkan terjadinya gagal jantung pada usia lanjut.

Penyebab yang sering adalah menurunnya kontraktilitas miokard akibat Penyakit Jantung Koroner, Kardiomiopati, beban kerja jantung yang meningkat seperti pada penyakit stenosis aorta atau hipertensi, kelainan katup seperti regurfitasi mitral.



Penyebab
Frekuensi relatif
Kardiomiopati dilated / tidak  diketahui
45%
Penyakit Jantung Iskemik
40%
Kelainan katup
9%
Hipertensi
6%

Sumber :  Cardiology and Respiratory Medicine 2001

Selain itu ada pula faktor presipitasi lain yang dapat memicu terjadinya gagal jantung, yaitu :
  • Kelebihan Na dalam makanan
  • Kelebihan intake cairan
  • Tidak patuh minum obat
  • Iatrogenic  volume overload
  • Aritmia : flutter, aritmia ventrikel
  • Obat-obatan: alkohol, antagonis kalsium, beta bloker
  • Sepsis, hiper/hipotiroid, anemia, gagal ginjal, defisiensi vitamin B, emboli paru.

Diagnosis

Untuk menentukan diagnosa dari CHF pada lansia cukup sulit.  Gejala yang ada tidaklah khas.  Gejala-gejala seperti sesak nafas saat beraktivitas atau cepat lelah seringkali dianggap sebagai salah satu akibat proses menua atau dianggap sebagai akibat dari penyakit penyerta lainnya seperti penyakit paru, kelainan fungsi tiroid, anemia, depresi, dll.

Pada usia lanjut, seringkali disfungsi diastolik diperberat oleh PJK.  Iskemia miokard dapat menyebabkan kenaikan tekanan pengisian ke dalam ventrikel kiri dan juga tekanan vena pulmonalis yang meningkat, sehingga mudah terjadi udem paru dan keluhan sesak nafas.

Gejala yang sering ditemukan adalah sesak nafas, orthopnea, paroksismal nokturnal dispnea, edema perifer, fatique, penurunan kemampuan beraktivitas serta batuk dengan sputum jernih.  Sering juga didapatkan kelemahan fisik, anorexia, jatuh dan konfusi.

Pada pemeriksaan fisik didapatkan nilai JVP (Jugularis Venous Pressure) meninggi.  Sering juga terdapat bunyi jantung III, pitting udem,  fibrilasi atrial, bising sistolik akibat regurgitasi mitral serta ronkhi paru.

CHF menurut New York Heart Assosiation dibagi menjadi :

  • Grade 1 :  Penurunan fungsi ventrikel kiri tanpa gejala.
  • Grade 2 :  Sesak nafas saat aktivitas berat
  • Grade 3 :  Sesak nafas saat aktivitas sehari-hari.
  • Grade 4 :  Sesak nafas saat sedang istirahat.

Pemeriksaan tambahan yang dapat dilakukan :

  • Pemeriksaan Rontgen thorax
Nilai besar jantung, ada/tidaknya edema paru dan efusi pleura.  Tapi banyak juga pasien CHF tanpa disertai kardiomegali.
  • Pemeriksaan EKG
Nilai ritmenya, apakah ada tanda dari strain ventrikel kiri, bekas infark miokard dan bundle branch block (Disfungsi ventrikel kiri jarang ditemukan bila pada EKG sadapan a-12 normal).
  • Echocardiography
Mungkin menunjukkan adanya penurunan fraksi ejeksi ventrikel kiri, pembesaran ventrikel dan abnormalitas katup mitral.

Penatalaksanaan

Gagal jantung dengan disfungsi sistolik

Pada umumnya obat-obatan yang efektif mengatasi gagal jantung menunjukkan manfaat untuk mengatasi disfungsi sistolik.  Gangguan fungsi sistolik ventrikel kiri hampir selalu disertai adanya aktivitas sistem neuro-endokrin, karena itu salah satu obat pilihan utama adalah ACE Inhibitor.

ACE Inhibitor, disamping dapat mengatasi gangguan neurohumoral pada gagal jantung, dapat juga memperbaiki toleransi kerja fisik yang tampak jelas sesudah 3-6 bulan pengobatan.  Dari golongan ACE-I, Kaptopril merupakan obat pilihan karena tidak menyebabkan hipotensi berkepanjangan dan tidak terlalu banyak mengganggu faal ginjal pada kasus gagal jantung.  Kontraindikasinya adalah disfungsi ginjal berat dan bila ada stenosis bilateral arteri renalis.

Diuretika, bertujuan mengatasi retensi cairan sehingga mengurangi beban volume sirkulasi yang menghambat kerja jantung.  Yang paling banyak dipakai untuk terapi gagal jantung kongestif dari golongan ini adalah Furosemid.  Pada usia lanjut seringkali sudah ada penurunan faal ginjal dimana furosemid kurang efektif dan pada keadaan ini dapat ditambahkan metolazone.  Pada pemberian diuretika harus diawasi kadar kalium darah karena diuresis akibat furosemid selalu disertai keluarnya kalium.  Pada keadaan hipokalsemia mudah terjadi gangguan irama jantung.

Obat-obatan inotropik, seperti digoksin diberikan pada kasus gagal jantung untuk memperbaiki kontraksi ventrikel.  Dosis digoksin juga harus disesuaikan dengn besarnya clearance kreatinin pasien.  Obat-obat inotropik positif lainnya adalah dopamine (5-10 Ugr/kg/min) yang dipakai bila tekanan darah kurang dari 90 mmHg.  Bila tekanan darah sudah diatas 90 mmHg dapat ditambahkan dobutamin (5-20 Ugr/kg/min).  Bila tekanan darah sudah diatas 110 mmHg, dosis dopamin dan dobutamin diturunkan bertahap sampai dihentikan.

Spironolakton, dipakai sebagai terapi gagal jantung kongestif dengan fraksi ejeksi yang rendah, bila walau sudah diterapi dengan diuretik, ACE-I dan digoksin tidak menunjukkan perbaikan.  Dosis 25 mg/hari dan ini terbukti menurunkan angka mortalitas gagal jantung sebanyak 25%.

Gagal jantung dengan disfungsi diastolik

Pada usia lanjut lebih sering terdapat gagal jantung dengan disfungsi diastolik.  Untuk mengatasi gagal jantung diastolik dapat dengan cara:

  • Memperbaiki sirkulasi koroner dalam mengatasi iskemia miokard (pada kasus PJK)
  • Pengendalian tekanan darah pada hipertensi untuk mencegah hipertrofi miokard ventrikel kiri dalam jangka panjang.
  • Pengobatan agresif terhadap penyakit komorbid terutama yang memperberat beban sirkulasi darah, seperti anemia, gangguan faal ginjal dan beberapa penyakit metabolik seperti Diabetes Mellitus.
  • Upaya memperbaiki gangguan irama jantung agar terpelihara fungsi sistolik atrium dalam rangka pengisian diastolik ventrikel.

Obat-obat yang digunakan antara lain:

  1. Antagonis kalsium, untuk memperbaiki relaksasi miokard dan menimbulkan vasodilatasi koroner.
  2. Beta bloker, untuk mengatasi takikardia dan memperbaiki pengisian ventrikel.  
  3. Diuretika, untuk gagal jantung disertai udem paru akibat disfungsi diastolik.  Bila tanda udem paru sudah hilang, maka pemberian diuretika harus hati-hati agar jangan sampai terjadi hipovolemia dimana pengisian ventrikel berkurang sehingga curah jantung dan tekanan darah menurun.

Pemberian antagonis kalsium dan beta bloker harus diperhatikan karena keduanya dapat menurunkan kontraktilitas miokard sehingga memperberat kegagalan jantung.

Cardiac Resynchronisation Therapy

Untuk CHF dengan kelainan konduksi (Left bundle branch block) dapat dilakukan operasi implantasi alat biventricular-pacing untuk mengatasi dissinkronisasi ventrikelnya.  Tapi hal ini juga malah dapat menyebabkan arrhytmia-induced sudden death.  Oleh karena itu dipakai kombinasi dari alat biventricular-pacing dan cardioverter defibrillation.

Transplantasi jantung

Transplantasi jantung dilakukan pada pasien CHF yang bila tanpa operasi akan meninggal dalam waktu beberapa minggu.  Umumnya dilakukan pada pasien lansia yang kurang dari 65 tahun, yang tidak memiliki masalah kesehatan yang serius lainnya.  Lebih dari 75% pasien transplantasi jantung hidup lebih lama dari 2 tahun sesudah operasinya.  Sebagian bahkan dapat hidup sampai lebih dari 12 tahun.

Walaupun begitu, operasi transplantasi jantung merupakan suatu operasi besar yang sangat sulit dan banyak persyaratannya, mengingat :

  • Perlunya organ donor yang sesuai.
  • Prosedur operasinya sendiri yang sangat rumit dan traumatik.
  • Perlu adanya pusat spesialis.
  • Perlunya obat-obatan imunosupressan setelah operasi untuk mengurangi risiko penolakan organ oleh tubuh.
  • Beberapa kasus timbul antibodi yang menyerang bagian dalam dari arteri koronaria dalam waktu kira-kira setahun setelah operasi.  Masalah ini tidak ada  pengobatannya dan dapat berakhir dengan serangan jantung yang fatal.

Prognosis

Prognosis CHF tergantung dari derajat disfungsi miokardium.  Menurut New York Heart Assosiation, CHF kelas I-III didapatkan mortalitas 1 dan 5 tahun masing-masing 25% dab 52%.  Sedangkan kelas IV mortalitas 1 tahun adalah sekitar 40%-50%. 

Pengaruh Lemak Jenuh, Lemak Trans dan Kolesterol pada Kesehatan Jantung

Dari semua nutrisi, lemaklah yang paling sering dikaitkan dengan penyakit jantung, beberapa jenis kanker, dan obesitas. Saran berikut ini dapat membantu semua masalah kesehatan yang diakibatkan oleh lemak tadi: pilihlah diet yang rendah lemak jenuh, lemak trans, dan kolesterol dan moderat dalam asupan lemak total.

Profil lemak darah memberikan gambaran tentang konsentrasi berbagai jenis lemak dalam darah, terutama trigliserida dan kolesterol, dan pembawa lipoprotein (VLDL, LDL, dan HDL). Informasi profil lemak darah dapat menjadi indikasi bagi orang tersebut akan risiko penyakit yang mungkin dideritanya dan indikator untuk mengubah kebiasaan makannya.

Kadar profile lemak darah yang direkomendasikan adalah seperti di bawah:
  • Kolesterol total: <200 dl.="" mg="" span="">
  • Kolesterol LDL: <100 dl.="" mg="" span="">
  • Kolesterol HDL: = 60 mg / dL.
  • Trigliserida: <150 dl.="" mg="" span="">

Kebanyakan orang menyadari bahwa kadar kolesterol darah yang tinggi adalah faktor risiko utama untuk penyakit jantung. Kolesterol menumpuk di saluran arteri, membatasi aliran darah dan meningkatkan tekanan darah. Hal itu memiliki konsekuensi yang mematikan, bahkan, saat ini penyakit jantung merupakan pembunuh nomor satu di banyak negara.

Kolesterol darah sering digunakan untuk memprediksi kemungkinan seseorang menderita serangan jantung atau stroke. Upaya untuk mencegah penyakit jantung fokus pada menurunkan kolesterol darah.

Resiko dari Lemak Jenuh (Saturated fat)
Ingat bahwa kolesterol LDL meningkatkan risiko penyakit jantung. Yang paling sering terlibat dalam meningkatkan kolesterol LDL adalah lemak jenuh. Secara umum, jika dalam makanan yang kita makan terdapat lebih banyak lemak jenuh, maka kolesterol LDL pun akan lebih banyak masuk ke dalam tubuh.

Tidak semua lemak jenuh memiliki efek yang sama dalam meningkatkan LDL. Paling penting di antara asam lemak jenuh yang meningkatkan kolesterol darah adalah asam laurat, miristat, dan asam palmitat (12, 14, dan 16 karbon). Sebaliknya, asam stearat (18 karbon) tampaknya tidak ikut berperan dalam meningkatkan kolesterol darah.

Lemak asal hewan merupakan sumber utama lemak jenuh dalam makanan kebanyakan. Beberapa lemak nabati (kelapa dan sawit) dan lemak terhidrogenasi mengandung lemak jenuh dalam jumlah yang lebih sedikit. Memilih unggas atau ikan dan produk susu yang bebas lemak membantu dalam menurunkan asupan lemak jenuh dan risiko penyakit jantung. Menggunakan margarin nonhydrogenated dan minyak goreng tak jenuh merupakan hal sederhana yang secara dramatis dapat menurunkan asupan lemak jenuh.

Sumber utama lemak jenuh, antara lain:
  • Seluruh produk susu, krim, mentega, dan keju.
  • Lemak dari daging sapi dan babi.
  • Kelapa, sawit, dan minyak kelapa sawit (dan produk yang mengandung minyak sawit seperti permen, kue kering, kue, donat, dan cookies).

Resiko dari Lemak Trans (Trans fatty)
Penelitian menunjukkan hubungan antara diet asam lemak trans dan penyakit jantung. Di dalam tubuh, asam lemak trans atau trans-fatty acid mengubah kolesterol darah dengan cara yang sama seperti yang dilakukan lemak jenuh: dan hal ini akan meningkatkan kadar kolesterol LDL. Membatasi asupan asam lemak trans dapat meningkatkan kolesterol darah.

Berbagai laporan tentang lemak trans telah menimbulkan keraguan pada konsumen apakah margarin lebih baik dari mentega untuk masalah kesehatan jantung atau tidak. The American Heart Association telah menyatakan bahwa karena mentega kaya akan lemak jenuh dan kolesterol sementara margarin dibuat hanya dari lemak nabati tanpa kolesterol, maka margarin masih lebih baik daripada mentega.

Sumber utama lemak trans, antara lain:
  • Makanan yang digoreng (minyak sayur).
  • Kue, cookies, donat, kue kering, dan kerupuk.
  • Snack chip.
  • Margarin.
  • Daging dan produk susu.

Resiko dari Kolesterol
Diet kolesterol juga telah terlibat dalam meningkatkan kolesterol darah dan meningkatkan resiko penyakit jantung, meskipun efeknya tidak sekuat seperti pada lemak jenuh atau lemak trans. Namun, para ahli kesehatan menyarankan membatasi asupan kolesterol.

Ingat bahwa kolesterol hanya ditemukan dalam makanan yang berasal dari hewan. Akibatnya, makan sedikit lemak dari daging, telur, dan produk susu membantu menurunkan asupan kolesterol (dan juga asupan lemak total dan jenuh). Bagi kebanyakan orang yang mencoba untuk menurunkan kolesterol darah, membatasi asupan lemak jenuh merupakan hal yang lebih efektif daripada membatasi asupan kolesterol.

Telur mengandung lebih dari 200 miligram kolesterol, dan semuanya berada dalam kuning telur. Seseorang yang melakukan diet rendah kolesterol harus secara ketat membatasi konsumsi kuning telur, tetapi bagi orang dengan profil lemak darah yang sehat, makan sampai dengan 1 butir telur sehari tidaklah merugikan. Telur merupakan sumber yang baik bagi diet sehari-hari karena murah, banyak digunakan dalam urusan masak-memasak, dan sumber protein kualitas tinggi serta nutrisi lainnya. Jika anda tetap menghindari konsumsi kuning telur, saat ini produsen makanan telah mampu menghasilkan produk pengganti telur yang bebas lemak, dan non kolesterol. Atau, anda mungkin bisa mengkonsumsi putih telurnya saja.

Sumber utama kolesterol, antara lain:
  • Telur.
  • Produk susu.
  • Daging, unggas, dan kerang.

Stimulasi Sentuhan Berikan Ketenangan Untuk Ibu dan Janin Dalam Kandungan

Diusia kehamilan
menginjak terimester kedua tepatnya saat memasuki bulan ke 4, kulit pada janin yang ibu kandung sudah mampu merasakan rangsangan yang diberikan dari luar. Segala bentuk rangsangan yang terjadi diluar atau yang diberikan akan pula dirasakan oleh janin yang ibu kandung, termasuk ketika ibu memberikan rangsangan berupa sentuhan yang hangat. Proses rangsangan atau stimulasi sentuhan ternyata memiliki dampak yang begitu baik terhadap perkembangan otak si janin.
Kehamilan adalah masa yang paling mendebarkan sekaligus menyenangkan dalam hidup seorang wanita, betapa tidak dengan hadirnya buah hati di tengah-tengah keluarga tentu akan membuat suasana keluarga kecil pasangan suami istri menjadi lebih ceria. Untuk itulah mengapa tidak heran jika para wanita yang akan menjadi calon ibu begitu menjaga dengan baik dan hati-hati masa kehamilannya. Segala hal yang baik dan bermanfaat untuk kesehatan kehamilannya tentu akan senantiasa dilakukan oleh para calon ibu yang mendambakan memiliki keturunan yang sehat.
Nah, salah satu cara dalam menjaga sebuah kehamilan yang sehat adalah dengan mengupayakan segala usaha agar kesehatan ibu dan janin yang dikandung tetap dalam keadaan sehat. Adapun beberapa cara untuk menjaga si janin dalam kandungan agar berkembang dengan baik adalah dengan memberikan beberapa stimulasi, salah satunya adalah stimulasi sentuhan.
Stimulasi sentuhan dapat dimulai dengan usapan lembut pada perut ibu. Usapan ini akan dapat menenangkan janin atau membuat janin bergerak sebagai respon yang diberikan. Pada kondisi tertentu adapula beberapa hal yang memicu pergerakan janin dalam kandungan menjadi begitu aktif diantaranya mendengar suara gaduh, cuaca yang terlalu panas serta pertengkaran. Namun dengan sentuhan dan belaian yang ibu berikan, hal tersebut akan dapat menenangkan si janin dalam kandungan.
Selain usapan, ibu juga bisa membelai buah hatinya. Belaian bisa dilakukan bermula dari punggung yang dekat dengan kepala janian dan di teruskan hingga kebagian bokong dengan perlahan. Lakukan belaian tersebut secara berulang-ulang, apabila janin anda sudah aktif bergerak, maka mereka akan memberikan respon berupa gerakan. Stimulasi ini dapat dilakukan kapanpun dan bermanfaat dalam mengurangi stres yang dialami oleh ibu hamil, sebab kegiatan ini begitu menyenangkan.
Gerakan belaian selanjutnya adalah menepuk punggung janin dari bagian yang dekat dengan pantat ke kepala. Hanya saja pada gerakan ini harus dilakukan lebih hati-hati jangan sampai kepala bayi tertepuk atau diberikan tekanan. Lakukan stimulasi ini dengan perlahan dan tidak menyakitkan. Stimulasi ini bisa dilakukan sebagaimana seperti seorang ibu yang hendak menidurkan bayinya, jadi lakukanlah dengan penuh kasih dan sayang.
Adapun tujuan dari memberikan stimulasi ini adalah untuk membuat jaringan otak baru pada si janin. Satu sel saraf akan dihubungkan dengan saraf lainnya melalui sinaps sehingga nantinya akan terbentuk sebuah jaringan sel yang baru yang saling terhubung satu dengan lainnya. Untuk itulah, penting sekali untuk ibu agar dapat memberikan stimulasi yang dapat membangkitkan snaps tersebut.
Banyak sinaps yang terbentuk memperlihatkan luasnya jaringan otak janin sehingga mempercepat proses berpikir janin di kemudian hari. Hal ini juga dikemukaan oleh para para ahli yang menyebutkan bahwa dengan semakin banyaknya sel sinaps yang terbentuk, maka kecenderungan seseorang untuk lebih cerdas akan semakin tinggi.
Selain itu stimulasi sentuhan yang dilakukan sebelum kelahiran juga bermanfaat untuk mendekatkan ikatan antara ibu dan janin. Dengan melakukan stimulasi, maka ibu akan lebih merasakan kehadiran sang buah hati. Yang mana proses ini akan mempermudah adaptasi ibu dan bayi setelah proses persalinan.
Sumber : Stimulasi Sentuhan Berikan Ketenangan Untuk Ibu dan Janin Dalam Kandungan http://bidanku.com/stimulasi-sentuhan-berikan-ketenangan-untuk-ibu-dan-janin-dalam-kandungan#ixzz3JOjLqKYx

Menurunkan Gula Darah Dengan Bawang Merah

DIABETES mellitus (DM) yang sering disebut orang awam "kencing manis", merupakan sejumlah gangguan yang memiliki ciri-ciri khas utama tingginya kadar gula dalam darah. Diabetes berarti "mengalir terus" karena penderitanya selalu minum dan dalam jumlah banyak, kemudian mengalir terus berupa urin alias kencing. Sementara mellitus berarti "manis", sebab urin penderitanya mengandung glukosa alias gula darah yang berasa manis.

PADA dasarnya, DM disebabkan oleh hormon insulin penderita yang tak mencukupi atau tidak efektif sehingga tak dapat bekerja normal. Padahal, pada orang normal, insulin mempunyai peran utama mengatur kadar gula dalam darah; sekitar 60-120 mg/dl dalam keadaan puasa, dan di bawah 140 mg/dl pada dua jam sesudah makan.

Ada dua kategori DM yang paling umum, yakni diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2. Diabetes tipe 1, DM yang diidap oleh 5-10 persen penderita, biasanya terjadi pada anak-anak atau orang dewasa muda. Sementara diabetes tipe 2, DM yang diidap oleh 90-95 persen dari semua penderita diabetes, meningkat dalam jumlah, khususnya pada populasi minoritas.

Diabetes dijumpai pada semua kelompok populasi dan umur, tetapi meningkat dalam jumlah penderita pada kelompok lansia (lanjut usia) dan orang-orang berkulit hitam, Hispanic, penduduk asli Amerika, dan orang-orang Asia.

The Congressionally-Established Diabetes Research Working Group (1999) melaporkan bahwa walaupun kematian karena penyakit-penyakit kanker, stroke, dan kardiovaskular cenderung berkurang sejak 1988, angka kematian karena diabetes naik sekitar 30 persen. Usia harapan hidup orang-orang yang menderita diabetes rata-rata 15 tahun lebih pendek dari orang-orang yang tidak menderita.

Di Indonesia, terutama di masyarakat kota, diabetes tergolong penyakit yang menonjol saat ini.

Penelitian Waspadji tahun 1982 menemukan, ada 1,7 persen penderita diabetes di Jakarta, dan tahun 1992 naik menjadi 5,7 persen. Penelitian epidemiologi di Depok tahun 2001-kerja sama Perkeni (Perkumpulan Endokrinolog Indonesia) dan Departemen Kesehatan-mendapatkan jumlah penderita diabetes 6,2 persen. (Kompas, 5 November 2001). Kasus diabetes paling banyak di Indonesia dijumpai di Manado yang mencapai 6,1 persen. (Kompas, 29 Mei 2002).

Berdasarkan catatan WHO tahun 1998, jumlah penderita diabetes di Indonesia menduduki peringkat ke-6 terbanyak di dunia setelah India, Cina, Rusia, Jepang, dan Brazil. Jumlah penderita diabetes di Indonesia diperkirakan akan meningkat menjadi 12 juta jiwa dalam tahun 2025. Peningkatan 250 persen dari 5 juta penderita pada tahun 1995 itu terjadi akibat meningkatnya populasi penduduk lansia dan perubahan pola hidup, mulai dari jenis makanan yang dikonsumsi sampai berkurangnya aktivitas fisik.

Selama berabad-abad, lebih dari 400 tanaman berhasil dikenali sebagai "obat" diabetes. Di Eropa, Asia, dan Timur Tengah, bawang merah mentah sudah lama dijadikan makanan pilihan favorit untuk mengendalikan gula darah. Di Puerto Rico, Kuba, dan Santo Domingo, paria telah digunakan secara luas sebagai "obat" tradisional untuk diabetes.

Studi mutakhir membuktikan bahwa konsumsi makanan tinggi serat, khususnya serat larut, dapat memperbaiki kontrol terhadap gula dalam darah penderita diabetes tipe 2. Studi tersebut dilakukan oleh dr Manisha Chandalia dan kolega-koleganya dari Bagian Ilmu Penyakit Dalam dan Pusat Gizi Manusia, University of Texas Southwestern Medical Center, Dallas, Amerika Serikat.

Khasiat tolbutamide dalam bawang merah

Bawang merah sudah lama menduduki tempat terhormat dalam ilmu kedokteran sebagai "obat" diabetes. Penelitian-penelitian modern memperlihatkan, bawang merah memiliki "kekuatan" menurunkan gula darah, dan dayanya dimiliki pada kadar yang ditemukan dalam makanan.

Para peneliti India yang melakukan pemberian bawang merah, baik berupa jus maupun bawang merah "bulat" alias masih utuh, sebesar 25-200 gram pada subjek yang ditelitinya, mendapatkan bahwa makin banyak bawang merah yang diberikan, makin besar gula darah yang berkurang. Tak ada perbedaan antara bawang merah mentah dan bawang merah yang telah direbus.

Menurut teori tim peneliti, bawang merah mempengaruhi metabolisme gula dalam hati, atau metabolisme pelepasan insulin, dan/atau mencegah perusakan insulin. "Agen" yang mungkin mempunyai kemampuan hipoglikemia, menurunkan kadar gula darah, aktif itu adalah allyl propyl disulfide dan allicin. Bukti eksperimen dan klinis menunjukkan bahwa allyl propyl disulfide menurunkan gula darah dengan cara meningkatkan "masa hidup" (lifespan) insulin.

Sebenarnya, sudah sejak tahun 1923 ilmuwan-ilmuwan mendeteksi terdapatnya depressor gula darah dalam bawang merah, dan pada 1960-an, para peneliti berhasil mengisolasi senyawa antidiabetes dari bawang merah yang bekerja mirip dengan obat farmasi antidiabetes umum, dikenal sebagai tolbutamide, yang sering dipakai untuk mengurangi kadar gula darah. Cara kerja tolbutamide ialah merangsang sintesis dan pengeluaran insulin. Pada kelinci percobaan, ekstrak bawang merah memperlihatkan, 77 persen sama efektifnya dengan dosis standar tolbutamide.

Hasil penelitian lain menunjukkan, bawang merah mempunyai efek menurunkan gula dan lemak darah. Oleh sebab itu, dianjurkan untuk menambahkan bawang merah ke dalam setiap hidangan makanan. Bawang merah dapat digunakan setelah makan dalam jumlah bebas.

Serat larut dalam makanan alami

Tingginya kadar gula darah merupakan masalah utama pada diabetes. Riset membuktikan bahwa serat memiliki efek kuat terhadap pengendalian gula darah.

Pada studi yang dilakukan Chandalia et al, 13 penderita diabetes tipe 2 diminta mengikuti dua jenis diet, masing-masing selama enam minggu. Diet pertama adalah diet yang mengandung serat dalam jumlah moderat (total serat 24 g; 8 g serat larut dan 16 g serat tidak larut), sebagaimana dianjurkan American Diabetes Association. Sementara, diet kedua ialah diet tinggi serat (total serat 50 g; masing-masing 25 g serat larut dan serat tak larut) yang mengandung susunan makanan alami sarat serat.

Kedua diet, yang disiapkan di dapur riset, mengandung zat gizi makro dan energi yang sama (lihat Tabel). Chandalia dkk kemudian membandingkan efek dari dua diet tersebut terhadap kontrol gula darah dan kadar lemak darah.

Hasilnya? Penderita-penderita diabetes yang mengonsumsi total serat 50 g sehari-sama dengan 7 hingga 8 porsi buah dan sayuran-alias diet tinggi serat mempunyai kadar gula darah lebih rendah dan lebih stabil daripada penderita-penderita diabetes yang mengonsumsi diet moderat serat. Diet tinggi serat juga menurunkan kadar kolesterol total darah sekitar 7 persen.

Bagaimana mekanisme tepatnya konsumsi makanan tinggi serat dapat memperbaiki pengendalian gula darah, belum jelas. Namun, hal tersebut diduga disebabkan oleh serat larut jenis gum dan pektin yang dapat memperlambat pengosongan lambung, dan bahkan memperlambat atau menurunkan penyerapan gula darah.

Studi Chandalia dkk menunjukkan pula bahwa asupan (intake) serat larut yang tinggi mungkin dicapai dengan mengonsumsi makanan alami yang sarat serat. Diet tinggi serat dan sedikit efek sampingnya dapat diterima dengan baik oleh para penderita. Oleh karena itu, untuk meningkatkan konsumsi seratnya, para penderita diabetes dianjurkan untuk mengonsumsi makanan alami sarat serat dibandingkan dengan preparat atau suplemen serat.

Makanan-makanan sarat serat yang digunakan untuk diet tinggi serat dalam penelitian Chandalia dan kawan-kawan adalah buah berupa sajian koktail, jeruk segar, nanas segar, pepaya segar, buah persik (peach) segar, buah ceri, tomat segar, jagung, zucchini, kacang hijau, roti whole-wheat, dan havermout (oatmeal dan oat bran). Buah terutama jeruk dan nanas, kacang hijau, dan havermout merupakan sumber serat larut yang andal.

Nurfi Afriansyah, Peneliti pada Pusat Litbang Gizi dan Makanan Depkes RI

Sumber: Kompas, Selasa 11 Februari 2003

Tips Sukses Pencegahan Penyakit Kardiovaskular

Penyakit kardiovaskular merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Penyakit ini meliputi jantung koroner, penyakit serebrovaskular, penyakit arteri perifer, penyakit jantung rematik, penyakit jantung congenital, thrombosis vena dalam, dan emboli paru.

Diperkirakan sekitar 17,1 juta penduduk dunia (29% dari kematian global) meninggal akibat penyakit kardiovaskular di tahun 2004. Dengan komposisi sekitar 7,2 juta meninggal akibat penyakit jantung koroner, dan 5,7 juta meninggal akibat stroke. Pada tahun 2030 angka kematian akibat penyakit kardiovaskular diperkirakan meningkat menjadi 23,6 juta jiwa, terutama akibat penyakit jantung dan stroke.

Tingginya angka kematian akibat penyakit kardiovaskular ini menarik perhatian para ahli untuk mengatasi, mengurangi dan mencegah kejadian penyakit ini. Untuk itu perlu diketahui apa saja faktor penyebab penyakit kardiovaskular yang dapat dikendalikan. Ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang terkena penyakit kardiovaskular.

Untuk lebih memudahkan, beberapa faktor tersebut dibagi menjadi dua, yaitu modified factor dan unmodified factor. Berikut ini beberapa faktor yang mengakibatkan seseorang lebih mudah terkena penyakit kardiovaskular:

UNMODIFIED FACTOR
Faktor berikut ini merupakan faktor yang meningkatkan seseorang terkena penyakit kardiovaskular, namun tidak bisa dimodifikasi / dihindari seperti:

1. Usia
Semakin bertambahnya usia, semakin tinggi juga risiko terkena penyakit kardiovaskular. Hal ini kemungkinan berhubungan dengan lamanya seseorang terpajan dengan beberapa faktor risiko yang lain. Semakin lama terpajan dengan faktor risiko, semakin tinggi juga risiko terkena penyakit kardiovaskular.

Yang termasuk risiko tinggi untuk laki-laki adalah di atas usia 45 tahun, sedangkan perempuan di atas 55 tahun.

2. Jenis kelamin
Seorang laki-laki akan memiliki risiko penyakit kardiovaskular lebih tinggi dibanding perempuan.

3. Riwayat keluarga
Adanya anggota keluarga yang terkena penyakit kardiovaskular akan meningkatkan risiko seseorang juga terkena penyakit kardiovaskular.

4. Riwayat penyakit kardiovaskular sebelumnya
Seseorang yang pernah mengalami penyakit kardiovaskular sebelumnya, seperti angina, infark miokard, stroke, PTCA, dan kejadian kardiovaskular lain memiliki risiko lebih tinggi untuk serangan berikutnya.

MODIFIED FACTOR
Sedangkan faktor risiko pada kelompok ini, masih bisa dimodifikasi untuk mengurangi risiko terjadinya penyakit kardiovaskular, diantaranya:

1. Dyslipidemia
Kadar kolesterol LDL, trigliserida, dan kolesterol total yang tinggi, serta kadar HDL yang rendah merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskular.

2. Diabetes mellitus
Seseorang yang menderita DM memiliki risiko yang lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular. Hal ini antara lain berhubungan dengan adanya dislipidemia yang sering terjadi pada pasien DM.

Diperkirakan jumlah penderita DM di Indonesia pada tahun 2030 sekitar 12 juta di daerah urban dan 8,1 juta di daerah rural.

3. Hipertensi
Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko yang dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular. Dalam salah satu penelitian menunjukkan angka kematian meningkat 2 kali lipat pada setiap peningkatan tekanan darah sistolik sebesar 20 mmHg atau diastolik sebesar 10 mmHg.

4. Merokok
Merokok juga tentunya dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

5. Obesitas
Seseorang dengan berat badan obesitas akan lebih berisiko terkena penyakit kardiovaskular dibandingkan dengan orang yang memiliki berat badan ideal. Obesitas, terutama pada obesitas sentral berhubungan dengan sindroma metabolik (hipertensi, hiperglikemi, dislipidemia) yang didasari oleh insulin.

TIPS PENCEGAHAN KARDIOVASKULAR
Dari beberapa faktor risiko di atas, tentunya kita harus bisa mengendalikan berbagai faktor risiko tersebut agar dapat mengurangi risiko terjadi penyakit kardiovaskular.

Berikut ini beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya penyakit kardiovaskular:

1. Mengendalikan kadar kolesterol darah
Pemeriksaan kadar kolesterol pada seseorang tanpa risiko atau dengan faktor risiko = 2 dan LDL < 130 mg/dL sebaiknya dilakukan setiap 1-2 tahun. Apabila kadar kolesterol tinggi sebaiknya diet rendah kolesterol, diberikan terapi yang tepat dan periksa ulang setiap 3 bulan. Apabila terdapat dislipidemia, maka harus diberikan terapi yang tepat.

Berikut ini bisa dilihat kategori kadar kolesterol dalam darah:



2. Mengendalikan gula darah
Dengan cara melakukan pemeriksaan rutin kadar gula darah dan HbA1c, kadar gula darah dapat dikendalikan dengan baik. Apabila kadar gula darah tinggi, maka harus dilakukan pengaturan pola makan dan pemberian terapi antidiabetik yang tepat.

Target pengendalian gula darah pada pasien DM menurut PERKENI:
- Gula darah puasa : < 110 mg/dL
- Gula darah postprandial : < 140 mg/dL
- HbA1c : < 6,5 %

3. Mengendalikan tekanan darah
Dengan menurunkan tekanan darah dapat mengurangi 20-25% risiko miokard infark, 34-40% stroke dan lebih dari 50% gagal jantung. Sehingga menjadi penting untuk selalu menjaga tekanan darah dalam batas normal.

Target penurunan tekanan darah untuk pasien DM adalah < 130/80 mmHg. Hal ini bisa dilakukan dengan kontrol tekanan darah secara rutin dan terapi antihipertensi yang tepat, minimal dilakukan setiap bulan sekali untuk penderita hipertensi.

4. Berhenti merokok
Kebiasaan merokok merupakan salah satu faktor risiko yang banyak ditemukan di Indonesia. Dengan mengurangi merokok seseorang dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.

5. Menurunkan berat badan
Penurunan berat badan diperlukan dalam pengendalian hipertensi, dislipidemia dan DM. Sehingga diharapkan dengan penurunan berat badan akan menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. Penurunan 5-10% berat badan dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. Hal ini bisa dilakukan dengan perubahan perilaku pola makan dan peningkatan aktivitas jasmani.

Literatur:
1. Chobanian AV, Bakris GL, Black HR, et al, and the National High Blood Pressure Education Program Coordinating Committee. The seventh report of the Joint National Committee on Prevention, Detection, Evaluation, and Treatment of High Blood Pressure: the JNC 7 report. JAMA. 2003;289:2560-2572.
2. PB Perkeni. Petunjuk Praktis. Penatalaksanaan dislipidemia. PERKENI. Jakarta.
3. PB PERKENI. Konsensus Pengelolaan & Pencegahan DM Tipe 2 di Indonesia 2006. PERKENI. Jakarta. p1
4. WHO
5. www.depkes.go.id
6. Lewington et al. Lancet 2002;360:1903–13

#dexa medica

Hipertensi Pada Kehamilan

Hipertensi atau tekanan darah tinggi yang menimpa ibu hamil akan sangat membahayakan baik kehamilan itu sendiri maupun bagi ibu. hipertensi atau tekanan darah tinggi terjadi ketika darah yang dipompakan oleh jantung mengalami peningkatan tekanan, hingga hal ini dapat membuat adanaya tekanan dan merusak dinding arteri di pembuluh darah. Seseorang dikatakan mengalami hipertensi jika tekanan darahnya di atas 140/90 mmHG (berarti 140 mmHg tekanan sistolik dan 90 mmHg tekanan diastolik). Hipertensi pada kehamilan banyak terjadi pada usia ibu hamil di bawah 20 tahun atau di atas 40, kehamilan dengan bayi kembar, atau terjadi pada ibu hamil dengan kehamilan pertama.

Penyebab Hipertensi


Ada dua hal penyebab hipertensi, yaitu Hipertensi essensial atau hiipertensi primer di mana penyebabnya bukan disebabkan oleh adanya gangguan pada jantung atau ginjal, melainkan disebabkan oleh faktor lain misal dikarenakan pola hidup yang tidak sehat; mengalami stress, mengkonsumsi garam yang berlebih, merokok, kebiasaan minuman beralkohol dan kafein, pola makan yang tidak sehat yang mengakibatkan timbunan lemak dan kelebihan berat badan dan adanya faktor keturunan

Sedangkan hipertensi yang disebabkan oleh adanya gangguan ginjal atau jantung disebut dengan hipertensi sekunder.

Preeklampsia


Jenis hipertensi pada kehamilan yang paling berbahaya adalah Preeklampsia atau di sebut juga keracunan kehamilan.

Pre-eklampsia ialah penyakit yg timbul dengan tanda-tanda hipertensi, edema dan proteinuria yg timbul karena kehamilan, biasanya istilah lainnya disebut juga keracunan kehamilan

Hipertensi pre-eklampsia terjadinya kenaikan tekananan sistolik sebesar 30 mm Hg atau mencapai 140 mm Hg (isteri anda 145), dan kenaikan tekanan diastolik sebesar 15 mm Hg atau mecapai 90 mm Hg (isteri anda 89)...

Edema pre-eklampsia terjadinya penimbunan cairan secara umum dan berlebihan dalam tubuh, biasanya dapat diketahui dari kenaikan berat badan serta pembengkakan kaki, jari tangan dan muka. Kenaikan berat badan sebesar 1 kg dalam seminggu beberapa kali bisa menjadi tanda pre-eklampsia....

Proteinuria pre-eklampsia terdapat konsentrasi protein dalam air kencing yg melebihi 0,3 g/liter dan air kencing 400 ml atau kurang dalam sehari. Secara kasar artinya, tandanya air kencing ibu penderita sedikit banget dalam sehari. ampai saat ini belum diketemukan secara pasti penyebab dari pre-eklampsia.

Pencegahan


Pola hidup sehat akan meningkatkan potensi ibu untuk terhindar dari hipertensi pada kehamilan. Jauhi minuman yang beralkohol, jangan biasakan anda merokok, hindari stress, pola makan yang sehat (konsumsi protein tinggi, hindari konnsumsi berlebih makanan yang mengandung hidrat arang dan garam berlebih) dan berolahragalah. Selain itu ibu bisa mengkonsumsi beberapa makanan yang dapat membantu menurunkan tekanan darah seperti coklat, ikan buah jeruk, buah pisang dan ikan. Lakukan kontrol rutin terhadap kehamilan ibu dan ikuti petunjuk yang disarankan oleh dokter.
Sumber : http://bidanku.com/hipertensi-pada-kehamilan

Mengatasi Sakit Jantung dan Serangan Jantung

Jantung merupakan organ yang sangat penting bagi manusia, karena jantung diperlukan untuk memompa darah ke seluruh tubuh sehingga tubuh mendapatkan oksigen dan sari makanan yang diperlukan untuk metabolisme tubuh. Karena itu, jantung perlu dijaga agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Salah satu yang perlu dihindari adalah penyakit jantung koroner yang merupakan salah satu penyakit yang berbahaya yang bisa menyebabkan serangan jantung. Untuk melakukannya, kita perlu mengetahui bagaimana caranya agar jantung kita tetap sehat, apa yang harus dihindari dan apa yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan jantung.
Setiap tahun, jutaan orang di seluas dunia mengalami serangan jantung. Tidak semua serangan jantung mengakibatkan kematian. Namun, umumnya setiap pasien yang pernah mengalami serangan jantung menderita beberapa dampak lanjutannya. Sedangkan sisanya tidak tertolong lagi.

Jantung

Jantung adalah sebuah otot yang memompa darah ke seluruh tubuh. Dalam suatu serangan jantung (myocardial infarction), bagian dari otot jantung mati sewaktu tidak mendapatkan darah. Untuk tetap sehat, jantung membutuhkan oksigen dan zat-zat gizi lain yang dibawa oleh darah. Ini didapatkan melalui arteria (pembuluh darah) koroner, yang membungkus bagian luar jantung.

Penyakit Jantung

Serangan JantungPenyakit-penyakit dapat mempengaruhi bagian mana pun dari jantung. Tetapi, penyakit yang paling umum adalah penyakit kronis pada arteria koroner yang disebut aterosklerosis. Karena itu, sakit jantung yang umum dikenal dan paling banyak diderita adalah penyakit jantung koroner atau penyakit arteria koroner. Penyakit ini paling sering menyebabkan serangan jantung pada seseorang yang bisa menyebabkan kematian. Penyebabnya adalah penyempitan pada pembuluh darah koroner, dimana pembuluh ini berfungsi untuk menyediakan darah ke otot jantung. Penyempitan disebabkan oleh tumpukan kolesterol atau protein lain yang berasal dari makanan yang masuk dalam tubuh. Penumpukan ini juga menyebabkan pembuluh darah koroner menjadi kaku. Kekakuan ini disebut sebagai aterosklerosis.
Aterosklerosis terjadi jika terjadi penumpukan plak atau timbunan lemak pada dinding-dinding arteri. Selang beberapa waktu, plak dapat menumpuk, mengeras dan mempersempit arteri, dan menghambat aliran darah ke jantung. Penyakit arteria koroner atau coronary artery disease (CAD) inilah yang pada dasarnya menuntun kepada sebagian besar serangan jantung.
Penyumbatan dalam satu arteri koroner atau lebih dapat menimbulkan serangan jantung secara tiba-tiba. Penyebabnya karena jantung meminta oksigen melebihi yang tersedia sehingga memicu serangan jantung. Mengapa? Apabila otot jantung tidak menerima oksigen untuk waktu yang cukup lama, jaringan di sekitarnya dapat rusak. Tidak seperti jaringan yang lain, otot jantung tidak mengalami regenerasi. Semakin lama serangannya, semakin banyak kerusakan pada jantung dan semakin besar kemungkinan meninggal.
Bahkan dalam arteri yang tidak terlalu sempit karena timbungan plak dan lemak, timbunan plak dapat pecah dan membentuk kerak darah atau trombus. Selain itu, arteri yang berpenyakit juga cenderung mengalami kontraksi otot secara mendadak. Sehingga, sekeping kerak darah dapat terbentuk di tempat kontraksi, melepaskan zat kimia yang kemudian mengakibatkan dinding arteri menyempit, memicu sebuah serangan jantung.
Jika sistem kerja dari jantung rusak, irama normal jantung dapat menjadi kacau dan jantung mulai bergetar dengan tidak menentu atau mengalami fibrilasi. Irama tidak normal ini disebut sebagai aritmia yaitu penyimpangan dari irama jantung normal. Hal ini akan menyebabkan jantung kehilangan kesanggupannya untuk memompa darah dengan efektif ke otak. Dalam waktu sepuluh menit, otak mati dan si pasien pun tidak tertolong lagi.
Selain penyakit jantung koroner yang disebabkan karena penumpukan lemak di dinding arteri, ada juga penyakit jantung lainnya yang disebabkan kelainan semenjak lahir. Misalnya jantung yang tidak sempurna, kelainan katup jantung, melemahnya otot jantung. Penyebab lain adalah bakteri yang menyebabkan infeksi pada jantung.

Gejala Sakit Jantung

Gejala-gejala yang dirasakan jika mengalami penyakit jantung koroner antara lain rasa sakit atau nyeri di dada di mana kebanyakan orang menyangka itu hanya sebagai gangguan pencernaan. Lalu gejala lain yaitu merasa tertekan di tengah dada selama 30 detik sampai 5 menit. Hal lainnya adalah keringat dingin, berdebar-debar, pusing, dan merasa mau pingsan. Gejala ini tidak selalu dirasakan penderitanya. Tanda peringatan lain adalah napas tersengal-sengal pada saat berolahraga.
Selama beberapa bulan sebelum serangan jantung biasanya penderita penyakit jantung sering merasa sangat lelah. Jangan menganggap gejala ini disebabkan oleh kurang tidur dan stres akibat pekerjaan.
Rasa nyeri atau rasa ditekan di dada, yang disebut angina, memberikan peringatan kepada setengah dari mereka yang menderita serangan jantung. Beberapa orang mengalami napas tersengal-sengal atau kelelahan dan perasaan lunglai sebagai gejalanya, mengindikasikan bahwa jantung tidak mendapatkan cukup oksigen karena penyumbatan koroner.
Biasanya beberapa hari menjelang mengalami serangan jantung hebat, seseorang akan mengalami kontraksi otot secara tiba-tiba di dada yang merupakan serangan kecil atau serangan jantung ringan. Serangan jantung ringan umum terjadi sebelum serangan besar beberapa hari kemudian.

Tips Mencegah Penyakit Jantung

Agar terhindar dari penyakit jantung koroner, Anda dapat melakukan hal-hal berikut:
  • Pola makan sehat

    Hindari makanan yang banyak mengandung lemak atau yang mengandung kolesterol tinggi. Seafood memiliki kandungan kolesterol tinggi yang dapat membahayakan jantung. Kurangi menyantap makanan yang digoreng yang banyak mengandung lemak, sebaliknya makanan dapat diolah dengan cara direbus, dikukus atau dipanggang.

    Sebisa mungkin, produk makanan yang kita makan rendah lemak atau tanpa lemak. Pilih susu, keju, mentega atau makanan lain yang rendah lemak. Menggoreng dengan menggunakan minyak zaitun memiliki kandungan lemak yang sedikit sehingga bisa menjadi pilihan bila harus mengolah makanan dengan cara digoreng.

    Selain menghindari makanan berlemak, hindari juga makanan dengan kandungan gula tinggi seperti soft drink. Jangan pula tertalu banyak mengkonsumsi karbohidrat, karena dalam tubuh, karbohidrat akan dipecah menjadi lemak. Sebaliknya, konsumsi oat atau gandum yang dapat membantu menjaga jantung tetap sehat.

    Jaga pola makan tidak berlebihan agar terhindar dari kegemukan, karena seseorang yang memiliki lingkar pinggang lebih dari 80 cm, berisiko lebih besar terkena penyakit ini.
  • Berhenti merokok

    Mengisap rokok sangat tidak baik untuk kesehatan jantung, maka segera hentikan kebiasaan ini agar jantung tetap sehat.
  • Hindari Stres

    Stres memang sangat sulit dihindari jika hidup di kota besar seperti Jakarta yang dikenal karena kemacetan dan kesibukannya. Saat seseorang mengalami stres, tubuhnya akan mengeluarkan hormon cortisol yang menyebabkan pembuluh darah menjadi kaku. Hormon norepinephrine akan diproduksi tubuh saat menderita stres, yang akan mengakibatkan naiknya tekanan darah. Maka, sangat baik bila Anda menghindari stres baik di kantor atau di rumah.
  • Hipertensi

    Problem hipertensi atau tekanan darah tinggi juga bisa menyebabkan penyakit jantung. Hipertensi dapat melukai dinding arteri dan memungkinkan kolesterol LDL memasuki saluran arteri dan meningkatkan penimbunan plak.
  • Obesitas

    Kelebihan berat atau obesitas meningkatkan tekanan darah tinggi dan ketidaknormalan lemak. Menghindari atau mengobati obesitas atau kegemukan adalah cara utama untuk menghindari diabetes. Diabetes mempercepat penyakit jantung koroner dan meningkatkan risiko serangan jantung.
  • Olahraga secara teratur

    Anda dapat melakukan kegiatan olahraga seperti berjalan kaki, jalan cepat, atau jogging. Kegiatan olahraga yang bukan bersifat kompetisi dan tidak terlalu berlebihan dapat menguatkan kerja jantung dan melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh.
  • Konsumsi antioksidan

    Polusi udara, asap kendaraan bermotor atau asap rokok menciptakan timbulnya radikal bebas dalam tubuh. Radikal bebas dapat menyebabkan bisul atau endapan pada pembuluh darah yang dapat menyebabkan penyumbatan. Untuk mengeluarkan kandungan radikal bebas dalam tubuh, perlu adanya antioksidan yang akan menangkap dan membuangnya. Antioksidan dapat diperoleh dari berbagai macam buah-buahan dan sayuran.
  • Keturunan

    Seorang yang orang tua atau saudara kandungnya pernah mengalami serangan jantung sebelum usia 60 memiliki risiko lebih besar menderita penyakit ini. Karena itu, jika Anda memiliki kerabat yang pernah mengalami serangan jantung, sebaiknya Anda lebih berhati-hati dalam menjaga agar pola makan dan gaya hidup Anda dapat menunjang jantung sehat.

Mengatasi Penyakit Jantung

Jika Anda merasakan gejala awal penyakit jantung ataupun pernah mengalami serangan jantung ringan, jangan abaikan itu. Anda sangat membutuhkan penanganan dini oleh personel medis yang terlatih. Ini dapat menyelamatkan jantung dari kerusakan yang lebih parah dan bahkan dapat menghindari akibat yang lebih fatal seperti kematian.
Namun jika gejala serangan jantung mulai terjadi, sangat penting untuk segera mencari bantuan medis. Risiko kematian terbesar dari serangan jantung adalah dalam kurun waktu satu jam setelah terjadi serangan jantung. Perawatan yang cepat dan tepat dari tim medis dapat menyelamatkan otot jantung dari kerusakan yang tidak dapat diperbaiki. Semakin banyak otot jantung yang terselamatkan, semakin efektif jantung akan kembali memompa setelah serangan. Jangan menunda-nunda untuk mendapatkan bantuan medis karena merasa takut dianggap mengada-ada.
Bila telah terjadi penyumbatan, tindakan medis yang umumnya diambil adalah dengan pemasangan kateterisasi dan cincin yang menjaga agar pembuluh darah koroner tidak tersumbat. Tetapi, ada kemungkinan terjadi penyumbatan pada pembuluh lainnya.

Sayangi Jantung Anda

Melihat berharganya organ jantung ini untuk kelangsungan hidup, maka segeralah perbaiki gaya hidup Anda agar tetap sehat. Mulailah menikmati makanan yang sehat, bergizi dan rendah kolesterol. Hindari merokok dan stres. Serta berolahragalah secara teratur. Mulailah dengan gaya hidup yang sehat sejak hari ini untuk menyayangi jantung Anda.

Sumber : http://kumpulan.info/sehat/artikel-kesehatan/189-mengatasi-penyakit-jantung-dan-serangan-jantung

Menghadapi Plasenta Previa

Plasenta Previa merupakan salah satu penyebab utama terjadinya pendarahan pada masa kehamilan atau saat persalinan. Pendarahan pada saat kehamilan dan persalinan merupakan salah satu hal darurat karena dapat membahayakan nyawa ibu. Maka, perlu penanganan khusus selama masa kehamilan dan persalinan pada kasus Plasenta Previa.
Plasenta atau ari-ari adalah bagian yang menmpel pada dinding rahim dan berfungsi sebagai pemasok oksigen dan nutrisi pada janin dalam kandungan. Normalnya, plasenta menempel pada bagian samping atau atas rahim. Tetapi, pada kasus Plasenta Previa, plasenta menempel pada bagian bawah sehingga menutupi sebagian atau seluruh mulut rahim. Tertutupnya jalan lahir ini tidak memungkinkan bayi dilahirkan secara normal, karena plasenta yang tertabrak bayi akan pecah dan mengakibatkan pendarahan. Persalinan secara sesar (sc) adalah cara untuk mencegah dan meminimalkan pendarahan.
Pada awal kehamilan, plasenta memang berada pada bagian bawah dinding rahim. Seiring bertambahnya usia kehamilan, janin dan rahim akan semakin membesar. Ukuran rahim yang membesar membuat plasenta tertarik dan bergeser ke bagian atas dinding rahim. Apabila usia kandungan sudah memasuki trimester ketiga tetapi plasenta tetap berada di bagian bawah mulut rahim, keadaan ini disebut dengan Previa.

Kondisi Plasenta Previa

Ada 3 kondisi dari Plasenta Previa, yaitu:
  • Plasenta Previa Marginalis

    Pinggiran plasenta mendekati mulut rahim tetapi tidak menutupi mulut rahim.
  • Plasenta Previa Partialis

    Palsenta menutupi sebagian mulut rahim.
  • Plasenta Previa Totalis

    Plasenta menutupi seluruh mulut rahim.

Penyebab Plasenta Previa

Beberapa faktor pemicu terjadinya Plasenta Previa adalah:
  • Bentuk rahim yang tidak normal
  • Jumlah kehamilan sebelumnya yang cukup banyak
  • Merokok
  • Kehamilan pada usia tua
  • Pernah melakukan kurtase atau pembedahan sesar yang meninggalkan bekas pada bagian samping atau atas dinding rahim sehingga plasenta tidak bisa menempel di tempat tersebut.

Gejala Plasenta Previa

Gejala Plasenta Previa adalah terjadinya pendarahan pada akhir trimester kedua atau awal trimester ketiga. Tetapi, ada juga tidak terjadi pendarahan sampai mendekati persalinan. Jumlah darah yang dikeluarkan bervariasi, mulai dari tetesan darah sampai darah seperti saat haid.

Penanganan Plasenta Previa

Untuk memeriksa secara pasti posisi dan dalamnya pelekatan plasenta, dokter kandungan biasa menggunalan Ultrasonografi (USG) yang dapat memperlihatkan keadaan di dalam rahim. Mengetahui hal ini akan membantu dokter untuk memperkirakan berapa banyak pendarahan dapat terjadi sehingga dapat dicarikan solusi terbaiknya.
Apabila terjadi pendarahan, maka dokter akan melihat apakah bayi harus segera dilahirkan atau pendarahan masih bisa diatasi. Sebisa mungkin, jika pendarahan terjadi pada saat kandungan belum berusia 36 minggu, akan diusahakan untuk mengatasi pendarahan agar kehamilan dapat dilanjutkan sampai janin cukup umur untuk dilahirkan, kurang lebih sampai kandungan berusia 36 minggu.
Wanita hamil dengan Plasenta Previa tidak memungkinkan untuk melahirkan secara normal karena akan mengakibatkan pendarahan hebat. Apabila telah diketahui seorang ibu Plasenta Previa, maka untuk mencegah terjadinya pendarahan yaitu:
  • Mengurangi aktivitas fisik

    Aktivitas fisik yang berat dapat memicu terjadinya kontraksi.
  • Bed rest

    Jika sudah mengalami pendarahan berulang kali dan dalam jumlah banyak, disarankan agar bed rest total untuk mencegah terjadinya kontraksi dan pendarahan yang lebih banyak.
  • Pelvic rest

    Yaitu tidak melakukan hal-hal pada vagina yang berpotensi menyebabkna terjadinya pendarahan. Misalnya, tidak melakukan hubungan seks, membersihkan vagina menggunakan cairan atau alat tertentu, menggunakan pembalut vagina.
Pada kasus Plasenta Previa yang sudah parah, penderitanya harus diopname di rumah sakit agar dokter mudah melakukan kontrol. Penanganan yang akan dilakukan dokter adalah memberikan obat-obatan untuk mencegah kontraksi dan obat untuk mempercepat pematangan paru-paru janin untuk kemungkinan apabila janin harus segera dilahirkan.
Karena tidak boleh sampai kontraksi, maka segera hubungi dokter jika Anda merasakan kontraksi perut (perut terasa sangat keras) atau keluar bercak darah. Karena itu merupakan tanda-tanda awal kontraksi yang berbahaya. Segera hubungi dokter dan menuju rumah sakit agar mendapat penanganan yang tepat.

Sumber : http://kumpulan.info/sehat/artikel-kesehatan/524-plasenta-previa