Senin, 24 November 2014

Wisata Banten Bab II

Pantai Karang Bolong : Satu lagi Keindahan Alam Pesisir di Banten 

Sebuah tebing karang di pinggir pantai ibarat pintu gerbang untuk masuki keindahan yang menyegarkan jiwa dan pikiran. Seketika deburan ombak akan melewati lubang tebing karang tersebut sehingga sontak suaranya memecah akan menyambut siapa pun yang datang. Sejauh mata memandang dan kaki melangkah, saksikanlah karang-karang besar berparade di sepanjang pesisir pantai dicumbui hamparan pasir putih yang bersih.

Berwisata ke pantai merupakan hal yang banyak digemari orang, selain menawarkan pemandangan alam memesona, suasana baru serta pengalaman berbeda adalah alasannya.  Indonesia sendiri sebagai negara kepulauan dikaruniai banyak garis pantai yang tersebar di seluruh Nusantara, bahkan di satu provinsi saja bisa terdapat lebih dari dua pantai dengan keindahan dan kekhasannya masing-masing. Salah satu provinsi yang memiliki pantai-pantai nan indah adalah Banten, sebut saja tiga pantai yang telah tersohor di kalangan wisatawan, yaitu Pantai Tanjung Lesung, Pantai Carita, dan Pantai Anyer. Nah, ada satu lagi pilihan lain apabila Anda ingin mendapatkan pengalaman berbeda yaitu Pantai Karang Bolong.


Pantai Karang Bolong berlokasi sekira 50 km dari Kota Serang. Apabila Anda mengendarai mobil atau motor, pantai ini berada di sisi kanan Jalan Raya Anyer dengan jalur menuju Pantai Carita dari Jakarta. Sesuai namanya yaitu karang bolong, pantai ini memiliki sebuah tebing karang yang bolong di tengahnya sehingga membuat pantai terlihat unik dan berbeda dari pantai-pantai lain.

Dahulu pantai ini dikenal dengan nama Pantai Karang Suraga, yaitu sebuah nama yang diambil dari seorang yang berlilmu tinggi yang bertapa di pantai ini sampai akhir hayatnya, nama orang tersebut adalah Suryadilaga. Seiring perkembangannya, pantai ini berubah nama menjadi Pantai Karang Bolong karena memiliki tebing karang besar di pantai yang bentuknya berlubang (Baca: bolong, dalam bahasa Sunda) di tengah. Satu ujung karangnya berada di tepi pantai sementara yang lain menghadap ke laut lepas. Para ahli geologi memperkirakan bahwa lubang pada batu karang ini terjadi akibat terkikis air laut dalam kurun waktu yang lama. Akan tetapi, ada juga yang berpendapat bahwa batu karang tersebut berlubang akibat dari letusan Gunung Krakatau tahun 1883. Hingga saat ini akibat pesisnya karang bolong ini belum diketahui secara pasti.


Tidak hanya memiliki keunikan batu karang saja, Pantai Karang Bolong juga terbilang tujuan wisata yang ekonomis sehingga pantai ini menjadi idola wisatawan bukan hanya wisatawan Nusantara tetapi juga mancanegara. Jadi, Anda jangan heran Apabila menemukan wisatawan asing berjalan-jalan di tepi pantai menikmati keindahan yang ditawarkan pantai ini. 

Ada banyak aktivitas menarik dapat Anda lakukan di sekitar pantai ini. Berpiknik di tepi pantai ini layak untuk dicoba karena akan membuat Anda betah berlama-lama. Menyaksikan keindahan laut dan deburan obak yang menghantam batu karang beralaskan tikar akan menjadi pengalaman yang istimewa. Terutama bagi Anda yang mendambakan ketenangan dari hiruk pikuk aktivitas perkotaan. Untuk lebih menambah keistimewaan berpiknik di pinggir pantai, bawahlah makanan, minuman dan buku kesayangan Anda untuk menemani. Sebuah pemutar MP3 bisa juga menjadi pelengkap waktu santai Anda di tempat ini.

Beranjaklah dari tikar piknik Anda dan jemputlah kesegaran air pantainya dengan berenang. Pantai di kawasan ini landai sehingga memungkinkan Anda berenang di tepi pantainya. Hanya saja jangan berenang terlalu jauh dan tetap memerhatikan keselamatan. Hal menarik yang sudah dilakukan wisatawan yang pernah berkunjung ke pantai ini adalah berkeliling dengan menyewa perahu motor atau banana boat.

Aktivitas wisata yang juga tak kalah menarik dilakukan adalah tracking menuju ke puncak karang. Anak tangga yang dinaiki sedikit sempit dan berkelok namun pemandangan hijau pepohonan di sekitar anak tangga akan menjadikan pendakian Anda terasa ringan, mungkin inilah kekuatan dari sebuah keindahan. Mendekati akhir perjalanan, Anda akan sedikit menuruni anak tangga. Di sini terdapat tempat yang cukup lapang untuk menikmati pemandangan pantai dari atas karang. Dari atas karang ini, pemandangan spektakuler siap menyambut Anda. Keindahan birunya laut lepas tepat berada di hadapan. Sedikit ke arah kiri, Anda dapat melihat tebaran batu karang di tepi pantai yang dihantam ombak. Dari sini juga Anda bisa menyaksikan Gunung Anak Krakatau sembari menghirup udara pantai dan merasakan lebutnya sentuhan angin membelai kulit.  

Pulau Sangiang: Seven Wonders Of Banten! 
Pulau Jawa dan Pulau Sumatera sejatinya dipisahkan oleh Selat Sunda yang memiliki pesona dengan Gunung Krakatau-nya. Pulau-pulau kecil yang tersebar di tengah perairannya menawarkan tempat indah untuk Anda rehat sejenak dari riuh ramainya kota. Raihlah ketenangan dan keindahan alam di darat dan bawah lautnya yang memukau di Pulau Sangiang, Provinsi Banten.


Pulau seluas 700,35 hektar ini awalnya ditetapkan sebagai cagar alam berdasarkan Keputusan No.112 Kementerian Kehutanan/Kpts-II/1985, kemudian pada 12 Oktober 1993 karena melihat sumber daya dan potensi yang melimpah maka Sangiang diubah menjadi Taman Wisata Alam seluas 1.420 hektar dan terdiri dari 720 hektar taman laut.

Pulau Sangiang secara administratif termasuk ke dalam Desa Cikoneng, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Sangiang memiliki biota laut yang cantik dan gelombang ombak yang relatif tenang sehingga kerap dijadikan surga menyelam dan snorkeling.  Julukan "Seven Wonders of Banten" kini melekat padanya.

Terdapat 12 titik menyelam yang bisa Anda jelajahi di sini. Terumbu karang lunak tumbuh indah di kedalaman sekira 11-15 meter dengan berbagai ukuran, bentuk, dan warna layaknya lukisan di bawah laut. Di sekitar kawasan Tanjung Bajo, Anda dapat melihat ikan ekor kuning yang berenang-renang di kedalaman 20 meter. Penggemar fotografi makro juga dimanjakan dengan ragam nudibranch yang memukau. 

Sedangkan jenis satwa yang bisa Anda temukan sangat beragam jenisnya. Apabila beruntung Anda bisa menemukan lutung (Trachypitechus auratus), kucing hutan (Felis bengalensis), landak (Hystrix brachiura), biawak (varanus salvator), elang laut (Haliarctus leucocagter), dara laut (Sterna sp.), raja udang (Halcyon cloris), belibis (Anas sp.), kuntul karang (Egretta sacra), burung camar (Sterna sp.), pelatuk besi (Threskiornis aethiopica), burung cangak (Ardea sumatrana) dan ular sanca (Phyton reticularis).


Selain itu, penjelajahan Anda akan diwarnai oleh pengalaman bertemu para perantau. Setidaknya terdapat 50 kepala keluarga yang tempat tinggalnya terpusat di tepi pantai. Mereka hidup di dalam perkampungan sederhana yang dahulu pernah dibangun untuk sebuah proyek. Penduduknya mampu bercakap 3 bahasa daerah sekaligus: Jawa, Sunda, dan Lampung.

Hal lain yang akan Anda dapatkan adalah jejak pertempuran Perang Dunia II berupa reruntuhan benteng dan meriam yang ditinggalkan bangsa Jepang.

Pulau Sangiang bukanlah destinasi yang penuh dengan fasilitas sehingga cocok bagi Anda yang mencari pengalaman berpetualang. Kawasannya yang luas didukung dengan kontur medan yang beragam membuat Sangiang mampu menyuguhkan olahraga lintas alam, mendaki gunung, menyusuri lembah, berkemah, memotret hingga menikmati panorama pantai.Pecinta snorkeling, menyelam, dan memancing dapat mengunjungi Kawasan Tanjung Raden, Legon Waru dan perairan laut selatan Pulau Sangiang. Anda pun bisa melihat keindahan terumbu karang dan taman laut menggunakan glass bottom boat.

Lalu atas kekayaan alam yang dimilikinya, tak jarang Pulau Sangiang dijadikan lahan untuk penelitian dan pengembangan kekayaan hayati bagi ilmuan, mahasiswa, pelajar, serta masyarakat umum. 

Wisata Banten Bab I



Dalam sejarahnya Banten dahulu merupakan kota maritim yang kuat menandingi Kerajaan Mataram dan sekarang daerah ini merupakan desa nelayan dimana Anda masih akan mendapatkan cerminan masa lalunya. Ibukota Provinsi Banten ialah Serang. Dulu Banten merupakan salah satu tempat bersejarah yang terkenal, berjarak hanya 10 km dari kota Serang. Di tempat ini, Anda akan menemui banyak warisan dari kerajaannya yang didirikan abad 16 dan 18.  
Di Banten Anda akan menemukan sisa bekas-bekas kerajaan Islam. Yang paling terkenal ialah Masjid Agung dan reruntuhan keratonnya. Masjid Agung Banten dibangun abad ke-16 dan masih ada sampai saat ini yang mencirikan arsitektur awal Islam.

Taman Nasional Ujung Kulon merupakan salah satu taman nasional dan lokasi konservasi alam di Indonesia yan gdapat Anda kunjingi di Banten. Di lokasi ini, Anda dapat melihat keindahan hutan tropis dan  badak bercula satu (Rhino sondaicus) yang  merupakan primadona daya tarik wisata.

Ada juga Pulau Umang yang terletak di kawasan objek wisata pantai Pandeglang, berdekatan dengan kawasan wisata Tanjung Lesung. Kawasan wisata ini dikelola oleh sebuah perusahaan swasta yang menyediakan berbagai fasilitas rekreasi dan hiburan yang menarik. Di pulau ini, terdapat resort yang ditata dengan sentuhan artistik alami, dilengkapi dengan ruang pertemuan, kafe, spa, pusat bisnis, sunset lounge, klub pantai, kolam renang dan sebagainya. Selain itu, tersedia fasilitas olahraga dan rekreasi air, jogging track, cross country, lapangan tenis, tempat karaoke, dan lain-lain. Anda dapat menuju ke pulau ini dengan relatif mudah. Karena perusahaan pengelola kawasan ini menyediakan rental mobil dari Jakarta menuju pulau atau dapat juga dicapai dari kawasan Ujung Kulon.

Ada juga Cagar alam Rawa Danau (Rawadano) terletak di kabupaten Serang berjarak 101 km dari Jakarta. Kawasan ini merupakan kawasan selain kawasan rawa juga terdapat sebuah danau. Luas kawasan ini sekitar 2.500 ha yang ditumbuhi oleh berbagai jenis pohon. Pulau ini menjadi tempat bersarang bagi aneka jenis binatang seperti reptil, seperti ular, dan buaya.

Jangan lupa juga di Banten Anda dapat mengunjungi Gunung Krakatau yang terletak di perairan selat Sunda. Kawasan wisata alam yang indah  ini mudah Anda  kujungi  dari pantai Anyer-Carita sekitar satu jam dengan menggunakan perahu motor. Di lokasi ini Anda dapat berkemah, berjalan kaki, memancing, dan tentunya menikmati pemandangan alam laut yang indah dan menawan.

Gunung Krakatau merupakan salah satu gunung yang paling terkenal di dunia, karena letusannya yang dahsyat pada tahun 1883. Suara letusan terdengar sampai ke kawasan benua Australia, bahkan awan panasnya menyelimuti beberapa kawasan Eropa selama seminggu. Ledakan dahsyat gunung Krakatau kemudian membentuk anak gunung yang kini dikenal sebagai Anak Krakatau, muncul ke permukaan tahun 1928 dan hingga kini masih tetap aktif.

Sejarah

Banten dalam sejarah terkenal sebagai sebuah kota pelabuhan yang sangat ramai dengan masyarakatnya yang terbuka dan makmur. Abad ke-5 Banten adalah bagian dari Kerajaan Tarumanagara.
Selama masa pemerintahan Sultan Agung (1651-1683) Banten mengalami masa keemasannya. Sayangnya setelahnya Banten mengalami kemunduran dan kemudian Belanda mengambil alih.
Awal abad ke-17 Masehi, Banten merupakan salah satu pusat perniagaan penting dalam jalur perniagaan internasional di Asia. Daerah kekuasaannya mencakup juga wilayah yang sekarang menjadi provinsi Lampung. Ketika orang Belanda tiba di Banten untuk pertama kalinya, orang Portugis telah lama masuk ke Banten. Kemudian orang Inggris mendirikan loji di Banten, baru kemudian disusul orang Belanda.
Selain itu, orang-orang Perancis dan Denmark pun pernah datang di Banten. Dalam persaingan antara pedagang Eropa ini, Belanda muncul sebagai pemenang. Orang Portugis melarikan diri dari Banten (1601) setelah armada mereka dihancurkan oleh armada Belanda di perairan Banten. Orang Inggris pun tersingkirkan dari Batavia (1619) dan Banten (1684).
Setelah kemerdekaan Banten awalnya adalah bagian dari Provinsi Jawa Barat, namun dipisahkan sejak tahun 2000 dengan keputusan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2000. Pusat pemerintahannya berada di Kota Serang. Wilayah Banten memiliki banyak industri juga beberapa pelabuhan laut yang dikembangkan sebagai antisipasi untuk menampung kelebihan kapasitas pelabuhan laut di Jakarta serta ditujukan juga untuk menjadi pelabuhan alternatif selain Singapura.
Selat Sunda menjadikan Banten merupakan salah satu jalur lalu lintas laut yang strategis karena dapat dilalui kapal besar yang menghubungkan Australia dan Selandia Baru dengan kawasan Asia Tenggara. Di samping itu Banten merupakan jalur penghubung antara Jawa dan Sumatera.
  
Pantai Sawarna: Keindahan Pantai Berpasir Putih dan Gua Karst 
Lanskap keindahan alam terselip menghadap Samudera Hindia. Pantainya berpasir putih, berair biru jernih dan berbukit hijau nan lebat. Panjang pantainya mencapai 65 km dihiasi karang dan pasir putih. Pantai ini adalah pantai terindah dari lima pantai yang dimiliki Provinsi Banten.
Sawarna nama pantainya, berada di sebuah desa pesisir yang memiliki berbagai macam objek wisata menarik untuk dikunjungi seperti pantai, sungai, hutan, panjat tebing, gua, dan agrowisata. Wilayah pesisir indah ini menyatu dengan kisah mistis Nyai Roro Kidul dan ekploitasi batu bara di Bayah dan Lebak oleh penjajah asing.
Anda akan terkesan dengan areal persawahan yang membentang luas, panorama desa yang asri, hembusan sejuk udara khas desa agraris, dan jejeran pohon kelapa dan pohon jati yang berjejer bagai pagar betisnya desa.
Desa Wisata Sawarna merupakan titik awal Anda menjelajah alam yang elok hingga pengalaman berinteraksi dengan masyarakat tradisionalnya yang bersahaja. Pantai Sawarna terletak di wilayah Kampung Gendol, Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Pantai indah ini jaraknya sekitar 150 km dari pusat kota Rangkasbitung. Berwisata di pantai ini sangat menyenangkan dan berkesan karena  alamnya masih asli juga memiliki air laut yang jernih tidak tercemar.

Di sini menanti pantainya akan menawan mata dan hati Anda. Apabila Anda yang hobi berselancar atau surfing mengapa tidak merasakan ombaknya yang spektakuler bahkan telah dicicipi peselancar dari Amerika, Australia, Jepang, dan Korea.

Anda juga dapat merasakan snorkeling untuk menyapa beragam ikan hias dan terumbu karang. Temukan keindahannya di Pantai Ciantir, Pantai Tanjung Layar, Pantai Karang Bokor, Pantai Karang Seupang, Pantai Karang Taraje, dan Pantai Teluk Legon Pari.

Selain objek keindahan pantainya di Sawarna ada pula wisata gua. Beberapa gua yang berbeda ukuran dapat Anda kunjungi seperti: Goa Lalay, Goa Sikadir, Goa Cimaul, Goa Singalong, dan Bukit Pasir Tangkil.  Goa di Sawarna merupakan gua karst (batu gamping) yang terbentuk dari masa Miosen awal.

Jembatan besi merupakan awal perjalanan Anda menuju Desa Sawarna, lebih jauh memasuki jalan tersebut berikutnya akan disuguhi pemandangan hutan lebat.


Anda dapat bermain di pantainya ditemani bertaburnya pasir putih berkilap. Memandang pinggang pantai yang luas diiringi bunyi deburan ombak dan menderunya angin laut.


Selain keindahan pantai, di sini Anda dapat berkeliling untuk mengunjungi gua-guanya yang indah. Temukan Gua Laylay atau Goa Kalelawar yang dihuni ratusan kalelawar dan jernihnya air mengalir dalam gua. Goa Lalay terbentuk dari retakan pada batu gamping akibat pengaruh tektonik. Panjang gua diperkirakan sampai 1000 meter. Retakan tersebut kemudian menjadi jalan air yang melarutkan batu gamping tersebut sesuai dengan sifat fisiknya yang mudah larut dalam air. Air yang melarutkan batu gamping tersebut selanjutnya mengendap dan menghasilkan berbagai ornamen gua. Bagian dasar gua ini merupakan sungai bawah tanah yang berlumpur dengan ketebalan 10 sampai 15 cm.

Apabila Anda ingin merasakan suasana alam yang lebih alami maka lanjutkan perjalanan ke Laguna Pari. Pantainya sangat indah dengan pasir putih berkilauan. Laguna Pari adalah pantai yang tersembunyi, tempat nelayan Sawarna dari Dusun Gempol biasanya melabuhkan perahu. Di sekitar pantai banyak terdapat gubuk-gubuk nelayan yang dapat Anda gunakan sebagai tempat berteduh. Laguna Pari berada di sisi timur sehingga ideal untuk Anda melihat matahari terbit. Di Laguna Pari tidak terdapat warung sehingga Anda perlu membawa perbekalan dan peralatan yang cukup untuk meneruskan berjalan hingga ke Palistir dengan kendaraan.

Di Palistir ada tebing karang di sisi pantai yang memiliki teras karang yang lebar. Panggung karang itu berundak-undak dengan gemericik air mengalir di atasnya menyusup melalui sela-sela karang.

Di Karang Taraje Anda dapat melihat pantai dengan bentangan karang yang besar dan luas di sepanjang Pantai Laguna Pari hingga Pantai Sepang atau Cikoromong. Hamparan karang yang menyerupai trap atau undak-undakan menjadi alasan kenapa daerah ini dinamakan Karang Taraje. Anda dapat juga melihat beberapa cekungan karang yang membentuk kolam di antara sela-sela karang. Cekungan tersebut berisi air dan ikan yang oleh penduduk lokal sering dijadikan tempat memancing.

Hal lain yang Anda dapat coba adalah agrowisata di areal persawahan, mencari batu-batu hias di Sungai Cisawarna, mengunjungi tempat pelelangan ikan, panjat tebing, atau melihat kekayaan flora dan fauna hutan suaka alam yang terletak di sebelah timur desa.

Mengapa tidak Anda mengunjungi sentra pembuat gula kelapa, sentra pengrajin gitar dan biola, atau makam Jean Louis Van Gought. Jean Louis Van Gogh adalah pengusaha pertama yang membuka perkebunan kelapa di sepanjang Pantai Sarwana tahun 1907. Kini, perkebunan kelapa ini dikelola PTPN. Jean Louis Van Gogh sendiri menginginkan dimakamkan di Indonesia. Makamnya sendiri baru ditemukan tahun 2000 dan keluarga Van Gogh di Belanda memastikan kebenaran  tentang makam Jean Louis Van Gogh di Sawarna tersebut.
Terjunlah dalam keramahan dan kesahajaan masyarakat Sawarna karena justru Anda akan memperoleh pengalaman berwisata sesungguhnya.

Pantai Tanjung Lesung: Kemolekan Pantai di Ujung Barat Pulau Jawa 

Kata ‘lesung’ mengingatkan kita pada senyum simpul manis di pipi. Nah, nama pantai Tanjung Lesung barangkali tepat diibaratkan kecantikan serupa. Pantai ini memang terlihat molek karena letak pantainya ibarat lesung pipi dimana daratan dari pantainya menjorok ke laut ditaburi air pasir berkilau dan air jernih yang elok dipandang.
Indonesia beruntung dianugerahi banyak pantai dengan pemandangan memesona. Hampir di setiap daerah di Nusantara terdapat pantai indah baik yang sudah banyak tersohor maupun yang belum banyak dikenal. Salah satu pantai indah yang patut dikunjungi adalah Pantai Tajung Lesung di sebelah barat Pandeglang, tepatnya Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.
Apabila sebelumnya saat berkunjung ke Banten memilih Pantai Anyer atau Pantai Carita maka kali ini mengapa tidak Anda berkunjung ke Pantai Tanjung Lesung. Di sini pemandangan pantainya tidak kalah memukau dengan air lautnya bak danau yang luas serta perbukitan yang tidak begitu curam.
Nama ‘tanjung lesung’ menurut penuturan masyarakat setempat berasal dari penamaan lokasi pantainya yang berupa daratan menjorok ke laut mirip ujung lesung, yaitu alat tradisional penumbuk padi. Pantai ini luasnya sekira 1.500 hektar dan resmi dibuka untuk umum sejak Januari 1998. Kini Pantai Tanjung Lesung dijadikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata di Provinsi Banten.
Ketika berada di pantai ini Anda akan merasa seperti berada di Bali karena pantainya memang mirip di Pulau Dewata. Hamparan pasir pantainya yang landai mencapai 15 kilometer memberi cukup ruang kepada pengunjung untuk melakukan berbagai kegiatan bersenang-senang, mulai dari bermain pasir, berjemur, atau berolahraga.
Selain kawasan pantainya yang masih bersih dan alami, Pantai Tanjung Lesung juga menawarkan hamparan pasir putih bak permadani. Berjalan di atasnya ditemani semilir angin sepoi merupakan kenikmatan tersendiri. Ombaknya tidak terlalu besar sehingga memungkinkan Anda untuk berenang, bermain jetski, snorkeling, naik perahu, ataupun memancing. Kawasan Pantai Tanjung Lesung sangat cocok bagi pasangan yang ingin berbulan madu. Suasanya tenang dengan balutan pemandangannya alam yang romantis. Berjalan di pinggir pantai saat sore hari bersama pasangan sambil bergandengan tangan dan mendengarkan deburan ombak akan sangat indah dan menjadi kenangan berkesan dan romantis.
Pantai Tanjung Lesung juga cocok untuk wisata keluarga. Anda dapat mengajak anggota keluarga untuk berwisata di pantai ini. Anak Anda pasti senang berenang dan bermain pasir di pinggir pantai sembari Anda mengabadikan momen tersebut dengan kamera.
Bagi pecinta Alam, Anda bisa menikmati kekayaan hayati dan pesona alam bawah laut pantai ini. Menyelam merupakan kesempatan untuk menyaksikan indahnya terumbu karang, ubur-ubur, siput kecil yang terlihat malu-malu bersembunyi di balik terumbu karang, serta berbagai jenis ikan yang bermain kejar-kejaran dan sesekali datang menghampiri. Anda juga bisa belajar cara mentransplantasikan terumbu karang di lokasi konservasi yang ada di tengah lautnya.
Fasilitas yang tersedia di pantai ini diantaranya adalah: information center, lifeguard, money changer, parkir area, banana boat, glass bottom boat, snorkeling, kayak sea, mini golf, pool, fishing pool, park, shelter, children playing area, dan lainnya. 

Pantai Carita: Menikmati Liburan di Pantai Bersama Keluarga 

Inilah salah satu pantai yang paling terkenal di Provinsi Banten. Pantai Carita memadukan hamparan pasir putih kecoklatan sepanjang 3 kilometer yang landai dengan tetumbuhan khas pantai. Pantai ini tepat untuk rekreasi keluarga dan lokasinya juga mudah diakses dari Jakarta tepatnya di tepi Jalan Raya Carita Labuan yang merupakan jalan utama penghubung ke berbagai tempat wisata di Banten.
Pantai ini sering dikunjungi wisatawan tidak hanya pada hari libur tetapi juga pada hari-hari biasa. Letaknya yang strategis dan mudah diakses berbagai kendaraan menjadi alasan utama bagi wisatawan untuk datang berlibur ke pantai ini.
Panorama Pantai Carita memanjakan mata dan menenangkan hati. Paduan hamparan pasir putih kecoklatan ibarat taburan mutiara bersinar indah diterpa sinar Matahari. Rindanganya pepohonan di tepi pantai dan tiupan angin laut yang membelai rambut dan kulit akan menjadi pengalaman penuh kesan.
Banyak hal dapat Anda lakukan di pantai yang sudah dikelola selama 20 tahun ini. Jika Anda tidak memiliki banyak waktu untuk berlibur ke Bali maka pantai ini dapat menjadi pilihan menarik dan masuk daftar wisata berikutnya.
Wisata Alam Carita awalnya bermula dari kawasan hutan lindung di Pandeglang yang memiliki luas 95 hektar. Karena memiliki pantai yang indah dan landai sehingga cocok untuk menjadi kawasan wisata. Sejak 1978 kawasan ini ditetapkan menjadi taman wisata melalui SK Menteri Pertanian Republik Indonesia.
Di Taman Wisata Alam Carita dapat ditemukan beragam fauna yang ada adalah: kera ekor panjang (Macaca fascicularis), lutung (Tachypitechus auratus), biawak (Varanus salvator), ular sanca (Phyton sp), kelelawar, alap-alap (Falco moluccensis), elang (Spilornis cheela), tando (Petaurista elegans), babi hutan (Susvitatus), dan aneka jenis burung. Sementara itu, jenis flora yang umum ada adalah: mahoni (Swietenia macrophylla), jati (Tectona grandis), mahoni afrika (Swietenia khaya antoteca), dan bungur (Lagerstromia speciosa).
Kawasan Pantai Carita sudah dilengkapi berbagai fasilitas wisata. Mulai dari hotel, parkir, toko sovenir, restaurant, kamar mandi, informasi pariwisata, parkir, arena bermain anak-anak, tempat berjemur, kolam renang, jaringan internet, shelter, serta lifeguard profesional yang selalu siaga melindungi wisatawan. Tersedia pula penyewaan perlengkapan memancing dan menyelam di sini.
Kawasan Pantai Carita juga dilengkapi dua dermaga sebagai pelabuhan meski tidak terlalu besar tetapi dapat disandari kapal pesiar yang akan mengunjungi Pantai Tanjung Lesung, Ciputih dan Taman Nasional Ujung Kulon. Ke arah timur ada daerah perbukitan air terjun yang masih alami yaitu Curug Gendang.

Anda dapat bermain jetsky, banana boat, diving, surfing, snorkeling atau sekedar berenang dan bermain pasir. Kondisi ombak Pantai Carita terbilang tidak terlalu besar sehingga memungkinkan untuk berenang, bermain pasir, bodyboard, volley pantai, berperahu, memancing, ataupun hanya duduk sambil melihat pesona burung pantai dan temaram tenggelamnya Matahari.
Apabila Anda ingin menikmati indahnya sore hari maka bisa berjalan-jalan sambil menunggu Matahari terbenam dengan lanskap Krakatau. Di pagi harinya Anda dapat berolah raga di tepi pantai ditemani sejuknya udara pagi.
Anda juga dapat mengunjungi kawasan taman laut yang dapat ditempuh dengan menggunakan perahu motor sekira dua jam. Di taman laut ini mata Anda akan dimanjakan berbagai jenis ikan hias dan tanaman laut yang memesona.
Anda juga bisa berkunjung ke taman laut untuk menyelam menikmati keindahan berbagai jenis ikan hias, terumbu karang dan tanaman laut. Tidak jauh dari pantai ini, Anda bisa mengunjungi Sungai Cikembang dan Sungai Cimeti. Kedua sungai ini tidak hanya memiliki air yang jernih tapi juga pemandangan indah yang terbentuk dari pepohonan di sekitarnya. Semua nampak berpadu serasi dengan suasana pantai yang indah.
Anda juga bisa melakukan kegiatan kelompok seperti tarik tambang, voli pantai dan juga sepak bola pantai. Pantai ini cocok untuk wisata keluarga, kantor atau kelompok besar lainnya.
  
Taman Nasional Ujung Kulon: Suaka Margasatwa Terakhir Badak Jawa
Taman Nasional Ujung Kulon adalah suaka margasatwa terakhir bagi badak Jawa (Rhinoceros sondaicus). Ujung Kulon merupakan habitat badak yang saat ini hanya tersisa sekitar 60 ekor. Hewan langka sulit untuk ditemui karena mereka termasuk hewan pemalu dan hanya dapat dilacak pada malam hari.
Taman Nasional Ujung Kulon merupakan obyek wisata alam yang menarik dengan keindahan berbagai bentuk gejala dan keunikannya. Anda bisa dapati sungai-sungai jeram, air terjun, pantai pasir putih, sumber air panas, taman laut, dan peninggalan sejarah Arca Ganesha, di Gunung Raksa Pulau Panaitan. Semuanya merupakan pesona alam yang sangat menarik untuk Anda kunjungi dan sulit ditemukan di tempat lain.
Kawasan ini terletak di semenanjung segitiga paling ujung selatan Pulau Jawa. Ujung Kulon adalah Taman Nasional pertama dan utama di Indonesia, yang dirancang sebagai cagar alam sejak tahun 1921. Ujung Kulon merupakan ekosistem hutan hujan tropis dataran rendah terbesar di Jawa bagian barat.
Keanekaragaman tumbuhan dan satwa di Taman Nasional Ujung Kulon mulai dikenal oleh para peneliti, pakar botani Belanda dan Inggris sejak tahun 1820.
Kurang lebih 700 jenis tumbuhan terlindungi dengan baik dan 57 jenis diantaranya langka seperti; merbau (Intsia bijuga), palahlar (Dipterocarpus haseltii), bungur (Lagerstroemiaspeciosa), cerlang (Pterospermum diversifolium), ki hujan (Engelhardia serrata) dan berbagai macam jenis anggrek.
Satwa di Taman Nasional Ujung Kulon terdiri dari 35 jenis mamalia, 5 jenis primata, 59 jenis reptilia, 22 jenis amfibia, 240 jenis burung, 72 jenis insekta, 142 jenis ikan dan 33 jenis terumbu karang. Satwa langka dan dilindungi selain badak Jawa adalah banteng (Bos javanicus javanicus), ajag (Cuon alpinus javanicus), surili (Presbytis comata comata), lutung (Trachypithecus auratus auratus), rusa (Cervus timorensis russa), macan tutul (Panthera pardus), kucing batu (Prionailurus bengalensis javanensis), owa (Hylobates moloch), dan kima raksasa (Tridacna gigas).
Di laut yang mengitari taman nasional dapat ditemukan kerang besar, ikan badut, ikan bidadari, ikan kakatua, dan ikan gelodok yang senang melompat-lompat di daratan berlumpur dan dapat memanjat pohon, dan ikan  archer fish yang dapat meloncat ke atas air dengan ketinggian lebih dari 2 m untuk menangkap serangga. 
Taman Nasional Ujung Kulon bersama Cagar Alam Krakatau merupakan asset nasional, dan telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Alam Dunia oleh UNESCO tahun 1991. 

Pantai Anyer: Tempat Dramatis untuk Menengok Gunung Krakatau dan Memandang Matahari Terbenam 
Pantai Anyer  adalah keindahan yang Anda impikan dari nuansa pesisir Pulau Jawa. Jika Anda memimpikan berkunjung Kuta Bali namun tidak banyak waktu atau dana tidak mencukupi maka mengapa tidak mencoba datang ke Pantai Anyer.
Pesona pantai ini menyuguhkan pemandangan Gunung Krakatau yang legendaris dan mercusuar tua di Cikoneng yang historis. Pantainya yang menghadap ke arah barat memungkinkan Anda memandang Gunung Krakatau sekaligus Matahari terbenam yang dramatis.
Pantai ini jelasnya memiliki pasir putih yang lembut berkilau lalu disempurnakan angin laut dan suasana pantai yang sanggup menyegarkan pikiran dan perasaan. Laut birunya pun tak kalah menarik untuk penyelaman.
Anyer sejatinya adalah kota pantai di Banten yang berlokasi 38 km dari Kota Serang. Pantai Anyer berada di tepi Selat Sunda tepatnya di Kecamatan Anyer, Kabupaten  Serang, Provinsi Banten. Pantai Anyer merupakan surga bagi mereka pecinta keindahan dan suasana pantai yang tenang. Pemandangan laut yang indah disempurnakan dengan beragam kegiatan bahari yang menyenangkan seperti jetski, speedboat, parasailing dan olah raga air lainnya.
Pantai Anyer  tidak hanya memiliki pemandangan yang menawan tetapi juga telah dilengkapi berbagai akomodasi dan sarana penunjang pariwisata. Sejak tahun 1980-an Pantai Anyer sudah terkenal sebagai kawasan wisata pantai yang menarik. Letaknya yang tidak jauh dari Jakarta dan termasuk salah satu dari Seven Wonder of Banten sehingga pantai ini menjadi tempat wisata favorit.
Pantai Anyer menawarkan beragam aktivitas yang akan membuat Anda betah untuk berlama-lama tinggal. Wisatawan yang datang ke sini bukan hanya domestik tetapi banyak juga mancanegara. Mereka menikmati pemandangan Gunung Krakatau yang bisa dilihat dengan jelas dari pesisir pantai dan juga menikmati deburan ombak yang indah.
Pantai Anyer dilengkapi beragam fasilitas pariwisata, yaitu: pusat informasi pariwisata, camping ground, pondok-pondok wisata, shelter, pemandu wisata, penjaga pantai, taman parkir, arena bermain anak-anak, arena berjemur, tempat berenang, sentra oleh-oleh dan suvenir, hingga penyewaan  peralatan menyelam, sepeda, serta perahu dan speedboat.

Pantai Anyer menjadi tempat rekreasi yang menyenangkan di akhir pekan atau liburan. Mulai dari tempat berkumpul keluarga, bermain bola bersama teman, hingga menikmati pemandangan yang akan membuaikan. Anda juga dapat menyewa sepeda untuk mengelilingi kawasan pantai sambil berburu objek menarik untuk difoto.
Nikmati sepuasnya langit biru membentang jernih dengan iringan awan yang indah. Saat yang paling indah menikmati pantai ini adalah melihat Matahari terbit. Bermain pasir dan ombak akan membuat Anda lupa waktu. Olah raga air yang ada di pantai Anyer beragam seperti banana boat, jetski, snorkeling dan diving.
Pantai Anyer juga memiliki taman laut di pesisir Pantai Caringin yang bisa ditempuh sekira lima belas menit dari Pantai Carita menggunakan perahu, boat, jetski. Di taman laut Carita ini Anda dapat menikmati kekayaan fauna bahari dengan air lautnya yang bersih dan jernih sehingga memungkinkan Anda berenang atau menyelam dengan nyaman. Ombaknya juga cocok untuk berselancar.
Mengapa tidak Anda mencoba mengunjungi Karang Bolong, yaitu sebuah pantai indah yang memiliki pemandangan pantai dan laut menawan. Anda juga dapat mendaki batu karangnya dan menikmati keindahan pantai dari ketinggian.
Selain tur ke Gunung Krakatau, dari Pantai Anyer juga tersedia paket tur ke Taman Nasional Ujung Kulon.

Wisata Lampug Bab II

Cagar Alam Kepulauan Krakatau : Warisan Alam Gunung Purba Krakatau 


Sejarah mencatat sebuah becana besar tahun 1883 ketika Gunung Krakatau meletus dahsyat dan memengaruhi kondisi iklim dunia. Bencana ini pula telah membentuk gugusan pulau vulkanik yang sekarang dikenal sebagai Kepulauan Krakatau, yaitu meliputi Rakata atau Krakatau Besar, Panjang atau Krakatau Kecil, Sertung, dan Anak Krakatau.
Warisan alam yang luar biasa ini terletak di Selat Sunda diantara Pulau Jawa dan Sumatera. Secara administratif, Krakatau terletak di dalam kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, provinsi Lampung. Informasi mengenai aksesibilitas dapat ditemukan di transportasi.
Kepulauan Krakatau saat ini dianggap sebagai laboratorium alam raksasa, meliputi lahan seluas 13.735,10 hektar, terdiri dari 11,200 hektar laut, dan 2.535,10 hektar darat.
Kepulauan Krakatau memiliki lahan geologi, biologi dan vulkanologi yang penting untuk penelitian. Bagi wisatawan, pemandangan dan aktivitas vilkanik yang luar biasa dari pulau-pulau yang ada adalahtempat yang layak untuk dijelajahi. Mengenai syarat dan prosedur untuk memasuki cagar alam ini dapat Anda temukan di tips.
Berjalan kaki di gunung api yang masih aktif ini pasti menjadi salah satu sensasi tersendiri. Anda bias menyaksikan Gunung Anak Krakatau yang secara alami terbentuk tahun 1927ini masih sering mengeluarkan lava dan material lain yang terus bertambah setiap tahunnya.
Lingkungan laut di sekitar pulau ini juga menawarkan daya tarik tersendiri karena memiliki tidak kurang dari 50 spesiesikan dan terumbu karangnya yang belum terjamah.
Kepulauan sekitar Krakatau sempat dinyatakan pemerintah Hindia Belanda sebagai Cagar alam sejak 1919 dengan luas area 2.405,10 hektar. Kepulauan Krakatau kemudian dimasukkan ke Taman Nasional Ujung Kulon tahun 1984. Tahun 1990, Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Departemen Kehutanan memindahkan Cagar Alam Kepulauan Krakatau ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam atau Kantor Konservasi Sumber Daya Alam Lampung. Hal ini bertujuan untuk melindungi dan mempertahankan integritas kawasan ini sebagai sebuah kawasan konservasi yang penting bagi ilmu pengetahuan dan pendidikan.
Pada tahun 1991, UNESCO mengakui Taman Nasional Ujung Kulon dan Cagar Alam Kepulauan Krakatau sebagai Warisan Alam Dunia.

Anda juga dapat menjelajahi koleksi unik flora yang terdiri dari 206 jenis jamur, 13 jenis lichenes, 61 tumbuhan paku, dan sekitar 257 jenis spermatophyta. Anda juga bias menemukan beberapa hewan mendiami dataran pulau-pulau vulkanik termasuk ular, kadal, penyu laut, kelelawar, dan lain-lain.
Berikut adalah kegiatan lain yang dapat Anda lakukan di sekitar kompleks cagar alam ini:
Pulau Sertung, di sini selain mengagumi pemandangan yang menakjubkan, Anda dapat berenang, menyelam, dan berselancar.
Rakata, Anda dapat melakukan aktivitas panjat dinding sebagai tambahan variasi kegiatan.
Panjang, berlokasi di barat daya pulau dimana Anda dapat menemukan sebuah terumbu karang yang masih alami bersama dengan koleksi indah ikan dan kehidupan laut lainnya.
Anak Krakatau, daya tarik utama dari seluruh cagar alam ini adalah Anak Krakatau. Menawarkan sensasi tersendiri bagi ilmuwan dan wisatawan. Selain penelitian ilmiah dan pengamatan, Anda juga bias menginjakkan kaki di daerah tersebut dan merasakan pasir vulkanik panas.
Untuk informasi lebih lanjut saat berkunjung ke Cagar Alam Pulau Krakatau, silakan hubungi intansi berikut.
Balai KSDA Lampung
Jl. Z. A. PagarAlam IB - Bandar Lampung
Telp/Fax. (0721) 703882
Website:http://www.krakatau.or.id/

Pantai Tanjung Setia: Surga Berombak Indah di Lampung 

Terletak di sepanjang pantai barat Lampung yang terpencil dan di luar hutan lebat Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, terdapat sebuah surga memesona yang tersembunyi di sisi laut. Tempat indah ini disebut Pantai Tanjung Setia.
Meskipun tidak begitu dikenal tetapi ombak di Pantai Tanjung Setia disebut-sebut sebagai salah satu ombak terbaik di dunia oleh peselancar dari seluruh dunia. Ombaknya sejajar dengan yang ada di Hawaii. Lokasi-lokasi menyelam di sini dinilai legendaris di kalangan penggila selam.
Berlokasi sejauh 273 km atau 6-7 jam berkendara dari ibu kota provinsi Bandar Lampung, di Desa Tanjung Setia Kabupaten Lampung Barat, Pantai Tanjung Setia tepat berada di jalur arus besar Samudera Hindia yang menjadikan pantai ini memiliki ombak yang konstan. Meskipun demikian, pantai ini sendiri belum cukup dikenal seperti Pantai Kuta Bali dan Lombok. Akan tetapi, ombaknya yang sempurna sangat cocok untuk kegiatan berselancar.
 Ombak sempurna memanjakan peselancar di pantai ini yang biasanya berlangsung dari bulan Juni sampai Agustus. Ombak di pantai ini yang bisa mencapai hingga ketinggian 6 hingga 7 meter dengan panjang mencapai 200 meter. Kondisi tersebut menjadikan pantai ini sebagai taman bermain bagi para peselancar dari berbagai belahan dunia. Di sinilah peselancar menemukan habitatnya dengan penunggang papan selancar menjajal ombak penuh tantangan. Mereka  biasanya tinggal selama dua minggu, menunggu ombak besar dan sempurna menjemput ke lautan.
Tanjung Setia juga menawarkan lingkungan sekitar yang masih alami dan beberapa keindahan alam yang menakjubkan. Pasir putihnya halus dan terhampar di sepanjang pesisir pantai. Matahari terbenam yang sangat indah menawarkan atraksi menarik di samping gelombang menantang. Tepi Pantai Tanjung Setia juga dihiasi oleh rimbunnya pepohonan palem yang memberikan pemandangan indah dan suasana santai selagi menunggu ombak datang. 
Jauh dari garis pantai dan gelombang yang mengamuk, di lepas Pantai Tanjung Setia menunggu penghobi mancing untuk menemukan harta karun mereka. Di lepas pantai terdapat beberapa koleksi ikan seperti ikan blue marlin raksasa. Ikan ini secara lokal diberi nama Iwa Tuhuk. Ikan Blue Marlin raksasa di sini dapat mencapai berat antara 50 sampai 70 kilogram dan berukuran sampai 170 cm. Sensasi memancing melawan perlawanan ikan ini di kail pancing Anda merupakan pengalaman yang tidak akan terlupakan.
Mengingat keindahan yang masih belum tersentuh dan lokasi strategis yang terpencil, membuat pantai ini disebut sebagai mutiara tersembunyi yang paling sempurna. Perairan dan  gelombangnya yang memanjakan dan menantang dikombinasikan dengan suasananya yang sepi menjadikan pantai ini sebagai tujuan wisata yang sempurna baik untuk pencari kegiatan yang memompa adrenalin maupun pencari liburan.

Berselancar jelas daftar prioritas utama kunjungan ke pantai ini, berikut adalah beberapa tempat berselancar terbaik di pantai:
Ujung Bocur
Sering salah disebut sebagai Karang Nyimbor, dan sering dibandingkan dengan  Uluwatu di Bali, Ujung Bocur memiliki ombak panjang. Pada waktu terbaiknya, ombak di pantai ini dapat mencapai panjang hingga 200 meter.
Way Jambu
Sering disebut peselancar sebagai 'The Sumatran Pipeline’ atau 'setan sejati’ oleh nelayan lokal, Way Jambu menawarkan pengalaman berselancar yang menakjubkan.
Krui Reefs
Kalau Anda melintas di jalur lintas barat Sumatera, cobalah mampir di pesisir Krui, Lampung Barat. Di sana Anda bisa melepas lelah sambil duduk-duduk di tepi pantai, di batu-batu karang nan romantis, atau di bawah rindang pohon nyiur, di tepi pantai berpasir putih yang berkilau dijilat ombak. Atau jika Anda pandai berselancar, Anda bisa mencobanya di surf Tanjung Setia, jangan mau kalah dengan peselancar mancanegara. Jika Anda punya banyak waktu, Anda bisa mencoba hiking atau jungle run ke hutan damar, sambil menikmati pesona sungai-sungainya yang dangkal berbatu dengan gemercik air yang jernih.
Jimmy
Jimmy adalah salah satu gelombang indah yang ada di kawasan pantai ini. Ombaknya yang indah dan hamparan pasir putih di sepanjang pesisir pantainya menjadikan tempat ini layak untuk dikunjungi. 

Pantai Walur: Rekreasi Pantai Bersama Keluarga
Dapatkan kesenangan rekreasi bersama keluarga di Pantai Walur, Lampung Barat. Di sini Anda dapat menikmati lanskap alam pantai yang menawan. Dengan bermain pasir atau berenang maka sudah cukup memuaskan Anda dan keluarga di sini.
Pantai Walur memiliki pasir putih dan garis pantai yang landai. Keindahan pasir putihnya diselingi hamparan rumput hijau yang tumbuh subur. Semakin lengkaplah keindahannya dengan lentera dari mercu suar. Di sekitarnya juga terdapat kompleks tempat tinggal pegawainya.
Pantai Walur mempunyai ladang rumput luas yang ditumbuhi oleh pohon kelapa, membuat suasana di pantai ini menjadi nyaman cocok untuk wisata keluarga.

Saat hari biasa hanya ada beberapa perahu ditambatkan di pohon-pohon di pinggir laut. Tapi Saat hari libur, pantai ini cukup ramai wisatawan. Terutama itu saat hari raya Idul Fitri, pantai ini merupakan salah satu favorit di samping Pantai Labuhan Jukung.  Pantai Walur adalah tempat rekreasi yang tepat untuk keluarga.
Di sini Anda dapat memancing di perairan yang segar dan bersih airnya. Ombaknya yang tidak terlalu besar memastikan keamanan untuk anak-anak bermain di pesisirnya bermain pasir atau mengumpulkan karang mati. Ikan hias dan binatang karang merupakan pemandangan yang menawan di tempat ini. 

Teluk Kiluan : Menyaksikan Parade Lumba-Lumba di Teluk Tropis yang Indah 
Menyaksikan parade sekelompok lumba-lumba di lautan lepas tentu beda rasa dan sensasinya apabila dibandingkan menyaksikan atraksinya di Gelanggang Samudera Ancol. Apalagi jika jumlah lumba-lumba yang ditemui dapat mencapai ratusan dan dapat disaksikan dari dekat. Rasakan sendiri keseruannya saat menyaksikan mamalia laut cerdas ini melompat-lompat riang di dekat perahu cadik yang Anda tumpangi.

Keindahan atraksi sekelompok lumba-lumba di alam bebas dapat Anda saksikan langsung di sebuah teluk yang mewakili tipikal keindahan teluk tropis Nusantara di Lampung. Tepatnya lokasi tersebut berada di Desa Kiluan Negeri, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Di Teluk Kiluan pemandangan lumba-lumba yang berparade itu dilatari langit biru dan air laut jernih, serta tentunya hamparan pasir putih bersih di bibir pantainya.

Teluk ini merupakan jalur migrasi dua jenis lumba-lumba, yaitu lumba-lumba mulut botol (Tursiops truncatus) dan lumba-lumba paruh panjang (Stenella longirostris). Jumlah hewan menakjubkan tersebut yang melintas di teluk ini diperkirakan mencapai ribuan. Konon, jumlah lumba-lumba yang melintasi Teluk Kiluan adalah jumlah terbesar di dunia.

Teluk Kiluan dapat dikatakan sebagai destinasi wisata baru di Lampung bagian selatan. Berjarak sekira 80 km dari Kota Bandar Lampung, teluk yang indah dan tenang tersebut tidak hanya menarik wisatawan lokal tetapi juga mancanegara. Padahal, sepuluh tahun yang lalu, Teluk Kiluan belum dikenal oleh masyarakat luas. Namanya pun bahkan mungkin asing bagi penduduk Lampung sendiri.


Beberapa wisatawan menyebutkan bahwa atraksi lumba-lumba di Teluk Kiluan lebih eksotis dibandingkan dengan atraksi lumba-lumba di Pantai Lovina, Bali dimana hanya terdapat satu jenis saja lumba-lumba yang melintas di sana. Atraksi lumba-lumba di teluk ini hampir dapat disaksikan setiap hari, tentunya dengan mengingat faktor cuaca. Tak perlu susah mencari lumba-lumba, sebab lumba-lumba ini biasanya akan mendekati perahu seolah ingin unjuk kebolehan dan menyambut kedatangan tamu dengan bersahabat.

Hanya butuh waktu sekira 20 menit dari pesisir pantai untuk berperahu ke Laut Kiluan demi menyaksikan atraksi lumba-lumba. Perahu sewaan yang biasa digunakan adalah jenis perahu ketinting yang biasa disebut jukung oleh masyarakat lokal. Perahu bercadik berukuran kecil ini hanya boleh ditumpangi maksimal 3 orang ditambah 1 orang pemandu yang juga merangkap sebagai tukang perahu.


Menyaksikan atraksi lumba-lumba adalah daya tarik utama Teluk Kiluan. Dengan menyewa perahu cadik (jukung) seharga Rp250.000,- hingga Rp300.000,-, Anda sudah akan bisa melihat dari dekat tarian dan lompatan puluhan bahkan ratusan lumba-lumba yang bersahabat dan bahkan dapat disentuh. Mereka senang melompat dan berenang di sisi perahu yang datang, seolah ingin menyambut kedatangan tamu manusia.
 Keistimewaan lainnya, Teluk Kiluan menyuguhkan pemandangan memesona. Menikmati alam pantai tropis di pantai sekitar teluk adalah kegiatan rekreasi yang menarik untuk dilakukan baik bersama kerabat maupun sahabat. Sebagian besar pantai di kawasan Lampung memang terkenal akan pesona pantainya yang berpasir putih bersih. Air laut di teluk ini juga masih jernih dan bersih dengan warna biru toska. Anda dapat berenang atau snorkeling tak jauh dari garis pantai.  Meski tidak menyimpan keindahan taman laut penuh terumbu karang, banyak terdapat ikan-ikan laut cantik yang dapat dilihat.

Kini Teluk Kiluan semakin memikat dengan beberapa keindahan alam baru yang baru bagi wisatawan seperti Karang Pegadung yang pesonanya dikatakan mengalahkan Phi Phi Island Thailand. Ada juga Laguna dan Pasir Putih yang sayang untuk dilewatkan disambangi. 

Keindahan alam di teluk ini yang sayang bila dilewatkan adalah pesona Matahari tenggelam. Jangan lupa mengabadikannya dengan kamera Anda. Besar kemungkinan momen terbaik untuk “menangkap” potret Matahari tenggelam yang sempurna di teluk ini hanya berlangsung selama beberapa menit saja.

Berkeliling di sekitar kawasan teluk dengan perahu sewaan juga menarik dilakukan. Apalagi masih di tengah teluk, terdapat sebuah pulau yang dinamakan Pulau Kiluan. Untuk informasi lebih lengkap tentang pulau ini dapat dibaca di bagian “Berkeliling”.

Untuk event berkala, Kiluan Fishing Week dapat masuk dalam agenda wisata Anda. Kegiatan ini biasanya berlangsung pada bulan Agustus.
   
Pulau Sebuku: Menyelami Keindahan Bawah Laut Teluk Lampung 
Pulau Sebuku berada di Selat Sunda dan merupakan salah satu pulau terbesar di Selat Sunda yang memisahkan antara Pulau Jawa dan Sumatera. Pulau ini terletak di area Teluk Lampung atau di titik sekira 2,5 km sebelah Utara Pulau Sebesi dan 2,3 km di Selatan Pulau Sumatera. Pulau Sebuku secara administratif berada di kawasan Kalianda, Lampung Selatan.

Pulau ini cukup popular sebagai tujuan wisata bahari seperti menikmati panorama pantai, berenang, snorkeling atau pun juga diving. Panorama laut dan pantai di pulau ini cukup memanjakan mata. Gugusan pantai landai berpasir putih dan air laut berwarna biru kehijauan sudah akan menyita perhatian dari kejauhan. Keindahan bawah lautnya juga menarik untuk dijelajahi. Pada 1999, bangkai kapal Jepang ditemukan di dekat Pulau Sebuku.

Pulau Sebuku adalah pulau tak berpenghuni seluas 17,71 km². Dulunya pada 1920-an, pulau ini terkenal sebagai area perkebunan penghasil kopra. Akan tetapi, karena kurangnya pengelolaan menjadikan hasil perkebunan tidak sebesar dahulu.
Tak jauh dari Sebuku, terdapat Pulau Sebesi seluas 16 km². Pulau tidak berpenghuni itu kini menyediakan akomodasi untuk wisatawan yang mengunjugi Sebuku atau Anak Gunung Krakatau. Dari kedua pulau ini, mengamati Anak Krakatau dari kejauhan juga dapat menjadi kegiatan yang menambah kesan dan pengalaman perjalanan Anda.



Pulau Sebuku dan Pulau Sebesi memang kurang popular sebagai lokasi menyelam karena mungkin relatif jauh dari Pulau Jawa atau belum banyak ditemukan titik penyelaman di kawasan ini. Kebanyakan wisatawan lebih memilih snorkeling atau menyelam di sekitar Pulau Rakata, atau tepatnya di Lagoon Cabe di Kepulauan Krakatau. Akan tetapi, bagaimana pun juga, kedua pulau tersebut dapat menjadi alternatif destinasi wisata selain mendaki Krakatau atau menyelam di sekitar Kepulauan Krakatau. Keduanya juga dapat pula menjadi bagian dari rangkaian perjalanan mendaki Anak Gunung Krakatau.

Pulau Sebuku atau pun Pulau Sebesi adalah dua pulau terdekat untuk mengamati Anak Gunung Krakatau. Daya tarik Pulau Sebuku misalnya, adalah karena keindahan pasirnya yang putih bersih dan garis pantainya yang landai dengan air lautnya jernih berwarna hijau kebiruan. Gugus pantai berpasir putihnya sungguh memanjakan mata dan cocok untuk sekedar santai menikmati panorama laut atau berenang tak jauh dari garis pantai.

Beberapa orang menikmati snorkeling di Pulau Sebuku. Selain berenang dan snorkeling, ada tentunya sekaligus melihat keindahan pemandangan Gunung Krakatau dari kejauhan.   

Wisata Lampung bab I




Coretan tinta sejarah perjalanan Cina Kuno menyebut suatu wilayah di bagian paling Selatan Sumatra yang disebut “Lampung” atau “wilayah angin Selatan”. Hal ini menunjukkan bahwa Lampung telah ada dan dikenal cukup lama dalam dunia perdagangan.
Provinsi Lampung secara umum wilayahnya datar dengan gunung-gunung tinggi seperti Gunung Pesagi, Tanggamas, Seminiung, Sekincau dan Raya yang merupakan gunung berapi  tidak aktif. Bandar Lampung, ibu kota Lampung, dulunya merupakan dua kota yang terpisah yaitu Tanjungkarang dan Pelabuhan Teluk Betung yang tertutup oleh debu gunung berapi setelah Gunung Krakatau meletus. Dalam perkembangan selanjutnyanya, kota ini telah menjadi satu kota. Secara geografis Provinsi Lampung terletak antara 3045' Lintang Selatan dan 103050' – 105050' Bujur Timur dengan luas wilayah 35,376,50 km². Curah hujan di Lampung cukup tinggi tiap bulannya yaitu berkisar antara 2–27 hari. Temperatur berkisar antara 22,50C –32,80C dengan kelembaban berkisar antara 80%-88%.
Banyak jenis wisata yang dapat Anda di Lampung di antaranya beberapa kampung tua seperti  Sukau, Liwa, Kembahang, Batu Brak, Kenali, Ranau, dan Krui Lampung Barat. Ada juga Festival Sekura yang diadakan dalam seminggu setelah Idul Fitri di Lampung Barat, Festival Krakatau di Bandar Lampung, Festival Teluk Stabas di Lampung Barat, Festival Way Kambas di Lampung Timur.

Sejarah

Peninggalan sejarah menunjukkan bahwa Lampung dulunya ialah bagian dari Kerajaan Sriwijaya hingga abad ke-11. Setelah itu, Lampung menjadi bagian dari Kerajaan Melayu. Beberapa peninggalan megalitikum yang masih ada di Pugungraharjo dipercaya berumur lebih dari 1.000 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa Lampung dipengaruhi agama Hindu dan Budha. Lampung dikuasai kesultanan Banten sejak 1500 hingga 1800 M. Putra mahkota Banten, Sultan Haji, menyerahkan beberapa wilayah kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa kepada Belanda. Di dalamnya termasuk Lampung sebagai hadiah bagi Belanda karena membantu melawan Sultan Ageng Tirtayasa.
Lampung dengan tanahnya yang subur terkenal sebagai penghasil lada hitam. Lada hitam pula yang mengilhami bangsa Eropa untuk menguasai wilayah ini. Penguasaan sumber rempah-rempah dunia berarti menguasai perdagangan dunia dan tentu saja wilayahnya. Tidak heran jika Kesultanan Banten khawatir wilayah ini di rebut pihak lain. VOC mengklaim menguasai wilayah ini sampai abad ke-17. Pemerintah Hindia Belanda sempat mentransmigrasikan orang ke Lampung untuk mengatasi masalah kepadatan penduduk di Pulau Jawa.
Kejayaan Lampung sebagai sumber lada hitam pun mengilhami para senimannya sehingga tercipta lagu Tanoh Lada. Bahkan, ketika Lampung diresmikan menjadi provinsi pada 18 Maret 1964, lada hitam menjadi salah satu bagian lambang daerah itu. Namun, sayang saat ini kejayaan tersebut telah pudar.  

Kantor Pariwisata

Jl. Jend. Sudirman No. 2 Bandar Lampung
Telp. (62-721) 26430
Fax. (62-721) 266184

website : www.lampungprov.go.id

Danau Ranau 
Danau Ranau adalah danau terbesar kedua di Sumatra. Danau ini terbentuk akibat gempa bumi yang dahsyat dan letusan gunung vulkanik. Sebuah sungai besar yang sebelumnya mengalir di kaki gunung vulkanik berubah menjadi jurang. Berbagai jenis tanaman termasuk semak belukar yang secara lokal dikenal sebagai Ranau, tumbuh di tepi danau dan sisa-sisa gunung menjadi Gunung Seminung, yang berdiri menjulang di samping danau yang memiliki air bersih ini.

Danau ini terletak di perbatasan antara Kabupaten Lampung Barat di Propinsi Lampung dan Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan di Sumatera Selatan. Danau ini memiliki cuaca dingin. Untuk memasuki danau ini, pengunjung harus membayar Rp1.000,00 per orang ditambah Rp4.000,00 untuk parkir.

Pulau Marisa terletak di tengah danau. Memiliki mata air panas alami. Pulau ini juga memiliki air terjun dan sawah yang luas, dan sebagian besar lahan ditutupi oleh hutan dan dihuni oleh beberapa primata.
Danau Ranau terkenal dengan ikan-ikannya yang berukuran besar. Anda bisa membeli ikan langsung dari nelayan dan menikmati keindahan Danau Ranau sambil makan ikan bakar dan menikmati secangkir teh hangat. Jangan lupa untuk mampir di sumber air panas di Pulau Marisa. 

Pantai Pasir Putih Lampung
Pantai Pasir Putih benar-benar menggambarkan suasana yang menggoda dan menyegarkan mata dan jiwa Anda. Alam yang menakjubkan dan lokasi yang hanya berjarak 20 kilometer dari kota Bandar Lampung menjadikan pantai ini sebagai objek wisata andalan di Lampung. Pantai Pasir Putih ini berlokasi di Desa Tarahan, Lampung Selatan. Dapat ditempuh dengan kendaraan sekitar 30 menit.
Pantai Pasir Putih memiliki air laut yang berwarna hijau kebiruan yang secara harmonis menyatu dengan halus dan indahnya hamparan pasir putih di sepanjang tepian pantainya. Tidak salah jika pantai ini terlihat seperti lukisan alam yang menakjubkan. Setibanya Anda di lokasi pantai ini, pemandangan yang indah menyambut kedatangan Anda. Membuat Anda tidak sabar untuk berjalan di pasirnya yang putih dan bersih. Oleh karena keindahannya, pantai ini tidak pernah sepi dari pengunjung. Di akhir pekan atau pada hari-hari libur, tawa riang bocah-bocah yang bermain akan semakin terasa. Tak hanya dari Lampung, wisatawan yang datang banyak pula dari luar kota seperti Jakarta. Bahkan beberapa wisatawan mancanegara pun sering terlihat di sini.
Bagi para pencinta fotografi, Pasir Putih akan menjadi surga hunting foto yang luar biasa. Langkah tenang matahari pulang ke ufuk barat menjadi saat yang sangat ditunggu untuk dinikmati dan diabadikan. Sungguh sebuah pengalaman yang tak terlupakan.

Aktivitas wisata yang juga tak kalah menarik dilakukan adalah berkeliling pantai dengan menyewa perahu. Selain itu, wisatawan pun bisa mengunjungi Pulau Condong dan Pulau Bule yang terletak tak jauh dari Pantai Pasir Putih. Kedua pulau ini memiliki pantai yang indah pula, berhias pasir putih dan halus. Pemandangan di sini juga masih sangat alami.
Jika ingin menikmati keindahan bawah laut, Pulau Bule adalah tempatnya. Beragam jenis terumbu karang dan ikan hias tersaji di sekitar pulau ini. Penumpang perahu biasanya menikmati keindahan terumbu karang dan ikan-ikan cantik dengan menggunakan sebuah kotak dari kaca, alat tradisional yang biasanya digunakan masyarakat sekitar untuk mencari lobster dan kepiting karang.
Anda juga bisa bersantai dan piknik di pinggir pantai sambil menikmati indahnya pemandangan alam pantai yang memukau. 

Taman Nasional Way Kambas: Tempat Penangkaran dan Taman Bermain Gajah Sumatera
Taman Nasional Way Kambas (TNWK) berlokasi di ujung selatan Pulau Sumatera, 110 km dari Kota Bandar Lampung. Tempat ini merupakan salah satu cagar alam tertua di Indonesia yang menempati  lahan seluas 1.300 km² berupa dataran rendah di sekitar Sungai Way Kambas, pantai timur Lampung. Pusat Pelatihan Gajah Way Kambas resmi didirikan tahun 1985.

TNWK menjadi rumah sekaligus pusat pelatihan dan taman bermain gajah sumatera. Di lebatnya taman nasional ini, ada sekitar 200 gajah sumatera (Elephas maximus sumatranensis) yang menjadikan hutan ini sebagai rumah mereka. Lokasinya terletak 9 km dari pintu masuk taman Plang Ijo. Pusat pelatihan gajah ini didirikan untuk  melindungi keberadaan gajah dan menciptakan keuntungan antara gajah dan manusia. Gajah di Sumatera dulunya digunakan oleh kerajaan yang memerintah di Sumatera untuk kendaraan berperang dan keperluan upacara.
Di Pusat Pelatihan Gajah Way Kambas, Anda dapat melihat gajah melakukan berbagai tugas seperti mengangkut kayu  atau membajak sawah. Mereka juga dapat melakukan aktivitas unik seperti bermain sepak bola dan pertunjukan menghibur lainnya.

Gajah Sumatera adalah salah satu dari tiga subspesies yang diakui sebagai gajah asia dan asli Pulau Sumatera. Secara umum, gajah Asia lebih kecil dibandingkan dengan gajah Afrika. Gajah Sumatera merupakan gajah terkecil dari gajah-gajah yang ada di  Asia dengan ketinggian bahu berkisar antara 2 dan 3,2 m. Gajah liar di Sumatera dahulu dapat ditemukan di 8 propinsi di Pulau Sumatera. Namun, karena kepadatan pemukiman dan menyusutnya vegetasi hutan hujan tropis telah menyulitkan untuk memperkirakan jumlah mereka.
Di TNWK ada pula badak sumatera (Dicerorhinus sumatrensis sumatrensis) yang dilindungi di habitat aslinya dalam kawasan Sumatera Rhino Sanctuary (SRS). Di tempat tersebut badak-badak dikenalkan dengan alam sekitarnya dengan harapan penangkaran yang dilakukan berjalan sukses. Pusat penangkaran ini didirikan tahun 1995, meliputi lahan seluas 100 hektar yang dijadikan tempat  pelestarian, penelitian dan pendidikan.

Di tempat penangkaran tersebut terdapat lima badak sumatera, masing-masing diberi nama Rosa, Ratu, Bina, Torgamba, dan Andalas  yang bertindak sebagai duta untuk badak-badak liar lainya. Mereka juga dijadikan sebagai spesimen untuk pendidikan dan pelestarian.
Mamalia lainya yang hidup di taman nasional ini antara lain: harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), tapir (Tapirus indicus), anjing hutan (Cuon alpinus sumatrensis), siamang (Hylobates syndactylus syndactylus); 406 jenis burung diantaranya bebek hutan (Cairina scutulata), bangau sandang lawe (Ciconia episcopus stormi), bangau tong-tong (Leptoptilos javanicus), sempidan biru (Lophura ignita), kuau (Argusianus argus argus), pecuk ular (Anhinga melanogaster). Selain itu, ada pula berbagai jenis reptilia, amfibia, ikan, dan insekta.

TNWK juga merupakan rumah bagi beberapa jenis tumbuhan antara lain api-api (Avicennia marina), pidada (Sonneratia sp.), nipah (Nypa fruticans), gelam (Melaleuca leucadendron), salam (Syzygium polyanthum), rawang (Glochidion borneensis), ketapang (Terminalia cattapa), cemara laut (Casuarina equisetifolia), pandan (Pandanus sp.), puspa (Schima wallichii), meranti (Shorea sp.), minyak (Dipterocarpus gracilis), dan ramin (Gonystylus bancanus).
Di area sekitar Way Kanan, ada juga lokasi pengamatan burung. Species yang paling menarik dilihat adalah mentok rimba dan burung botak hutan.

Di Pusat Pelatihan Gajah (PPG) terdapat atraksi gajah setiap sore dan pertunjukan sepakbola gajah yang digelar setiap akhir pekan. Menunggang gajah sangat menyenangkan dengan wahana safari yang tersedia, barangkali sebuah keberuntungan menghampiri Anda bisa bertemu gajah liar. Pusat Pelatihan Gajah merupakan tempat pelatihan gajah, sedangkan Plang Ijo dirancang untuk memberikan informasi tentang hutan, satwa liar, dan isu-isu konservasi.

Berkunjung ke taman nasional ini merupakan kesempatan berharga. Anda bisa melepaskan kepenatan dari rutinitas kehidupan kota. Di Way Kanan terdapat jalan-jalan yang memandu Anda untuk berkeliling. Anda tidak diperbolehkan masuk ke dalam hutan tanpa pemandu karena berbahaya dan bisa tersesat.
Kapal motor dapat disewa untuk menikmati indahnya pantai dengan perjalanan singkat dan harga yang sesuai. Jika Anda ingin berkeliling, sebuah sampan (perahu dayung) tersedia untuk disewa. Cara ini mungkin lebih cocok untuk melihat-lihat satwa liar.