Kota Brastagi Kota Brastagi yang indah di dataran tinggi Karo, 70 km dari Medan. Terletak di ketinggian 1300m, kota ini memiliki iklim yang sejuk, menjadikanya tempat yang tepat untuk bersantai dan menikmati udara segar. Udara di pagi dan sinag hari sangat menyenangkan, sementara pada malam bisa sangat dingin.
Kota ini berdiri pada tahun 1920 sebagai stasiun bukit milik Belanda dan saat ini telah menjadi tujuan akhir pekan paling populer bagi warga Medan.
Pemandangan di sini didominasi oleh gunung berapi Sinabung dan Gunung Sibayak. Di ujung barat kota, Bukit Gunaling Hill menghiasi dataran tinggi sekitarnya yang memberikan pemandangan spektakuler dari kedua gunung berapi yang menjulang tinggi.
Brastagi terkenal dengan bunga dan buah-buahannya dan pasarnya selalu ramai dengan aktivitas jual beli. Buah-buahan yang paling terkenal antara lain markisa dan jeruknya yang manis. Di sini Anda akan melihat kehidupan masyarakat Karo tradisional dan bahkan Anda akan menjumpai pedagang sepatu bekas.
Bukit Lawang
Jelajahi hutan Sumatera dan rasakan petualangan outdoor
ditemani orangutan selama Anda berada di desa di dalam hutan Bukit
Lawang. Secara harfiah berarti "pintu ke bukit", Bukit Lawang adalah
sebuah desa kecil yang terletak di selatan Taman Nasionjal Gunung Leuseur. Terletak sekitar 90 kilometer barat laut Medan, ibu kota Sumatera Utara.
Bukit Lawang adalah pintu gerbang ke
dalam hutan Sumatera yang legendaris yang memiliki medan licin dan
lereng curam serta berlumpur, menjelajahi hutan di sini adalah
petualangan yang menkjubkan. Perjalanan melalui hutan yang rimbun akan
mendebarkan dan Anda akan masuk dalam dunia baru.
Hutan ini merupakan lebat yang menarik
hati, orangutan merupakan daya tarik utama di sini. Bukit Lawang adalah
salah satu tempat terbaik di dunia untuk menemukan primata langka dan
hampir punah. Melihat makhluk anggun berayun-ayun melalui
ranting-ranting pohon. Hutan ini adalah salah satu komunitas terbesar
orangutan, lebih dari 5000 orangutan tinggal di sini.
Pusat rehabilitasi orangutan adalah
tempat bagi orangutan yatim piatu yang dilatih hidup di alam bebas.
Pusat ini telah beroperasi sejak tahun 1973 dan hingga kini telah
menarik pengunjung dari seluruh dunia untuk melihat sekilas makhluk
menakjubkan.
Jumlah orangutan di hutan ini telah
menurun akibat perburuan liar, perdagangan satwa dan lingkungan yang
rusak. Pusat rehabilitasi ini membantu orangutan kembali kebiasaan alami
mereka dengan menempatkan mereka melalui pelatihan yang intensif
sebelum dikeluarkan ke alam liar. Ketika primata ini kembali hutan,
pusat rehabilitasi terus menyediakan suplemen makanan dan pemeriksaan
rutin.
Di Dalam Hutan Lebat Desa Tangkahan
Sering disebut sebagai surga tersembunyi
Sumatera, hutan lebat dan topografi Tangkahan yang mengagumkan, membuat
desa ini menjadi tempat wisata yang luar biasa. Desa ini terletak di
Taman Nasional Gunung Leuser yang lebat, di persimpangan dua sungai,
yaitu sungai Batang Serangan dan Buluh. Taman ini adalah salah satu
wilayah yang jumlah primatanya paling beragam di dunia, yang juga rumah
bagi beberapa spesies bumi paling terancam punah.
Di masa lalu taman ini sering menjadi
tempat pembalakan dan pemburuan liar, saat ini hutan ini telah diubah
menjadi cagar alam. Orang-orang setempat telah sadar dengan fungsi dan
kekayaan taman ini sehingga mereka berusaha untuk melestarikan harta
mereka yang berharga ini. Datang dan temui gajah bersama-sama dengan
penjaga mereka yang sedang berpatroli untuk menjaga hutan dari
penebangan dan pemburuan liar.
Di sini, tentunya Anda akan melihat dan
menikmati sungai yang jernih yang melintasi hutan Sumatera, menciptakan
suasana yang benar-benar mistis. Datang dan temukan surga di hutan
tersembunyi ini dan Anda tidak akan menyesal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar