Jumat, 21 November 2014

Wisata Sumatera Barat Bab II

Bunker Jepang 

Bunker Jepang yang terletak di kota Bukittinggi dibangun oleh orang Indonesia melalui kerja paksa dibawah tekanan tentara Jepang yang menduduki Indonesia dari 1942 sampai 1945. Bunker bawah tanah ini memiliki panjang 1.470 meter dan berjarak 40 meter di bawah Ngarai Sianok. Terdapat 21 terowongan di dalam bunker yang digunakan untuk menyimpan amunisi, tempat tinggal, ruang pertemuan, ruang tahanan, ruang makan, dapur, ruang sidang, ruang penyiksaan, ruang mata-mata, ruang penyergapan, dan pintu gerbang untuk melarikan diri. Menjelajahi kompleks terowongan dan gua adalah petualangan yang nyata.
Anda dapat melihat bagaimana tempat ini menjadi benteng pertahanan yang kuat. Terowongan ini berdiameter tiga meter  dan mempunyai dinding yang begitu tebal sehingga suara diluar sana tidak dapat terdengar. Terowongan ini termasuk luas, hampir dua hektar, dan memiliki enam pintu. Satu pintu terletak di Taman Panorama sementara yang lain di jalan menuju Ngarai Sianok.

Ngarai Sianok

Ngarai Sianok memiliki dua dinding yang hampir vertikal dan saling berhadapan. Tingginya sekitar 100 sampai 200 meter dan panjangnya sekitar 15 km. Dinding ini membentuk ngarai dimana Anda bisa melihat ladang padi yang luas dan sungai. Ngarai ini dipisahkan oleh Bukittinggi dan Gunung Singgalang.

Keindahan Ngarai Sianok dapat dilihat dari Taman Panorama di Bukittinggi atau Anda bisa juga pergi langsung ke Ngarai, yang merupakan area pemukiman dan ladang padi. Untuk menikmati pemandangan dari taman, para pengunjung bisa membayar biaya masuk sebesar Rp. 5.000 per orang. Selain keindahan ngarai, pengunjung juga bisa mengunjungi bunker Jepang yang berada di dasar ngarai. Ngarai Sianok adalah tempat terindah di Sumatra Barat, apalagi pada saat matahari terbit dan tenggelam. 

Desa Madobak, Ugai dan Matotonan

Desa Madobak, Ugai dan Matotonan sebenarnya tidak didesain untuk destinasi wisata, tapi budaya tradisional dan hidup mereka sangat lestari dan unik, membuat desa ini menarik perhatian wisatawan. Terletak di hulu sungai Siberut Selatan. Untuk mencapai desa ini Anda mulai dari Muara Siberut, Anda harus mengambil rute Purou-Muntei-Rokdok-Madobak-Ugai-Butui-Matotonan. Setiap desa memiliki keunikan budaya masing-masing.
Madobak, contohnya sangat terkenal dengan air terjun Kulu Kubuk yang dingin. Air terjun ini memiliki dua tingkatan dengan tinggi 70 meter. Setiap desa juga terkenal dengan rumah tradisionalnya, secara lokal dikenal dengan Uma, dan upacara tradisionalnya yang dipentaskan oleh Sikerei atau Shaman.
Upacara tradisional ini biasanya dipentaskan selama pesta pernikahan dan memasuki rumah baru, tujuanya untuk mengusir roh-roh jahat. Shaman di ketiga desa ini masih setia mengenakan celana dalam dan ikat kepala (Luat) yang terbuat dari manik-manik berwarna-warni. Beberapa penduduk lokal masih memiliki tato tradisional Mentawai yang terbuat dari tebu dan pewarna arang kelapa. Tato ini dibuat dengan menggunakan paku dan jarum dan dua buah kayu sebagai bantalan dan palu. Menurut penduduk lokal, proses membuat tato ini sangat menyakitkan.
Anda tidak boleh melewatkan budaya tradisional mentawai yang unik ini! 

Taman Nasional Kerinci Seblat 
Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) adalah area konservasi alam. Taman seluas 1.368.000 Ha (hasil tata batas) ini terletak di empat provinsi, yaitu: Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, dan Sumtera Selatan.   Taman nasional ini merupakan penyatuan dari beberapa cagar alam, yaitu Inderapura dan Bukit Tapan, serta Suaka Margasatwa Rawasa Huku Lakitan-Bukit Kayu Embun dan Gedang Seblat. Kawasan tersebut berfungsi  sebagai hidro-orologis yang sangat vital bagi wilayah sekitarnya.
Flora yang dilindungi di TNKS termasuk Kantung Semar (Nephents Ampularia), Bunga Anggrek dan diantaranya tumbuhan-tumbuhan tropikal. Fauna yang dilindungi termasuk Macan, Beruang, Rusa dan jenis-jenis primata dan burung.
Endemik primata yang dilindungi di TNKS termasuk Simpai, Ungkou, Siamang (Symphanlangus Syndactylus), monyet dan monyet berhidung panjang. Berbagai jenis burung termasuk Rangkong, Tohtor dan burung Kuau serta Elang. Kebanyakan adalah fauna yang langka.
 
TNKS adalah tujuan wisata yang spesial. Ini berarti TNKS adalah tempat yang tepat untuk pencinta alam yang suka menjelajah di dalam hutan. Trekking ke pusat-pusat resor harus dipandu oleh petugas yang berpengalaman. Jika Anda ingin bermalam, Anda bisa ditemani oleh penduduk lokal untuk membawa tenda dan perlengkapan memasak Anda.

TNKS adalah area yang sulit karena kemiringannya yang 90 derajat, berlumpur dan terdapat sungai kecil berbatu. 

Pantai Air Manis: Melihat Legenda Batu Malin Kundang
Pantai Air Manis berkaitan erat dengan legenda Malin Kundang di Sumatera Barat. Malin Kundang adalah karakter dalam dongeng yang berubah menjadi batu, bersama-sama dengan kapalnya, setelah durhaka kepada ibunya. Di tepi pantai, terdapat batu Malin Kundang dan beberapa perlengkapan kapalnya, yang juga berubah menjadi batu. Berdasarkan cerita, Malin Kundang dikutuk oleh ibunya karena menolak untuk mengakui ibunya setelah bepergian ke daerah lain dan menjadi kaya.
Pantai Air Manis adalah tempat wisata favorit bagi wisatawan lokal dan asing karena memiliki gelombang yang rendah dan pemandangan indah Gunung Padang. Ada juga sebuah pulau kecil bernama Pisang Kecil. Dari pagi hingga sore, Anda bisa berjalan kaki ke pulau yang memiliki luas satu hektar ini melalui air dangkal. Di sore hari, air pasang mulai naik dan Anda harus menggunakan perahu untuk kembali. Di sebelah kanannya, ada pulau lain yang disebut Pisang Besar. Penduduk lokal di pulau ini sebagian besar petani dan nelayan. 

Jam Gadang

Jam Gadang merupakan ikon Bukittinggi. Dalam bahasa Indonesia, Jam Gadang berarti jam besar dan memang besar! Tingginya 26 meter dibangun pada tahun 1826 sebagai hadiah dari Ratu Belanda kepada sekretaris kota, Rook Maker. Atapnya telah berubah tiga kali mencerminkan perubahan dalam sejarah kota itu sendiri. Pada masa Belanda, atapnya bulat dengan patung ayam jantan di atasnya. Saat ini atapnya  mencerminkan arsitektur rumah tradisional Minangkabau.

Satu hal yang unik dari jam ini adalah angka romawi IV di dalam jam, karena ditulis dengan 'IIII'. Jam Gadang terletak di dalam taman seluas 100 meter. Dekat jam adalah Pasar Atas, yang merupakan pusat perdagangan di Bukittinggi. 

Bukittinggi: Kota Sejuk dengan Panorama Alam Memukau 
Bukittinggi adalah nama sebuah kota yang terletak di bagian utara Provinsi Sumatera Barat. Dua kata yang terhimpun jadi satu, mempunyai makna identik dengan letaknya pada ketinggian perbukitan. Terletak di tengah Pulau Sumatra dengan fisik berbukit dan berlembah, serta berhawa sejuk dan nyaman.
Kota Bukittinggi akan memukau hati Anda, dengan ketinggian 904-941 meter di atas permukaan laut menjadikan udara bukit tinggi jadi terasa sangatlah sejuk. Suhunya mencapai sekitar 16-23 drajat celcius. kontur tanah di kota ini berbukit-bukit, ada sekitar ada 27 bukit yang terdapat dalam wilayah kota Bukittinggi, Apabila perjalanan menggunakan mobil maka tak akan terasa bosan.
Bukittinggi merupakan pusat kebudayaan Sumatra Barat, terletak di dataran tinggi sebelah utara Padang di bukit Agam. Berbeda dengan Padang yang merupakan pusat roda pemerintahan dan perdagangan modern maka Bukittinggi adalah kota yang tenang dihiasi oleh panorama alam yang sungguh tiada duanya. Lembahnya yang sangat terkenal adalah Ngarai Sianok dengan kedalaman 100 M dan kemiringan antara 800 – 900 adalah salah satu daya tarik kota Bukittinggi dijadikan sebagai kota wisata. Keagungan Gunung Merapi, Gunung Singgalan dan, Gunung Sago pun ikut menghiasi moleknya kota Jam Gadang ini.
Kota Bukittinggi memiliki nama lain yaitu Tri Arga yang artinya tiga pegunungan agung yang memberikan keberuntungan. Bukittinggi memiliki udara yang sejuk menyegarkan karena ketinggian daerahnya lebih dari 900 m di atas permukaan laut. Walau di Bukittinggi sering hujan, hal tersebut tidak mencegah para wisatawan untuk datang ke kota yang banyak disebut orang sebagai kota paling ramah di pulau Sumatra.
Banyak wisatawan yang datang untuk mengunjungi Ngarai Sianok yang mengagumkan, jurang batu besar diselimuti pepohonan yang tumbuh di atasnya dan pegunungan sekitar secara dramatis menjadikan ngarai ini pemandangan yang sangat memikat hati.
Tempat ini merupakan tempat yang cocok jika anda menginginkan petualangan yang lebih menantang. Bandingkan dengan tempat lain di Sumatra, Bukittinggi hanya menerima sedikit pengunjung yang menjadikan kota sebagai markas pendakian yang dekat atau melakukan tur kebudayaan ke dataran tinggi Minagkabau. Masyarakat Bukittinggi dihuni ribuan masyarakat multietnik. Mereka hidup bersahaja dan berdampingan dalam harmoni kerukunan hidup.

Terletak di barat daya Bukittinggi, Ngarai Sianok yang mengagumkan merupakan keajaiban geografis yang unik. Jika ingin merasakan suasana yang mencekam, kunjungi Ngarai Sianok pada dini hari. Saat kegelapan di waktu subuh merayap melewati puncak Gunung Singgalang, selimut kabut membawa kita melihat Ngarai Sianok dengan kedalaman100 meter. Sungai yang berkelok-kelok melalui sawah lenyap bagai kabut. Ngarai Sianok merupakan bagian dari retakan bukit teknonik. Ngarai Sianok memiliki dinding yang curam dan dasar jurang yang datar. Para photographer akan sibuk mengambil gambar dari pemandangan ngarai yang spektakuler ini. Pemandangan ngarai terbaik yang bisa kita lihat adalah melalui Taman Panorama yang merupakan tempat yang terkenal bagi penduduk setempat untuk berjalan-jalan di sore hari.
Landmark yang paling tersohor di kota Bukittinggi adalah Jam Gadang. Dari sana kita dapat melihat pemandangan pasar yang ramai dan merupakan tempat terbaik untuk berbelanja oleh-oleh khas Sumatra Barat.
Dapatkan pengetahuan tentang kebudayaan Minang dengan menghadiri pertunjukan tari di museum terbuka yang diselenggarakan setiap hari Minggu dan hari libur nasional serta pertunjukan tari pada malam hari di Sliguri. Selain itu, Anda juga dapat menonton pertunjukan bullfight di Padang lawas (6 km Selatan Bukittinggi) setiap hari Selasa pukul 5 sore. 
Napak tilas ke kota bekas penjajahan Belanda dengan melihat keruntuhan Fort de Kock, benteng Belanda yang dibangun tahun 1825. Karena banyak benteng yang sudah rusak, ada menara yang merupakan tempat yang sempurna jika ingin melihat matahari terbenam dan melihat pemandangan Gunung Merapi yang sesekali mengeluarkan asap.   
Bagi Anda yang enerjik, tidak ada salahnya untuk mendaki Kota Gadang, desa kecil pandai perak beberapa kilometer dari Bukittinggi. Di sini Anda akan menemukan berbagai macam barang-barang perak yang murah, mulai dari barang perhiasan dari benang mas yang sangat halus sampai jepitan dengan motif bunga. Jika tidak ingin berjalan kaki, Anda dapat menaiki opelet dari terminal bus Aur Kunung. Beberapa tur agensi di Bukittinggipun ada yang menyediakan perjalanan ke Kota Gadang.
Jika Anda memiliki banyak waktu, sebaiknya Anda mengunjungi Museum Rumah Gadang, rumah keluarga besar Minangkabau tradisional yang dibangun pada abad ke-19. Dari Bukittinggi, Anda juga dapat mengunjungi cagar alam Harau, Kerajaan Pagaruyung Minangkabau, Danau Maninjau, Danau Singkarak dan Ngarai Sianok. 

Danau Maninjau yang Menyegarkan 
Danau Maninjau yang indah di Sumatra Barat adalah salah satu yang terhening di Indonesia. Dengan seluas 100 m², danau ini merupakan kejaiban alam yang luar biasa dan tempat yang tepat untuk menenangkan diri dan menikmati suasana hidup yang tenang. Datanglah ke danau kuno ini untuk melarikan diri Anda dari kesibukan dan keramaian kota. Danau Maninjau mempunyai pemandangan yang sangat indah bertengger di perbukitan setinggi 461 meter di atas permukaan laut.

Untuk sampai ke danau ini, Anda harus mengambil jalan curam menurun dari Bukittinggi. Perjalanan akan berliku-liku dengan tikungan tajam. Perjalanan ke danau ini jelas akan memukau Anda dengan pemandangan luar biasa ke arah danau biru berkilauan dan bukit-bukit sekitarnya.

Danau ini lebih dari sekedar landmark indah tetapi  juga merupakan warisan budaya masyarakat setempat. Legenda Bujang Sembilan mewarnai kisah danau ini. Menurut cerita rakyat setempat, salah seorang pria dalam kisah itu mati dengan cara terjun ke kawah kemudian kawah meluas dan membentuk sebuah danau.

Dengan mengagumi pemandangan dan kedamaiannya, kunjungan ke Danau Maninjau akan membuat pikiran Anda disegarkan. Jika Anda mencari pemandangan yang fantastis maka resort Maninjau bertengger di puncak bukit  menawarkan beberapa pemandangan terbaik danau ini.

Desa Maninjau terletak di dekat danau dan tempat ini terkenal sebagai tanah kelahiran Buya HAMKA. Seorang novelis  terkenal di Indonesia yang menulis buku fenomenal berjudul "Tenggelamnya Kapal Van der Wijk". Tokoh lain yang lahir di sini adalah Rangkayo Rasuna Said, yaitu salah satu Pahlawan Nasional Indonesia. Namanya telah diabadikan sebagai salah satu jalan protokol di Ibu Kota DKI Jakarta. 

Danau Singkarak 
Sebuah gambar lukis panorama alam dari tahun 1905 menampilkan keindahan Danau Singkarak. Bukan dari tangan seorang pelukis melainkan oleh seorang peneliti yang saat itu sedang berada Hindia Belanda. Adalah Ernst Haeckel, naturalis  asal Jerman yang terkesima dengan indahnya panorama danau nan cantik ini sehingga ia pun seakan tak tahan untuk menuangkannya pada sebuah gambar lukis.

Danau Singkarak adalah sebuah danau kawah yang sangat besar di dalam pemandangan alam vulkanik yang dramatis. Tersebar di dua kabupaten, Solok dan Tanah Datar, danau besar dengan luas 1.000 hektar. Danau terluas di Sumatera dan danau terbesar kedua di pulau tersebut, setelah Danau Toba.
Sebuah dunia yang tenang, pemandangan menakjubkan dan spektakuler menanti di sini. Di sini Anda dapat merangkul keindahan alam Indonesia yang sangat terkenal. Keindahan Danau Singkarak sudah tersebar sejak 1905 saat seorang naturalis bernama Ernst Haeckel mengenalkannya dalam sebuah buku biology. Ernst Haeckel terkesima dengan indahnya panorama danau nan cantik ini sehingga ia pun seakan tak tahan untuk menuangkannya pada sebuah gambar lukis.
Danau Singkarak terkenal dengan ikan Bilih nya yang merupakan spesies ikan yang hanya hidup di danau ini saja. Ikan ini sangat unik karena tidak dapat bertahan hidup di mana saja, bahkan di dalam akuarium  kecuali di Danau Singkarak.
Di Danau Singkarak hidup lebih dari 19 jenis ikan dan yang istimewanya adalah ikan bilih (Mystacoleucus padangensis). Ikan tersebut sulit dibudidayakan di luar Singkarak dan bila dipaksakan pun rasanya akan berbeda, bahkan sekalipun dengan dibudidayakan dalam jala terapung yang ada di Danau Singkarak. Olahan ikan bilih biasanya digoreng kering atau dicocol dengan sambal hijau. Pastikan Anda membeli oleh-oleh ikan bilih yang telah digoreng kering dalam bungkusan untuk dibawa pulang. 

Danau Kembar: Keindahan Alam Berselimut Nuansa Mistis 
Kabupaten Solok merupakan wilayah yang memiliki danau-danau indah. Daerah hijau dan subur ini berada pada ketinggian 400-1.700 mdpl dan memiliki empat buah danau, yaitu Danau Singkarak, Danau Talang, Danau Diateh (Diatas), dan Danau Dibawah. Dua danau terakhir disebut sebagai Danau Kembar karena hampir sama luasnya dan letaknya berdekatan.
Danau Kembar terletak di Kabupaten Solok, tepatnya di daerah Bungo Tanjung, Alahan Panjang. Lokasi danau ini sangat strategis dan terletak di atas ketinggian sehingga suhu udaranya sangat dingin. Pegunungannya yang dibalut kabut dan aktivitas petani kol, kentang, cabe, dan aneka sayuran lainnya menjadi menjadi pemandangan tersendiri yang khas.
Alahan Panjang memiliki udara yang cukup dingin bahkan saat siang hari sekalipun. Anda akan melihat pemandangan yang biasa di sini dimana masyarakatnya mengenakan kain sarung.
Dari kota Padang, Danau Kembar berjarak sekitar 65 km melewati jalan tanjakan dan tikungan. 15 km perjalanan meninggalkan pusat kota Padang maka Anda akan disuguhi pemandangan perbukitan, hutan, dan jurang yang curam. Begitu sampai di Lubuk Selasih, sekitar 35 km dari pusat kota Padang, Anda berbeloklah ke kanan untuk menuju arah Solok Selatan untuk menikmati suguhan aroma daun teh segar di antara hamparan perkebunannya yang membentang luas.
..Dari puncak bukit Anda akan melihat kilatan ikan berenang di Danau Dibawah.
Danau Diatas dan Danau DiBawah sering disebut juga sebagai Danau Kembar. Meskipun disebut kembar, keduanya sungguh berbeda baik luas, bentuk, maupun ketinggiannya. Uniknya danau yang letaknya lebih tinggi itu disebut Danau Di bawah. Keduanya berada saling berdampingan di jajaran Bukit Barisan. Jarak di antara keduanya hanya sekitar 300 meter sehingga disebutlah Danau Kembar.
Anda yang hobi memancing bisa menyalurkannya di sini. Anda juga bisa melihat Gunung Api Talang yang masih aktif. Kawasan Danau Kembar juga memiliki agroturis yang luas dan khas, seperti perkebunan teh, markisa, dan sayur-mayur. Di kawasan ini juga tersedia wisata outbond, tracking, olah raga air, dan kegiatan rekreasi lainnya. Sepulang menikmati panorama Danau Kembar, Anda dapat membeli beraneka ragam jenis bunga di sekitar danau.

Keperawanan alam dan keaslian budaya masih kental di daerah ini.  Bila Anda datang dari arah Solok maka bisa langsung menuju Danau Dibawah dari Terminal Bareh Solok. Jalannya memang sedikit sempit namun pemandangannya sangat mengagumkan. Hutan pinus, perkebunan teh dan lembah akan Anda lewati. Sekitar 3 jam perjalanan, Anda akan sampai ke danau pertama, yaitu Danau Diatas.Danau Diatas adalah danau yang lebih besar dibanding satunya. Terdapat sebuah dermaga kayu kecil di sana. Tempat ini menyajikan pemandangan danau yang alami dengan air yang bening. Pohon-pohon pinus yang tumbuh di tepian membuatnya seakan dijaga pagar alami.
Setelah menikmati Danau Diatas, Anda bisa menuju arah Timur untuk menjumpai Danau Dibawah. Danau Dibawah berjarak kira-kira 1 km di tempat yang terletak lebih tinggi. Danau tersebut dinamakan Danau Dibawah karena ketika melihatnya, danau tersebut terletak di bawah Anda. Anda harus berjalan ke tempat yang lebih tinggi untuk melihat danau ini. Kontur Alahan Panjang yang berbukit-bukit, membuatnya seperti mangkuk hijau raksasa. Panorama yang disajikan di sini tak kalah indahnya sambil menikmati buah markisa yang banyak dijual di sepanjang jalan.
Danau Kembar merupakan danau vulkanik besar yang terletak tidak berjauhan dan hampir berdampingan karena dipisahkan oleh sebuah bukit yang menjulang di antara keduanya. Keindahan kedua danau ini bisa Anda saksikan dari puncak bukit tersebut. Apabila Anda perhatikan dari atas bukit tersebut maka terlihat posisinya yang lebih dibawah adalah Danau Diatas dan sebaliknya Danau Dibawah jauh lebih di atas ketimbang kembarannya. Akan tetapi bila diukur maka Danau Diatas lebih tinggi posisinya.
Ikan-ikan di Danau Dibawah jarang ditangkap sehingga ukurannya besar dan jumlahnya cukup banyak. Dari puncak bukit Anda akan melihat kilatan dari ikan berenang di Danau Dibawah.
Danau Kembar memiliki nuansa magis ditambah budaya masyarakat setempat yang terkenal kental dengan ilmu mistisnya. Bahkan ilmu mistis masyarakat Danau Kembar  sudah terkenal di Kabupaten Solok. Banyak yang datang ke daerah ini untuk belajar ilmu kebatinan atau belajar silat yaitu silek pakieh rabun atau silek luncue.

Tidak ada komentar: