Bunker Jepang
Anda dapat melihat bagaimana tempat ini
menjadi benteng pertahanan yang kuat. Terowongan ini berdiameter tiga
meter dan mempunyai dinding yang begitu tebal sehingga suara diluar
sana tidak dapat terdengar. Terowongan ini termasuk luas, hampir dua
hektar, dan memiliki enam pintu. Satu pintu terletak di Taman Panorama
sementara yang lain di jalan menuju Ngarai Sianok.
Ngarai Sianok
Ngarai Sianok memiliki dua dinding yang hampir vertikal dan saling
berhadapan. Tingginya sekitar 100 sampai 200 meter dan panjangnya
sekitar 15 km. Dinding ini membentuk ngarai dimana Anda bisa melihat
ladang padi yang luas dan sungai. Ngarai ini dipisahkan oleh Bukittinggi
dan Gunung Singgalang.
Keindahan Ngarai Sianok dapat dilihat dari Taman Panorama di Bukittinggi atau Anda bisa juga pergi langsung ke Ngarai, yang merupakan area pemukiman dan ladang padi. Untuk menikmati pemandangan dari taman, para pengunjung bisa membayar biaya masuk sebesar Rp. 5.000 per orang. Selain keindahan ngarai, pengunjung juga bisa mengunjungi bunker Jepang yang berada di dasar ngarai. Ngarai Sianok adalah tempat terindah di Sumatra Barat, apalagi pada saat matahari terbit dan tenggelam.
Keindahan Ngarai Sianok dapat dilihat dari Taman Panorama di Bukittinggi atau Anda bisa juga pergi langsung ke Ngarai, yang merupakan area pemukiman dan ladang padi. Untuk menikmati pemandangan dari taman, para pengunjung bisa membayar biaya masuk sebesar Rp. 5.000 per orang. Selain keindahan ngarai, pengunjung juga bisa mengunjungi bunker Jepang yang berada di dasar ngarai. Ngarai Sianok adalah tempat terindah di Sumatra Barat, apalagi pada saat matahari terbit dan tenggelam.
Desa Madobak, Ugai dan Matotonan
Madobak, contohnya sangat terkenal
dengan air terjun Kulu Kubuk yang dingin. Air terjun ini memiliki dua
tingkatan dengan tinggi 70 meter. Setiap desa juga terkenal dengan rumah
tradisionalnya, secara lokal dikenal dengan Uma, dan upacara tradisionalnya yang dipentaskan oleh Sikerei atau Shaman.
Upacara tradisional ini biasanya
dipentaskan selama pesta pernikahan dan memasuki rumah baru, tujuanya
untuk mengusir roh-roh jahat. Shaman di ketiga desa ini masih setia
mengenakan celana dalam dan ikat kepala (Luat) yang terbuat dari
manik-manik berwarna-warni. Beberapa penduduk lokal masih memiliki tato
tradisional Mentawai yang terbuat dari tebu dan pewarna arang kelapa.
Tato ini dibuat dengan menggunakan paku dan jarum dan dua buah kayu
sebagai bantalan dan palu. Menurut penduduk lokal, proses membuat tato
ini sangat menyakitkan.
Anda tidak boleh melewatkan budaya tradisional mentawai yang unik ini!
Taman Nasional Kerinci Seblat
Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS)
adalah area konservasi alam. Taman seluas 1.368.000 Ha (hasil tata
batas) ini terletak di empat provinsi, yaitu: Sumatera Barat, Jambi,
Bengkulu, dan Sumtera Selatan. Taman nasional ini merupakan penyatuan
dari beberapa cagar alam, yaitu Inderapura dan Bukit Tapan, serta Suaka
Margasatwa Rawasa Huku Lakitan-Bukit Kayu Embun dan Gedang Seblat.
Kawasan tersebut berfungsi sebagai hidro-orologis yang sangat vital
bagi wilayah sekitarnya.
Flora yang dilindungi di TNKS termasuk Kantung Semar (Nephents Ampularia),
Bunga Anggrek dan diantaranya tumbuhan-tumbuhan tropikal. Fauna yang
dilindungi termasuk Macan, Beruang, Rusa dan jenis-jenis primata dan
burung.
