Rabu, 03 Desember 2014

Wisata Maluku Utara Bab I

Maluku utara adalah surga tropis di Indonesia bagian timur.
Inilah tempat wisata bahari, budaya, purbakala, sejarah, dan ada istiadat. Daerah ini pada mulanya adalah bekas wilayah empat kerajaan Islam terbesar di bagian timur Nusantara yang dikenal dengan sebutan Kesultanan Moloku Kie Raha (Kesultanan Empat Gunung di Maluku) yaitu Bacan, Jailolo, Ternate, dan Tidore.
Ibu kota Maluku Utara terletak di Sofifi, Kecamatan Oba Utara. Sejak 4 Agustus 2010 daerah ini menggantikan kota terbesarnya, Ternate, yang berfungsi sebagai ibu kota sementara selama 11 tahun untuk menunggu kesiapan infrastruktur di Sofifi.
Provinsi Maluku Utara terdiri dari 395 pulau besar dan kecil yang tersebar di perairan yang menakjubkan. Pulau yang telah dihuni sebanyak 64 buah dan yang tidak dihuni sebanyak 331 buah.
Salah pulau yang tidak berpenghuni adalah Pulau Dodola. Pulau ini adalah contoh dari pantai tropis yang indah. Pasir putih seluas 16 km mengelilingi pantai dengan airnya yang jernih. Di pulau ini, pengunjung dapat melakukan banyak kegiatan menarik seperti berenang, berjemur, dan menyelam. Pulau Maitara juga menawarkan kehidupan laut yang fantastis. Pulau ini terletak di tengah Pulau Tidore dan Ternate.
Maluku Utara memiliki objek wisata bahari berupa pulau-pulau dan pantai yang indah dengan taman laut serta jenis ikan hias beragam jenis.
Wisata alam seperti batu lubang tersebar hampir di seluruh wilayah. Ada juga hutan wisata sekaligus taman nasional dengan spesies endemik ranking ke 10 di dunia.
Kawasan suaka alam yang terdiri dari beberapa jenis, baik di daratan maupun di perairan laut seperti Cagar Alam Gunung Sibela di Pulau Bacan, Cagar Alam di Pulau Obi, Cagar Alam Taliabu di Pulau Taliabu dan Cagar Alam di Pulau Seho.
Kawasan Cagar Alam Budaya yang memiliki nilai sejarah kepurbakalaan tersebar di wilayah Provinsi Maluku Utara meliputi cagar alam budaya di Kota Ternate, Kota Tidore, Kabupaten Halmahera Barat, Kabupaten Halmahera Tengah, Kabupaten Halmahera Selatan, dan Halmaerah Utara.

Masyarakat dan Budaya

Seperti di Maluku, masyarakat di sini multietnik terdiri dari 28 sub etnis dengan 29 bahasa lokal. Maluku Utara didominasi oleh Muslim.
Corak kehidupan sosial budaya masyarakat di provinsi Maluku Utara secara umum sangat tipikal yaitu perkawinan antara ciri budaya lokal Maluku Utara dan budaya Islam yang dianut empat kesultanan Islam di Maluku Utara pada masa lalu.
Kehidupan masyarakat Maluku Utara dipengaruhi oleh kondisi wilayahnya yang terdiri dari laut dan kepulauan, perbukitan, dan hutan-hutan tropis. Desa-desa di Maluku Utara umumnya terletak di pesisir pantai dan sebagian besar lainnya berada di pulau-pulau kecil. Oleh sebab itu, pola kehidupan seperti menangkap ikan, berburu, bercocok tanaman, dan berdagang masih sangat mewarnai dinamika kehidupan sosial-ekonomi masyarakat Maluku Utara.
  
Kantor Pariwisata
Jl. Kamboja No.14 A, Ternate
Telp. (62-921) 326277, 327396

Pulau Banda: Rahasia yang Tersimpan di Indonesia Timur 
Sejak abad pertama Masehi, kepulauan Banda telah menjadi produsen tunggal rempah-rempah seperti pala dan fuli. Pulau Banda dikunjungi oleh banyak kapal dari Cina, India, dan Arab. Rempah-rempah ini sangat berharga dan dijual dengan keuntungan yang sangat besar di pasar dunia saat itu.
Masyarakat Banda sangat bertumpu pada sumber daya alam rempah rempah hingga berubah setelah Belanda memonopoli perdagangan rempah-rempah dunia.
Meskipun memiliki reputasi besar, Pulau Banda hanya sekumpulan pulau kecil yang terdiri dari tiga pulau besar dan tujuh pulau yang  lebih kecil. Kepulauan ini bertengger di tepi jurang bawah laut terdalam Indonesia yaitu Laut Banda. Perairan di sini dapat mencapai kedalaman lebih dari 6.500 meter.
Dua pulau terbesar yaitu Banda Besar dan Naira, ditumbuhi banyak pohon pala. Pulau ketiga, yaitu Gunung Api atau 'puncak api' merupakan gunung berapi aktif. Di perairan sekitar pulau-pulau ini Anda akan menemukan beberapa taman bawah laut paling spektakuler. Anda dapat menikmati keindahan karang dan ikan berwarna-warni, berenang di air sebening kristal, menyelam, snorkeling, atau bahkan sekadar tamasya saja sudah cukup memuaskan hasrat berwisata bahari Anda.

Terletak 132 km tenggara Ambon, kepulauan ini merupakan daerah terpencil namun sangat indah. Dengan terumbu karang berwarna warni, perairan laut hangat, dan kehidupan laut yang eksotis. Banda adalah surga bagi para penyelam dari seluruh dunia untuk menjelajahi sebuah tempat menyelam yang paling terpencil dan sangat alami di dunia.

Saat ini, Banda telah menyihir para penyelam, pelaut, dan kapal pesiar dari seluruh dunia dengan keindahan alamnya. Baik di atas maupun di bawah laut, keindahan Banda dapat disejajarkan dengan keindahan Raja Ampat di Papua, sebuah surga wisata bahari lain di Indonesia Timur.
Kepulauan Banda merupakan salah satu tujuan wisata Indonesia yang paling populer bagi para penyelam. Baik penyelam ahli maupun pemula. Semua dapat menyelam dari laguna dangkal di antara Bandaneira dan Gunung Api hingga ke dinding vertikal di Pulau Hatta.

Kemanapun Anda pergi berkeliling di sini, maka akan menemukan pemandangan tropis yang menakjubkan, sejarah yang luar biasa, penduduk yang ramah, dan beragam terumbu karang yang masih alami.

Scuba diving masih relatif baru di sini, tapi penyelam yang sudah ahli tidak harus bekerja keras untuk menemukan keindahannya. Bawah laut sekitar Ambon dan pulau terdekat Saparua memiliki beberapa tempat menyelam dengan reputasi mendunia. Ketika Anda menjelajahi permukaan bawah laut maka Anda akan melihat segalanya mulai dari hiu, kura-kura besar, ikan napoleon wrasse, ikan kerapu raksasa, tuna, sinar mobula, cepluk redtooth, berbagai spesies ikan paus, lumba-lumba pemintal, dan kerabat dekat lobster besar, hingga ikan karang yang  jinak atau ikan endemik lepu ambon.

Datanglah ke Pulau Banda dan kunjungi oleh Anda rahasia yang tersimpan di Indonesia Timur ini. Meski penerbangan kesini tidaklah sering namun penantian Anda akan terbayar dengan keindahan surga tropis yang ideal ini.
Menyelam adalah daya tarik utama di sini. Dikelilingi oleh air sebening kristal dan kehidupan laut yang eksotis, Kepulauan Banda merupakan tempat yang ideal untuk berwisata bahari. Gerombolan ikan berwarna-warni dan makhluk laut lainnya hidup di perairan ini yang bahkan penyelam paling berpengalaman akan terkagum-kagum. Kepulauan ini memiliki lebih dari 25 situs menyelam, karena itulah Anda tidak akan merasa bosan. Beberapa tempat yang paling populer adalah Pulau Ai sebuah tempat yang sangat indah namun Anda patut berhati-hati dengan permukaan lautnya yang kasar, ada juga Batu Kapal, Hatta Reef (Karang Hatta), Pulau Keraka, dan Nusa Laut.

Berlayar adalah kegiatan tepat bagi Anda yang ingin menaklukkan batas laut.

Sail Banda merupakan salah satu kegiatan paling menarik karena ratusan wisatawan  datang ke perairan ini. Sail Banda [sailbanda.com] adalah acara yang pasti tidak ingin Anda lewatkan. Acara ini menarik minat para pelaut paling berani dari seluruh dunia yang akan datang ke Banda untuk menaklukkan kondisi lingkungan yang menantang dan berangin.

Bandaneira adalah kota sepi yang menawan dengan pohon berbaris di tepi jalan. Di sini Anda dapat berjalan-jalan dan melihat sisa-sisa reruntuhan dari masa kolonial. Benteng yang direnovasi yaitu Belgica Fort adalah sebuah benteng dari abad ke 17. Anda bisa masuk ke dalam dan merasakan kembali ke periode ketika perdagangan rempah-rempah mendominasi pulau ini. Jika Anda bersabar untuk menunggupencahayaan terbaik maka Anda akan dapat menangkap objek fotografi yang memuaskan.
Dapatkan juga pemandangan menakjubkan saat matahari terbit di Pulau Gunung dengan sebelumnya mendaki puncak Gunung Api. Pendakian selama 90 menit ini merupakan kegiatan yang menantang dan tersedia pemandu untuk Anda.
Bersantai sambil berenang di pantai selatan Banda Besar atau di pulau Nailaka yang kecil.
Salurkan naluri petualang Anda dengan hikingdengan mengunjungi berbagai tempat seperti desa tradisional dan hutan pala berumur empat abad. Ada banyak tempat lain untuk Andalihat  dan jelajahi di pulau yang seolah terahasiakan ini.
Berikut ini tempat-tempat menyelam terbesar di kepulauan Banda.
  • Sonegat : merupakan tempat terdekat untuk menyelam, hanya lima menit dengan perahu dari hotel sekitar. Letaknya di lengahLaut Sonegat antara Banda Neira dan Gunung Api. Cobalah Anda turun menyelam di antara dinding curam dan memanjang 25 meter di gunung yang berbatu. Ada banyak ikan tuna berukuran besar di sini, juga beberapa ikan Girdled biru dan ikan angel fish.
  • Pulau Keraka : Pulau Keraka atau Pulau Kepiting hanya berjarak beberapa menit dari  pintu masuk utara Neira-Gunung Api. Hamparan pasir di pesisir utara pantai sangat cocok untuk piknik. Di pantai selatan, 18 meter ke bawah, Anda akan menemukan dinding kecil ditutupi ratusan tunicates besar yang berwarna biru dan kuning. Di timur pantai, ada bermacam-macam ikan karang dan barracuda sepanjang setengah meter.
  • Pulau Sjahrir Batu Kapal : dulunya dikenal sebagai pulau Pisang dan Batu Kapal, berjarak 20 menit dengan perahu dari Bandaneira. Kedua tempat ini merupakan kombinasi yang baik untuk menyelam di pagi hari, piknik di pantai, atau menyelam sore hari.
  • Pulau Lontar : berada di tepi luar Pulau Lontar merupakan bagian dari tepi kaldera cekung yang menawarkan Anda beberapa situs menyelam yang menakjubkan.
  • Batu Belanda : Di tempat ini, Anda akan menemukan banyak barel, tabung busa, gua-gua kecil, dan celah batu. Ikan di sini bervariasi, termasuk snappers, ikan kaisar besar dan ikan Girdled angel fish biru, keling, ikan bersirip besar, dan ikan banner fish.
  • Pulau Ai : Bersama dengan Pulau Hatta, pulau ini menawarkan tempat terbaik di Banda untuk menyelam. Pantai utara dan barat daya Ai dikelilingi tembok karang yang sempurna, penuh dengan gua-gua dan, merupakan habitat dariikan harbors fish
  • Pulau Hatta : berjarak sekitar 25 km dari laut dari Banda Neira. Atol Skaru, merupakan sebuah karang yang hampir tenggelam beberapa ratus meter dari titik selatan pulau Hatta. Di antara koral-koral Anda dapat menyaksikan berlalunya gerombolan ikan Unicornfish, Fusiliers, ikan jack dan rainbow runners, whitetip sharks yang berukuran hampir 2 meter, napoleon wrasse, dogtoothedtuna, dan kura-kura sisik.

Pulau Halmahera 

Pulau Halmahera adalah pulau terbesar di Maluku. Bentuk pulaunya mirip huruf  K  nampak juga seperti miniatur Sulawesi. Dengan pantai berpasir putih, hutan yang masih alami dan Gunung Mamuya yang spektakuler adalah tawaran menakjubkan di tempat indah ini. Pulau Halmahera ditambari pegunungan dan pulau-pulau yang masih ditutup hutan.
Pulau besar ini mencakup area lebih dari 17.000 km2, dan masih jarang penduduknya. Pulau ini merupakan pusat dari suatu wilayah lebih besar, yang disebut Moro, meliputi pulau dan garis pantai Halmahera, dan yang paling dekat dengan Morotai di bagian utara. Pulau Halmahera sendiri dibagi menjadi 5 kabupaten, yaitu: Kabupaten Halmahera Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, Kabupaten Halmahera Barat, Kabupaten Halmahera Utara, dan Kabupaten Halmahera Tengah.
Sejak abad ke-15, sebagian besar wilayah Halmahera berada di bawah kekuasaan Kesultanan Ternate. Pertengahan abad ke-16, pulau ini merupakan tempat misi Jesuit Portugis yang paling terkenal yaitu St. Francis Xavier (dikenal sebagai St Franciscus Xaverius). Negara-negara Muslim Ternate dan Halmahera menolaknya kemudian berhasil mengusir para misionaris dari pulau ini pada 1571. Meski demikian, pengaruhnya Kristen masih terlihat sampai sekarang, setengah populasinya adalah Muslim dan separuhnya Kristen. 
Halmahera memiliki peran penting selama Perang Dunia II. Di sinilah Amerika dan Sekutu  menguasai Filipina dan Kepulauan Pasifik Selatan. Jenderal Amerika McArthur sempat tinggal di sebuah pulau dekat Daruba dan merencanakan serangan udara terhadap Jepang. The Amerika Daruba Airlfield memiliki tujuh landasan pacu dan masih terlihat sampai saat ini. Sejumlah besar bahan peledak, amunisi dan senjata masih ditemukan di perairan dangkal pulau ini.
Di selatan Morotai, tepatnya di teluk Tobello terdapat beberapa sisa-sisa Perang Dunia II. Sebagin besar lokasi di pulau ini memiliki medan alam yang sulit, jadi Anda harus datang ke sini dengan semangat berpetualangan. Wilayah unchartered di sini menciptakan sebuah suasana "Robinson Crusoe", karena sama sekali tidak ada tanda-tanda kehidupan di pulau-pulau karang yang  indah dan di hutan yang masih alami.
Kegiatan yang paling populer di Halmaherai adalah menjelajahi perairan yang indah. Berselancar di pantai Dorume, terkenal dengan ombaknya yang besar, terutama pada bulan Desember, yang merupakan waktu terbaik untuk berselancar. Selain ombaknya yang besar, daya tarik lainya di sini adalah pasir pantainya indah, berkilauan di bawah sinar matahari karena mengandung butir logam.
Nikmati pemandangan di Talaga Biru yang damai, telaga ini adalah kolam alami berukuran kecil dengan air sebening kristal, yang terletak di dekat desa Mamuya di kecamatan Galela. Menurut legenda setempat, para peri akan turun dari surga untuk mandi di sini. Menariknya, setiap daun pohon-pohon sekitarnya yang jatuh ke dalam kolam selalu hanyut ke pantai, meninggalkan air yang jernih.
Pulau Dodola dikelilingi oleh pantai berpasir putih yang luas, yang sebenarnya menghubungkan pulau-pulau tetangganya seperti Dodola Besar dan Dodola Kecil. Dengan dikelilingi alam yang indah dan air jernih membuat tempat ini cocok untuk berenang, menyelam, snorkeling, atau sekedar bersantai. Dodola juga masuk dalam sejarah. Selama Perang Dunia II, Jenderal Mc Arthur dan pasukannya sering berkunjung ke sini untuk rekreasi.

Pantai Kupakupa sangat ideal untuk bermain kano, berenang dan memancing.
Batu Kopi terletak di Posiposi-Rao Pantai di barat daya Morotai. Namanya berasal dari cerita rakyat setempat yang menyatakan bahwa aroma kopi yang ada di tempat tersebut berasal dari batu yang ada di tempat tersebut. Biasanya aroma ini terasa menjelang sore hari. Di sini Anda bisa berenang, berselancar, menyelam, dan naik perahu. Bagi mereka yang tertarik berselancar, November dan Desember adalah bulan-bulan yang ideal untuk berkunjung.
Pulau Kakara memiliki Hibualamo tertua (rumah besar atau balai desa) di sekitar Tobelo, dan dianggap sebagai tempat lahirnya kebudayaan Tobelorese.
Kunjungan ke Terowongan Jepang pada Perang Dunia II Jepang, akan mengajak Anda kembali ke sejarah. Terletak di dua desa yaitu desa Samuda dan Duma Kecamatan Galela Barat, terowongan ini merupakan tempat persembunyian Militer Jepang pada Perang Dunia II. Terowongan yang ada di desa Samuda panjangnya 20 meter dan memiliki beberapa kamar yang diduga digunakan sebagai ruang pertemuan.
Kunjungi bunker Kao untuk menyaksikan meriam Jepang dan belajar tentang pendudukan Jepang di Kao selama Perang Dunia II. Ada banyak peninggalan perang di sekitar kota ini, terutama di sekitar bandara Kuabang. Di sini terdapat beberapa bunker dan empat meriam, yang masih dalam kondisi baik. Bunker terbesar, dengan dua gedung dan koridor yang panjangnya 15 meter, dapat ditemukan di dekat landasan. Landasan itu sendiri dibangun oleh militer Jepang, dan sekarang menjadi salah satu fasilitas bandara yang paling penting di Halmahera Utara.
Untuk kombinasi wisata alam dan sejarah, kunjungi pantai Sosol, Pantai ini memiliki pasir hitam dan ombak yang sedang, menjadikan tempat yang cocok untuk bersantai dan berenang. Sementara Anda di sini, sempatkan diri Anda melihat bangkai kapal Tosimaru, kapal kargo jepang pada Perang Dunia II.

Gunung Dukono yang mengagumkan merupakan salah satu dari tiga gunung berapi teraktif di Pulau Halmahera dan salah satu yang paling aktif di Indonesia. Uji nyali Anda dengan mendaki gunung yang masih mengelurkan asap ini. Pendakian ke atas gunung biasanya dimulai dari desa Mamuya. Di sana Anda akan menemukan sebuah pos gunung berapi, yang dapat memberikan informasi terkini tentang kondisi gunung berapi, menggunakan sepeda motor ke lereng gunung juga memungkinkan.

Dari sana, Anda harus berjalan sekitar 2 jam melalui hutan dan melintasi beberapa jurang sampai akhirnya mencapai kawah lahar di sekitar kawah Dukono. Di sini Anda akan menemukan tempat berkemah bagi mereka yang ingin bermalam di Gunung Dukono. Dari tempat berkemah, lokasi kawah hanya satu jam ditempuh dengan berjalan kaki.

Menyelam di perairan yang masih murni di antara ikan-ikan tropis adalah pengalaman yang luar biasa. Beberapa tempat menyelam yang paling populer adalah:

Teluk Somola Anda akan menemukan pulau-pulau kecil, yang menawarkan air laut yang biru dan gerombolan pohon bakau. Di daerah ini, wisatawan dapat bermain kano sambil menikmati pemandangan Teluk Somola yang indah. Daerah ini dapat dicapai dengan kapal dari Pantai Pune, Kecamatan Galela.
Pulau Tagalaya adalah salah satu pulau yang terletak di depan Kota Tobelo. Airnya tenang dan jernih, dan pantai berpasir putih mengelilingi pulau ini. Terumbu karang di sini kaya akan kehidupan lautnya dapat ditemukan pada kedalaman 2-10 meter di lepas pantai Tagalaya. Pohon bakau berdiri kokoh di pasir putih dan dikelilingi oleh karang, membuat kegiatan menyelam di sini menjadi pengalaman yang unik. Anda juga dapat menyaksikan penduduk yang sedang menunggu pancing mereka dimakan ikan.
Taman Laut Tobotobo terletak di desa Toboto, Kecamatan Loloda dan merupakan tempat yang ideal untuk snorkeling atau menyelam. Tobotobo juga memiliki ribuan kelelawar yang bergelantungan di pohon bakau dan juga menjadi tempat mandi burung merpati putih dan biru.
Pulau Rorangane adalah salah satu pulau berpenghuni di Halmahera Utara, terletak hanya 15 menit dari pelabuhan Tobelo. Serupa dengan Tagalaya, pantai di pulau ini memiliki air yang tenang dan jernih. Pantai pasir putih mengelilingi seluruh pulau ini. Selain menawarkan tempat berenang yang baik, terumbu karang pada kedalaman 10-30 meter juga menjadi lokasi yang ideal untuk menyelam.

Ternate dan Tidore: Bermulanya Halaman Sejarah Kolonialisme 
Pulau-pulau di gugusan Maluku bagian utara adalah sumber cengkeh dunia yang melegenda. Pedagang India, Arab, Cina dan Jawa sering berkunjung ke Ternate, Tidore, dan Banda yang menjadi sumber rempah-rempah dunia. Mereka pulang membawa komoditi berharga itu ke negara asal untuk dijual dengan harga tinggi. Cengkeh, bersama-sama dengan pala dan fuli itu begitu berharga sebanding dengan emas kerena digunakan sebagai bumbu makanan dan untuk mengawetkan makanan atau sebagai bahan obat-obatan. 
Setelah Perang Salib, rute perdagangan ke Timur ditutup Kesultanan Otoman bagi pedagang Eropa sehingga Portugis, Spanyol, Inggris, dan Belanda bertekad untuk menemukan sendiri kepulauan yang menjadi sumber rempah-rempah itu.
Vasco da Gama adalah orang pertama yang berlayar ke Tanjung Harapan di Afrika untuk mencapai India. Kemudian, dari India, Portugis akhirnya menemukan rute ke Maluku pada tahun 1521, dan tiba di kepulauan rempah-rempah dimaksud, yaitu: Ternate, Tidore, dan Banda. Untuk sampai di sana, pelaut Portugis berlayar sejauh 14.000 kilometer - hampir 9.000 mil - menyebrangi laut yang belum terpetakan, menghadapi badai, ombak tinggi dan angin muson tropis.

Saat kedatangan pedagang Eropa itu, sudah ada kesultanan yang berkembang di Ternate dan Tidore sehingga persaingan perdangan dan upaya monopoli pun terjadi. Pedagang Spanyol, Belanda dan Inggris pun tergiur membentuk armada perang untuk memonopoli perdagangan rempah-rempah hingga akhirnya dimenangkan oleh Belanda.
Menjelang akhir abad ke-16, Gubernur Jendral Belanda Jan Pieterszoon Coen menanam cengkeh di Ambon dan menghancurkan semua tanaman cengkeh di Ternate dan Tidore secara brutal. Tindakan ini dikenal sebagai ekspedisi hongi dan langsung dilawan oleh Kesultanan Ternate dan Tidore. Berikutnya perlawanan Kesultanan Ternate dan Kesultanan Tidore melawan kolonialis pun tercatat dalam banyak halaman sejarah.
Ternate dan Tidore adalah dua pulau kecil yang hampir sama besarnya. Berlokasi di sebelah barat pulau utama, yaitu Halmahera. Kedua pulau ini saling berhadapan satu sama lain dan dipancang oleh gunung api yang muncul dari Laut Maluku yang dalam. 
Pulau Ternate sendiri memiliki luas sekira 1.118 km persegi dan sejatinya adalah bagian dari tubuh Gunung Gamalama yang kakinya terbenam di bawah laut. Ketinggian Gunung Gamalama bila diukur dari permukaan laut hanya 1.715 meter namun jika diukur dari dasar laut mencapai 3.000 meter. Kota Ternate menjadi rumah bagi dua pertiga dari penduduk pulau yang mayoritas Muslim. Di sini, Anda dapat mengunjungi banyak peninggalan sejarah dan menyaksikan tradisi budaya lokal yang luar biasa. Kota ini juga merupakan pusat perdagangan pulau dengan fasilitas pendukung bisnis, jaringan transportasi, dan pariwisata. 
Gunung api di pulau Ternate memberikan tanah subur dan pantai dengan pasir hitam yang berkilauan. Anda akan melihat seluruh pulau dihiasi oleh perahu berwarna-warni dalam berbagai ukuran berbaring di air dangkal berbatu virus dan terlindung oleh pohon kelapa yang menari-nari terkibas angin sejuk.
Apabila Ternate adalah kota pulau yang diperlengkapi dengan denyut aktivitas pemerintahan dan niaga maka berbeda pada kota pulau kembarannya, Tidore. Pulau ini lebih besar dari Ternate namun kontras karena masih terbilang sepi tetapi begitu tentram. Di sini akan Anda temui banyak masjid di sepanjang jalannya. Hampir selang beberapa ratus meter bahkan puluhan meter akan didapati masjid atau musala. Mayarakat Tidore terkenal kuat menjalankan ajaran Islam dan ramah pada pengunjung.

Meskipun hanya memiliki luas 15 km2, Pulau Ternate memiliki sejumlah pemandangan dan pengalaman yang patut untuk dijelajah.
Mendaki puncak gunung berapi. Untuk setiap pengunjung yang datang ke pulau Ternate, mengunjungi Gunung Gamalama adalah keharusan. Wisata ke gunung tersedia dan menawarkan cara yang aman untuk menjelajah gunung berapi. Seorang pemandu lokal akan mengantar Anda melalui perjalanan selama 5 jam ke puncak gunung, 1.271 meter di atas permukaan laut.
Pelajari tentang kehidupan bangsawan Ternate dengan mengunjungi Istana Kedaton atau Sultan. Dibangun pada tahun 1796, sebagaian masih berfungsi sebagai rumah tinggal. Ada bagian bangunan khusus Kedaton yang berfungsi sebagai museum, di mana adik Sultan menyediakan informasi tentang Ternate dan tempat-tempat terkait dalam bahasa Inggris yang sangat baik bagi para pengunjung. Jika Anda telah berencana dan memperoleh izin dari Sultan, Anda dapat melihat mahkota Sultan yang hanya dikenakan pada penobatan. Legenda mengatakan bahwa mahkota memiliki 'rambut tumbuh', yang harus dipangkas sacara teratur. Orang-orang percaya dengan memamerkan mahkota di sekitar pulau dapat mencegah bencana, dan telah mencegah Gunung Gamalama meletus di masa lalu.
Masjid Sultan juga merupakan tempat yang menarik untuk dikunjungi. Sempatkan diri Anda untuk mengagumi interior kayu di tempat ini.
Hiburan lainnya di Ternate termasuk Benteng Oranye yang pernah menjadi kantor Hindia Belanda (VOC) dan juga sebagai tempat tinggal bagi gubernur Belanda di Ternate.
Berjalan di sekitar benteng Tolukko kuno. Dibangun tahun 1512 oleh Portugis, benteng yang pertama kali dibangun di Ternate. Benteng Kayu Merah juga layak untuk dikunjungi karena pemandangannya yang menakjubkan.

Saumlaki: Pintu Gerbang Menuju Kepulauan Tanimbar 
Di suatu tempat di perairan timur Indonesia, antara Pulau Aru dan Kepulauan Kei di bagian timur, serta Pulau Timor di sebelah baratnya, berdirilah sebuah kepulauan nan indah bernama Tanimbar. Kepulauan ini terdiri dari 65 pulau-pulau kecil sebagai bagian dari provinsi Maluku. Beberapa pulau yang dikenal adalah Fordate, Larat, Molu, Maru, Wotap, Wuliaru, Selu, Sera, Selaru, dan yang terbesar adalah Yamdena.
Berlayar dari Darwin, Australia menuju Laut Banda dengan Bandaneira atau  Ambon sebagai tujuannya maka Saumlaki di Pulau Yamdena yang berhutan lebat adalah perhentian pertama yang sanggup menyegarkan pikiran dan perasaan Anda. Saumlaki dikenal sebagai kota terbesar di Tanimbar yang berkembang dengan pengaruh kental Misionaris Kristen sejak tahun 1629.
Letak Saumlaki berada di Pulau Yamdena yang merupakan bagian dari Kepulauan Tanimbar. Kota ini adalah ibu kota Kabupaten Maluku Tenggara Barat setelah pemekaran tahun 1999. Mayoritas penduduknya tinggal di daerah pantai dengan daratan kapur dan karang.

Pelabuhan Saumlaki terletak di pantai selatan Yamdena. Di bagian barat pulau ini masih berawa dan sedikit berbukit di bagian timurnya. Tempat tinggal penduduk di pesisir pantainya begitu terlihat damai, menara gereja muncul di antara pepohonan rimbun yang gagah menghadap kota. Dua pertiga dari penduduk Tanimbarese adalah pemeluk agama Katolik dan Kristen. Sisanya adalah Islam, Budha, dan aliran kepercayaan animisme.
Pelancong masa lalu mengatakan bahwa penduduk setempat kurang ramah dibandingkan dengan penduduk di Maluku. Sebagai daerah yang hampir terisolasi di Maluku, Tanimbar masih memaksakan diri untuk memperbaiki keterbatasan fasilitas layanan umum. Kota Saumlaki sendiri dibangun di sekitar jalan utama dengan gaya ruko Cina yang tidak biasa.
Meskipun atraksi di sekitar pulau-pulau kurang populer namun petualang mungkin dapat menemukan jejak historis dan berinteksi akrab dengan penduduknya.

Pulau Pombo: Pulau Kecil di Maluku dengan Sejuta Keindahan 
Ketika tiba dengan speedboat mungkin yang Anda lihat hanya pepohonan di pesisir pantai dan hamparan pasir putih yang mengelilingi pulau seluas 2 atau 3 ha tersebut. Akan tetapi, jangan terkecoh dengan ukurannya, karena apa yang ada di bawah laut sekitarnya begitu mencengangkan sekaligus membuat Anda takjub. Menyelamlah hingga ke dasar perairannya untuk menikmati kekayaan dan keindahan biota laut yang telah membius para penyelam itu.
Maluku memang sangat beruntung dianugerahi deretan pulau nan indah memesona. Layak kiranya apabila Maluku dijuluki sebagai ‘Provinsi Seribu Pulau’. Salah satu pulau yang indah untuk disambangi di sini adalah Pulau Pombo. Lokasinya sekitar 20 menit dari Kota Ambon, Ibu Kota Provinsi Maluku.

Secara geografis Pulau Pombo berada di tengah-tengah Pulau Ambon dan Pulau Haruku. Sementara secara administratif seluruh kawasan di Pulau Pombo masuk ke dalam wilayah Kecamatan Salahhutu, Kabupaten Maluku Tengah.
 Menurut penduduk setempat kata ‘pombo’ berasal dari bahasa Portugis yang berarti ‘merpati’. Oleh karena itu, Pulau Pombo dikenal juga dengan nama Pulau Merpati. Di daratan Pulau Pombo tidak ada terdapat perumahan penduduk dengan kata lain pulau ini tidak berpenghuni.

Pulau Pombo menyuguhkan wisata bawah laut yang menakjubkan sekaligus menjadi cagar alam mini. Di sini tersimpan kekayaan biota laut dan keindahannya yang menjadi modal untuk menarik wisatawan terutama penyelam dari seluruh penjuru dunia.

Sumber daya alam laut Pulau Pombo telah berperan penting bagi keberlangsungan alam Provinsi Maluku Tengah. Selain itu, kawasan ini juga telah dijadikan lokasi penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan budidaya alam bawah laut.
 Kawasan laut Pulau Pombo berupa atol dan rangkaian batu karang besar dan kecil, air lautnya yang jernih sangat memungkinkan Anda untuk melihat pemandangan dasar lautnya. Ketika musim air laut surut tiba, bebatuan karang yang sebelumnya bersembunyi di dasar laut akan muncul ke pemukaan membentuk sebuah pemandangan memesona sekaligus langka.

Ketika menyelam ke dasar perairan Pulau Pombo maka Anda akan menyaksikan kekayaan biota lautnya, mulai dari berbagai jenis ikan, kerang, rumput laut, hingga terumbu karang beragam bentuk yang unik. Jenis ikan yang bisa ditemukan di sini antara lain: ikan puri (Stolephorus sp.), momar (Decapterus sp.), komu (Auxis thzard), lema (Rastreliger kanagurta), jenis-jenis lolasi (caesionidae) serta moluska seperti kima (Tridacnidae), bia jalang (Strombus luhuanus), lola (Trochus niloticus), bia kambing (Lambis sp.), bia gengge (Nautilus pompilius), japing-japing (Pinctada margaritifera), dan jenis lain dari Cypreanidae, Strombidae, dan Connidae. Di sini juga terdapat moluska seperti kima (Tridacnidae), lola (Trochus niloticus), bia gengge (Nautilus pompilius), dan triton trompet (Charonnia tritonis). Semua moluska tersebut sudah berada dalam lindungan pemerintah (SK. Menhut No. 12/Kpts-II/).

Di darat pulau ini terpampang keindahan yang memesona. Daratan Pulau Pombo merupakan tempat singgah dan sarangnya hewan endemik Maluku yaitu burung Pombo (Ducula bicolor) dan berbagai jenis burung lainnya.

Wisata Kalimantan Tengah


Kalimantan Tengah merupakan provinsi terbesar di Pulau Kalimantan, luasnya sekitar 253.800 km² dimana sebagian besar wilayahnya adalah hutan. Bagian utara adalah pegunungan yang sulit dijangkau, bagian tengahnya merupakan hutan tropis yang lebat. sedangkan wilayah selatan adalah rawa dengan banyak sungai. Iklim di Kalimantan panas dan lembab.

Kalimantan Tengah memiliki posisi geografisnya yang cukup strategis, berhadapan langsung dengan Laut Jawa dan berbatasan dengan provinsi Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur,
Di provinsi inilah Anda berkesempatan untuk berwisata alam di tempat yang tepat. Itu karena Kalimantan Tengah sangat kaya dengan cagar alamnya,  seperti di Bukit Raya dan kelompok Hutan Monumental Kotawaringin Timur, Bukit Sapat Hawung di Barito Utara, dan Merang di Kota Palangkaraya.

Selain itu ada juga suaka alam darat dan laut di Kotawaringin Barat. Air terjun Malau Besar dan Pauras di Barito Utara, Tangkiling di Palangkaraya. Pantai yang indah dan alami di Kotawaringin Barat, serta Ujung Pandaran di Kotawaringin Timur.

Orangutan merupakan hewan endemik yang masih banyak Anda dapat jumpai di Kalimantan Tengah khususnya Taman Nasional Tanjung
Puting dengan luas mencapai 300.000 Ha tepatnya di Kabupaten Kotawaringin Barat dan Seruyan. Di sini juga terdapat hewan lain seperti beruang, landak, owa-owa, beruk, kera, bekantan, trenggiling, buaya, kukang, paus air tawar (tampahas), arwana, manjuhan, biota laut, penyu, bulus, burung rangkong, betet, dan lain-lain.

Masyarakat dan Budaya

Orang Melayu, Dayak, dan Bugis mendominasi daerah ini. Beberapa keturunan orang Dayak masih tinggal dan terisolasi di belantara hutan.

Sebutan umum suku Dayak yang ada di Kalimantan Tengah adalah suku Dayak Ngaju karena yang paling dominan. Suku lainnya yang tinggal di pesisir adalah Banjar Melayu Pantai merupakan 24,20 % populasi. Di samping itu ada pula suku Jawa, Madura, Bugis dan lain-lain. Gabungan suku Dayak (Ngaju, Sampit, Maanyan, Bakumpai) mencapai 37,90%. Keturunan suku Dayak yang mendiami provinsi ini adalah orang Ngaju, Ot Danum dan Ma.

Bahasa daerah di Kalimantan Tengah terdiri dari puluhan, bahkan ratusan bahasa Dayak. Namun, dalam pergaulan sehari-hari, bahasa yang kerap digunakan adalah bahasa Dayak Ngaju, Dayak Maayan, Dayak Kapuas, bahasa Jawa, dan bahasa Banjar.

Suku Dayak dikenal dengan “Rumah Betang” sebuah rumah besar yang dihuni beberapa keluarga sekaligus secara turun-temurun. Karena itulah kekerabatan mereka sangat erat dan menjadi unsur dominan keberlangsungan kebudayaan unik ini.

Kantor Pariwisata

Jl. Tjilik Riwut Km.5, Palangkaraya 73112
Telp. (0536) 3231110
Fax. (0536) 3231007

Taman Nasional Tanjung Puting : Rumah Alam Liar yang Menakjubkan

Ketika Anda memasuki belantara lebat hutan Kalimantan yang dibelahi sungai-sungai di Taman Nasional Tanjung Puting maka itu akan menjadi pengalaman yang tidak akan terlupakan. Anda seketika menjadi seorang petualang alam untuk bertemu beragam hewan tropis nan eksotis dengan aktor utamanya adalah orangutan. Tanjung Puting begitu istimewa karena kawasan ini merupakan ibu kota-nya orangutan di muka Bumi.

Taman nasional yang luasnya hampir mencapai seukuran Bali ini adalah rumah bagi kehidupan liar yang menakjubkan. Di sini juga berdiam bekantan dan monyet ekor panjang, burung, serta hewan liar lainnya, belum lagi tanaman asli hutan itu sendiri. Jelasnya tempat ini merupakan harta karun dunia yang menarik perhatian pengunjung dari berbagai belahan dunia.

Taman Nasional Tanjung Puting berada di Provinsi Kalimantan Tengah. Awalnya kawasan ini dinyatakan sebagai cagar alam tahun 1935 dan menjadi taman nasional pada 1982. TNTP berada di semenanjung luar laut Jawa dengan zona habitat yang beragam dari sejumlah besar makhluk hidup, baik flora dan fauna.

Lingkungan hutan yang menakjubkan ini harus dikunjungi jika Anda memang penyuka petualangan di alam terbuka. Sungai di sekitar TNTP merupakan sumber air yang jernih dan didiami beragam ikan air tawar dan makhluk dua alam. Dengan jumlah populasi yang banyak di tempat ini menjadikannya salah satu tempat terpenting di dunia untuk pelestarian hewan primata, burung, reptil dan ikan.

Orangutan tidak diragukan lagi menjadi penghuni yang paling di kenal di TNTP. Di sini menjadi pusat penelitian orangutan yang bertempat Camp Leakey. Di sanalah orangutan ditangkarkan dan diteliti secara berkelanjutan. Dengan sekira tiga perempat populasi orangutan di dunia yang hidup di Kalimantan, TNTP adalah tempat paling sempurna untuk melihat langsung kehidupan hewan menakjubkan itu di alam liar.
Sungai Sekonyer terkenal karena kecantikan alam dan kehidupan beragam hewannya. Ketika Anda menyusuri sungai dengan perahu klotok maka perhatian Anda akan sering dialihkan ke dunia lain yang menakjubkan. Bersantai di perahu sembari melihat monyet ekor panjang dan bekantan berayun melalui ranting dan dahan pohon yang lebat. Sering pula terlihat di pinggir sungainya buaya, beragam burung, hingga serangga yang berterbangan.
 Setidaknya ada empat lokasi yang dapat Anda kunjungi untuk melihat orangutan dan hewan lainnya di TNTP, yaitu: Tanjung Harapan, Pesalat, Pondok Tanguy, dan Camp Leakey.

Salah satu tempat menarik di Tanjung Puting adalah Camp Leakey. Di sana merupakan tempat pelestarian orangutan yang telah berdiri sejak 1971. Tempat tersebut telah dikenal sebagai pusat penelitian orangutan dimana Anda dapat berkesempatan memberi makan orangutan. Camp Leakey sendiri namanya berasal dari nama Dr Louis Leakey, yaitu pembimbing dari Professor Birute Galdikas yang mendirikan tempat tersebut. Dr Leakey merupakan pembimbing Jane Goddal dan Dianne Fossey yang meneliti simpanse dan gorila gunung. Profesor Galdikas mendirikan kamp ini tahun 1971 dan kini berjuang untuk menghadapi deforestasi dan perdagangan ilegal hewan peliharaan dari Kalimantan.

Pondok Tanguy secara khusus merupakan pusat rehabilitasi untuk orangutan yang pernah ditangkap dan dipelihara manusia. Lokasinya dapat dicapai dari Pesalat sekira 1,5 jam dengan klotok atau 1 jam dengan speedboat.

Tanjung Harapan dapat dicapai sekira 1,5-2 jam dan berikutnya dari sana Anda dapat mampir ke Pesalat sekira perjalanan sungai 1 jam.

Di keempat pusat penangkaran orang utan di TNTP, Anda dapat berkesempatan melihat dari dekat primata menakjubkan ini dan belajar lebih banyak tentang bagaimana kita dapat melindungi spesies yang terancam punah tersebut.

Taman Nasional Sebangau: Rumah Terbesar Orangutan di Alam Liar

 Berada di antara Sungai Katingan dan Sungai Sebangau, Taman Nasional Sebangau merupakan salah satu hutan rawa gambut yang masih tersisa di Kalimantan. Hutan ini memiliki luas sekitar 568,700 hektar ini dan menjadi rumah bagi lebih dari 6000 orangutan. Dengan jumlah tersebut membuat tempat ini dianggap sebagai salah satu populasi orangutan terbesar di dunia liar.
Bersama dengan Taman Nasional Tanjung Puting, Taman Nasional Sebangau adalah representasi sempurna dari hutan tropis murni di Kalimantan Tengah. Taman Nasional Sebangau dijaga melalui pelestarian tanpa henti dan kearifan lokal kuno suku Dayak.
Taman Nasional Sebangau memiliki kekayaan keanekaragaman hayati. Hutan ini juga dikenal dengan ekosistem khusus air hitam. Ekosistem ini merupakan ekosistem yang berasal dari bahan-bahan organik membusuk di rawa gambut yang akhirnya mengakibatkan air menghitam dan berbagai organism unik hidup mendiaminya.
World Wildlife Fund (WWF) Indonesia telah melakukan kampanye untuk membangun taman nasional ini tahun 2004. WWF juga telah melibatkan penduduk di sekitar taman nasional ini untuk menekan angka penebangan pohon, membuat kerajinan industri rumahan, reboisasi, hingga ekowisata.
Selain menjadi rumah bagi orangutan, Taman Nasional Sebangau juga menjadi habitat untuk 25 jenis mamalia, 116 jenis burung borneo, 36 jenis ikan, serta sekitar 166 jenis flora. 
Beberapa fauna penghuni Taman Nasional Sebangau antara lain: orangutan (Pongo pygmaeus), beruk (Macaca nemestrina), kelasi (Presbytis rubicunda), bekantan (Nasalis larvatus), beruang madu (Helarctos malayanus), kucing hutan (Felis bangalensis), bajing (Exilisciurus axilis), enggang gunung (A. undulatus), enggang gading (Buceros vigil), enggang badak (Buceros rhinoceros), bangau rawa (Ciconiastormi), pecukular (Anhinga melanogaster), cangak merah (Ardea purpurea), cangak laut (Ardea sumatrana), Elang Hitam (Ictinaetus malayensis), lele (Clarias sp.), papuyu (Anabas testudineus), kakapar (Belontia hesselti), dan sambaling (Betta sp.).
Sementara flora yang dapat Anda jumpai ada di taman ini antara lain: jelutung (Dyera lowii), belangeran (Shorea belangeran), pulai (Alstonia angustifolia), pohon ulin, anggrek hitam dan anggrek tanduk rusa.

Pastinya jangan lupa membawa kamera dan teropong. Ada banyak satwa liar lainnya termasuk di sepanjang perjalanan yang menanti bidikan lensa Anda. Beberapa binatang yang mudah ditemui di beberapa lokasi sepanjang sungai adalah bekantan, elang bondol, dan monyet ekor panjang.

Di tengah hutan rawa gambut, Taman Nasional Sebangau menawarkan pemandangan indah dari bukit yang masih alami. Berjalanlah, mendakilah, lewati tetumbuhan hijau hingga Anda tiba di puncak Bukit Batu.
Di puncak tersebut Anda dapat mengamati Taman Nasional Sebangau yang luas dan semua pemandangan di bawahnya. Di puncak Bukit Batu juga merupakan tempat sempurna untuk mengamati burung heron putih, walet, cucak hijau, beruang, kepodang, dan elang hitam. Di bukit inilah mereka bersarang.
Hutan-hutan tropis di Kalimantan adalah bagian penting kehidupan manusia dan bertindak sebagai pemasok besar oksigen di muka Bumi.
Sebuah perjalanan panjang dan menantang tersedia di Bukit Bulan. Ketika Anda melakukan perjalanan ke atas bukit maka akan tersaji pemandangan indah di sepanjang Jalan Sungai Bulan. Sebuah ekosistem unik yang terdiri dari rawa gambut dan batuan granit bisa Anda amati dari Bukit Kaki.
Sebangau Taman Nasional juga dihiasi danau air tawar yang segar dan jernih. Danau ini juga merupakan habitat bagi berbagai jenis ikan, fauna dan flora yang beragam. Danau-danau yang luar biasa di tempat ini antara lain: Danau Bulat, Danau Punggualas, Danau Jalan Pangen, dan Danau Panjang.
Di sepanjang Sungai Katingan juga terdapat lokasi peninggalan sisa Suku Dayak asli, seperti makam dan rumah tradisional. Objek-objek ini bisa jadi pemandangan unik.

Pantai Kubu: Pantai Manis di Dekat Kota Manis 
Duduk santai di dermaga kayu menghadap birunya lautan sembari memancing dan mengamati hilir mudik ikan di air yang jernih lalu wajah Anda diterpa hembusan angin laut adalah salah satu kebahagiaan sederhana yang tak dapat dibeli dengan uang. Hal berarti semacam ini dapat Anda rasakan di Pantai Kubu yang terletak di Desa Kubu, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat. Pantai nan cantik ini berjarak sekira 30 km dari Pangkalan Bun, ibu kota Kabupaten Kotawaringin Barat.  Pangkalan Bun sendiri dijuluki sebagai “Kota Manis”, sebutan yang berasal dari singkatan sebuah slogan, yaitu: Minat, Aman, Nikmat, Indah, dan Segar.

Sebelum atau setelah lelah berpetualang menjelajahi liarnya hutan tropis dan menyaksikan keanggunan orangutan serta bekantan bergelantungan pada dahan pepohonan di Taman Nasional Tanjung Puting dan atau di Suaka Margasatwa Sungai Lamandau, Anda dapat sejenak menikmati sisi lain alam Kalimantan dengan mengunjungi pantainya yang tenang dan manis. Masih berada di kabupaten yang sama dengan dua hutan konservasi tersebut, Pantai Kubu dikenal sebagai kawasan wisata transit wisatawan yang berniat menjelajahi kemegahan hutan tropis Kalimantan yang merupakan paru-paru dunia.

Termasuk sebagai kawasan pantai yang landai, Pantai Kubu adalah salah satu tujuan wisata pantai yang dikelola sebagai kawasan wisata komersil oleh pemerintah daerah setempat. Berbagai fasilitas dibangun guna menunjang kondisi pantai ini, meskipun usaha tersebut belum terlalu maksimal. Keberadaan anjungan yang letaknya mencapai 300 meter dari bibir pantai adalah salah satu bentuk upaya tersebut dan merupakan salah satu daya tarik utama di pantai ini. Anjungan yang terbuat dari kayu ulin tersebut sungguh tempat yang asyik untuk bersantai sambil menikmati keindahan pesona bahari.Akan tetapi, sayangnya, beberapa waktu yang lalu anjungan ini sempat dibakar oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dan masih belum dibangun lagi.

Selain dapat menikmati keindahan laut di dermaga kayu, Anda dapat juga bersantai di pondok-pondok yang dibangun di tepi pantai. Hal menarik lainnya yang dapat Anda nikmati di lokasi sekitar Pantai Kubu adalah tersedianya warung-warung yang menjual makanan khas laut (seafood). Tentu saja ikan dan makanan khas laut lainnya yang dijual masih terbilang segar sebab dibeli langsung dari nelayan. Pada pagi menjelang siang hari, Anda dapat melihat para nelayan menangkap ikan di lepas Pantai Kubu. Anda bahkan dapat memancing ikan sambil duduk di sepanjang kayu ulin yang menuju tengah laut. Sementara untuk minumannya, air kelapa muda yang disajikan lengkap dengan butir kelapa utuh adalah pilihan minuman khas pantai yang tak boleh dilewatkan.

Pantai Kubu adalah pantai yang menghadap Laut Jawa dan merupakan salah satu pantai kebanggaan masyarakat sekitar. Saat tahun baru, pantai ini akan dipadati pengunjung terutama masyarakat lokal yang ingin menyaksikan keindahan pesta kembang api atau sekedar berbaur dengan keramaian pengunjung yang menanti pergantian tahun. 
Pantai Kubu adalah salah satu destinasi wisata pantai yang termasuk dalam kawasan wisata Pantai Bogam Raya yang terletak di Kumai. Kawasannya meliputi Pantai Keraya, Pantai Tanjung Keluang, Pantai Tanjung Penghujan, dan Air Terjun Patih Mambang.

Pantai kubu memiliki pasir putih kecoklatan tetapi air lautnya berwarna coklat karena dekat dengan hutan gambut. Pantainya yang landai sangat cocok untuk bermain-main dan berjalan-jalan. Di salah satu bagian pantai ini tersedia lokasi yang menjorok ke arah laut dimana Anda bisa merasakan semilir angin laut secara langsung.

Ada dua pintu masuk menuju Pantai Kubu, pertama, pintu masuk dengan kepiting raksasa di atas gerbangnya dan kedua, pintu masuk dengan patung buaya. Masing-masing kawasan memiliki daya tariknya sendiri. Apabila Anda ingin menjejakkan kaki di dermaga kayu yang panjangnya 300 meter dari bibir pantai maka pintu masuk kepiting yang harus Anda pilih. Sementara pintu masuk buaya menawarkan beberapa fasilitas permainan tapi tanpa ada dermaga kayu yang menantang laut.

Setibanya di Pantai Kubu, rasakan angin laut menyapa Anda saat Anda berada di dermaga kayu yang dibangun sepanjang 300 meter kearah tengah laut dan nikmati pesona pemandangan sekitar yang memesona. Anda dapat duduk di sana sambil memancing atau sekadar duduk santai melihat ikan, ubur-ubur, kepiting dan lain sebagainya berenang di air laut yang bening. Pada waktu-waktu tertentu, biasanya saat pagi hari Anda dapat menyaksikan nelayan menangkap ikan di sekitar lepas pantai.

Tersedia jasa penyewaan kapal-kapal kecil yang akan mengantarkan Anda berkeliling sekitar kawasan Pantai Kubu. Tarif naik kapal ini kurang lebih Rp10.000,- per orang. Ada pula fasilitas bananaboat. Setelah lelah beraktivitas, wisata kuliner di sekitar Pantai Kubu hendaknya tidak Anda lewatkan. Sajian khas menu makanan laut seperti ikan bakar, udang rebus, kepiting, cumi, dan lain sebagainya tersedia di sana. Saat sore menjelang, menikmati matahari tenggelam tentu merupakan bonus yang tak kalah menyenangkan. 

Wisata kalimantan Barat



Kalimantan Barat
Kalimantan Barat dijuluki “Provinsi Seribu Sungai". Itu dikarenakan mempunyai ratusan sungai besar dan kecil yang sering dilayari. Beberapa sungai besar sampai saat ini masih merupakan urat nadi dan jalur utama untuk angkutan daerah pedalaman. Sungai-sungai itu pun menyilangi kota dimana salah satunya yaitu sungai terpanjang di Indonesia. Sungai Kapuas dengan panjang 1.143 km telah membagi kota menjadi dua dan menyediakan jalur transportasi penting dan bersejarah. Kalimantan Barat juga menjadi wilayah yang dilewati langsung oleh garis khatulistiwa.

Kalimantan Barat adalah tempat tepat untuk berwisata alam, agrowisata, juga wisata budaya. Di sini tersedia wisata alam berupa pemandangan alam pegunungan, pantai laut, danau musiman, hutan tropis dengan aneka ragam flora dan fauna, hingga air terjun yang indah di Pande Kembayung dan Riam Kanebak. Untuk wisata budaya, karena Kalimantan Barat memiliki latar belakang sejarah dan aneka ragam seni dan budaya yang unik dan menarik untuk disambangi.

Meskipun sebagian kecil wilayah Kalimantan Barat merupakan perairan laut tetapi memiliki puluhan pulau besar dan kecil. Sebagian pulau kecil tersebut tidak berpenghuni dan tersebar sepanjang Selat Karimata dan Laut Natuna, berbatasan dengan wilayah Provinsi Kepulauan Riau.

Kalimantan Barat memiliki luas lebih dari 146.607 km² dan memiliki kekayaan berbagai mineral serta batu permata. Iklim dominan di wilayah ini adalah tropis dengan suhu udara minimum rata-rata 220,9°C dan maksimum 310,05°C. Musim hujan ringan terjadi bulan Maret-Mei sementara hujan pada November-Januari.

Kalimantan Barat dihuni penduduk asli Dayak dan kaum pendatang dari Sumatera, juga kaum urban dari China serta daerah lainnya di Indonesia. Suku yang Dominan Besar yaitu Dayak, Melayu, dan China. Selain itu, terdapat juga suku-suku bangsa lain, antara lain Bugis, Jawa, Madura, Minangkabau, Sunda, dan Batak.

Melihat sosial budaya Kalimantan Barat, Anda bagaikan melihat mozaik yang berdenyut dinamis. Bayangkan saja, terdapat 164 bahasa daerah, 152 di antara bahasa tersebut adalah bahasa sub suku Dayak dan 12 sisanya bahasa sub suku Melayu. Aneka ragam bahasa ini dituturkan oleh sedikitnya 20 suku atau etnis, tiga diantaranya suku asli dan 17 sisanya suku pendatang.

Kantor Dinas Pariwisata
Jl. Sutoyo,  Pontianak 78121
Phone. (0561) 736541,768274, 743104, 742438
Fax. (0561) 730062, 742838

www.borneo-equatorism.com.
info-rn@borneo-equatorism.com

Kantor Pariwisata

Jl. Sutoyo,  Pontianak 78121
Telp. (0561) 736541,768274, 743104, 742438
Fax. (0561) 730062, 742838
website : http://kalbarprov.go.id/
 

Taman Nasional Gunung Palung 
Taman Nasional Gunung Palung yang memiliki Luas 90.000 hektar merupakan salah satu kawasan pelestarian alam yang memiliki keanekaragaman hayati bernilai tinggi, dan berbagai tipe ekosistem antara lain hutan mangrove, hutan rawa, rawa gambut, hutan rawa air tawar, hutan pamah tropika, dan hutan pegunungan yang selalu ditutupi kabut.
Taman nasional ini terletak di kabupaten Ketapang, provinsi Kalimantan Barat yang merupakan satu-satunya kawasan hutan tropika Dipterocarpus yang terbaik dan terluas di Kalimantan. Sekitar 65 persen kawasan, masih berupa hutan primer yang tidak terganggu aktivitas manusia dan memiliki banyak komunitas tumbuhan dan satwa liar.
Seperti di daerah Kalimantan Barat lainnya, umumnya kawasan ini ditumbuhi oleh jelutung (Dyera costulata), ramin (Gonystylus bancanus), damar (Agathis borneensis), pulai (Alstonia scholaris), rengas (Gluta renghas), kayu ulin (Eusideroxylon zwageri), Bruguiera sp., Lumnitzera sp., Rhizophora sp., Sonneratia sp., ara si pencekik dan tumbuhan obat.
Mempunyai iklim tropis dengan rata-rata curah hujan 3.000 mm per tahun dan suhu udara berkisar antara 25,5° - 35° C.
Tumbuhan yang tergolong unik di taman nasional ini adalah anggrek hitam (Coelogyne pandurata), yang bisa Anda temukan di Sungai Matan terutama pada bulan Februari-April. Daya tarik anggrek hitam terlihat pada bentuk bunganya yang bercorak hijau dengan kombinasi bercak hitam pada bagian tengah bunga, dan lama mekarnya antara 5-6 hari.

Tercatat ada 190 jenis burung dan 35 jenis mamalia yang berperan sebagai penabur biji tumbuhan di hutan. Semua keluarga burung dan kemungkinan besar dari seluruh jenis burung yang ada di Kalimantan, terdapat di dalam hutan taman nasional ini.
Satwa yang sering terlihat di Taman Nasional Gunung Palung yaitu bekantan (Nasalis larvatus), orangutan (Pongo satyrus), bajing tanah bergaris empat (Lariscus hosei), kijang (Muntiacus muntjak pleiharicus), beruang madu (Helarctos malayanus euryspilus), beruk (Macaca nemestrina nemestrina), klampiau (Hylobates muelleri), kukang (Nyticebus coucang borneanus), rangkong badak (Buceros rhinoceros borneoensis), kancil (Tragulus napu borneanus), ayam hutan (Gallus gallus), enggang gading (Rhinoplax vigil), buaya siam (Crocodylus siamensis), kura-kura gading (Orlitia borneensis), dan penyu tempayan (Caretta caretta). Tidak kalah menariknya keberadaan tupai kenari (Rheithrosciurus macrotis) yang sangat langka, dan sulit untuk dilihat.

Hutan-hutan tropis yang lebat di Kalimantan tidak pernah lelah untuk menawarkan keindahan alaminya. Terletak di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, cagar alam Bukit Sintang Kelam seluas 520 hektar. Inilah harta bumi berupa eksotis dengan segala keragaman ekosistem yang unik. Pemandangan yang memukau mata dan udara segar membuat hutan ini sanggup menawan rasa kekaguman. Keajaibannya tersembunyi menunggu Anda yang berani masuk ke dalam keheningan cagar alam ini.
 
Cagar Alam Bukit Kelam Sintang : Hutan Penuh Keajaiban
Keberadaan Bukit Kelam tidak bisa dipisahkan dari legenda Bujang Beji dan Tumenggung Marubai. Bujang Beji dan Tumenggung Marubai adalah nelayan di tanah Sintang (Sekarang ibukota kabupaten Sintang). Bujang Beji dan kelompok-nya menguasai Sungai Kapuas, sedangkan Tumenggung Marubai dan kelompoknya menguasai Sungai Melawi. Ketika Bujang Beji mengetahui bahwa Tumenggung Marubai mendapat ikan lebih banyak daripada dirinya, ia menjadi iri, sehingga ia berniat untuk menghalangi aliran Sungai Melawi dengan batu. Lalu ia berenang ke hulu Sungai Kapuas untuk mendapatkan sebuah batu besar dari puncak bukit Nanga Silat. Di persimpangan aliran Sungai Melawi dan Sungai Kapuas, tiba-tiba muncul Dewi Surgawi dan menertawakannya. Ketika ia mengangkat kepalanya mencoba untuk menemukan sumber suara tersebut, dia tidak sengaja menginjak duri beracun. Seketika, batu itu lepas dari genggaman tangannya dan jatuh ke tanah. Legenda mengatakan bahwa batu yang tenggelam tersebut perlahan-lahan tumbuh menjadi bukit dengan banyak batu gelap di atasnya, dari situlah nama bukit Kelam Sintang berasal.

Ada berbagai jenis flora langka yang dapat Anda temukan di sini, seperti meranti (Shorea sp), bangeris (Koompassia sp), tengkawang (Dipterocarpus sp), kebas-kebas (Prodocarpus ceae) dan berbagai jenis anggrek. flora dataran tinggi ini adalah pitcher merah (Nephentes alata) yang merupakan endemi daerah tersebut. Cagar alam ini juga adalah rumah bagi hewan langka dan berbagai keunikan lainya seperti beruang madu (Mayalanus heralctus), Armadillo (Manis javanica), kelelawar (Hiropteraphilie) dan berbagai jenis burung.

Mendaki ke puncak bukit Sintang adalah petualangan mendebarkan di mana Anda harus melalui tangga batu setinggi 90 meter dan tebing curam. Di puncak bukit ada gua-gua alam yang eksotik dan magis siap menanti Anda. Gua-gua ini juga merupakan rumah dan sarang burung walet. Dari puncak bukit, Anda dapat memandangi keindahan hutan hujan yang membentang luas, lihatlah bagaimana indahnya Sungai Kapuas dan Sungai Melawi dari kejauhan.

Cagar alam kubit Kelam Sintang ini mencapai ketinggian hingga 900 meter di atas permukaan laut dengan kemiringan antara 15-40 derajat, menjadikannya tempat yang sempurna untuk paragliding dan panjat tebing. Cagar alam ini juga menyediakan tantangan bagi mereka yang menyukai hiking dan trekking. Anda pun yang ingin lebih dekat dengan alam juga dapat mendirikan tenda di lokasi perkemahan yang aman dan luas.

Pantai Pasir Panjang 
Pantai Pasir Panjang terletak di Kecamatan Tujuh Belas, Kota Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat. Pantai ini diberi nama Pantai Pasir Panjang karena pantainya membentang panjang di laut lepas sepanjang 3 Km. Pantai ini memiliki pasir putih yang cantik dan ombak yang tenang. Pantai ini dapat dicapai dengan kendaraan selama 20 menit (17 Km) dari pusat Kota Singkawang ke arah Pontianak.
Hamparan pasir putih yang seperti karpet, bebatuan, panorama alamnya yang masih alami dan air lautanya yang tenang menjadikan pantai ini sangat layak untuk dikunjungi. Rasakan hembusan angin laut membelai kulit Anda ketika Anda berjalan di sepanjang garis pantai sambil memandang ke laut lepas. Suasana akan semakin indah ketika matahari mulai menghilang di ufuk barat.
Fasilitas pendukung yang tersedia seperti kolam renang, motel, pemancingan, restoran, diskotik dan sarana bermain. Terdapat sarana olah raga bermotor seperti track/sirkuit bagi para kawula muda untuk menyalurkan bakatnya dalam road race maupun grass track. Dengan air laut yang tenang pantai ini juga cocok untuk berkembangnya olah raga jetsky dan parasailling. Pasir panjang merupakan kawasan yang strategis karena letaknya di pinggir jalur transportasi antara ibu kota propinsi, Pontianak dengan Kota Singkawang dan kota-kota di sekitar jalur Utara Kalimantan Barat. Pantai Pasir Panjang telah lama menjadi tempat rekreasi yang terkenal, menghadap ke Laut Natuna serta beberapa pulau kecil di sekitarnya antara lain Pulau Randayan, Pulau Lemukutan dan Pulau Kabung.
Hamparan pasir pantainya yang luas dan bersih menjadikan kawasan ini nyaman digunakan untuk berjemur atau melakukan aktivitas olahraga, seperti voli pantai dan sepakbola pantai.
Bila bosan di pantai, pengunjung dapat melihat-lihat kehidupan masyarakat kampung nelayan yang tidak terlalu jauh dari lokasi pantai, atau bersantai di shelter-shelter yang terdapat di Semenanjung Cinta.
Pulau Randayan Kecil dikenal akan keindahan panorama batu-batu karang dan berbagai jenis ikan tropis serta kehidupan laut lainnya. Pulau ini memiliki pantai dengan warna air yang sangat indah, cocok untuk olah raga menyelam. Tersedia vila-vila kecil yang menghadap ke laut dengan panorama yang menarik. Tempat ini dapat dicapai dalam dua jam dengan mengendarai speed boat dari Pantai Pasir Panjang. Pantai Batu Payung terletak tidak jauh dari Pantai Pasir Panjang dan menawarkan sejumlah keindahan alam dan panorama dengan pulau-pulau kecil yang menghijau di kejauhan. Obyek wisata ini adalah tempat yang cukup tenang untuk beristirahat. Pantai Batu Payung memiliki pasir yang putih dan bebatuan yang menjorok ke laut. Pantai Gosong terletak di sebelah selatan Kota Singkawang dengan jarak tempuh sekitar satu jam, dan di sepanjang jalan menuju lokasi wisata ini terlihat keindahan desa-desa yang dilalui.
Pantai ini memiliki hamparan pasir putih yang luas dan panorama Pulau Semesak di kejauhan, di sebelah barat pantai terdapat sebuah bukit bebatuan yang tingginya mencapai 30 meter. Taman wisata Bougenville kawasan wisata yang berada 6 kilometer sebelah selatan dari pusat Kota Singkawang terletak di wilayah perbukitan Pangmilang serta dikelilingi oleh gunung-gunung, menjadikan bukit ini terasa sejuk dan nyaman. Dinamakan Bukit Bougenville karena di areal taman ini ditumbuhi dengan berbagai jenis spesies bunga bougenville yang bibitnya tidak hanya berasal dari alam lokal akan tetapi juga ada yang sengaja didatangkan dari luar negeri. Pada Taman Bougenville ini juga telah berhasil dikembangkan sebanyak 46 spesies tanaman Bougenville. Kesejukan hawa alam pegunungan dan hamparan bunga Bougenvile yang tertata apik menambah semaraknya suasana hati untuk berlibur bersama keluarga. 

Taman Nasional Betung Kerihun: Menjelajahi Sisi Liar Jantung Borneo di Kalimantan Barat 
Dengarkan kicauan burung dan suara beragam binatang saat Anda menyusuri sungai-sungai yang menjadi pintu utama saat memasuki sisi liar jantung Borneo di Embaloh. Ya, di sinilah berdiam Taman Nasional Betung Kerihun, sebuah tempat yang akan memberi Anda pengalaman jelajah alam luar biasa. Sebuah rumah pula bagi suku Dayak Iban yang masih menyimpan misteri dalam lebatnya hutan tropis Kalimantan nan megah seakan tak terbatas itu.
Meski tak sepopuler Taman Nasional Tanjung Puting di Kalimantan Tengah, Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK) juga memegang peran penting sebagai kawasan konservasi yang kaya keanekaragaman hayati dan sekiranya patut dilindungi oleh siapapun. Terletak di jantung Pulau Kalimantan, Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK) adalah kawasan konservasi terluas di Provinsi Kalimantan Barat, tepatnya terletak di Kabupaten Kapuas Hulu yang sekaligus menjadi pembatas wilayah Indonesia dengan Serawak, Malaysia.

Betung Kerihun dulunya dikenal sebagai Bentuang Karimun dan pertama kali ditetapkan sebagai cagar alam berdasarkan keputusan menteri pada tahun 1982. Saat itu luasnya sekira 600.000 hektar tetapi sepuluh tahun kemudian pada tahun 1992, luas lahan TNBK diperluas menjadi 800,000 hektar. Statusnya sebagai kawasan konservasi diubah menjadi taman nasional pada tahun 1995.

Secara topografis, TNBK memiliki bentang alam berbukit dan bergunung yang dikelilingi ratusan sungai. TNBK terbentang dari Pegunungan Muller yang menghubungkan Gunung Betung dan Gunung Kerihun. Dari kaki-kaki pegunungan Muller tersebut, mengalir sungai-sungai kecil yang membentuk Daerah Aliran Sungai (DAS), yaitu DAS Kapuas, Sibau, Mendalam, Bungan, dan Embaloh. Keempat DAS (kecuali Bungan) menjadi pintu masuk utama kawasan TNBK yang memang hanya dapat dicapai melalui jalur menyusuri sungai-sungai. Masing-masing pintu masuk (DAS) menawarkan paket wisata yang berbeda-beda yang disesuaikan dengan karakteristik dan potensi wisatanya masing-masing.

Dengan luas total area sekira 800.000 hektar, TNBK menyimpan keanekaragaman hayati yang luar biasa kaya. Karena keunikan bentang alam dan tingginya keanekaragaman hayati, TNBK sudah sepantasnya menjadi salah satu destinasi ekowisata yang menawarkan tantangan hutan tropis liar nan eksotis. Berada di ketinggian 300-1960 m dpl, TNBK adalah habitat alami bagi 1.216 jenis keanekaraman tumbuhan yang terdiri dari 418 genus dan 110 famili (75% endemik Kalimantan). Dari jumlah tersebut, terdapat 14 jenis tumbuhan yang merupakan temuan baru di Indonesia, diantaranya Castanopsis inermis, Musa lawitiensis, Neouvaria acuminatissima, Lithocarpus philippinensis, Chisocheton cauliflorus, Syzygium spicata, dan Shorea peltata. Terdapat 13 jenis  pohon palem yang terbilang baru di Kalimantan antara lain Pinanga bifidovariegata dan soka (Ixora sp.).

Taman nasional yang memiliki delapan tipe ekosistem hutan dataran rendah, sekunder tua, dipterocarpus, sub-montana, dan montana, adalah habitat bagi 48 jenis mamalia, 301 jenis burung (151 genus dan 36 famili), 170 jenis insekta, 112 jenis ikan, 52 jenis reptilian, 51 jenis amfibia, 24 jenis endemik Kalimantan, dan 15 jenis burung migran. Orangutan (Pongo satyrus), tangkasi (Tarsius bancanus borneanus), owa kalimantan (Hylobates muelleri), rusa sambar (Cervus unicolor brookei), beruang madu (Helarctos malayanus euryspilus), lutra (Lutra sumatrana), kancil (Tragulus napu borneanus), dan klasi (Presbytis rubicunda rubicunda) adalah beberapa satwa yang dominan menghuni TNBK.

Selain sebagai destinasi ekowisata, rekreasi alam bebas (kemping), jelajah hutan tropis liar, dan lain sebagainya, kekayaan yang dimiliki TNBK adalah juga potensial sebagai objek penelitian berbagai disiplin ilmu pengetahuan. Selain itu, wisata budaya dapat juga Anda nikmati di sini sebab masyarakat sekitar TNBK adalah masyarakat Suku Dayak yang masih hidup dengan cara tradisional dan memegang teguh adat dan kebiasaan warisan nenek moyangnya.

Wisata Jawa Timur III

Pantai Pulau Merah: Pantai Kuta Bali Memiliki Saingan 

Pantai Pulau Merah: Pantai Kuta Bali Memiliki Saingan
Satu lagi tujuan selancar berkelas dunia tersaji di Banyuwangi, bukan G-land (Plengkung) tetapi ini bernama Pantai Pulau Merah. Pantai ini memiliki kelebihan dibandingkan G-land yaitu tidak memiliki banyak batu karang seperti di Plengkung sehingga pantai Pulau Merah lebih aman bagi peselancar termasuk pemula. Pantai ini memiliki ciri khas lain yaitu adanya sebuah bukit setinggi 200 meter di hadapan pantai yang mirip seperti pantai di Brazil.
Pantai Pulau Merah mirip Pantai Kuta di Bali namun ombaknya lebih bergulung (hingga setinggi dua meter dan panjang 300 meter) dimana itu memungkinkan peselancar melakukan manuver dengan teknik tubes. Ombak di Pantai Pulau merah dipastikan bisa menjadi tujuan peselancar pemula, amatir maupun  profesional karena memiliki ketingian rata-rata dua meter. Hal ini berbeda dengan Pantai Plengkung atau G-Land yang hanya lebih banyak dinikmati peselancar profesional.
Nama Pulau Merah sebelumnya adalah Pantai Ringin Pitu. Pergantian namanya menjadi Pulau Merah didasari dua versi. Ada yang mengatakan karena warna tanah dan pasirnya yang kemerahan dari pulau setinggi 200 meter itu. Sebagian lagi menyebutkan, konon dari Pulau Merah yang ada di hadapan pantainya (sekira 100 meter) itu dahulunya pernah terpancar cahaya merah sehingga warga sekitar menamainya Pulau Merah.
Daya tarik lain dari pantai ini adalah lokasinya yang berdekatan dengan desa nelayan Pancer. Anda dapat pula memanfaatkan rumah warga untuk menginap, merasakan keramahan dan kesahajaan nelayan akan menjadi pengalaman berbeda dari biasanya.
Pantai Pulau Merah: Pantai Kuta Bali Memiliki SainganSaat Anda berkeliling sekitar Pantai Pulau Merah maka dapat mengarahkan tujuan ke Pura Tawang Alun. Pura umat Hindu ini telah lama berdiri sejak 1980 dan sering dikunjungi umat Hindu dari Bromo dan Bali. Saat tsunami terjadi tahun 1994, pura ini terkena dampaknya sehingga tembok luar pura hancur namun bagian dalam pura (palinggih padmasana) tidak mengalami kerusakan berarti. Saat itu ombak raksasa setinggi 13 meter menyapu rumah-rumah warga beserta bangunan lainnya di kawasan termasuk pura ini.
Di Pantai Pulau Merah jelas yang utama adalah bermain selancar namun bagi orang lokal atau wisatawan domestik, pantai ini kerap menjadi tujuan rekreasi keluarga. Di beberapa tempat sudut bukitnya sering pula terlihat peminat olahraga paralayang beraksi.

 Banyuwangi : Menyibak Keindahan dan Kealamian di Timur Pulau Jawa
Banyuwangi (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi)
Banyuwangi bukan sekadar tempat singgah antara hingar bingar wisata di Bali dan eksotisme budaya Yogyakarta. Banyuwangi memiliki apapun yang dibutuhkan para petualang yang haus regukan kemegahan alam Nusantara.  Dari sinilah Matahari bangkit di Timur Pulau Jawa lalu menyibak begitu banyak keindahan dan kealamian nan memukau. Banyuwangi juga menjadi rumah bagi suku Osing yang merupakan  sub-suku Jawa dengan bahasa jawa tertua dan telah melahirkan ragam seni dan budaya yang begitu memikat.
Jelajahi Banyuwangi dan mulailah buka pintu gerbang petualangan Anda ke alam bebas liar tempat hewan-hewan menakjubkan menemukan kandangnya di alam atau hutan tertua di Pulau Jawa yang mistis, tempat selancar yang melegenda dan mendunia di G-Land-Pantai Plengkung, savanah seperti di Afrika yang ada di Baluran,  atau Pantai Sukamade yang merupakan tempat pengembangan penyu. Dari Banyuwangi pula Anda dapat menaiki Kawah Ijen untuk menyaksikan langsung seperti apa api biru yang hanya ada dua di dunia bersama aktivitas para penambang belerang tradisional yang bersahaja.
Kabupaten Banyuwangi sendiri memiliki luas sekira 5.800 km2 dimana bentang alamnya begitu lengkap dari pesisir pantai yang indah hingga pegunungan menjulang megah pada Gunung Raung (3.282 m) dan Gunung Merapi (2.800 m).  Kabupaten Banyuwangi berada persis  di ujung paling timur Pulau Jawa. Wilayahnya berbatasan dengan Kabupaten Situbondo di utara, selat Bali di Timur, Samudera Hindia di selatan, dan Kabupaten Jember dan Kabupaten Bondowoso di barat.
Selain sebagai kabupaten terluas di Pulau Jawa, Banyuwangi juga merupakan tempat penghasil ikan terbesar di Jawa Timur. Di Pantai Timur Banyuwangi, tepat di Selat Bali, merupakan penghasil ikan terbesar dengan Muncar sebagai pelabuhan perikanannya. Banyuwangi juga sejak dahulu dikenal sebagai penghasil pisang, hampir di setiap pekarangan rumah warga di pelosok terdapat pohon pisang.
Karena Banyuwangi menjadi wilayah perlintasan dari Jawa ke Bali maka terjadilah perpaduan kebudayaan bersama andil sejarah Kerajaan Blambangan yang memengaruhinya dahulu. Kebudayaan Banyuwangi diresapi budaya Jawa, Bali, Madura, Melayu, Eropa, Tionghoa, dan juga budaya lokal suku jawa osing. Beberapa kesenian khas Banyuwangi diantaranya adalah: tari gandrung, barong kemiren, seblang, janger, rengganis, hadrah kunthulan, patrol, mocopatan pacul goang, jaranan butho, barong, kebo-keboan, angklung caruk, serta gedhogan. Banyuwangi Etno Carnival menjadi acara yang tepat untuk menyaksikan beragam kesenian khas Banyuwangi tersebut dan juga event paling meriah yang dinantikan wisatawan.
Banyuwangi secara harfiah bermakna air yang harum, banyu artinya air dan wangi artinya harum. Sebuah nama yang dikaitkan dengan cerita rakyat tentang kesetiaan istri seorang patih yang direbut oleh rajanya sendiri. Sang istri pun tewas di tangan suaminya ketika sang patih mengetahuinya ia bersama raja. Sang istri bermaklumat sebelum dibunuh suaminya sendiri bahwa kesetiannya akan dibuktikan dengan air sungai tempat darahnya tumpah akan menjadi harum. Sang patih yang amat mencintai istrinya itu pun hidup dalam penyesalan selepasnya.
Banyuwangi G-Land (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi)Pilihlah dari sekian banyak aneka jenis petualangan di alam besar untuk Anda cicipi di Banyuwangi. Mulailah dari keajaiban api biru dan penambang belerang tradisional di Kawah Ijen. Datang sedari dini sekira pukul 01.00 untuk mendaki ke puncak Ijen dan dapatkan pengalaman menyaksikan api biru belerang cair yang keluar dari kawahnya. Lihat pula bagaimana para penambang belerang tradisional bertaruh nyawa mengangkut bongkahan belerang naik-turun kawah ini.
Sempatkan waktu menjelajahi savanah seperti di Afrika di Taman Nasional Baluran yang luar biasa itu. Ada beraneka hewan liar mulai dari banteng jawa, merak, monyet, rusa, bahkan hingga macan tutul. Di sini ada Pantai Bama dimana Anda dapat snorkling atau menjelajah hutan manggrove-nya yang lebat.
Berikutnya berpetualanglah ke alam liar nan alami di Taman Nasional Alas Purwo atau Taman Nasional Meru Betiri. Ada banyak pilihan untuk aktivitas berpetualang di sini. Mulailah dengan menyaksikan hewan liar di Sadengan, melepas penyu di Pantai Sukamade, atau berselancar di G-Land yang mendunia itu. Pantai Pulau Merah juga patut dikunjungi dengan pesisirnya yang mirip Pantai Kuta Bali dengan gelombang ombak yang patut dijajal peminat selancar. Tempat ini pun rutin menggelar lomba surfing internasional.
Anda yang meminati wisata agro maka perlu datang ke Perkebunan Bayu Lor yang merupakan perkebunan kopi. Ada juga Agro Wisata Kalibendo dan Agro Wisata Kali Klatak sebagai penghasil karet, kopi dan cengkeh.
Savana SadenganBanyuwangi pun menyediakan wisata religi dan sejarah dengan adanya Maqom Waliullah Datuh Abdurahim biin Abubakar bin Bauzir yang ramai oleh peziarah setiap malam Jumat. Ada juga Pura Agung Blambangan di Muncar yang sering dikunjungi umat Hindu dari Jawa maupun Bali. Klenteng Hoo Tong Bio di Karangrejo pun menarik disambangi dimana telah berdiri sejak 1768. Museum Blambangan menyediakan beragam koleksi benda sejarah dan untuk merangkai pemahaman masa lalu yang menggugah tentang Banyuwangi.
Sisihkan pula waktu untuk menikmati ragam kuliner khas Banyuwangi di kota-nya. Anda pun dapat menyambangi beraneka kegiatan ekonomi seperti kerajinan batik di Virdes, kerajinan bambu di Desa Gintangan, kerajinan tenun di Desa Kemiran, pandai besi komando di Singotrunan, kerajinan kayu di Masnus, kerajinan serat pisang di Desa Kemiren, atau kerajinan boneka gandrung di Tukang Kayu.

Selasa, 02 Desember 2014

Wisata Jawa Timur Bab II

Taman Nasional Meru Betiri: Atraksi Penyu dan Petualangan Alam Bebas 


Inilah salah satu taman nasional terbaik di Pulau Jawa dengan luas 58.000 hektar dan memiliki 5 vegetasi yaitu: hutan pantai, hutan mangrove, hutan rawa, hutan rheophyte, dan hutan hujan dataran rendah. Anda dapat melakukan wisata petualangan hutan dan pantai di sini.
Saat Anda datang ke sini dan melihat hewan-hewannya maka biarkanlah keberadaan dan kemunculan mereka sebagai bagian dari tampilan atraksi bagi Anda. Tidak ada yang lebih patut diambil dari taman nasional ini kecuali oleh-oleh cerita atau potret keindahannya melalui kamera Anda.
Taman Nasional Meru Betiri terletak di pesisir selatan, Kabupaten Jember, Jawa Timur.  Nama Meru Betiri sendiri diambil dari nama gunung yang ada di dalam kawasan Taman Nasional ini yaitu Gunung Meru (500 meter dpl) dan Gunung Betiri (1200 meter dpl).
Meru Beriti merupakan  rumah bagi habitat terakhir harimau loreng jawa (Panthera tigris sondaica).  Hewan tersebut tidak pernah dapat ditemukan lagi dan diperkirakan telah punah menyusul 3 jenis harimau lain yang telah punah terlebih dahulu yaitu harimau kaspia dari Iran, harimau bali dan harimau jawa dari Indonesia.  Di dunia ada 8 jenis harimau dan Indonesia adalah yang salah satunya yang  memiliki jenis beragam.
Flora jenis langka dan dilindungi di sini adalah Balanhopora fungosa yaitu tumbuhan jenis parasit yang hanya terdapat di sekitar Teluk Hijau dan Bandealit.
Taman Nasional Meru Betiri adalah lokasi sempurna bagi Anda yang hobi berpetualang di alam bebas.
Di Taman Nasional Meru Betiri ada 29 jenis mamalia dan 180 jenis burung, semuanya termasuk satwa yang dilindungi. Satwa-satwa tersebut di antaranya adalah penyu lekang/ridel (Lepidochelys olivacea), banteng (Bos javanicus javanicus), monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), harimau Jawa (Panthera tigris sondaicus), macan tutul (Panthera pardus melas), ajag (Cuon alpinus javanicus), bajing terbang ekor merah (Iomys horsfieldii), merak (Pavo muticus), penyu belimbing (Dermochelys coriacea), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu hijau (Chelonia mydas), kucing hutan (Prionailurus bengalensis javanensis), rusa (Cervus timorensis russa), (Cervus unicolor), Accipiter trivirgatus, Falco moluccensis, Hieraaetus kienerii, Otus lempiji, Glaucidium castanopterum, elang Spizaetus alboniger.
Sementara tumbuhan yang menghuninya sekitar 293 jenis diantaranya adalah: bunga raflesia (Rafflesia zollingeriana), beberapa jenis tumbuhan lainnya seperti bakau (Rhizophora sp.), bungur (Lagerstroemia speciosa), pulai (Alstonia scholaris), bendo (Artocarpus elasticus),  api-api (Avicennia sp.), waru (Hibiscus tiliaceus), nyamplung (Calophyllum inophyllum), rengas (Gluta renghas), dan beragam tumbuhan obat-obatan. 

G-land: Memburu Ombak Legendaris di Pantai Plengkung

G-land: Memburu Ombak Legendaris di Plengkung
Indonesia bangga memiliki Pantai Plengkung di ujung timur Pulau Jawa. Selain karena keindahan dan kealamiannya, juga pesisir yang bentuknya melengkung panjang ini merupakan salah satu tempat berselancar terbaik di dunia. Pantai Plengkung atau lebih popular disebut G-Land menawarkan surga bagi surfer untuk menunggang ombak luar biasa, mendunia, dan legendaris.
Pantai Plengkung dijuluki “The Seven Giant Waves Wonder" oleh peselancar asing karena memiliki 7 gulungan ombak hingga 6 meter tingginya.

Ada beberapa konotasi mengapa Pantai Pelengkung disebut G-Land. Huruf ‘G’ untuk G-Land memiliki tiga pengertian beragam. Pertama, untuk huruf awal kata “Great” sebagai gambaran ombaknya yang luar biasa. Kedua, untuk huruf awal kata “Green” atau kadang “Green Land”  karena lokasinya tidak jauh dari hamparan hutan hujan tropis tua yang hijau yaitu Taman Nasional Alas Purwo. Ketiga, merujuk pada ‘G’ untuk awal huruf kata ‘Grajagan,’ sebuah pantai dan pelabuhan tempat perahu nelayan yang dipakai wisatawan untuk mencapai Plengkung. Sebutan G-land juga berarti karena Plengkung berada di Teluk Grajagan yang menyerupai huruf G.


Keunikan ombak di G-Land ini adalah baru pecah setelah 1 hingga 2 km dari arah timur ke barat dengan ketinggian mencapai 4-6 meter dalam interval 5 menit. Dengan kondisi tersebut membuat peselancar proffesional dapat menikmati gulungan ombak atau “barrel” yang lebih lama dan panjang. Oleh karena itu tidaklah mengherankan Plengkung sudah lima kali menjadi tuan rumah ajang surfing internasional.

Dengan formasi ombak raksasa datang susul-menyusul sebanyak 7 lapis dan bersusun "go to left" membuatnya cocok ditunggangi peselancar kidal. Inilah yang membuat G-Land menjadi idaman dunia surfing internasional dan salah satu pantai yang mempunyai ombak terbaik di dunia.

Selain di Plengkung, hanya Hawaii, Australia, dan Afrika Selatan saja yang memiliki ombak menantang seperti itu. Ombak di Plengkung adalah nomor dua setelah Hawaii. Hawaii sendiri memiliki ombak terus-menerus sepanjang tahun. Puncak ombak di Plengkung hanya ada di bulan-bulan tertentu antara April hingga Agustus.

G-land: Memburu Ombak Legendaris di Plengkung

Bob Laverty dan Bill Boyum adalah orang pertama yang mempopularkan pantai dan ombak di Plengkung tahun 1972. Mereka kemudian mendirikan surf camp di sana dan akhirnya dikenal luas peselancar kelas dunia dari berbagai negara. Berikutnya, Bobby Radiasa seorang peselancar dari Bali mengembangkan surf camp dan mengelolanya hingga saat ini.

Hamparan pantai berpasir putih di kawasan ini diselimuti kawasan hutan yang masih alami dan jauh dari kebisingan hiruk pikuk perkotaan. Jelasnya di sini tak cukup sinyal handphone untuk aktif, tidak pula terjangkau jaringan televisi, serta tidak ada pula pedagang kaki lima. Semua itu telah menjadikannya Plengkung sebagai kawasan paling ideal untuk Anda yang ingin berselancar dan benar-benar menjauh sejenak dari peradaban kota.

Tinggi ombak di Plengkung ini cenderung kurang tepat bagi peselancar pemula. Akan tetapi, Anda tidak perlu cemas apabila tidak bisa berselancar karena pemandangan alam kawasan ini sangat menawan dan luar biasa.

Pagi hari setelah sarapan, berjalan-jalanlah menyusuri pantai pasir putih Plengkung. Pasirnya benar-benar putih seperti butiran kristal dan kaki Anda akan terbenam menginjaknya. Sejauh mata memandang tak kalah indah karena ada hamparan air laut luas membentang.

Pukul 10 pagi, Anda dapat menonton para surfer terjun ke laut. Menyaksikan atraksi luar biasa dari kejauhan di rumah panggung yang memang disediakan bagi penonton. Sangat disarankan Anda membawa teropong agar dapat melihat para surfer beraksi karena ombak besarnya memang agak ke tengah laut. Bagi Anda yang hobi fotografi maka perlu lensa binocular tentunya di sini.

Ombak Plengkung terbagi tiga tingkatan yaitu kong, speedis, dan many track. Masing masing ombak berada di area yang berbeda. Jenis ombak tingkat pertama yakni kong, ini merupakan ombak yang tingginya mencapai 6-8 meter. Ombak ini paling dicari oleh peselancar internasional. Tingkat kedua, speedis, mempunyai ketinggian 5-6 meter dan menjadi konsumsi peselancar professional. Kemudian, tingkat ketiga dikenal dengan sebutan many track dengan tinggi ombak sekitar 3-4 meter.  Ombak speedis cocok untuk pemula meskipun peselancar professional juga sering datang ke sini pada bulan Maret-Juni menunggu bulan Juli sampai September dimana ombak di Plengkung begitu menantang. Di bulan-bulan tersebut peselancar dari mancanegara berdatangan.

Bagi Anda yang ingin belajar berselancar jangan khawatir, di Pantai Batu Lawang adalah tempat yang tepat untuk belajar dan menjajal ombak many track. Lokasinya tidak jauh dari Plengkung. Jika ditempuh dengan jalan kaki memakan waktu sekitar 20 menit. Wisatawan mancanegara sering menyebut ombak di daerah tersebut dengan sebutan "twenty-twenty" yang artinya 20 menit mendayung ke tengah dan 20 menit menikmati titian ombak.

Pantai Balekambang: Tanah Lot di Pulau Jawa 
Sebuah pura Hindu anggun berdiri pada sebuah batu raksasa yang menghadap ke samudera luas dan pasir putihnya merangkul gelombang yang datang ke pantai. Pemandangan yang cantik ini bukan di Tanah Lot, Bali, melainkan pemandangan  spektakuler Pantai Balekambang di sebelah selatan Kabupaten Malang. Pantai indah yang tersembunyi ini melengkapi deretan tujuan wisata memukau di Jawa Timur selain Gunung Bromo dan Kota Batu. Pantai Balekambang tepatnya berada di Desa Srigoco, Kecamatan Bantur, sekira 70 kilometer arah selatan Kota Malang. Pantai Balekambang ditandai dengan tiga pulau batu yang dinamai sesuai karakter pewayangan, yaitu: Pulau Anoman, Pulau Wisanggeni, dan Pulau Ismoyo. Pulau Wisanggeni terhubung ke pantai dan Pulau Ismoyo oleh jembatan beton sepanjang 100 meter. Di Pulau Ismoyo berdiri dengan anggunnya Pura Amerta Jati atau juga dikenal sebagai Pura Ismoyo. Pura ini memiliki karakteristik yang berbeda dari pura-pura Hindu di Bali namun memiliki pemandangan candi di pulau batu berikut jembatan penghubungnya yang menantang laut biru yang luas tak kalah cantik. Kecantikan dan pesonanya semakin spektakuler saat Matahari terbenam di balik cakrawala; menyuguhkan siluet pura berlatar langit senja berwarna kuning keemasan.

Pura Amerta Jati atau Pura Ismoyo ini dibangun tahun 1985 oleh Bupati Malang, Edi Slamet. Didesain mengikuti Pura Tanah Lot yang terkenal di Bali, pura ini juga merupakan tempat suci bagi pengikut Hindu, tempat dilaksanakannya ritual keagamaan. Salah satu ritualnya Jalani Dhipuja yang dilakukan tiga hari sebelum ritual Nyepi, sebagai bagian dari rangkaian merayakan Saka atau Hindu Tahun Baru. Puncak utama dari ritual Jalani Dhipuja adalah Jolen Larung, yaitu melarung persembahan ke laut sebagai simbol rasa syukur kepada Tuhan untuk semua berkat-Nya dan untuk mengusir kemalangan di masa yang akan datang.

Meskipun lokasinya terpencil, Pantai Balekambang memiliki semua fasilitas yang diperlukan wisatawan. Mulai dari warung makanan, restoran, penjaga pantai, toko suvenir, toilet umum, hingga penginapan sederhana.

Pantai Balekambang yang berjarak sekira 70 kilometer dari Kota Malang adalah destinasi pantai yang layak untuk dikunjungi. Pantainya yang indah, cocok sebagai tempat rekreasi atau sekedar menikmati pemandangan. Bentang pantai berpasir putih sepanjang 2 kilometer berpadu dengan suara ombak yang mengamuk memukul pantai menyajikan keindahan yang unik. Di pantai ini juga berjejer pepohonan sebagai tempat berteduh bagi pengunjung dari sengat Matahari. Hal tersebut menjadikan pantai cantik ini sebagai tempat sempurna untuk berbaring dan melepaskan kepenatan rutinitas sehari-hari perkotaan.

Selain bersantai di pasir putihnya, di pantai yang dangkal ini Anda juga dapat berenang atau hanya bermain-main di perairannya. Akan tetapi, perlu berhati-hati jangan sampai berenang melewati batas aman yang ditandai dengan bendera merah. Pantai ini terkenal karena pusaran arus bawahnya. Kegiatan lain yang tak boleh dilewatkan adalah menantikan Matahari tenggelam, lalu mengabadikan siluet keindahan pura Hindu yang bentuknya berbeda dari pura di Bali namun sekilas lebih mirip dengan candi-candi kuno di Jawa Timur.

Untuk menikmati suguhan wisata budaya atau religi, datanglah ke pantai ini 3 hari menjelang Perayaan Nyepi. Pada hari itu akan diadakan upacara Jalani Diphuja di Pura Amerta Jati, yaitu upacara pembersihan diri yang merupakan rangkaian perayaan Nyepi. Pada ritual tersebut, akan ada upacara melarung sesajen ke laut sebagai persembahan rasa syukur kepada Tuhan dan sekaligus memohonkan keselamatan untuk masa yang akan datang.

Air Terjun Madakaripura : Menelusuri Tempat Meditasi Terakhir Patih Gajah Mada 
Memasuki Kabupaten Probolinggo, setelah terkesan keindahan panorama Gunung Bromo, berikutnya Anda dapat menikmati pemandangan spektakuler lainnya yang memukau namun terpencil. Itulah Air Terjun Madakaripura yang memesona. Sebuah air terjun yang cantik dan masih berada dalam kawasan Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru karenanya dapat menjadi destinasi tambahan bagi pendaki Gunung Bromo. Lokasi Air Terjun Madakaripura tidak terlalu jauh dari Gunung Bromo, tepatnya di dekat Desa Sapih, Kabupaten Lombang. Jaraknya sekira 3 jam berkendara dari ibu kota Jawa Timur, yaitu Surabaya.

Air Terjun Madakaripura diyakini sebagai tempat meditasi terakhir Patih Gajah Mada dari Kerajaan Majapahit. Air terjun yang menjulang tinggi ini dijuluki air terjun abadi karena tidak pernah berhenti mencurahkan tirai air halus serupa curahan hujan bagi orang-orang yang dapat melintas di bawahnya.

Lokasi air terjun spektakuler ini tersembunyi di ujung lembah yang dalam di kaki bukit Pegunungan Tengger. Untuk sampai ke air terjun ini, Anda perlu berjalan sekira 20 menit menyeberangi sungai dan jalan berbatu sebelum sampai di pintu masuk. Akan tetapi, suguhan pemandangan yang hijau indah di sepanjang jalan adalah hiburan tersendiri yang dapat mengobati rasa lelah. Patung besar Patih Majapahit, Gajah Mada dalam posisi duduk meditasi akan menyapa setiap pengunjung sebelum mereka melanjutkan perjalanan lebih jauh ke pusat air terjun.

Kemegahan alam pegunungan adalah latar yang sempurna bagi air terjun yang menyimpan nilai historis Kerajaan Majapahit ini. Suara gemuruh air yang kian dekat kian keras berpadu dengan keindahan tirai air terjun di kejauhan adalah suguhan alam yang tidak hanya akan memuaskan mata tetapi juga menyegarkan tubuh dan jiwa.

Meskipun belum sampai tepat di air terjun, berhati-hatilah karena besar kemungkinan Anda akan basah oleh tirai air yang menghujani dari tebing-tebing yang Anda lalui. Untuk melindungi diri agar tidak basah, sebaiknya bawalah jas hujan atau payung. Terdapat jasa penyewaan payung dan penjualan kantong plastik untuk melindungi barang-barang berharga Anda, seperti kamera dan lainnya, di sepanjang jalan menuju air terjun.

Jalur yang Anda lalui akan berakhir di sebuah lembah berbentuk seperti tabung dimana air terjun berketinggian 200 meter tampak gagah menjulang. Air Terjun Madakaripura bahkan dijuluki sebagai air terjun tertinggi di Jawa dan air terjun tertinggi kedua di Indonesia setelah Air Terjun Sigura-gura di dekat Danau Toba, Sumatera Utara. Ketinggian air terjun ini saja dengan sendirinya adalah sebuah kemegahan alam yang memesona dan mengagumkan dan harus disaksikan sendiri untuk merasakan sensasi megahnya secara utuh.

Terdapat sebuah gua di sekitar air terjun yang dipercaya sebagai lokasi terakhir Patih Gajah Mada bermeditasi. Menurut sumber terlulis kuno Jawa di abad 14, Negarakretagama, Madakaripura adalah sebidang tanah yang diberikan kepada Patih Gajah Mada oleh Raja Majapahit, Hayam Wuruk. Gajah Mada sendiri adalah patih yang paling terkenal dalam sejarah kerajaan besar di Nusantara, yaitu Majapahit (1293-1500 SM). Gajah Mada disebut-sebut sebagai tokoh utama yang berhasil mempersatukan seluruh Nusantara (Nuswantara) di bawah kerajaan Majapahit. Cakupan wilayah kekuasaan Majapahit yang berjaya meliputi wilayah Singapura, Malaysia, Brunei, Thailand Selatan, Filipina dan Timor Timur; diperkuat dengan sumpah sang patih yang terkenal, yaitu Sumpah Palapa.

Konon, sumber kekuatan sang patih yang luar biasa berasal dari dalam gua di dekat Air Terjun Madakaripura. Di sana Gajah Mada sering datang untuk bermeditasi. Patih Gajah Mada bahkan memilih gua tersebut sebagai tempat meditasi terakhirnya sebelum ia diyakini oleh orang Jawa kuno mencapai moksa—menghilang secara spiritual dan fisik dari muka bumi. Berdasarkan kepercayaan ini, masih banyak orang yang datang ke air terjun ini untuk bermeditasi atau melakukan ritual, terutama pada malam 1 Suro, Tahun Baru Jawa.

Sebagai tempat yang signifikan secara historis, skaral, dan kondisi alam yang memukau, Madakaripura adalah salah satu destinasi yang layak dikunjungi saat Anda datang ke Jawa Timur.

Dikelilingi oleh tembok luar biasa tinggi, debit Air Terjun Madakaripura yang jatuh ke sebuah ruang alami serupa tabung tersebut terkesan mistis namun memukau siapa saja yang melihatnya. Di dalam "ruang" berketinggian 200 meter, pesona sinar matahari yang menyorot lumut hijau basah di dinding berbatu disertai suara gemuruh air adalah sebuah keindahan tontonan yang tidak mungkin ditemukan di tempat lain.

Menyaksikan batu-batu besar, air terjun yang tak henti-hentinya jatuh, dan lumut hijau yang berkilau disepuh matahari, Anda perlu juga menatap ke langit sambil membenamkan diri dalam keindahan alam yang memukau. Air kolam berwarna kehijauan di kaki air terjun siap menyambut Anda untuk bermain-main di sana. Anda harus datang langsung dan merasakan sendiri pesona mistis berbalut sejarah di sebuah tempat yang dibentuk alam dengan indahnya.

Tentunya, mengabadikan keindahan alam yang spesial ini tak boleh dilewatkan. Memandangi foto hasil rekaman kamera akan dapat sedikit menghadirkan kembali sensasi kesan dan menggugah kenangan Anda saat merasakan keajaiban sebuah tempat, meski pengalaman tersebut sudah lewat bertahun-tahun lamanya. 

Pulau Sempu: Menyibak Keindahan Laguna Segara Anakan yang Menawan 
Lupakan kenyamanan dunia modern saat memasuki kawasan hutan konservasi yang menyembunyikan sebuah laguna nan memukau di Jawa Timur. Kawasan terpencil yang tenar di kalangan wisatawan tersebut bernama Pulau Sempu. Lokasinya berada di pantai selatan Kabupaten Malang dan secara administratif masuk Desa Tambak Rejo Desa, Kecamatan Sumbermanjing Wetan.

Pulau Sempu berada tak jauh dari Pantai Sendang Biru. Dari Kota Malang, lokasinya  sekira 80 kilometer dan dari ibu kota Jawa Timur, Surabaya jaraknya sekira 180 kilometer.  Pulau yang ditumbuhi pepohonan tropis seluas 877 hektar ini adalah cagar alam yang di kelola oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur (BBKSDA) dan Departemen Kehutanan Indonesia. Secara resmi tempat ini diakui sebagai cagar budaya sejak 1928 pada masa pemerintahan Hindia Belanda.

Daya tarik utama pulau kecil nan cantik ini adalah Laguna Segara Anakan yang terletak sekira 2,5 km arah selatan pulau. Tersembunyi jauh di lingkar hutan tropis yang lebat, laguna seluas sekira 4 hektar tersebut merupakan tempat yang menawan. Pantai berpasir putih bertemu dengan birunya air yang tenang dan terpisah dari lautan lepas sebab dikelilingi batuan karang. Air di Laguna Segara Anakan ini tenang dan karenanya merupakan tempat yang sempurna untuk berenang. Dengan lokasinya yang terpencil dan jalur yang agak sulit diakses, Segara Anakan menyuguhkan suasana intim dan privat.

Perjalanan menuju Sempu adalah petualangan yang menantang siapa saja yang ingin menjamah  Laguna Segara Anakan. Petualangan dimulai dengan menyeberangi selat dari Pantai Sendang Biru menuju ke Teluk Semut (Ant Bay) di Pulau Sempu. Dari sini, perjalanan dilanjutkan melalui jalur trekking selama sekira dua jam melalui hutan lebat dan melintasi jalan curam dan terjal sebelum tiba di lokasi laguna. Meski jalur yang dilalui agak sulit dan licin tetapi usaha menyaksikan keindahan yang ditawarkan laguna cantik yang tersembunyi ini memang layak diperjuangkan. Apabila Anda membutuhkan kapal dan jasa pemandu untuk menuju Pulau Sempu, Anda dapat mencarinya di daerah Pantai Sendang Biru.

Sebagai cagar alam, Pulau Sempu memiliki berbagai jenis ekosistem mulai dari hutan pantai, hutan bakau, dan hutan tropis dataran rendah yang mendominasi seluruh pulau. Vegetasi yang ditemukan di Pulau Sempu diantaranya adalah bendo (Artocarpus elasticus), triwulan (Terminalia), wadang (Pterocarpus javanicus), ketapang (Terminalia catappa), waru laut (Hibiscus tiliaceus), pandan (Pandanus tectorius), Mangrove (Rhizophora mucronata dan Rhizophora apiculata), dan banyak lagi. Menariknya, nama Sempu dikatakan diambil dari nama salah satu jenis pohon yang ditemukan di pulau itu, namun pohon tersebut hampir sulit ditemukan saat ini.

Cagar Alam Sempu adalah juga rumah bagi satwa liar, antara lain: monyet jawa (Tracypithecus auratus), monyet hitam (Presbitis cristata Pyrrha), Kera abu-abu/ Grey Macaques (Macaca fascicularis), babi hutan (Sus sp), kijang (Muntiacus muntjak), kancil/ rusa kecil (Tragulus javanicus), udang (Alcedo Athis), ikan belodok (Periopthalmus sp), kepiting (Ocypoda stimsoni), dan masih banyak lagi. Ada juga beberapa jenis reptil termasuk kadal raksasa dan ular serta beberapa jenis burung yang mencari tempat berlindung di pulau itu.

Gua Gong: Menelusuri Gua Tercantik se-Asia Tenggara 
Kota Pacitan terkenal dengan julukan kota 1001 gua karena memang di sini terdapat banyak gua. Akan tetapi, dari sekian banyak gua yang ada, terdapat satu gua yang keindahannya disebut-sebut sebagai yang terindah se-Asia Tenggara, yaitu Gua Gong.
 Gua Gong terletak di Dusun Pule, Desa Bomo, Kecamatan Punung, Pacitan, Jawa Timur. Berjarak sekira 37 kilometer dari Kota Pacitan, menuju gua ini harus melewati jalan berliku dengan latar tebing  dan jurang pegunungan. Meski begitu, keindahan yang disuguhkan dengan interior yang unik dan cantik oleh variasi stalaktit dan stalakmitnya memang layak disambangi.

Selain keindahan bentuk stalaktit dan stalagmitnya, keunikan Gua Gong juga adalah karena stalaktit dan stalakmit tertentu dapat berbunyi seperti gong ketika dipukul. Dari sinilah gua ini mendapatkan namanya. Konon, dulu gua ini dianggap angker karena sering terdengar suara gamelan, termasuk bunyi suara gong dari dalam gua.

Berdasarkan cerita turun-temurun yang berkembang di masyarakat dan sebagaimana tertulis di salah satu sisi dinding gua, Gua Gong ditemukan dua sesepuh Desa Bomo, yaitu Mbah Noyo Soemito dan Mbah Joyo Rejo. Tahun 1924, Pacitan dilanda kekeringan dan karenanya kedua lelaki tersebut berusaha mencari sumber air di dalam Gua Gong hingga menemukan empat mata air.

Kemudian, sepeninggal Mbah Noyo, Gua Gong tidak pernah lagi disinggahi penduduk hingga pada 5 Maret 1995 masyarakat setempat berinisiatif mencari kembali keberadaan gua dan kini membukanya untuk umum. Di sebelah kanan mulut gua tampak tulisan yang mencantumkan nama penemu Gua Gong tahun 1924 dan delapan warga yang membuka gua untuk umum tahun 1995
 Dari mulut gua yang tak begitu lebar, Anda mungkin tidak mengantisipasi ruang-ruang luas di dalamnya yang terbilang cukup luas dan akan mengundang decak kagum. Anda bisa memasuki dan menjelajahi gua baik dengan ditemani pemandu atau pun tidak.

Telusuri 7 ruang dan 4 sendang atau sungai mata air yang tersembunyi di kedalaman gua sambil menikmati keindahan konturnya yang unik. Keindahan interior alami gua dapat dinikmati dengan menyusuri jalan setapak berpagar besi sepanjang lebih kurang 300 meter.

Tiap ruang memiliki luas dan menawarkan keindahan yang berbeda. Tiap ruang seolah dipisahkan dengan pintu kecil penghubung antar ruang dan harus meniti tangga turun yang khusus dibangun untuk kepentingan wisatawan. Menelusuri gua cantik ini akan memberi pengalaman tersendiri dan mengajak Anda untuk menakjubi keindahan yang ditawarkan alam.

Tahun 1996, Pemerintah Kabupaten Pacitan membangun fasilitas tangga jalan, pagar, lampu penerangan, dan memasang kipas angin untuk mengatasi kepengapan di dalam gua. Lampu sorot warna-warni memberikan efek khusus pada stalaktit dan stalakmit yang memenuhi interior gua dan membuatnya kian memukau. Kontur gua yang semula berwarna putih gading atau coklat kekuningan kian semarak dengan paduan warna merah, biru, kuning, dan hijau. Inilah daya tarik utama lainnya yang ditawarkan gua ini.

Namun begitu, pemasangan kipas angin dan lampu-lampu tersebut mengundang kontra sebagian orang. Lampu sorot yang memancarkan panas dapat mengurangi aliran air yang mengucur melalui stalaktit. Kelembapan alami gua juga berkurang dengan adanya kipas angin.

Gua Gong merupakan gua horizontal yang berarti bahwa untuk menelusurinya tidak memerlukan peralatan dan keahlian khusus. Apalagi, fasilitas yang dibangun memberi kemudahan akses bagi pengunjung. Gua Gong hanya memiliki satu akses pintu masuk sekaligus pintu keluar. Pengunjung harus mengeksplorasi gua melalui rute satu arah yang memutar, mulai dari pintu masuk hingga keluar di pintu yang sama.