Jumat, 21 November 2014

Wisata Sumatera Utara Bab II

Kota Brastagi
Kota Brastagi yang indah di dataran tinggi Karo, 70 km dari Medan. Terletak di ketinggian 1300m, kota ini memiliki iklim yang sejuk, menjadikanya tempat yang tepat untuk bersantai dan menikmati udara segar. Udara di pagi dan sinag hari sangat menyenangkan, sementara pada malam bisa sangat dingin.

Kota ini berdiri pada tahun 1920 sebagai stasiun bukit milik Belanda dan saat ini telah menjadi tujuan akhir pekan paling populer bagi warga Medan.

Pemandangan di sini didominasi oleh gunung berapi Sinabung dan Gunung Sibayak. Di ujung barat kota, Bukit Gunaling Hill menghiasi dataran tinggi sekitarnya yang memberikan pemandangan spektakuler dari kedua gunung berapi yang menjulang tinggi.

Brastagi terkenal dengan bunga dan buah-buahannya dan pasarnya selalu ramai dengan aktivitas jual beli. Buah-buahan yang paling terkenal antara lain markisa dan jeruknya yang manis. Di sini Anda akan melihat kehidupan masyarakat Karo tradisional dan bahkan Anda akan menjumpai pedagang sepatu bekas.


Bukit Lawang
Jelajahi hutan Sumatera dan rasakan petualangan outdoor ditemani orangutan selama Anda berada di desa di dalam hutan Bukit Lawang. Secara harfiah berarti "pintu ke bukit", Bukit Lawang adalah sebuah desa kecil yang terletak di selatan Taman Nasionjal Gunung Leuseur. Terletak sekitar 90 kilometer barat laut Medan, ibu kota Sumatera Utara.

Bukit Lawang adalah pintu gerbang ke dalam hutan Sumatera yang legendaris yang memiliki medan licin dan lereng curam serta berlumpur, menjelajahi hutan di sini adalah petualangan yang menkjubkan. Perjalanan melalui hutan yang rimbun akan mendebarkan dan Anda akan masuk dalam dunia baru.
Hutan ini merupakan lebat yang menarik hati, orangutan merupakan daya tarik utama di sini. Bukit Lawang adalah salah satu tempat terbaik di dunia untuk menemukan primata langka dan hampir punah. Melihat makhluk anggun berayun-ayun melalui ranting-ranting pohon. Hutan ini adalah salah satu komunitas terbesar orangutan,  lebih dari 5000 orangutan tinggal di sini.
Pusat rehabilitasi orangutan adalah tempat bagi orangutan yatim piatu yang dilatih hidup di alam bebas. Pusat ini telah beroperasi sejak tahun 1973 dan hingga kini telah menarik pengunjung dari seluruh dunia  untuk melihat sekilas makhluk menakjubkan.
Jumlah orangutan di hutan ini telah menurun akibat perburuan liar, perdagangan satwa dan lingkungan yang rusak. Pusat rehabilitasi ini membantu orangutan kembali kebiasaan alami mereka dengan menempatkan mereka melalui pelatihan yang intensif sebelum dikeluarkan ke alam liar. Ketika primata ini kembali hutan, pusat rehabilitasi terus menyediakan suplemen makanan dan pemeriksaan rutin.

Di Dalam Hutan Lebat Desa Tangkahan 
Sering disebut sebagai surga tersembunyi Sumatera, hutan lebat dan topografi Tangkahan yang mengagumkan, membuat desa ini menjadi tempat wisata yang luar biasa.  Desa ini terletak di Taman Nasional Gunung Leuser yang lebat, di persimpangan dua sungai, yaitu sungai Batang Serangan dan Buluh. Taman ini adalah salah satu wilayah yang jumlah primatanya paling beragam di dunia, yang juga rumah bagi beberapa spesies bumi paling terancam punah.
Di masa lalu taman ini sering menjadi tempat pembalakan dan pemburuan liar, saat ini hutan ini telah diubah menjadi cagar alam. Orang-orang setempat telah sadar dengan fungsi dan kekayaan taman ini sehingga mereka berusaha untuk melestarikan harta mereka yang berharga ini. Datang dan temui gajah bersama-sama dengan penjaga mereka yang sedang berpatroli untuk menjaga hutan dari penebangan dan pemburuan liar.
Di sini, tentunya Anda akan melihat dan menikmati sungai yang jernih yang melintasi hutan Sumatera, menciptakan suasana yang benar-benar mistis. Datang dan temukan surga di hutan tersembunyi ini dan Anda tidak akan menyesal.

Tidak ada komentar: