Bagaimana mengantisipasi perubahan
pola konsumen? Mungkin sudah saatnya perusahaan harus meninjau ulang penampilan
produk, atau mengatur kembali mata rantai distribusi, atau mengubah
kedua-duanya. Kunci pemasaran terletak pada tiga faktor ini: pengamatan trend
secara cermat, antisipasi terhadap setiap perubahan, dan bertindak tepat waktu.
Umumnya perusahaan kecil gagal mencapai target pasar oleh karena pemilik dan
para manajer tidak jeli atau bahkan tidak sadar akan kelemahan produk barang
dan jasa yang dihasilkannya. Taruhlah mereka sempat mengetahui itu, tapi
biasanya tidak mendeteksinya secara dini. Sebuah produk segera melemah apabila
ia tidak lagi memenuhi selera pasar, atau tidak sanggup mengimbangi preferensi
konsumen atau kemauan pelanggan yang berubah.
Pada hematnya, untuk mampu
mempertahankan produk barang atau jasa supaya tetap diminati konsumen terletak
pada kepekaan menengok ke belakang untuk memandang ke depan. Ujilah apa saja
yang sudah dilakukan di waktu-waktu lalu hingga detik ini untuk bisa mengetahui
kelemahan dan kekuatan pemasaran. Lihatlah ke depan dan rencanakan perubahan
seperlunya untuk menanggulangi kelemahan-kelemahan tadi, dan sebaliknya dari
situ bisa lebih mempertajam keunggulan.
Daya jual produk harus selalu diuji
setiap periode tertentu untuk mengetahui seberapa besar ia masih menimbulkan
kepuasan. Biaya-biaya penjualan harus pula ditelusuri. Walaupun tingkat penjualan
menanjak sepanjang tahun yang baru lewat, namun berbahaya bila berasumsi bahwa
itu merupakan indikasi tidak adanya unsur-unsur yang melemahkan.
Bila pun terjadi kecenderungan
menurun, hati-hati, dan jangan menganggap itu hanya penurunan rutin karena
bulan-bulan penjualan sedang sepi. Mungkin saja masa perputaran produk (product
life cycle) memang sudah waktunya menukik. Jika demikian perlu segera
dipikirkan tindakan inovasi atau perombakan produk baik kualitas, penampilan,
harga, desain, ataupun cara-cara pelayanan.
Ujilah produk dengan mencari jawaban
atas beberapa pertanyaan di bawah ini:
• Apakah terjadi “penurunan”
persentase dalam kenaikan penjualan sekarang ini? (Misalnya, kenaikan hanya 5%
dibanding 10% tahun sebelumnya). Apa penyebabnya? Andaikan levelnya sama dengan
tahun kemarin, lihat pertumbuhan saingan sebagai barometer. Bisa juga pembaca
trend pertumbuhan ekonomi lingkungan; kalau pertumbuhannya lebih besar dari
rata-rata sales perusahaan, berarti ada sesuatu yang salah.
• Apakah wilayah pemasaran sekarang sudah jenuh? Jika belum, kapan saatnya menambah volume produk di pasar tadi sebelum mem-perluas ke wilayah pemasaran baru? Apakah biaya pemasaran (termasuk iklan) meningkat? Mengapa? Mengapa pula tingkat keuntungan merosot? Apakah penurunan penjualan disebabkan oleh produk-produk baru yang dilontarkan kompetitor?
• Apakah wilayah pemasaran sekarang sudah jenuh? Jika belum, kapan saatnya menambah volume produk di pasar tadi sebelum mem-perluas ke wilayah pemasaran baru? Apakah biaya pemasaran (termasuk iklan) meningkat? Mengapa? Mengapa pula tingkat keuntungan merosot? Apakah penurunan penjualan disebabkan oleh produk-produk baru yang dilontarkan kompetitor?
Kelemahan Distribusi
Carilah kelemahan di sepanjang mata rantai pemasaran. Periksa semua lapisan penjualan: bila perusahaan menggunakan cara pemasaran langsung dengan menggunakan organisasi penjualan sendiri atau melalui outlet, menggunakan agen, distributor, retailer, atau kombinasi dari semuanya, temukan di mana titik paling kritis di mata rantai itu.
Carilah kelemahan di sepanjang mata rantai pemasaran. Periksa semua lapisan penjualan: bila perusahaan menggunakan cara pemasaran langsung dengan menggunakan organisasi penjualan sendiri atau melalui outlet, menggunakan agen, distributor, retailer, atau kombinasi dari semuanya, temukan di mana titik paling kritis di mata rantai itu.
Memang, dalam gejolak peru¬bahan
tuntutan konsumen yang selalu bergeser, liku-liku distribusi sewaktu-waktu
dapat kehilangan efektivitas yang diakibatkan oleh kebiasaan membeli (konsumen)
yang berubah; atau pengembangan cara-cara baru dalam bersaing; atau malah
terjadi perubahan selera konsumen. Bila sudah begitu, bisa-bisa mata rantai
distribusi yang tadinya kita anggap paling jitu tiba-ti-ba berbalik menjadi
jelek. Betul, terkadang sangat sukar untuk mengetahui efektif-tidaknya mata
rantai distribusi. Tapi masalah abstrak itu bisa diraba melalui pencaharian
jawaban atas pertanyaan seperti ini:
• Siapa pembeli produk?
• Di mana mereka mendapat-kannya?
• Kebiasaan membeli dalam jumlah ?
• Siklus pembelian (mingguan, bulanan)?
• Apakah masyarakat pembeli puas dengan cara penjualan sekarang?
• Di mana mereka mendapat-kannya?
• Kebiasaan membeli dalam jumlah ?
• Siklus pembelian (mingguan, bulanan)?
• Apakah masyarakat pembeli puas dengan cara penjualan sekarang?
Jawaban atas rangkaian pertanyaan
itu bisa diperoleh dari analisa fakta tentang pemesanan-pemesanan ulang produk
Anda. Bila menggunakan distributor, mereka juga bisa dimintai informasi. Cara
yang cukup efektif ialah penyebaran kartu angket kepada konsumen, atau perlu
dipikirkan untuk mengadakan survai lewat jasa perusahaan riset.
Sumber informasi lain yang sering
diabaikan ialah asosiasi, terbitan bisnis, sensus ekonomi oleh instansi
pemerintah (BPS, misalnya). Data-data yang perlu Anda ketahui: jenjang populasi
masyarakat konsumen (pengguna jasa), karakteristik mereka, tingkat penghasilan,
preferensi pelanggan, konsentrasi pemasaran selama ini, dan seterusnya. Singkat
kata, sebagai pemimpin dan manajer perusahaan, Anda tidak boleh kehilangan
mo¬mentum untuk mengikuti trend bisnis, pergeseran penghasilan (daya beli) dan
perubahan pola konsumsi.
Bahkan sebuah industri (produsen)
besar harus bersikap dinamis dan senantiasa siap melakukan penyesuaian dalam
pola distribusi bila sudah diketahui bahwa konsumen telah mengubah kebiasaan
membeli. Belakangan ini pola keinginan konsumen makin cenderung berubah. Lihat
saja, di bidang pangan: permintaan sudah mengarah pada makanan yang tersedia
secara “convenience”, misalnya kentang yang siap digoreng, saus tomat botol,
sirup jeruk, instant mie.
Artinya, bahan mentah harus melewati
food processor lebih dahulu sebelum dilempar ke pasar. Pergeseran pola itu
telah melebar ke berbagai jenis kebutuhan pakaian jadi, perangkat perkantoran,
mesin, mobil, dan banyak lagi. Perubahan pola konsumsi ini jangan dianggap
sepele. Perubahan pola berbelanja konsumen harus dibarengi dengan perubahan
tipe outlet yang digunakan. Contohnya, komoditi yang dulunya hanya laku di
pinggir jalan mungkin sudah saatnya untuk diangkat ke pasar swalayan atau
supermarket.
Perubahan Lokasi
Manusia memiliki sifat ingin berpindah tempat. Jika tidak karena kehendaknya sendiri, perubahan lingkunganlah yang memaksa dia harus bergeser. Salah besar bila perusahaan tidak mau ambil pusing di tengah ramainya pergeseran tempat itu. Sebuah produsen perabot listrik rumah tangga yang tadinya secara tradisional cukup membutuhkan distributor peralatan pertanian untuk penyebaran produknya ke desa-desa, namun ketika banyak penduduk desa mulai pindah ke kota-kota besar, ia harus mengangkat dealer-dealer baru di kota.
Perubahan Lokasi
Manusia memiliki sifat ingin berpindah tempat. Jika tidak karena kehendaknya sendiri, perubahan lingkunganlah yang memaksa dia harus bergeser. Salah besar bila perusahaan tidak mau ambil pusing di tengah ramainya pergeseran tempat itu. Sebuah produsen perabot listrik rumah tangga yang tadinya secara tradisional cukup membutuhkan distributor peralatan pertanian untuk penyebaran produknya ke desa-desa, namun ketika banyak penduduk desa mulai pindah ke kota-kota besar, ia harus mengangkat dealer-dealer baru di kota.
Tidak itu saja. Penduduk kota pun
sering berpindah lokasi, karena dibangunnya kompleks eksklusif di daerah
satelit, flat untuk masyarakat menengah, perumahan massal untuk lapisan bawah.
Semua itu harus mempengaruhi pengambilan keputusan di dalam manajemen
pemasaran.
Strategi Bersaing
Amati pesaing-pesaing produk Anda. Barangkali mereka mulai mengubah atau membenahi mata rantai distribusi, umpamanya dengan menambah outlet baru atau melakukan inovasi produk sehingga penjual bersemangat memasarkannya. Produk yang atraktif menimbulkan kebanggaan para penjual. Awasi pula kemungkinan kompetitor meningkatkan pelayanan puma jual (membangun service centre, menawarkan bantuan teknik langsung ke pembeli), menghadiahkan margin keuntungan lebih besar, atau memperpanjang masa bayar (kredit) kepada distributor.
Amati pesaing-pesaing produk Anda. Barangkali mereka mulai mengubah atau membenahi mata rantai distribusi, umpamanya dengan menambah outlet baru atau melakukan inovasi produk sehingga penjual bersemangat memasarkannya. Produk yang atraktif menimbulkan kebanggaan para penjual. Awasi pula kemungkinan kompetitor meningkatkan pelayanan puma jual (membangun service centre, menawarkan bantuan teknik langsung ke pembeli), menghadiahkan margin keuntungan lebih besar, atau memperpanjang masa bayar (kredit) kepada distributor.
Perlu meninjau kembali kebijaksanaan
distribusi apabila pesaing melakukan perombakan cara pemasaran mereka. Tapi
hati-hati, yang terbaik untuk mereka belum tentu bagus untuk perusahaan Anda.
Betapa pentingnya jalur distribusi
acapkali dilupakan perusahaan. Malah ada yang beranggapan “Mereka hidup dari
produk kita. Tanpa barang kita mereka tak jalan.” Padahal yang terjadi justru
sebaliknya. “Tanpa penjual, Anda mati.” Saran terbaik, hindari perselisihan
dengan para pemasar. Sudah banyak kali terbukti, semakin akrab hubungan
perusahaan pemasok dengan jalur distribusinya, kian terangkat grafik
penjualannya. Membantu outlet dengan perangkat penjualan seperti buku nota
penjualan atau rak peragaan, jangan dianggap suatu pemborosan. Rak-rak display
sekaligus berfungsi sebagai media promosi. Tempelkan slogan dan logo perusahaan.
Cari Terowongan Baru
Dalam situasi yang mendesak, cara yang paling tepat untuk menjaga produk Anda tidak jatuh di pasaran ialah dengan mencari terobosan pemasaran baru. Ambil misal, perusahaan penerbitan yang menambah produknya dengan buku-buku bersampul tipis (berkala, kumpulan makalah, petunjuk praktis) sebaiknya jangan dicampur pada jalur distribusi terbitan bersampul keras yang sudah mapan. Carikan jalur baru pada agen majalah, drugstore, atau supermarket.
Dalam situasi yang mendesak, cara yang paling tepat untuk menjaga produk Anda tidak jatuh di pasaran ialah dengan mencari terobosan pemasaran baru. Ambil misal, perusahaan penerbitan yang menambah produknya dengan buku-buku bersampul tipis (berkala, kumpulan makalah, petunjuk praktis) sebaiknya jangan dicampur pada jalur distribusi terbitan bersampul keras yang sudah mapan. Carikan jalur baru pada agen majalah, drugstore, atau supermarket.
Tapi masalah bisa muncul begitu Anda
mencari mata rantai pemasaran baru. Relasi yang sudah berjalan lama mungkin
saja merasa tersinggung. Sulit dihindari pula benturan dengan produk pesaing
setiap Anda membina relasi pemasaran baru. Kadang-kadang perusahaan yang
frustrasi karena tidak menemukan relasi yang cocok lalu melakukan tindakan
bypass dengan memba¬ngun organisasi pemasaran sendiri.
Ini terlalu mahal. Perusahaan
sa-ngat besar pun harus hati-hati mempertimbangkan cara itu. Bila penjualannya
sedang “in”, memang tidak menjadi masalah. Problem baru muncul di saat
perdagangan mengalami masa lesu, di mana omzet penjualannya paling-paling hanya
bisa untuk menutupi biaya overhead divisi-divisi pemasarannya.
Selalu Siap
Dalam usaha mempertahankan agar grafik penjualan selalu sesuai target, gunakan data yang lalu dan had ini untuk siap menantang masa depan. Setiap rencana pengambilan keputusan yang melibatkan produk dan mata rantai distribusi, betul-betul memerlukan perhitungan waktu yang tepat. Kapankah itu? Tergantung situasi. Tapi yang perlu dicamkan para eksekutif dan manajer: cepatnya penemuan teknologi baru dewasa ini telah menyebabkan harapan hidup (life expectancy) banyak produk menjadi semakin singkat. Dibutuhkan ketrampilan tersendiri untuk berantisipasi dengan perubahan-perubahan yang cepat terjadi di sekitar Anda.
Lebih Pada Seninya
An art or a science? Liku-liku pemasaran dan distribusi lebih banyak mengandung unsur seninya ketimbang ilmu. Faktor kemujuran dan ketepatan waktu juga lebih banyak berbicara. Taruhlah Anda seorang yang berbakat, lebih sukses dari manajer terdahulu, menguasai seluk beluk pasar, jarang meleset dalam perkiraan, punya visis tajam mengenai keinginan konsumen, tapi Anda tidak menemukan tenaga-tenaga pelaksana yang bisa mendukung kehebatan Anda, semua itu percuma.
Dalam usaha mempertahankan agar grafik penjualan selalu sesuai target, gunakan data yang lalu dan had ini untuk siap menantang masa depan. Setiap rencana pengambilan keputusan yang melibatkan produk dan mata rantai distribusi, betul-betul memerlukan perhitungan waktu yang tepat. Kapankah itu? Tergantung situasi. Tapi yang perlu dicamkan para eksekutif dan manajer: cepatnya penemuan teknologi baru dewasa ini telah menyebabkan harapan hidup (life expectancy) banyak produk menjadi semakin singkat. Dibutuhkan ketrampilan tersendiri untuk berantisipasi dengan perubahan-perubahan yang cepat terjadi di sekitar Anda.
Lebih Pada Seninya
An art or a science? Liku-liku pemasaran dan distribusi lebih banyak mengandung unsur seninya ketimbang ilmu. Faktor kemujuran dan ketepatan waktu juga lebih banyak berbicara. Taruhlah Anda seorang yang berbakat, lebih sukses dari manajer terdahulu, menguasai seluk beluk pasar, jarang meleset dalam perkiraan, punya visis tajam mengenai keinginan konsumen, tapi Anda tidak menemukan tenaga-tenaga pelaksana yang bisa mendukung kehebatan Anda, semua itu percuma.
Jangan heran. Dunia distribusi
adalah hutan belantara yang tidak indah. la merupakan lahan tersendiri yang
sama sekali berbeda dengan proses produksi. Setelah produk keluar dari pintu
perusahaan, Anda boleh dikatakan tidak lagi berhubungan de¬ngan atasan atau
bawahan di kantor, tetapi langsung dengan masyarakat luar yang pluralistik.
Namun bukannya tidak bisa ditelusuri.
Niike D’Amico — seorang pfofesor di
bidang pemasaran memberi perangkat untuk mengukur kekuatan distribusi pasar:
• Berapa jumlah pelanggan potensial.
• Kompleksitas produk.
• Anggaran distribusi.
• Pengalaman para penjual, dan tempat penyebaran pro¬duk.
• Dan, terpenting, apa kehendak dan harapan konsu¬men.
• Semakin mahal harga satuan, semakin “rewel” kon¬sumen mengkritik produk itu, dan semakin ia ingin mengetahui sumber asal barang tersebut.
• Berapa jumlah pelanggan potensial.
• Kompleksitas produk.
• Anggaran distribusi.
• Pengalaman para penjual, dan tempat penyebaran pro¬duk.
• Dan, terpenting, apa kehendak dan harapan konsu¬men.
• Semakin mahal harga satuan, semakin “rewel” kon¬sumen mengkritik produk itu, dan semakin ia ingin mengetahui sumber asal barang tersebut.
Lalu, bisakah Anda menanamkan
kepercayaan pada agen dan distributor? Bahkan penjual kelas satu pun tidak
berani menjamin pekerjaan yang terbaik bagi produk Anda. “Mereka akan menjual
bila itu memberi keuntungan layak,” katanya. Tapi tidak semata keuntungan.
Tugas seorang manajer ialah senantiasa berusaha membangkitkan antusias penjual.
Di situ seninya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar