Senin, 24 November 2014

Wisata Lampug Bab II

Cagar Alam Kepulauan Krakatau : Warisan Alam Gunung Purba Krakatau 


Sejarah mencatat sebuah becana besar tahun 1883 ketika Gunung Krakatau meletus dahsyat dan memengaruhi kondisi iklim dunia. Bencana ini pula telah membentuk gugusan pulau vulkanik yang sekarang dikenal sebagai Kepulauan Krakatau, yaitu meliputi Rakata atau Krakatau Besar, Panjang atau Krakatau Kecil, Sertung, dan Anak Krakatau.
Warisan alam yang luar biasa ini terletak di Selat Sunda diantara Pulau Jawa dan Sumatera. Secara administratif, Krakatau terletak di dalam kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, provinsi Lampung. Informasi mengenai aksesibilitas dapat ditemukan di transportasi.
Kepulauan Krakatau saat ini dianggap sebagai laboratorium alam raksasa, meliputi lahan seluas 13.735,10 hektar, terdiri dari 11,200 hektar laut, dan 2.535,10 hektar darat.
Kepulauan Krakatau memiliki lahan geologi, biologi dan vulkanologi yang penting untuk penelitian. Bagi wisatawan, pemandangan dan aktivitas vilkanik yang luar biasa dari pulau-pulau yang ada adalahtempat yang layak untuk dijelajahi. Mengenai syarat dan prosedur untuk memasuki cagar alam ini dapat Anda temukan di tips.
Berjalan kaki di gunung api yang masih aktif ini pasti menjadi salah satu sensasi tersendiri. Anda bias menyaksikan Gunung Anak Krakatau yang secara alami terbentuk tahun 1927ini masih sering mengeluarkan lava dan material lain yang terus bertambah setiap tahunnya.
Lingkungan laut di sekitar pulau ini juga menawarkan daya tarik tersendiri karena memiliki tidak kurang dari 50 spesiesikan dan terumbu karangnya yang belum terjamah.
Kepulauan sekitar Krakatau sempat dinyatakan pemerintah Hindia Belanda sebagai Cagar alam sejak 1919 dengan luas area 2.405,10 hektar. Kepulauan Krakatau kemudian dimasukkan ke Taman Nasional Ujung Kulon tahun 1984. Tahun 1990, Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Departemen Kehutanan memindahkan Cagar Alam Kepulauan Krakatau ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam atau Kantor Konservasi Sumber Daya Alam Lampung. Hal ini bertujuan untuk melindungi dan mempertahankan integritas kawasan ini sebagai sebuah kawasan konservasi yang penting bagi ilmu pengetahuan dan pendidikan.
Pada tahun 1991, UNESCO mengakui Taman Nasional Ujung Kulon dan Cagar Alam Kepulauan Krakatau sebagai Warisan Alam Dunia.

Anda juga dapat menjelajahi koleksi unik flora yang terdiri dari 206 jenis jamur, 13 jenis lichenes, 61 tumbuhan paku, dan sekitar 257 jenis spermatophyta. Anda juga bias menemukan beberapa hewan mendiami dataran pulau-pulau vulkanik termasuk ular, kadal, penyu laut, kelelawar, dan lain-lain.
Berikut adalah kegiatan lain yang dapat Anda lakukan di sekitar kompleks cagar alam ini:
Pulau Sertung, di sini selain mengagumi pemandangan yang menakjubkan, Anda dapat berenang, menyelam, dan berselancar.
Rakata, Anda dapat melakukan aktivitas panjat dinding sebagai tambahan variasi kegiatan.
Panjang, berlokasi di barat daya pulau dimana Anda dapat menemukan sebuah terumbu karang yang masih alami bersama dengan koleksi indah ikan dan kehidupan laut lainnya.
Anak Krakatau, daya tarik utama dari seluruh cagar alam ini adalah Anak Krakatau. Menawarkan sensasi tersendiri bagi ilmuwan dan wisatawan. Selain penelitian ilmiah dan pengamatan, Anda juga bias menginjakkan kaki di daerah tersebut dan merasakan pasir vulkanik panas.
Untuk informasi lebih lanjut saat berkunjung ke Cagar Alam Pulau Krakatau, silakan hubungi intansi berikut.
Balai KSDA Lampung
Jl. Z. A. PagarAlam IB - Bandar Lampung
Telp/Fax. (0721) 703882
Website:http://www.krakatau.or.id/

Pantai Tanjung Setia: Surga Berombak Indah di Lampung 

Terletak di sepanjang pantai barat Lampung yang terpencil dan di luar hutan lebat Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, terdapat sebuah surga memesona yang tersembunyi di sisi laut. Tempat indah ini disebut Pantai Tanjung Setia.
Meskipun tidak begitu dikenal tetapi ombak di Pantai Tanjung Setia disebut-sebut sebagai salah satu ombak terbaik di dunia oleh peselancar dari seluruh dunia. Ombaknya sejajar dengan yang ada di Hawaii. Lokasi-lokasi menyelam di sini dinilai legendaris di kalangan penggila selam.
Berlokasi sejauh 273 km atau 6-7 jam berkendara dari ibu kota provinsi Bandar Lampung, di Desa Tanjung Setia Kabupaten Lampung Barat, Pantai Tanjung Setia tepat berada di jalur arus besar Samudera Hindia yang menjadikan pantai ini memiliki ombak yang konstan. Meskipun demikian, pantai ini sendiri belum cukup dikenal seperti Pantai Kuta Bali dan Lombok. Akan tetapi, ombaknya yang sempurna sangat cocok untuk kegiatan berselancar.
 Ombak sempurna memanjakan peselancar di pantai ini yang biasanya berlangsung dari bulan Juni sampai Agustus. Ombak di pantai ini yang bisa mencapai hingga ketinggian 6 hingga 7 meter dengan panjang mencapai 200 meter. Kondisi tersebut menjadikan pantai ini sebagai taman bermain bagi para peselancar dari berbagai belahan dunia. Di sinilah peselancar menemukan habitatnya dengan penunggang papan selancar menjajal ombak penuh tantangan. Mereka  biasanya tinggal selama dua minggu, menunggu ombak besar dan sempurna menjemput ke lautan.
Tanjung Setia juga menawarkan lingkungan sekitar yang masih alami dan beberapa keindahan alam yang menakjubkan. Pasir putihnya halus dan terhampar di sepanjang pesisir pantai. Matahari terbenam yang sangat indah menawarkan atraksi menarik di samping gelombang menantang. Tepi Pantai Tanjung Setia juga dihiasi oleh rimbunnya pepohonan palem yang memberikan pemandangan indah dan suasana santai selagi menunggu ombak datang. 
Jauh dari garis pantai dan gelombang yang mengamuk, di lepas Pantai Tanjung Setia menunggu penghobi mancing untuk menemukan harta karun mereka. Di lepas pantai terdapat beberapa koleksi ikan seperti ikan blue marlin raksasa. Ikan ini secara lokal diberi nama Iwa Tuhuk. Ikan Blue Marlin raksasa di sini dapat mencapai berat antara 50 sampai 70 kilogram dan berukuran sampai 170 cm. Sensasi memancing melawan perlawanan ikan ini di kail pancing Anda merupakan pengalaman yang tidak akan terlupakan.
Mengingat keindahan yang masih belum tersentuh dan lokasi strategis yang terpencil, membuat pantai ini disebut sebagai mutiara tersembunyi yang paling sempurna. Perairan dan  gelombangnya yang memanjakan dan menantang dikombinasikan dengan suasananya yang sepi menjadikan pantai ini sebagai tujuan wisata yang sempurna baik untuk pencari kegiatan yang memompa adrenalin maupun pencari liburan.

Berselancar jelas daftar prioritas utama kunjungan ke pantai ini, berikut adalah beberapa tempat berselancar terbaik di pantai:
Ujung Bocur
Sering salah disebut sebagai Karang Nyimbor, dan sering dibandingkan dengan  Uluwatu di Bali, Ujung Bocur memiliki ombak panjang. Pada waktu terbaiknya, ombak di pantai ini dapat mencapai panjang hingga 200 meter.
Way Jambu
Sering disebut peselancar sebagai 'The Sumatran Pipeline’ atau 'setan sejati’ oleh nelayan lokal, Way Jambu menawarkan pengalaman berselancar yang menakjubkan.
Krui Reefs
Kalau Anda melintas di jalur lintas barat Sumatera, cobalah mampir di pesisir Krui, Lampung Barat. Di sana Anda bisa melepas lelah sambil duduk-duduk di tepi pantai, di batu-batu karang nan romantis, atau di bawah rindang pohon nyiur, di tepi pantai berpasir putih yang berkilau dijilat ombak. Atau jika Anda pandai berselancar, Anda bisa mencobanya di surf Tanjung Setia, jangan mau kalah dengan peselancar mancanegara. Jika Anda punya banyak waktu, Anda bisa mencoba hiking atau jungle run ke hutan damar, sambil menikmati pesona sungai-sungainya yang dangkal berbatu dengan gemercik air yang jernih.
Jimmy
Jimmy adalah salah satu gelombang indah yang ada di kawasan pantai ini. Ombaknya yang indah dan hamparan pasir putih di sepanjang pesisir pantainya menjadikan tempat ini layak untuk dikunjungi. 

Pantai Walur: Rekreasi Pantai Bersama Keluarga
Dapatkan kesenangan rekreasi bersama keluarga di Pantai Walur, Lampung Barat. Di sini Anda dapat menikmati lanskap alam pantai yang menawan. Dengan bermain pasir atau berenang maka sudah cukup memuaskan Anda dan keluarga di sini.
Pantai Walur memiliki pasir putih dan garis pantai yang landai. Keindahan pasir putihnya diselingi hamparan rumput hijau yang tumbuh subur. Semakin lengkaplah keindahannya dengan lentera dari mercu suar. Di sekitarnya juga terdapat kompleks tempat tinggal pegawainya.
Pantai Walur mempunyai ladang rumput luas yang ditumbuhi oleh pohon kelapa, membuat suasana di pantai ini menjadi nyaman cocok untuk wisata keluarga.

Saat hari biasa hanya ada beberapa perahu ditambatkan di pohon-pohon di pinggir laut. Tapi Saat hari libur, pantai ini cukup ramai wisatawan. Terutama itu saat hari raya Idul Fitri, pantai ini merupakan salah satu favorit di samping Pantai Labuhan Jukung.  Pantai Walur adalah tempat rekreasi yang tepat untuk keluarga.
Di sini Anda dapat memancing di perairan yang segar dan bersih airnya. Ombaknya yang tidak terlalu besar memastikan keamanan untuk anak-anak bermain di pesisirnya bermain pasir atau mengumpulkan karang mati. Ikan hias dan binatang karang merupakan pemandangan yang menawan di tempat ini. 

Teluk Kiluan : Menyaksikan Parade Lumba-Lumba di Teluk Tropis yang Indah 
Menyaksikan parade sekelompok lumba-lumba di lautan lepas tentu beda rasa dan sensasinya apabila dibandingkan menyaksikan atraksinya di Gelanggang Samudera Ancol. Apalagi jika jumlah lumba-lumba yang ditemui dapat mencapai ratusan dan dapat disaksikan dari dekat. Rasakan sendiri keseruannya saat menyaksikan mamalia laut cerdas ini melompat-lompat riang di dekat perahu cadik yang Anda tumpangi.

Keindahan atraksi sekelompok lumba-lumba di alam bebas dapat Anda saksikan langsung di sebuah teluk yang mewakili tipikal keindahan teluk tropis Nusantara di Lampung. Tepatnya lokasi tersebut berada di Desa Kiluan Negeri, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Di Teluk Kiluan pemandangan lumba-lumba yang berparade itu dilatari langit biru dan air laut jernih, serta tentunya hamparan pasir putih bersih di bibir pantainya.

Teluk ini merupakan jalur migrasi dua jenis lumba-lumba, yaitu lumba-lumba mulut botol (Tursiops truncatus) dan lumba-lumba paruh panjang (Stenella longirostris). Jumlah hewan menakjubkan tersebut yang melintas di teluk ini diperkirakan mencapai ribuan. Konon, jumlah lumba-lumba yang melintasi Teluk Kiluan adalah jumlah terbesar di dunia.

Teluk Kiluan dapat dikatakan sebagai destinasi wisata baru di Lampung bagian selatan. Berjarak sekira 80 km dari Kota Bandar Lampung, teluk yang indah dan tenang tersebut tidak hanya menarik wisatawan lokal tetapi juga mancanegara. Padahal, sepuluh tahun yang lalu, Teluk Kiluan belum dikenal oleh masyarakat luas. Namanya pun bahkan mungkin asing bagi penduduk Lampung sendiri.


Beberapa wisatawan menyebutkan bahwa atraksi lumba-lumba di Teluk Kiluan lebih eksotis dibandingkan dengan atraksi lumba-lumba di Pantai Lovina, Bali dimana hanya terdapat satu jenis saja lumba-lumba yang melintas di sana. Atraksi lumba-lumba di teluk ini hampir dapat disaksikan setiap hari, tentunya dengan mengingat faktor cuaca. Tak perlu susah mencari lumba-lumba, sebab lumba-lumba ini biasanya akan mendekati perahu seolah ingin unjuk kebolehan dan menyambut kedatangan tamu dengan bersahabat.

Hanya butuh waktu sekira 20 menit dari pesisir pantai untuk berperahu ke Laut Kiluan demi menyaksikan atraksi lumba-lumba. Perahu sewaan yang biasa digunakan adalah jenis perahu ketinting yang biasa disebut jukung oleh masyarakat lokal. Perahu bercadik berukuran kecil ini hanya boleh ditumpangi maksimal 3 orang ditambah 1 orang pemandu yang juga merangkap sebagai tukang perahu.


Menyaksikan atraksi lumba-lumba adalah daya tarik utama Teluk Kiluan. Dengan menyewa perahu cadik (jukung) seharga Rp250.000,- hingga Rp300.000,-, Anda sudah akan bisa melihat dari dekat tarian dan lompatan puluhan bahkan ratusan lumba-lumba yang bersahabat dan bahkan dapat disentuh. Mereka senang melompat dan berenang di sisi perahu yang datang, seolah ingin menyambut kedatangan tamu manusia.
 Keistimewaan lainnya, Teluk Kiluan menyuguhkan pemandangan memesona. Menikmati alam pantai tropis di pantai sekitar teluk adalah kegiatan rekreasi yang menarik untuk dilakukan baik bersama kerabat maupun sahabat. Sebagian besar pantai di kawasan Lampung memang terkenal akan pesona pantainya yang berpasir putih bersih. Air laut di teluk ini juga masih jernih dan bersih dengan warna biru toska. Anda dapat berenang atau snorkeling tak jauh dari garis pantai.  Meski tidak menyimpan keindahan taman laut penuh terumbu karang, banyak terdapat ikan-ikan laut cantik yang dapat dilihat.

Kini Teluk Kiluan semakin memikat dengan beberapa keindahan alam baru yang baru bagi wisatawan seperti Karang Pegadung yang pesonanya dikatakan mengalahkan Phi Phi Island Thailand. Ada juga Laguna dan Pasir Putih yang sayang untuk dilewatkan disambangi. 

Keindahan alam di teluk ini yang sayang bila dilewatkan adalah pesona Matahari tenggelam. Jangan lupa mengabadikannya dengan kamera Anda. Besar kemungkinan momen terbaik untuk “menangkap” potret Matahari tenggelam yang sempurna di teluk ini hanya berlangsung selama beberapa menit saja.

Berkeliling di sekitar kawasan teluk dengan perahu sewaan juga menarik dilakukan. Apalagi masih di tengah teluk, terdapat sebuah pulau yang dinamakan Pulau Kiluan. Untuk informasi lebih lengkap tentang pulau ini dapat dibaca di bagian “Berkeliling”.

Untuk event berkala, Kiluan Fishing Week dapat masuk dalam agenda wisata Anda. Kegiatan ini biasanya berlangsung pada bulan Agustus.
   
Pulau Sebuku: Menyelami Keindahan Bawah Laut Teluk Lampung 
Pulau Sebuku berada di Selat Sunda dan merupakan salah satu pulau terbesar di Selat Sunda yang memisahkan antara Pulau Jawa dan Sumatera. Pulau ini terletak di area Teluk Lampung atau di titik sekira 2,5 km sebelah Utara Pulau Sebesi dan 2,3 km di Selatan Pulau Sumatera. Pulau Sebuku secara administratif berada di kawasan Kalianda, Lampung Selatan.

Pulau ini cukup popular sebagai tujuan wisata bahari seperti menikmati panorama pantai, berenang, snorkeling atau pun juga diving. Panorama laut dan pantai di pulau ini cukup memanjakan mata. Gugusan pantai landai berpasir putih dan air laut berwarna biru kehijauan sudah akan menyita perhatian dari kejauhan. Keindahan bawah lautnya juga menarik untuk dijelajahi. Pada 1999, bangkai kapal Jepang ditemukan di dekat Pulau Sebuku.

Pulau Sebuku adalah pulau tak berpenghuni seluas 17,71 km². Dulunya pada 1920-an, pulau ini terkenal sebagai area perkebunan penghasil kopra. Akan tetapi, karena kurangnya pengelolaan menjadikan hasil perkebunan tidak sebesar dahulu.
Tak jauh dari Sebuku, terdapat Pulau Sebesi seluas 16 km². Pulau tidak berpenghuni itu kini menyediakan akomodasi untuk wisatawan yang mengunjugi Sebuku atau Anak Gunung Krakatau. Dari kedua pulau ini, mengamati Anak Krakatau dari kejauhan juga dapat menjadi kegiatan yang menambah kesan dan pengalaman perjalanan Anda.



Pulau Sebuku dan Pulau Sebesi memang kurang popular sebagai lokasi menyelam karena mungkin relatif jauh dari Pulau Jawa atau belum banyak ditemukan titik penyelaman di kawasan ini. Kebanyakan wisatawan lebih memilih snorkeling atau menyelam di sekitar Pulau Rakata, atau tepatnya di Lagoon Cabe di Kepulauan Krakatau. Akan tetapi, bagaimana pun juga, kedua pulau tersebut dapat menjadi alternatif destinasi wisata selain mendaki Krakatau atau menyelam di sekitar Kepulauan Krakatau. Keduanya juga dapat pula menjadi bagian dari rangkaian perjalanan mendaki Anak Gunung Krakatau.

Pulau Sebuku atau pun Pulau Sebesi adalah dua pulau terdekat untuk mengamati Anak Gunung Krakatau. Daya tarik Pulau Sebuku misalnya, adalah karena keindahan pasirnya yang putih bersih dan garis pantainya yang landai dengan air lautnya jernih berwarna hijau kebiruan. Gugus pantai berpasir putihnya sungguh memanjakan mata dan cocok untuk sekedar santai menikmati panorama laut atau berenang tak jauh dari garis pantai.

Beberapa orang menikmati snorkeling di Pulau Sebuku. Selain berenang dan snorkeling, ada tentunya sekaligus melihat keindahan pemandangan Gunung Krakatau dari kejauhan.   

Wisata Lampung bab I




Coretan tinta sejarah perjalanan Cina Kuno menyebut suatu wilayah di bagian paling Selatan Sumatra yang disebut “Lampung” atau “wilayah angin Selatan”. Hal ini menunjukkan bahwa Lampung telah ada dan dikenal cukup lama dalam dunia perdagangan.
Provinsi Lampung secara umum wilayahnya datar dengan gunung-gunung tinggi seperti Gunung Pesagi, Tanggamas, Seminiung, Sekincau dan Raya yang merupakan gunung berapi  tidak aktif. Bandar Lampung, ibu kota Lampung, dulunya merupakan dua kota yang terpisah yaitu Tanjungkarang dan Pelabuhan Teluk Betung yang tertutup oleh debu gunung berapi setelah Gunung Krakatau meletus. Dalam perkembangan selanjutnyanya, kota ini telah menjadi satu kota. Secara geografis Provinsi Lampung terletak antara 3045' Lintang Selatan dan 103050' – 105050' Bujur Timur dengan luas wilayah 35,376,50 km². Curah hujan di Lampung cukup tinggi tiap bulannya yaitu berkisar antara 2–27 hari. Temperatur berkisar antara 22,50C –32,80C dengan kelembaban berkisar antara 80%-88%.
Banyak jenis wisata yang dapat Anda di Lampung di antaranya beberapa kampung tua seperti  Sukau, Liwa, Kembahang, Batu Brak, Kenali, Ranau, dan Krui Lampung Barat. Ada juga Festival Sekura yang diadakan dalam seminggu setelah Idul Fitri di Lampung Barat, Festival Krakatau di Bandar Lampung, Festival Teluk Stabas di Lampung Barat, Festival Way Kambas di Lampung Timur.

Sejarah

Peninggalan sejarah menunjukkan bahwa Lampung dulunya ialah bagian dari Kerajaan Sriwijaya hingga abad ke-11. Setelah itu, Lampung menjadi bagian dari Kerajaan Melayu. Beberapa peninggalan megalitikum yang masih ada di Pugungraharjo dipercaya berumur lebih dari 1.000 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa Lampung dipengaruhi agama Hindu dan Budha. Lampung dikuasai kesultanan Banten sejak 1500 hingga 1800 M. Putra mahkota Banten, Sultan Haji, menyerahkan beberapa wilayah kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa kepada Belanda. Di dalamnya termasuk Lampung sebagai hadiah bagi Belanda karena membantu melawan Sultan Ageng Tirtayasa.
Lampung dengan tanahnya yang subur terkenal sebagai penghasil lada hitam. Lada hitam pula yang mengilhami bangsa Eropa untuk menguasai wilayah ini. Penguasaan sumber rempah-rempah dunia berarti menguasai perdagangan dunia dan tentu saja wilayahnya. Tidak heran jika Kesultanan Banten khawatir wilayah ini di rebut pihak lain. VOC mengklaim menguasai wilayah ini sampai abad ke-17. Pemerintah Hindia Belanda sempat mentransmigrasikan orang ke Lampung untuk mengatasi masalah kepadatan penduduk di Pulau Jawa.
Kejayaan Lampung sebagai sumber lada hitam pun mengilhami para senimannya sehingga tercipta lagu Tanoh Lada. Bahkan, ketika Lampung diresmikan menjadi provinsi pada 18 Maret 1964, lada hitam menjadi salah satu bagian lambang daerah itu. Namun, sayang saat ini kejayaan tersebut telah pudar.  

Kantor Pariwisata

Jl. Jend. Sudirman No. 2 Bandar Lampung
Telp. (62-721) 26430
Fax. (62-721) 266184

website : www.lampungprov.go.id

Danau Ranau 
Danau Ranau adalah danau terbesar kedua di Sumatra. Danau ini terbentuk akibat gempa bumi yang dahsyat dan letusan gunung vulkanik. Sebuah sungai besar yang sebelumnya mengalir di kaki gunung vulkanik berubah menjadi jurang. Berbagai jenis tanaman termasuk semak belukar yang secara lokal dikenal sebagai Ranau, tumbuh di tepi danau dan sisa-sisa gunung menjadi Gunung Seminung, yang berdiri menjulang di samping danau yang memiliki air bersih ini.

Danau ini terletak di perbatasan antara Kabupaten Lampung Barat di Propinsi Lampung dan Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan di Sumatera Selatan. Danau ini memiliki cuaca dingin. Untuk memasuki danau ini, pengunjung harus membayar Rp1.000,00 per orang ditambah Rp4.000,00 untuk parkir.

Pulau Marisa terletak di tengah danau. Memiliki mata air panas alami. Pulau ini juga memiliki air terjun dan sawah yang luas, dan sebagian besar lahan ditutupi oleh hutan dan dihuni oleh beberapa primata.
Danau Ranau terkenal dengan ikan-ikannya yang berukuran besar. Anda bisa membeli ikan langsung dari nelayan dan menikmati keindahan Danau Ranau sambil makan ikan bakar dan menikmati secangkir teh hangat. Jangan lupa untuk mampir di sumber air panas di Pulau Marisa. 

Pantai Pasir Putih Lampung
Pantai Pasir Putih benar-benar menggambarkan suasana yang menggoda dan menyegarkan mata dan jiwa Anda. Alam yang menakjubkan dan lokasi yang hanya berjarak 20 kilometer dari kota Bandar Lampung menjadikan pantai ini sebagai objek wisata andalan di Lampung. Pantai Pasir Putih ini berlokasi di Desa Tarahan, Lampung Selatan. Dapat ditempuh dengan kendaraan sekitar 30 menit.
Pantai Pasir Putih memiliki air laut yang berwarna hijau kebiruan yang secara harmonis menyatu dengan halus dan indahnya hamparan pasir putih di sepanjang tepian pantainya. Tidak salah jika pantai ini terlihat seperti lukisan alam yang menakjubkan. Setibanya Anda di lokasi pantai ini, pemandangan yang indah menyambut kedatangan Anda. Membuat Anda tidak sabar untuk berjalan di pasirnya yang putih dan bersih. Oleh karena keindahannya, pantai ini tidak pernah sepi dari pengunjung. Di akhir pekan atau pada hari-hari libur, tawa riang bocah-bocah yang bermain akan semakin terasa. Tak hanya dari Lampung, wisatawan yang datang banyak pula dari luar kota seperti Jakarta. Bahkan beberapa wisatawan mancanegara pun sering terlihat di sini.
Bagi para pencinta fotografi, Pasir Putih akan menjadi surga hunting foto yang luar biasa. Langkah tenang matahari pulang ke ufuk barat menjadi saat yang sangat ditunggu untuk dinikmati dan diabadikan. Sungguh sebuah pengalaman yang tak terlupakan.

Aktivitas wisata yang juga tak kalah menarik dilakukan adalah berkeliling pantai dengan menyewa perahu. Selain itu, wisatawan pun bisa mengunjungi Pulau Condong dan Pulau Bule yang terletak tak jauh dari Pantai Pasir Putih. Kedua pulau ini memiliki pantai yang indah pula, berhias pasir putih dan halus. Pemandangan di sini juga masih sangat alami.
Jika ingin menikmati keindahan bawah laut, Pulau Bule adalah tempatnya. Beragam jenis terumbu karang dan ikan hias tersaji di sekitar pulau ini. Penumpang perahu biasanya menikmati keindahan terumbu karang dan ikan-ikan cantik dengan menggunakan sebuah kotak dari kaca, alat tradisional yang biasanya digunakan masyarakat sekitar untuk mencari lobster dan kepiting karang.
Anda juga bisa bersantai dan piknik di pinggir pantai sambil menikmati indahnya pemandangan alam pantai yang memukau. 

Taman Nasional Way Kambas: Tempat Penangkaran dan Taman Bermain Gajah Sumatera
Taman Nasional Way Kambas (TNWK) berlokasi di ujung selatan Pulau Sumatera, 110 km dari Kota Bandar Lampung. Tempat ini merupakan salah satu cagar alam tertua di Indonesia yang menempati  lahan seluas 1.300 km² berupa dataran rendah di sekitar Sungai Way Kambas, pantai timur Lampung. Pusat Pelatihan Gajah Way Kambas resmi didirikan tahun 1985.

TNWK menjadi rumah sekaligus pusat pelatihan dan taman bermain gajah sumatera. Di lebatnya taman nasional ini, ada sekitar 200 gajah sumatera (Elephas maximus sumatranensis) yang menjadikan hutan ini sebagai rumah mereka. Lokasinya terletak 9 km dari pintu masuk taman Plang Ijo. Pusat pelatihan gajah ini didirikan untuk  melindungi keberadaan gajah dan menciptakan keuntungan antara gajah dan manusia. Gajah di Sumatera dulunya digunakan oleh kerajaan yang memerintah di Sumatera untuk kendaraan berperang dan keperluan upacara.
Di Pusat Pelatihan Gajah Way Kambas, Anda dapat melihat gajah melakukan berbagai tugas seperti mengangkut kayu  atau membajak sawah. Mereka juga dapat melakukan aktivitas unik seperti bermain sepak bola dan pertunjukan menghibur lainnya.

Gajah Sumatera adalah salah satu dari tiga subspesies yang diakui sebagai gajah asia dan asli Pulau Sumatera. Secara umum, gajah Asia lebih kecil dibandingkan dengan gajah Afrika. Gajah Sumatera merupakan gajah terkecil dari gajah-gajah yang ada di  Asia dengan ketinggian bahu berkisar antara 2 dan 3,2 m. Gajah liar di Sumatera dahulu dapat ditemukan di 8 propinsi di Pulau Sumatera. Namun, karena kepadatan pemukiman dan menyusutnya vegetasi hutan hujan tropis telah menyulitkan untuk memperkirakan jumlah mereka.
Di TNWK ada pula badak sumatera (Dicerorhinus sumatrensis sumatrensis) yang dilindungi di habitat aslinya dalam kawasan Sumatera Rhino Sanctuary (SRS). Di tempat tersebut badak-badak dikenalkan dengan alam sekitarnya dengan harapan penangkaran yang dilakukan berjalan sukses. Pusat penangkaran ini didirikan tahun 1995, meliputi lahan seluas 100 hektar yang dijadikan tempat  pelestarian, penelitian dan pendidikan.

Di tempat penangkaran tersebut terdapat lima badak sumatera, masing-masing diberi nama Rosa, Ratu, Bina, Torgamba, dan Andalas  yang bertindak sebagai duta untuk badak-badak liar lainya. Mereka juga dijadikan sebagai spesimen untuk pendidikan dan pelestarian.
Mamalia lainya yang hidup di taman nasional ini antara lain: harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), tapir (Tapirus indicus), anjing hutan (Cuon alpinus sumatrensis), siamang (Hylobates syndactylus syndactylus); 406 jenis burung diantaranya bebek hutan (Cairina scutulata), bangau sandang lawe (Ciconia episcopus stormi), bangau tong-tong (Leptoptilos javanicus), sempidan biru (Lophura ignita), kuau (Argusianus argus argus), pecuk ular (Anhinga melanogaster). Selain itu, ada pula berbagai jenis reptilia, amfibia, ikan, dan insekta.

TNWK juga merupakan rumah bagi beberapa jenis tumbuhan antara lain api-api (Avicennia marina), pidada (Sonneratia sp.), nipah (Nypa fruticans), gelam (Melaleuca leucadendron), salam (Syzygium polyanthum), rawang (Glochidion borneensis), ketapang (Terminalia cattapa), cemara laut (Casuarina equisetifolia), pandan (Pandanus sp.), puspa (Schima wallichii), meranti (Shorea sp.), minyak (Dipterocarpus gracilis), dan ramin (Gonystylus bancanus).
Di area sekitar Way Kanan, ada juga lokasi pengamatan burung. Species yang paling menarik dilihat adalah mentok rimba dan burung botak hutan.

Di Pusat Pelatihan Gajah (PPG) terdapat atraksi gajah setiap sore dan pertunjukan sepakbola gajah yang digelar setiap akhir pekan. Menunggang gajah sangat menyenangkan dengan wahana safari yang tersedia, barangkali sebuah keberuntungan menghampiri Anda bisa bertemu gajah liar. Pusat Pelatihan Gajah merupakan tempat pelatihan gajah, sedangkan Plang Ijo dirancang untuk memberikan informasi tentang hutan, satwa liar, dan isu-isu konservasi.

Berkunjung ke taman nasional ini merupakan kesempatan berharga. Anda bisa melepaskan kepenatan dari rutinitas kehidupan kota. Di Way Kanan terdapat jalan-jalan yang memandu Anda untuk berkeliling. Anda tidak diperbolehkan masuk ke dalam hutan tanpa pemandu karena berbahaya dan bisa tersesat.
Kapal motor dapat disewa untuk menikmati indahnya pantai dengan perjalanan singkat dan harga yang sesuai. Jika Anda ingin berkeliling, sebuah sampan (perahu dayung) tersedia untuk disewa. Cara ini mungkin lebih cocok untuk melihat-lihat satwa liar.

Wisata Bengkulu


Provinsi Bengkulu yang sama dengan nama ibu kotanya yaitu Bengkulu merupakan kota pesisir yang awalnya dikenal dengan nama Bencoolen. Bengkulu akan megingatkan Anda pada Sir Thomas Stamford Raffles yang diangkat oleh Kerajaan Inggris untuk menjadi Gubernur Bengkulu tahun 1818. Dia tiba di Bengkulu bulan Maret 1818 didampingi oleh isterinya Lady Sophia Raffles dan seorang Kepala Adat Jawa Raden Rana Dipura. Ketika Raffles tiba di Bengkulu dia menemukan Bengkulu yang luluh lantak akibat gempa bumi, oleh karena itu kota Bengkulu disebut dengan istilah “Tanah Mati”. Akan tetapi, setelah itu Raffles bersama-sama dengan rakyat Bengkulu membangun dan membangkitkan kembali Kota Bengkulu dari puing-puing Tanah Mati. Maka tidak mengherankan jika sisa pengaruh Inggris masih terasa sampai saat ini.

Bengkulu terletak di pesisir barat Pulau Sumatra dan berhadapan langsung dengan Samudera Indonesia. Bengkulu berada pada koordinat 300 45’ – 300 59’ LS dan 1020 14’ - 1020 22’ BT dengan luas wilayah 151,7 km². Penduduk yang mendiami kota ini berasal dari berbagai suku bangsa, di antaranya suku Melayu, Rejang, Serawai, Lembak, Bugis, Minang, Batak dan lain-lain.  Bengkulu memiliki obyek wisata yang beragam dari wisata alam, wisata bahari, wisata sejarah, dan wisata budaya.

Wisata alam yang dapat Anda kunjungi adalah Pantai Panjang, dimana Anda akan disambut pohon cemara rindang yang menghiasi sepanjang pantai. Ada juga Pantai Pasir Putih dekat pelabuhan Samudra Pulau Baii sekitar 19 km dari kota Bengkulu dengan pantainya yang bersih dan pasirnya yang putih. Di Pulau Tikus Anda dapat berwisata bahari sambil melihat pulau-pulau kecil yang mengitari dengan karang-karang yang indah.

Mengapa juga tidak Anda coba ke Danau Dendam Tak Sudah yang dikelilingi oleh perbukitan kecil dengan Bukit Barisan sebagai latar belakangnya. Di sini tumbuh Anggrek air Vanda hookeriana di sepanjang danau. Ketika musim bunga, maka Anda dapat nikmati bagaimana anggrek tersebut membuat danau menjadi indah menawan dan sejuk.

Bengkulu memiliki kekayaan flora unik seperti Raflessia arnoldy yang ditemukan pertama kali oleh Sir Thomas Raffles dan Dr. Arnoldy di Dusun Lubuk Tapi tahun 1818. Bunga ini adalah bunga terbesar di dunia berdiameter 100 cm. Bunga ini membutuhkan 6 sampai 8 bulan untuk tumbuh dan 15 hari setelah itu untuk berbunga. Keunikan dari bunga ini adalah tidak memiliki akar, daun dan batang. Tumbuhan ini termasuk parasit kerena memiliki klorofil dan haustoria yang mengeluarkan bau cukup menyegat busuk untuk menarik serangga. Bunga ini sering tumbuh dan ditemukan di Taba Penanjung I dan Taba Penanjung III  sekitar Bengkulu Tengah, daerah di wilayah kabupaten Kepahiang, dan daerah di wilayah kabupaten Rejang Lebong.

Ada juga bunga Kibut (Amorphopalus titanuum). Bunga ini sangat menarik dan cantik karena tidak memiliki batang tetapi memiliki bunga yang tingginya mencapai 3 m dan kuat tumbuh di atas tanah. Bunga ini tumbuh di sekitar Rejang Lebong mengelilingi Kepahiang, Bengkulu Utara, dan Bengkulu Selatan.

Bengkulu juga memiliki beragam tanaman anggrek di antaranya anggrek air atau Vanda hookeriana. Anggrek air ini hanya terdapat di Danau Dendam Tak Sudah terletak sekitar 5 km dari kota Bengkulu. Beberapa macam anggrek liar dan alami lainnya dapat Anda ditemukan di provinsi Bengkulu.

Bengkulu memiliki berbagai macam kekayaan hutan seperti kayu medang, meranti, rattan, dan damar. Sementara tanaman lainnya yang dibudidayakan oleh masyarakatnya adalah minyak sawit, getah karet, kopi, durian, jeruk, dan sayuran.

Di Bengkulu dapat juga Anda temukan upacara adat Tabot, yaitu upacara tradisional tentang kepahlawanan Husein cucu Nabi Muhammad yang gugur dalam peperangan melawan Yazid. Perayaan ini pertama kali dilakukan oleh Syeh Burhanuddin yang dikenal sebagai Imam Senggolo tahun 1685. Syeh Burhanuddin menikah dengan wanita Bengkulu dan kemudian anak, cucu, dan keturunannya disebut sebagai keluarga tabot. Upacara ini dilaksanakan 1 sampai 10 Muharram bulan Islam, karena itu Anda jangan sampai terlewat untuk menyesuaikan dengan tanggal Masehi saat mengunjungi Bengkulu. Upacara Tabot digelar setiap tahun. Ada juga upacara lainnya yang mengiringi Tabot seperti Upacara Mengambil Tanah, dilakukan tanggal 1 sampai 4 Muharram. Duduk Penjah setiap 5 Muharram, Menjara setiap 5-6 Muharram. Anak Jari-Jari dan Sorban setiap 7-8 Muharram. Arak Gedang setiap  9 Muharram dan Pembuangan Tabot setiap 10 Muharram.

Fauna yang ada di Bengkulu beraneka ragam seperti macan, kijang, gajah, monyet, dan rangkong. Ada juga tempat latihan hewan gajah yaitu di Way Kambas Elephant Training Center (ETC) di Seblat yang terletak di sebelah sungai Seblat, Putri Hijau, Bengkulu utara. Tempat latihan ini adalah salah satu dari tempat latihan yang ada di Indonesia (ETC lainnya ada di Lhokseumawe, Aceh; Sebangau, Riau; dan Sebokor, Sumatera Selatan). Untuk mengunjunginya Anda dapat menggunakan kendaraan roda empat. terletak 132 km dari Bengkulu atau sekitar 3 jam perjalanan.

Bengkulu memiliki taman laut sekitar Pulau Enggano, Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), Taman Berburu di Gunung Nanu'ua, dimana hutannya yang masih alami yang terletak di pulau Enggano. Anda dapat berburu banteng liar, bore (babi liar), kijang, monyet, dan beberapa jenis hewan lainnya.

Sejarah

Sejarah Bengkulu kurang dikenal luas, bahwa duhulunya Bengkulu merupakan wilayah yang terdiri dari kerajaan-kerajaan kecil berdasarkan etnis seperti Kerajaan Sungai Serut, Kerajaan Selebar, Kerajaan Pat Petulai, Kerajaan Balai Buntar, Kerajaan Sungai Lemau, Kerajaan Sekiris, Kerajaan Gedung Agung, dan Kerajaan Marau Riang. Majapahit sempat menguasai seluruh Bengkulu, kemudian lepas setelah kerajaan besar ini runtuh. Sebagian wilayah Bengkulu juga pernah berada di bawah kekuasaan Kerajaan Inderapura abad ke-17.

Bengkulu kemudian dikuasai Inggris dan memonopoli lada, namun wabah malaria yang terus menerus membuat Inggris berpikir kembali untuk menguasainya dan menganggapnya bukan wilayah yang menjanjikan. Meski sebelumnya ketika Sir Thomas Stamford Raffles datang ke Indonesia tahun 1818 sebagai wakil kerajaan Inggris dan sukses mengembangkan perdagangan lada di Bengkulu dan memerintahkan masyarakat Bengkulu menanam kopi, pala dan tebu. Setelah Perjanjian London tahun 1824, Bengkulu diserahkan ke Belanda, dengan imbalan Malaka sekaligus penegasan atas kepemilikan Tumasik atau Singapura dan Pulau Belitung. Sejak perjanjian itu Bengkulu menjadi bagian dari Hindia Belanda.

Pada tahun 1930-an, Bengkulu sempat menjadi tempat pembuangan sejumlah aktivis pejuang kemerdekaan, termasuk Ir. Sukarno yang diasingkan ke sini tahun 1938-1941. Di masa inilah Sukarno berkenalan dengan Fatmawati yang kemudian menjadi isterinya. 

Kantor Pariwisata

Jl. P. Tendean 17 Bengkulu
Tlp. (62-736) 21272
Fax. (62-736) 342200, 342100
Email: info@pariwisata.bengkuluprov.go.id
website : www.pariwisata.bengkuluprov.go.id

Benteng Marlborough

Benteng Marlborough (Fort Marlborough) bukan hanya merupakan benteng pertahanan daerah kekuasaan Inggris di kawasan pantai barat Sumatera tapi juga tempat untuk mempertahankan Bengkulu sebagai daerah monopoli lada dan perdagangan. Benteng ini dibangun oleh East India Company (EIC) tahun 1713-1719 pada masa kepemimpinan Gubernur Joseph Callet. Benteng ini dianggap sebagai benteng terkuat kedua milik

Inggris di wilayah timur setelah benteng St. George di Madras, India. Nama Marlborough sendiri diberikan oleh pemerintah Inggris kepada John Churchil yang bergelar Duke of Marlborough I sebagai tanda penghormatan.
Pada awalnya benteng digunakan sebagai pertahanan namun kemudian beralih fungsi sebagai tempat perdagangan komoditi lada sekaligus pusat pengawasan jalur Selat Malaka. Dilihat dari arsitektur bangunannya benteng ini lebih mirip seperti hunian di tengah kota daripada benteng atau pusat perdagangan. Menurut catatan British Library yang ada di benteng ini menjelaskan tentang proses pembaptisan, perkawinan, dan kematian dari para penghuninya. Terdapat sekitar 90 pegawai sipil dan militer yang tinggal di dalam benteng ini.
Saat ini, benteng masih berdiri kokoh di tanah seluas 44.100 m² dengan panjang 240,5 m dan lebar 170,5 m, menghadap ke arah selatan dan membelakangi Samudra Hindia. Bentuk arsitektur bangunan ini mirip kura-kura, terdapat jembatan yang menghubungkan bagian kepala dan badan, sebuah jembatan di atas parit yang membentuk ekor dan jembatan yang menghubungkan jalan masuk dengan bagian luar. Dahulu ketiga jembatan ini bisa diangkat dan diturunkan. Sampai saat ini batas dinding terluar masih nampak yaitu berupa parit-parit.
Di dalam bangunan ini terdapat ruang tahanan, gudang persenjataan, kantor, beberapa meriam, ruang perlindungan, terowongan sepanjang 6 m dan lebar 2 m. Sedangkan di bagian belakang terdapat tiga makam yaitu makam Thomas Parr, Charles Muray dan satu makam tak dikenal. Terdapat juga prasasti nisan yang bertuliskan nama, tanggal dan tahun kematian tentara Inggris. 

Rumah Pengasingan Bung Karno di Bengkulu : Kenangan dari Bapak Pendiri Bangsa 
Di bangku sekolah Anda pastinya mengetahui tentang pengasingan Ir. Soekarno di Bengkulu pada 1938-1942. Nah, rumah kediaman tempat pengasingan presiden pertama Indonesia ini layak untuk menjadi pilihan yang tidak boleh terlewat saat Anda menyambangi Bengkulu. Saat Idul Fitri, rumah pengasingan ini akan sangat padat dikunjungi wisatawan.
Melanjutkan pengasingannya dari Ende, Flores, kemudian Bung Karno menempati rumah ini dari tahun 1938 hingga 1942. Di Bengkulu, Sang Proklamator bertemu dengan Fatmawati, gadis asli Bengkulu yang kemudian menjadi istrinya sekaligus sang penjahit Bendera Sang Saka Merah Putih saat Proklamasi 17 Agustus 1945.
Lokasi Rumah Pengasingan Bung Karno terletak di Jalan Jeruk yang sekarang berganti nama menjadi Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Anggut Atas, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu. Lokasinya di pusat kota akan memudahkan Anda menemukannya.
Di rumah ini tersimpan benda-benda peninggalan Bung Karno yang memiliki nilai sejarah sekaligus menemani Bapak Proklamator dalam menyusun strategi-strategi perjuangan selama di pengasingan. Pembagian ruangan dan penataan koleksi benda bersejarah di rumah ini rapi dan teratur.

Rumah pengasingan ini ukuran aslinya adalah 162 m² dengan bangunan 9 x 18 m. Bentuk bangunannya empat persegi panjang tidak berkaki dan dindingnya polos. Memiliki halaman yang cukup luas dengan atap berbentuk limas. Pintu utamanya berdaun ganda berbentuk persegi panjang dengan jendela persegi panjang berhias kisi-kisi. Belum diketahui kapan rumah ini pertama kali didirikan namun diperkirakan dibangun awal abad ke-20.
Awalnya rumah tersebut merupakan milik pengusaha Tionghoa bernama Tan Eng Cian yang bekerja saat itu sebagai penyumplai  sembako untuk Pemerintah Hindia Belanda. Anda masih dapat melihat ciri rumah Cina dari bangunannya pada lubang angin yang terdapat di atas jendela dan pintu bermotif huruf Cina. Rumah ini kemudian disewa oleh Pemerintah Hindia Belanda untuk menempatkan Bung Karno selama diasingkan di Bengkulu.
Saat ini bangunan lamanya masih dipertahankan seperti awalnya hanya saja pada 2006 Pemprov Bengkulu menambahkan bangunan bernama Persada Bungkarno yang berfungsi sebagai museum, perpustakaan, ruang pertemuan, dan gedung pertunjukan. Untuk masuk ke rumah Bung Karno ini, Anda dikenakan biaya Rp2.500,-

Di Rumah Pengasingan Bung Karno Anda dapat melihat langsung sepeda ontel kesayangan Bung Karno. Sejumlah foto yang dipajang secara acak di beberapa ruangannya. Bahkan, ada pula surat cinta Bung Karno untuk Ibu Fatmawati.
 
Beragam buku koleksi Bung Karno tersimpan di dua lemari kaca. Beberapa koleksi buku Bung Karno adalah: “Het Post Zegelboek”, “Jong Java’s Lief en Leed”, “The Automatic Letter Writer”, “Plammarion-in Het Stervensuur”, “Mia Bruyn-Buwehand”, “de Rhynmonders”, dan “Katholieke Jeugdbubel”.
 Koleksi buku musik Bung Karno akan mengarahkan Anda pada kesimpulan bahwa memang Bapak Pendiri Negara ini adalah juga seorang pemusik atau paling tidak mempelajari musik dan tertarik pada musik.
 Terpajang juga kursi, meja, hingga tempat tidur yang digunakan Bung Karno. Di salah satu ruangannya dapat Anda temukan sebuah mesin jahit antik yang dulunya biasa dipakai Ibu Fatmawati. Sejumlah perlengkapan rumah tangga yang dulu digunakan Bung Karno pun masih tersimpan di sini. 
 
Ada juga beberapa kostum yang biasa dipakai untuk pertunjukan tonil. Dimana saat pengasingannya di Bengkulu, Bung Karno menulis naskah tonil berjudul “Monte Carlo”. Naskah tersebut dipentaskan dimana buktinya tersimpan di beberapa lemarinya berupa kostum para pemeran sandiwara “Monte Carlo” tersebut.
 
Di bagian belakang rumah ini terdapat sumur yang dipercaya membawa berkah. Uniknya banyak orang yang pernah cuci muka ataupun berwudhu dari sumur tersebut.
 
Jangan lewatkan untuk melanjutkan perjalanan wisata sejarah di Bengkulu dengan mengunjungi Rumah Fatmawati yang letaknya hanya 600 meter dari rumah pengasingan Bung Karno. Lokasinya dekat Bundaran Simpang Lima di depan Kantor Walikota Bengkulu. Rumah itu berwarna coklat dan bercirikan bangunan tradisional. Awalnya rumah tersebut adalah tempat tinggal Fatmawati bersama keluarganya  sebelum menikah dengan Bung Karno. Kini bangunannya difungsikan menjadi museum. Anda dapat menemui perabotan dan barang-barang milik Ibu Fatmawati, termasuk mesin jahit yang digunakan untuk menjahit Bendera Merah Putih yang dikibarkan saat Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945. 
 
Pantai Tapak Paderi : Menikmati Keindahan Pantai di Kota Bengkulu 
Provinsi Bengkulu yang berbatasan langsung dengan Samudera Indonesia memiliki garis pantai yang panjang dan menawan. Jika Anda berkunjung ke Bengkulu maka wajib mengunjungi salah satu tujuan wisata favorit masyarakat Bengkulu ini.
Pantai Tapak Paderi merupakan objek wisata yang lengkap berupa wisata pantai dan wisata sejarah. Tidaklah mengherankan karena memang menjadikannya andalan Wisata Bengkulu. Pantai ini langsung terhubung dengan Pantai Panjang dan Pantai Jakat sehingga menjadi keistimewaan tersendiri.
Pantai Tapak Padri awalnya merupakan pusat pelabuhan laut pertama di Bengkulu. Pantai ini juga sekaligus penunjang transporasi laut pemerintah Inggris di Bengkulu saat itu yang berjarak 100 meter dari Benteng Marlborough.
Di wilayah ini atas perintah Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffless dibangun benteng pertahanan dan juga pusat pemerintahan perwakilan Kerajaan Inggris. Benteng tersebut bagitu ternama di Nusantara yaitu Benteng Marlborough. Di pantai ini juga, terdapat kampung China yang yang dahulunya merupakan pusat.
Dari bagian atas Tapak Padri dapat Anda lihat keindahan laut Bengkulu. Pesona keindahan alamnyaseakantiada akhir.Matahari terbenam merupakan pemandangan yang tidak boleh Anda lewatkan. Anda juga dapat menikmati jagung bakar di pantai ini atau menggunakan perahu untuk menikmati suasana danau buatan yang terletak di pinggir pantai.
Pantai Tapak Paderi bersama dua obyek wisata lainnya yaitu Fort Marlborough dan Monumen Thomas Parr menjadi kawasan yang paling banyak dikunjungi masyarakat Bengkulu. Terutama saat bulan Ramadhan sambil menunggu terbitnya matahari pagi yang indah.
Pantai Tapak Paderi juga biasanya digunakan sebagai pusat Festival Tabot Bengkulu. Dalam festival ini Anda akan disajikan kemeriahkan pertunjukan seni, pasar, pameran kriya, aneka lomba, rebana, tari tabot, dan beragam acara seni lainnya.

Memandang Matahari terbenam merupakan salah satu daya tarik Pantai Tapak Paderi. Rona warna keemasan Matahari saat terbit atau terbenamnya akan menjadi kenangan indah terabadikan dalam siluet kamera. Nikmatilah berjalan-jalan sekitar pantai sambil sesekali menikmati deru air laut berbuih di kaki Anda dan membenamkannya bersama pasir yang halus.
Anda dapat berjalan hingga ke Pantai Panjang dan Pantai Jakat. Keidahan kedua pantai ini tidak kalah indahnya. Pantai Panjang terkenal dengan garis pantainya yang panjang, pasir putih halus, dan pepohonan cemara yang rindang melambai-lambai diterpa angin laut. Disekitar pantai ini terdapat hotel, cottage, restoran, jogging track,kolam renang, dan kios cinderamata. Di Pantai Jakat yang bersih ini, Anda bisa menyewa jetski dan banana boat. Di sepanjang pantai ini terdapat penjual jangung dan pisang bakar khas Bengkulu atau membeli langsung hasil tangkapan dari nelayan. 
 
Untuk wisata sejarah, Anda bisa berkunjung ke Benteng Marlborough. Benteng ini merupakan benteng pertahanan Inggris di pantai barat Pulaus Sumatera. Di dalam benteng ini terdapat ruang tahanan, gudang senjata, kantor, beberapa meriam, ruang perlidungan, terowongan sepanjang 6 meter, dan makam prajurit Inggris. 
 
Danau Dendam Tak Sudah : Menemukan Kedamian yang Tidak Berakhir di Bengkulu
Mendengar nama danau ini kemungkinan besar akan menggelitik rasa ingin tahu Anda. Danau Dendam Tak Sudah begitu masyarakat Bengkulu mengenalnya. Di balik namanya yang unik ternyata juga memiliki keindahan tersendiri.

Memiliki luasnya sekira 37,50 hektar, danau ini terletak di Kota Curup, Bengkulu Utara, tidak jauh dari pusat Kota Bengkulu, yakni sekira 6 km. Danau yang dikelilingi bukit-bukit hijau ini merupakan kawasan cagar alam yang menyimpan banyak potensi ekologi dan keseimbangan ekosistem.

Cagar Alam Danau Dendam Tak Sudah mengalami beberapa kali perluasan area. Pertama tahun 1936, dimana Pemerintah Hindia Belanda menetapkannya sebagai cagar alam dengan total luas 11,5 hektare. Pada 1979, kawasan cagar alam dipeluas lagi menjadi 430 hektare. Hingga pada 1999, luas kawasan menjadi 577 hektare.

Danau ini menjadi habitat bagi beberapa jenis ikan langka. Ikan-ikan tersebut berasal dari famili Anabantidae, Bagridae, dan Cyprinidae. Hal spesial lainnya tentang danau ini merupakan habitat utama bagi tumbuhan endemik langka, yaitu anggrek pensil (Vanda hookeriana). Jenis lainnya juga hidup di sini seperti anggrek matahari, nipah, plawi, pulai, bakung, gelam, terentang, sikeduduk,  brosong, ambacang rawa, dan pakis.

Selain flora, fauna yang menghuni kawasan cagar alam juga kerap menjadi tontonan atau atraksi tersendiri bagi wisatawan. Hewan-hewan seperti lutung atau kera ekor panjang sering tampak bergelantungan di pepohonan sekitar danau. Beberapa jenis hewan lain yang menghuni kawasan sekitar danau adalah burung kutilang, babi hutan, siamang, ular phyton dan masih banyak lagi yang lainnya.

Perihal tentang namanya yang tidak biasa tersebut, ada dua kisah yang dipercaya menjadi latar belakang penamaan. Pertama adalah kisah yang merupakan legenda. Konon, ada sepasang kekasih yang kasihnya tak kesampaian sebab tidak direstui orang tua. Sepasang kekasih yang dimabuk asmara itu kemudian dikisahkan bunuh diri ke danau dan inilah yang menjadikannya disebut Danau Dendam Tak Sudah. Konon, sejak saat itu ada dua ekor lintah raksasa yang merupakan jelmaan sepasang kekasih tersebut.

Kisah lain adalah berlatar sejarah dimana Belanda yang saat itu menduduki Indonesia memutuskan membuat dam di danau ini. Tujuannya adalah agar air danau tidak mudah meluap untuk mempermudah pembangunan jalan di sekitar danau. Akan tetapi, pada prakteknya, pembangunan dam terhenti atau tidak pernah selesai. “Dam Tak Sudah” begitu mereka menyebutnya. Entah bagaimana awalnya “Dam Tak Sudah” kini berubah menjadi “Dendam Tak Sudah”.   

Selain sebagai kawasan konservasi, sumber air dan daerah cadangan air, tempat ini sering dijadikan lokasi penelitian ilmiah dan tentunya tempat rekreasi. Pastikan Anda mencoba berperahu atau menggunakan rakit ke seluruh penjuru danau. Bagi yang hobi memancing tentunya tempat ini ideal.

Dengan kawasan hijau berudara sejuk. Pemandangan pagi hari di danau ini sudah dikenal indah dan memesona. Terlebih lagi, saat Matahari terbit dan warna langit yang kemerahan akan memantul warna indah pada permukaan danau. Saat siang cerah pun biru langit dan gumpalan awan berwarna putih memberi kesan menawan saat tercermin di permukaannya.

Mengingat danau ini adalah rumah bagi berbagai jenis ikan, terdapat fasilitas berupa tempat atau perlengkapan memancing. Untuk menambah keseruan, terdapat sampan yang dapat digunakan oleh pengunjung berkeliling danau. Tentu mengasyikkan bisa mengeksplorasi danau dengan berperahu.

Kekayaan flora dan fauna di kawasan Danau Dendam Tak Sudah juga memiliki daya tarik sendiri, misalnya anggrek pensil yang langka dan endemik itu. Anggrek cantik berwarna dasar putih dipadu warna ungu dan bintik-bintik hitam itu menjadi semacam ikon bagi danau ini. Atraksi lutung dan kera ekor panjang yang kadang terlihat bergelantungan di pepohonan adalah daya tarik yang lain lagi.

Sebagai kawasan cagar alam yang luas dan dilindungi, danau dan daerah sekitarnya merupakan potensi bagi wisata minat khusus, dimana Anda dapat melakukan penelitian untuk kepentingan pendidikan dan atau manfaat ilmiah lainnya. 

Pulau Tikus: Kecantikan Pulau Kecil Pemecah Gelombang
Pulau Tikus adalah salah satu destinasi wisata bahari andalan di Bengkulu yang lokasinya terletak di sebelah barat ibu kota Bengkulu. Berada sejauh 10 km dari pusat kota, pulau karang kecil ini  hanya seluas kurang lebih 2 ha. Akan tetapi keindahan dan potensi wisata yang ditawarkan cukup banyak; Pulau Tikus dikelilingi banyak karang dan kaya dengan sumber daya hayati.
Pulau ini dapat dilihat secara langsung dari tujuan wisata andalan lainnya yakni dari Pantai Panjang. Untuk mencapainya hanya perlu menyewa perahu sekira 40 menit.
Pulau Tikus memiliki garis pantai berpasir putih yang menariknya menjadi lokasi penyu sisik (eretmocheIys imbricata) dan penyu hijau (cheloma mydas) bertelur. Di kawasan ini juga terdapat ekosistem karang dan biota laut. Jenis karang yang dimaksud diantaranya adalah acroporase, poriter, fungia, pociIIopora, montipora, dan sarcophiton.
Pulau kecil ini juga merupakan habitat bagi berbagai jenis burung, seperti burung dara laut (duluca bicolor), burung bangau hitam (egresa sacra), burung kwak maling (nytcicuray sp) dan burung pecuk padi (polocrocoray sulsinostris). Sementara itu, jenis flora yang dominan tumbuh di kawasan pulau adalah nyampiung (caiophylum inophylum), ketapang (terminalia cetapa), waru, kelapa (cocos nucifera Sp), dan lainnya.
Pulau Tikus dahulu merupakan tempat kapal-kapal untuk berlabuh dan berlindung dari hantaman badai ombak laut Samudra Indonesia. Sebuah mercusuar masih dapat dilihat tegak berdiri di pulau ini.
Terumbu karang yang sangat luas di sekitar pulau ini mampu melindungi pulau dari abrasi. Sayangnya, keberadaan terumbu karang di Pulau Tikus mengalami degradasi karena berbagai faktor yang mengakibatkan semakin berkurangnya luas Pulau Tikus.
Meski terbilang kecil, Pulau Tikus menjanjikan banyak keriangan dan potensi wisata yang banyak dan menyenangkan. Pemandangannya yang indah sudah menjadi daya tarik tersendiri. Di tambah lagi, lokasi sekitar pulau terbilang aman untuk berenang dan kegiatan penyelaman dasar laut. Airnya jernih dan menyimpan pesona batu karang yang indah.
Keindahan bawah laut Pulau Tikus cukup menggoda. Tentu mengasyikkan menyelaminya dengan snorkeling sambil mengagumi ikan-ikan laut penuh warna dan cantik berenang lincah di antara terumbu karang.
Bagi Anda yang hobi memancing, Anda tentu dapat menyalurkan hobi tersebut di sini. Terdapat berbagai jenis ikan yang bersembunyi di balik batu-batu karang yang bisa menjadi sasaran mata pancing Anda.
Saat malam hari, garis pantai Pulau Tikus adalah tempat bertelur penyu sisik dan penyu hijau. Jika beruntung, Anda dapat menyaksikan aktivitas bertelur hewan yang terbilang langka ini. 

Kota Curup: Menikmati Keindahan Lembah Dataran Tinggi Sumatera 
Suhu sedingin 18 derajat celcius menyambut pagi di Kota Curup, ibukota Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. Ladang-ladang masih diselimuti kabut sehingga buah dan sayur yang ditanam berpetak-petak terlihat samar. Pemandangan yang menarik tercipta di sisi kanan dan kiri jalan dari sebagian besar rumah tradisional penduduk yang masih berbentuk panggung di antara rumah modern dengan lantai keramik dan cat warna-warni.
 Kabupaten Rejang Lebong dikenal sebagai wilayah pemasok sayur-mayur ke seluruh provinsi Bengkulu. Bahkan beras dan sayuran asal Curup biasanya dikirim ke Palembang, Jambi, Padang, Lampung, dan Pekan baru. Jadi, jangan heran jika tidak henti-hentinya tanaman hijau terlihat di depan mata Anda. Disamping itu, kota terbesar ketiga di ini juga merupakan penghasil beras, kopi, dan karet. Secara topografiKabupaten Rejang Lebong memang berdiri di atas pegunungan Bukit Barisan dengan ketinggian 100->1.000 m dpl. Suhu udara paling sejuk terjadi ketika bulan Juli yaitu dimana mencapai 16,2 derajat celcius dan itu cukup ideal untuk tumbuhnya sayur mayur.

Saat singgah di sini dan bercakap dengan warga setempat, Anda akan mendengar tentang kisah Suku Rejang, yaitu suku asli yang tersebar mendiami sebagian besar wilayah Kabupaten Rejang Lebong (Curup, Curup Utara, Curup Timur, Curup Selatan, Curup Tengah, Bermani Ulu, Bermani Ulu Raya, dan sebagian Selupu Rejang). Suku lain yang hidup di sini adalah Suku Lembak, tempat penyebarannya meliputi Kecamatan Padang, Padang Ulak Tanding, Binduriang, Sindang Dataran, Sindang Beliti Ulu, Sindang Beliti Ilir, dan Sindang Kelingi.

Kepahiang pernah diangkat menjadi ibukota Kabupaten Rejang Lebong pada masa Hindia Belanda namun menjelang Agresi Militer Belanda II, seluruh fasilitas vital seperti kantor bupati, gedung daerah, kantor pos, penjara, jembatan dan kantor polisi dibumihanguskan oleh tentara Belanda. Sejak itulah aparatur pemerintah Kabupaten Rejang Lebong dipindahkan ke Kota Curup dan hingga kini menjadi ibukota tetap kabupaten tersebut. Kepahiang sendiri sudah mengalami pemekaran menjadi kabupaten sejak 2004.

Saat cuaca sedang dingin-dinginnya, Anda bisa menikmati wisata Suban Air Panas yang terletak di kota ini. Airnya begitu segar turun langsung dari pegunungan menuju kolam-kolam.

Pecinta petualangan pun bisa menemukan wahana pendakian yang disebut dengan Bukit Kaba, bukit ini memiliki rute pendakian yang tidak ekstrem dan ramah pagi pemula. Di sana Anda bisa melihat lahar dari jarak beberapa meter saja, uniknya, Bukit Kaba juga memiliki beberapa kawah yang warna airnya selalu berubah.

Belum puas menikmati alam Kota Curup? silahkan mengunjungi Air Terjun Talang Rimbo atau Danau Mas Harun Bastari. Jejak sejarah pun dapat diintip di sini melalui Monumen Perjuangan Desa Tabarenah. Apabila ingin melihat bentuk rumah adat Suku Rejang, Anda bisa mendatangi kediaman rumah bupati yang halamannya digunakan untuk memugar rumah adat tersebut.

Wisata Bangka Belitung Bab II

Pulau Lengkuas : Menikmati Keindahan Alam dari Mercusuar 


Tersebutlah sebuah pulau yang selain terkemuka keindahannya juga memiliki mercusuar yang berusia ratusan tahun. Adalah Pulau Lengkuas namanya; tempat dimana keindahan hamparan laut biru jernih bertabur batuan granit nan eksotik. Tempat ini kian memesona dan spektakuler apabila dipandangi dari mercusuar tua tersebut.
 
Berada di Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Bangka Belitung, pulau ini terbilang kecil dengan luas kurang dari 1 hektar. Meski kecil, keindahan pantai di Pulau Lengkuas tak perlu diragukan lagi. Cukup beralasan apabila pulau yang dahulu sepi pengunjung itu kini berhasil mengundang banyak wisatawan untuk sudi menyempatkan mampir.

Nuansa eksotis sebuah pantai berpasir putih yang menghadap birunya samudera dihiasi batuan granit raksasa aneka bentuk. Keistimewaan lain pulau ini yang tak banyak ditemukan di tempat lain adalah keberadaan mercusuar peninggalan Belanda yang dibangun tahun 1882. Hingga kini, mercusuar tersebut masih berfungsi sebagai penuntun lalu lintas kapal laut yang lewat maupun keluar masuk Pulau Belitung.

Wisatawan diizinkan menaiki mercusuar dengan ketinggian kurang lebih 50 m ini. Mercusuar yang memiliki belasan lantai ini memungkinkan  wisatawan menikmati keindahan alam sekitar pulau. Ini jelas imbalan setelah sedikit bersusah payah meniti anak tangganya. Dari atas Anda dapat menikmati kecantikan warna biru laut berpadu harmonis  dengan keindahan batuan granit berwarna putih pucat. Tidak hanya itu, pulau-pulau kecil berwarna hijau yang nampak dari kejauhan adalah pemandangan lain yang kian memanjakan mata. Keindahan tersebut dapat dinikmati dari segala sisi (360 derajat).


Apabila Anda tidak sanggup mencapai puncak maka jangan khawatir. Di setiap lantai mercusuar terdapat jendela yang menghadap ke berbagai arah sehingga pemandangan indah di bawah sana tetap dapat dinikmati atau diabadikan dengan kamera.

Sebelum menjadi salah satu tujuan wisata di Bangka Belitung, pulau ini hanya dihuni oleh beberapa orang saja yang biasanya bertugas menjaga mercusuar. Pada 2008, film "Laskar Pelangi" mengambil setting di Bangka Belitung tetapi Pulau Lengkuas tidak menjadi bagiannya namun  tak luput dari perhatian hingga kini selalu dipadati pengunjung atau wisatawan.

Selain dapat menikmati kecantikan alam tropis sambil rileks di tepian pantainya, pulau kecil ini menawarkan daya tarik lain yang tak boleh dilewatkan. Banyak kegiatan menyenangkan dapat dilakukan di sini. Membawa keluarga datang ke pulau ini untuk piknik di akhir pekan akan menjadi kegiatan mengasyikkan.

Air laut di sekitar Pulau Lengkuas sangat jernih dan bersih. Berenang akan menjadi kegiatan yang menyenangkan terlebih lagi air di sekitar pesisir tidak terlalu dalam. Anda bisa juga melakukan snorkeling karena keindahan bawah lautnya cukup cantik. Terdapat terumbu karang dan berbagai jenis biota laut yang dapat dinikmati pesonanya. Bahkan, Anda dapat juga memancing atau berjemur di pasir putihnya yang lembut setelah lelah bermain di pesisirnya.

Naik ke mercusuar sepertinya akan menjadi pengalaman menarik yang tidak boleh dilewatkan. Apalagi pemandangan dari puncak mercusuar disebut-sebut sebagai pemandangan yang spektakuler di pantai ini. Berhati-hatilah saat menaiki mercusuar dan ikuti peraturan yang ada, misal peraturan menanggalkan alas kaki dan mencuci kaki dengan air tawar sebelum menaiki tangga besi. Hal ini karena dikhawatirkan air laut yang menempel di kaki akan mengakibatkan efek korosif pada tangga mercusuar.

Mengambil foto pemandangan yang eksotik, terutama dari atas mercusuar atau berpose berlatarkan batuan granit sepertinya juga tak boleh terlupakan.

Jika tak puas menikmati keindahan yang ditawarkan pulau ini saja, telusurilah pulau-pulau yang terbentuk dari batuan granit raksasa yang terletak tak jauh dari Pulau Lengkuas. Pulau-pulau kecil (sebagian besar tak bernama) tersebut dapat dicapai hanya dengan berjalan atau pun dengan berenang.

Selain pulau-pulau tak bernama tersebut, terdapat sebuah pulau kecil bernama Pulau Burung. Dinamakan Pulau Burung sebab terdapat sebuah batu granit raksasa yang berbentuk seperti kepala burung di sana. 

Pantai Rambak: Mengabadikan Sinar Pagi nan Menawan di Sungailiat
Pantai Rambak: Mengabadikan Sinar Pagi nan Menawan di SungailiatDari semua pantai yang ada di Pulau Bangka, adalah Sungailiat yang memiliki koleksi pantai terbanyak dengan pemandangan yang mungkin saja belum tentu dimiliki pantai lain di negeri ini. Salah satu pantai yang mesti dijelajahi di Sungailiat itu ialah Pantai Rambak.

Berlokasi tidak jauh dari pusat Kota Sungailiat, Pantai Rambak menawarkan hamparan pasir putih yang lebar. Di beberapa sudut pantai, menjulang beberapa batuan raksasa yang cocok dijadikan spot foto pagi hari. Sunrise begitu memesona di tempat ini bila disaksikan dari tepi pantainya. Pantulan cahaya pagi di balik pantai menghasilkan bentangan biru langit yang sempurna. Sebagai tampak depan batuan besar dapat Anda tunjukkan sebagai bahan cerita saat pulang.

Di tepi pantainya yang berumput dan pohon ketapang yang mulai rindang, berdirilah belasan shelter untuk berteduh dan juga tempat berjualan makanan dan minuman. Anda dapat duduk berteduh di bawahnya, walau dapat dipastikan debur ombak yang bersahabat akan lebih menarik bagi pengunjung.

Tanjung berbatu di tepi utara pun akan menarik perhatian, dan pastilah berdiri di atas batuannya membuat Anda berpikir lagi, dan lagi, “Bagaimana batu-batu besar ini bisa tiba di sini?” Bila berkunjung ke Sungailiat, singgahlah di Pantai Rambak di pagi hari. Bila memungkinkan, datang sebelum Matahari muncul di ufuk timur untuk menorehkan kenangan kunjungan Anda di Sungailiat.

Pantai Rambak - Indonesia TravelBawalah kamera Anda bila datang ke Pulau Bangka dan Belitung. Bertandang ke Pantai Rambak bukanlah pengecualian bila Anda memang tertarik dengan foto-foto pantai di kedua pulau ini yang sangat fenomenal. Banyak fotografer mengabadikan panorama pantai di kedua pulau ini dalam keadaan yang sempurna pada bulan-bulan tertentu. Anda akan sangat beruntung bila saat menyinggahi pantai-pantai tersebut dengan cuaca yang sempurna.

Pagi hari adalah waktu dimana Anda akan mendapatkan golden hour untuk mengabadikan cahaya Matahari yang warnanya indah memancar merah kekuningan. Langit dengan awan yang spektakuler di tempat ini juga pastinya akan mencengangkan pengunjungnya. Tidak perlu seorang fotografer handal untuk menangkap moment seperti sunrise di Pantai Rambak. Semua orang akan mendapatkan hasil yang tak jauh berbeda bila waktunya tepat.
 Pantai Rambak - Indonesia Travel
Bila Anda suka jogging maka pantai ini pun cocok untuk memberikan Anda tantangan berlari di atas pasir putih yang halus. Sesekali, Anda dapat menaiki batu yang tinggi dan loncat dari batu ke batu untuk menguji stamina dan ketangkasan. 

Pantai Tanjung Kelayang: Suguhan Bingkai Alam Belitung nan Memukau 
Imajinasi Anda tentang Bumi Laskar Pelangi pasti selalu mengenai pantai dengan bebatuan granit besar yang berdiri dipermukaan lautnya. Airnya jernih bergradasi biru toscha memperlihatkan terumbukarangnya yang masih sehat. Beberapa destinasi seperti Pulau Lengkuas, Batu Berlayar, Batu Garuda, dan Pulau Kepayang telah menyuguhkan itu dan dapat dirangkum di dalam satu trip Anda.




Akan tetapi sebelum menjelajah kepulau-pulau indah di Belitung menggunakan klotok, Anda harus singgah terlebih dahulu di Pantai Tanjung Kelayang, pantai dimana kapal-kapal ditambatkan menunggu datangnya wisatawan untuk menyeberang kepulau lain. Saat pertama kali menapakkan kaki di sini, bersiaplah dibuat terpukau dengan lansekap Pantai Tanjung Kelayang.

Pantainya membentuk teluk indah yang dipagari pepohonan kelapa dan cemara. Pasirnya luas dan ombaknya pun tidak ganas sehingga Anda harus menyempatkan diri bermain-main di pantai ini sebelum menyebrang kepulau-pulau lain.
 
Perpres Nomor 79 Tahun 2011 menuliskan bahwa Pelabuhan Tanjung Pandan Belitung ditetapkan sebagai salah satu dari 18 Pelabuhan diseluruh Indonesia yang diberikan kemudahan kepelabuhanan untuk proses keluar dan masuknya kapal wisata. Setiap tahun tepatnya Oktober, Pantai Tanjung Kelayang dijadikan titik labuh kapal yacht yang sedang berlayar dalam kegiatan Sail Indonesia. Beragam event lain juga diselenggarakan di sini seperti lomba menyelam, festival maritim, lomba layang-layang, turnamen voli pantai se-ASEAN, dan masih banyak lagi lainnya.

Gagahnya Batu Garuda terlihat jelas dari pesisir Tanjung Kelayang. Dinamakan demikian karena bentuk bantu tersebut menyerupai kepala seekor burung. Konon pemandangan ini pun memengaruhi nama Tanjung Kelayang, dimana "kelayang" sendiri merupakan nama dari salah satu jenis burung.

Hamparan pasirnya begitu luas membentang 4 km hingga ke Tanjung Tinggi. Pemandangan sisi barat sangat menarik memperlihatkan 3 pulau kecil yang spektakuler saat Matahari terbenam. Tempat terbaik untuk menikmatinya adalah dari puncak bebatuan granit yang terletak di ujung semenanjung. Ada juga yang memilih menyaksikannya dari vila-vila yang terletak sekira 500 meter dari semenanjung.

Anda bisa cek terlebih dahulu kapan Belitung mengadakan festival sehingga kunjungan Anda ke Pantai Tanjung Kelayang lebih berkesan.

Di pantai ini, Anda bisa menemukan awak-awak klotok yang akan menawarkan tur hopping island  kebeberapa pulau kecil. Tarifnya mulai dari Rp300 ribu dengan tambahan tarif lain untuk sewa alat snorkeling. Ada pun destinasi-destinasi yang ditawarkan berikut ini.

Pulau Lengkuas
Di pulau ini masih berdiri tegak mercusuar yang dibangun pada 1882 saat pemerintahan colonial Belanda. Wisatawan dapat naik keatas menara dan melihat keseluruhan panorama pulau dari sudut yang sempurna. Sekitaran Pulau Lengkuas adalah tempat terbaik untuk snorkeling, sepotong roti yang Anda lempar kelaut akan membuat mereka naik kepermukaan dan memperebutkannya.

PesonaIndomarine
Sekira 0,5 mil laut dari barat Pulau Lengkuas terdapat kapal Indomarine yang tenggelam pada 1990. Jika menyelam dengan kedalaman 19 meter maka Anda akan menemukan bangkai kapal yang telah ditumbuhi karang dan dijadikan tempat tinggal berbagai jenis ikan.

Pulau Batu Berlayar
Sebuah pulau kecil yang istimewa karena terdiri dari beberapa batu granit besar yang tersusun rapi. Di tengah kumpulan batu terdapat pasir putih sehingga Anda bisa menginjakkan kaki di sana.

Pulau Kepayang
Salah satu pulau yang berada di Desa Tanjung Binga. Dapat dicapai dari Pantai Tanjung Kelayang sekira 15 menit. Pulau Kepayang biasa dijadikan tempat peristirahatan makan siang oleh wisatawan.

Pulau Pasir
Hanya merupakan hamparan pasir yang tidak memiliki pohon dan batu-batu. Apabila laut sedang surut, Anda akan menemukan bintang-bintang laut yang terhampar.

Batu Garuda
Berlayar dari Tanjung Kelayang tak lengkap rasanya jika tak mengunjungi Batu Garuda. Pulau ini tidak terlalu besar namun banyak ditumbuhi pepohonan. Ini menjadi tempat favorit bagi wisatawan untuk mengabadikan momen.