Endemik primata yang dilindungi di TNKS termasuk Simpai, Ungkou, Siamang (Symphanlangus Syndactylus),
monyet dan monyet berhidung panjang. Berbagai jenis burung termasuk
Rangkong, Tohtor dan burung Kuau serta Elang. Kebanyakan adalah fauna
yang langka.
TNKS adalah tujuan wisata yang spesial. Ini berarti TNKS adalah tempat
yang tepat untuk pencinta alam yang suka menjelajah di dalam hutan. Trekking
ke pusat-pusat resor harus dipandu oleh petugas yang berpengalaman.
Jika Anda ingin bermalam, Anda bisa ditemani oleh penduduk lokal untuk
membawa tenda dan perlengkapan memasak Anda.
TNKS adalah area yang sulit karena kemiringannya yang 90 derajat, berlumpur dan terdapat sungai kecil berbatu.
TNKS adalah area yang sulit karena kemiringannya yang 90 derajat, berlumpur dan terdapat sungai kecil berbatu.
Pantai Air Manis: Melihat Legenda Batu Malin Kundang
Pantai Air Manis adalah tempat wisata
favorit bagi wisatawan lokal dan asing karena memiliki gelombang yang
rendah dan pemandangan indah Gunung Padang. Ada juga sebuah pulau kecil
bernama Pisang Kecil. Dari pagi hingga sore, Anda bisa berjalan kaki ke
pulau yang memiliki luas satu hektar ini melalui air dangkal. Di sore
hari, air pasang mulai naik dan Anda harus menggunakan perahu untuk
kembali. Di sebelah kanannya, ada pulau lain yang disebut Pisang Besar.
Penduduk lokal di pulau ini sebagian besar petani dan nelayan.
Jam Gadang
Jam
Gadang merupakan ikon Bukittinggi. Dalam bahasa Indonesia, Jam Gadang
berarti jam besar dan memang besar! Tingginya 26 meter dibangun pada
tahun 1826 sebagai hadiah dari Ratu Belanda kepada sekretaris kota, Rook
Maker. Atapnya telah berubah tiga kali mencerminkan perubahan dalam
sejarah kota itu sendiri. Pada masa Belanda, atapnya bulat dengan patung
ayam jantan di atasnya. Saat ini atapnya mencerminkan arsitektur rumah
tradisional Minangkabau.
Satu hal yang unik dari jam ini adalah
angka romawi IV di dalam jam, karena ditulis dengan 'IIII'. Jam Gadang
terletak di dalam taman seluas 100 meter. Dekat jam adalah Pasar Atas,
yang merupakan pusat perdagangan di Bukittinggi.
Bukittinggi: Kota Sejuk dengan Panorama Alam Memukau
Bukittinggi adalah nama sebuah kota yang
terletak di bagian utara Provinsi Sumatera Barat. Dua kata yang
terhimpun jadi satu, mempunyai makna identik dengan letaknya pada
ketinggian perbukitan. Terletak di tengah Pulau Sumatra dengan fisik
berbukit dan berlembah, serta berhawa sejuk dan nyaman.
Kota Bukittinggi akan memukau hati Anda,
dengan ketinggian 904-941 meter di atas permukaan laut menjadikan udara
bukit tinggi jadi terasa sangatlah sejuk. Suhunya mencapai sekitar
16-23 drajat celcius. kontur tanah di kota ini berbukit-bukit, ada
sekitar ada 27 bukit yang terdapat dalam wilayah kota Bukittinggi,
Apabila perjalanan menggunakan mobil maka tak akan terasa bosan.
Bukittinggi merupakan pusat kebudayaan
Sumatra Barat, terletak di dataran tinggi sebelah utara Padang di bukit
Agam. Berbeda dengan Padang yang merupakan pusat roda pemerintahan dan
perdagangan modern maka Bukittinggi adalah kota yang tenang dihiasi oleh
panorama alam yang sungguh tiada duanya. Lembahnya yang sangat terkenal
adalah Ngarai Sianok dengan kedalaman 100 M dan kemiringan antara 800 –
900 adalah salah satu daya tarik kota Bukittinggi dijadikan sebagai
kota wisata. Keagungan Gunung Merapi, Gunung Singgalan dan, Gunung Sago
pun ikut menghiasi moleknya kota Jam Gadang ini.
Banyak wisatawan yang datang untuk
mengunjungi Ngarai Sianok yang mengagumkan, jurang batu besar diselimuti
pepohonan yang tumbuh di atasnya dan pegunungan sekitar secara dramatis
menjadikan ngarai ini pemandangan yang sangat memikat hati.
Tempat ini merupakan tempat yang cocok
jika anda menginginkan petualangan yang lebih menantang. Bandingkan
dengan tempat lain di Sumatra, Bukittinggi hanya menerima sedikit
pengunjung yang menjadikan kota sebagai markas pendakian yang dekat atau
melakukan tur kebudayaan ke dataran tinggi Minagkabau. Masyarakat
Bukittinggi dihuni ribuan masyarakat multietnik. Mereka hidup bersahaja
dan berdampingan dalam harmoni kerukunan hidup.
Terletak
di barat daya Bukittinggi, Ngarai Sianok yang mengagumkan merupakan
keajaiban geografis yang unik. Jika ingin merasakan suasana yang
mencekam, kunjungi Ngarai Sianok pada dini hari. Saat kegelapan di waktu
subuh merayap melewati puncak Gunung Singgalang, selimut kabut membawa
kita melihat Ngarai Sianok dengan kedalaman100 meter. Sungai yang
berkelok-kelok melalui sawah lenyap bagai kabut. Ngarai Sianok merupakan
bagian dari retakan bukit teknonik. Ngarai Sianok memiliki dinding yang
curam dan dasar jurang yang datar. Para photographer akan sibuk
mengambil gambar dari pemandangan ngarai yang spektakuler ini.
Pemandangan ngarai terbaik yang bisa kita lihat adalah melalui Taman
Panorama yang merupakan tempat yang terkenal bagi penduduk setempat
untuk berjalan-jalan di sore hari.
Dapatkan pengetahuan tentang kebudayaan
Minang dengan menghadiri pertunjukan tari di museum terbuka yang
diselenggarakan setiap hari Minggu dan hari libur nasional serta
pertunjukan tari pada malam hari di Sliguri. Selain itu, Anda juga dapat
menonton pertunjukan bullfight di Padang lawas (6 km Selatan
Bukittinggi) setiap hari Selasa pukul 5 sore.
Napak tilas ke kota bekas penjajahan Belanda dengan melihat keruntuhan Fort de Kock,
benteng Belanda yang dibangun tahun 1825. Karena banyak benteng yang
sudah rusak, ada menara yang merupakan tempat yang sempurna jika ingin
melihat matahari terbenam dan melihat pemandangan Gunung Merapi yang
sesekali mengeluarkan asap.
Jika
Anda memiliki banyak waktu, sebaiknya Anda mengunjungi Museum Rumah
Gadang, rumah keluarga besar Minangkabau tradisional yang dibangun pada
abad ke-19. Dari Bukittinggi, Anda juga dapat mengunjungi cagar alam
Harau, Kerajaan Pagaruyung Minangkabau, Danau Maninjau, Danau Singkarak
dan Ngarai Sianok.
Danau Maninjau yang Menyegarkan
Danau
Maninjau yang indah di Sumatra Barat adalah salah satu yang terhening
di Indonesia. Dengan seluas 100 m², danau ini merupakan kejaiban alam
yang luar biasa dan tempat yang tepat untuk menenangkan diri dan
menikmati suasana hidup yang tenang. Datanglah ke danau kuno ini untuk
melarikan diri Anda dari kesibukan dan keramaian kota. Danau Maninjau
mempunyai pemandangan yang sangat indah bertengger di perbukitan
setinggi 461 meter di atas permukaan laut.
Untuk sampai ke danau ini, Anda harus mengambil jalan curam menurun dari Bukittinggi. Perjalanan akan berliku-liku dengan tikungan tajam. Perjalanan ke danau ini jelas akan memukau Anda dengan pemandangan luar biasa ke arah danau biru berkilauan dan bukit-bukit sekitarnya.
Danau ini lebih dari sekedar landmark
indah tetapi juga merupakan warisan budaya masyarakat setempat.
Legenda Bujang Sembilan mewarnai kisah danau ini. Menurut cerita rakyat
setempat, salah seorang pria dalam kisah itu mati dengan cara terjun ke
kawah kemudian kawah meluas dan membentuk sebuah danau.
Dengan mengagumi pemandangan dan
kedamaiannya, kunjungan ke Danau Maninjau akan membuat pikiran Anda
disegarkan. Jika Anda mencari pemandangan yang fantastis maka resort
Maninjau bertengger di puncak bukit menawarkan beberapa pemandangan
terbaik danau ini.
Desa Maninjau terletak di dekat danau
dan tempat ini terkenal sebagai tanah kelahiran Buya HAMKA. Seorang
novelis terkenal di Indonesia yang menulis buku fenomenal berjudul "Tenggelamnya Kapal Van der Wijk".
Tokoh lain yang lahir di sini adalah Rangkayo Rasuna Said, yaitu salah
satu Pahlawan Nasional Indonesia. Namanya telah diabadikan sebagai salah
satu jalan protokol di Ibu Kota DKI Jakarta.
Danau Singkarak
Sebuah gambar lukis panorama alam dari tahun 1905 menampilkan keindahan Danau Singkarak. Bukan dari tangan seorang pelukis melainkan oleh seorang peneliti yang saat itu sedang berada Hindia Belanda. Adalah Ernst Haeckel, naturalis asal Jerman yang terkesima dengan indahnya panorama danau nan cantik ini sehingga ia pun seakan tak tahan untuk menuangkannya pada sebuah gambar lukis.
Danau Singkarak adalah sebuah danau
kawah yang sangat besar di dalam pemandangan alam vulkanik yang
dramatis. Tersebar di dua kabupaten, Solok dan Tanah Datar, danau besar
dengan luas 1.000 hektar. Danau terluas di Sumatera dan danau terbesar
kedua di pulau tersebut, setelah Danau Toba.
Sebuah dunia yang tenang, pemandangan
menakjubkan dan spektakuler menanti di sini. Di sini Anda dapat
merangkul keindahan alam Indonesia yang sangat terkenal. Keindahan Danau
Singkarak sudah tersebar sejak 1905 saat seorang naturalis bernama
Ernst Haeckel mengenalkannya dalam sebuah buku biology. Ernst Haeckel
terkesima dengan indahnya panorama danau nan cantik ini sehingga ia pun
seakan tak tahan untuk menuangkannya pada sebuah gambar lukis.
Danau Singkarak terkenal dengan ikan
Bilih nya yang merupakan spesies ikan yang hanya hidup di danau ini
saja. Ikan ini sangat unik karena tidak dapat bertahan hidup di mana
saja, bahkan di dalam akuarium kecuali di Danau Singkarak.
Di Danau Singkarak hidup lebih dari 19 jenis ikan dan yang istimewanya adalah ikan bilih (Mystacoleucus padangensis).
Ikan tersebut sulit dibudidayakan di luar Singkarak dan bila dipaksakan
pun rasanya akan berbeda, bahkan sekalipun dengan dibudidayakan dalam
jala terapung yang ada di Danau Singkarak. Olahan ikan bilih biasanya
digoreng kering atau dicocol dengan sambal hijau. Pastikan Anda membeli
oleh-oleh ikan bilih yang telah digoreng kering dalam bungkusan untuk
dibawa pulang. Danau Kembar: Keindahan Alam Berselimut Nuansa Mistis
Danau Kembar terletak di Kabupaten
Solok, tepatnya di daerah Bungo Tanjung, Alahan Panjang. Lokasi danau
ini sangat strategis dan terletak di atas ketinggian sehingga suhu
udaranya sangat dingin. Pegunungannya yang dibalut kabut dan aktivitas
petani kol, kentang, cabe, dan aneka sayuran lainnya menjadi menjadi
pemandangan tersendiri yang khas.
Alahan Panjang memiliki udara yang
cukup dingin bahkan saat siang hari sekalipun. Anda akan melihat
pemandangan yang biasa di sini dimana masyarakatnya mengenakan kain
sarung.
Dari kota Padang,
Danau Kembar berjarak sekitar 65 km melewati jalan tanjakan dan
tikungan. 15 km perjalanan meninggalkan pusat kota Padang maka Anda akan
disuguhi pemandangan perbukitan, hutan, dan jurang yang curam. Begitu
sampai di Lubuk Selasih, sekitar 35 km dari pusat kota Padang, Anda
berbeloklah ke kanan untuk menuju arah Solok Selatan untuk menikmati
suguhan aroma daun teh segar di antara hamparan perkebunannya yang
membentang luas.
..Dari puncak bukit Anda akan melihat kilatan ikan berenang di Danau Dibawah.
Danau Diatas dan Danau DiBawah sering
disebut juga sebagai Danau Kembar. Meskipun disebut kembar, keduanya
sungguh berbeda baik luas, bentuk, maupun ketinggiannya. Uniknya danau
yang letaknya lebih tinggi itu disebut Danau Di bawah. Keduanya berada
saling berdampingan di jajaran Bukit Barisan. Jarak di antara keduanya
hanya sekitar 300 meter sehingga disebutlah Danau Kembar.
Anda yang hobi memancing bisa
menyalurkannya di sini. Anda juga bisa melihat Gunung Api Talang yang
masih aktif. Kawasan Danau Kembar juga memiliki agroturis yang luas dan
khas, seperti perkebunan teh, markisa, dan sayur-mayur. Di kawasan ini
juga tersedia wisata outbond, tracking, olah raga
air, dan kegiatan rekreasi lainnya. Sepulang menikmati panorama Danau
Kembar, Anda dapat membeli beraneka ragam jenis bunga di sekitar danau.
Setelah menikmati Danau Diatas, Anda
bisa menuju arah Timur untuk menjumpai Danau Dibawah. Danau Dibawah
berjarak kira-kira 1 km di tempat yang terletak lebih tinggi. Danau
tersebut dinamakan Danau Dibawah karena ketika melihatnya, danau
tersebut terletak di bawah Anda. Anda harus berjalan ke tempat yang
lebih tinggi untuk melihat danau ini. Kontur Alahan Panjang yang
berbukit-bukit, membuatnya seperti mangkuk hijau raksasa. Panorama yang
disajikan di sini tak kalah indahnya sambil menikmati buah markisa
yang banyak dijual di sepanjang jalan.
Danau Kembar merupakan danau vulkanik
besar yang terletak tidak berjauhan dan hampir berdampingan karena
dipisahkan oleh sebuah bukit yang menjulang di antara keduanya.
Keindahan kedua danau ini bisa Anda saksikan dari puncak bukit
tersebut. Apabila Anda perhatikan dari atas bukit tersebut maka
terlihat posisinya yang lebih dibawah adalah Danau Diatas dan
sebaliknya Danau Dibawah jauh lebih di atas ketimbang kembarannya. Akan
tetapi bila diukur maka Danau Diatas lebih tinggi posisinya.
Ikan-ikan di Danau Dibawah jarang
ditangkap sehingga ukurannya besar dan jumlahnya cukup banyak. Dari
puncak bukit Anda akan melihat kilatan dari ikan berenang di Danau
Dibawah.
Danau Kembar memiliki nuansa magis
ditambah budaya masyarakat setempat yang terkenal kental dengan ilmu
mistisnya. Bahkan ilmu mistis masyarakat Danau Kembar sudah terkenal
di Kabupaten Solok. Banyak yang datang ke daerah ini untuk belajar ilmu
kebatinan atau belajar silat yaitu silek pakieh rabun atau silek
luncue.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar